29.4.15

30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM

30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM --------------------------------- 1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS. 2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS. 3. Orang yang pertama berkhitan : Nabi Ibrahim AS 4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari Qiyamat : Nabi Ibrahim AS. 5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari Qiyamat : Nabi Adam AS. 6. Orang yang pertama mengerjakan saie antara Safa & Marwah : Sayyidatina Hajar rha 7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari Qiyamat : Nabi Muhammad SAW. 8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam : Abu Bakar As Siddiq RA. 9. Orang yang pertama menggunakan tarikh hijrah : Umar bin Al-Khattab ra 10. Orang yang pertama meletakkan jawatan khalifah dalam Islam : Al-Hasan bin Ali RA. 11. Orang yang pertama menyusukan Nabi Muhammad SAW : Thuwaibah RA. 12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Al-Harith bin Abi Halah ra 13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita : Sumayyah binti Khabbat rha 14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash ra 15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas ra 16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan melaungkan adzan: Bilal bin Rabah ra 17. Orang yang pertama sembahyang dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib kwh 18. Orang yang pertama membuat minbar masjid Nabi SAW : Tamim Ad-dary ra 19. Orang yang pertama menghunus pedang dalam perjuangan fisabilillah : Az-Zubair bin Al Awwam ra 20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi Muhammad SAW : Ibban bin Othman bin Affan ra 21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW : Khadijah binti Khuwailid rha. 22. Orang yang pertama mengasaskan usul fiqh : Imam Syafei ra. 23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam: Ali bin Abi Tholib kwh 24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawiyah bin Abi Sufyan ra 25. Orang yang pertama membuat perpustakaan awam Harun Ar-Rasyid ra 26. Orang yang pertama mengadakan baitulmal : Umar Al-Khattab ra 27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur'an selepas Rasulullah SAW : Ali ibn Abi Tholib kwh 28. Orang yang pertama membina menara di Masjidil Haram Mekah:Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur ra 29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry :Mus'ab bin Umair ra 30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga : Nabi Muhammad SAW.

26.4.15

10 Macam Manusia Yang Ditertawakan Syetan

10 Macam Manusia Yang Ditertawakan Syetan 1] Orang yang baru sembuh dari sakit keras/kronis tapi tidak tambah baik kelakuannya dan tidak meningkat juga iman dan 'amal ibadatnya. 2] Orang nyang baru keluar dari penjara tapi tidak tambah baik kelakuannya dan tidak meningkat juga iman dan 'amal ibadahnya. 3] Orang nyang baru bebas dari fitnah/musibah yang berat tapi tidak tambah baik kelakuannya dan tidak meningkat juga iman dan 'amal ibadahnya. 4] Orang yang telah menunaikan ibadah haji tapi tidak tambah baik kelakuannya tapi malah kikir bin bakhil. 5] Orang yang keluar dari bulan Ramadhan atau orang yang baru selesai berpuasa tapi tidak bertambah baik kelakuannya malah bikin dosa baru setelahnya. 6] Orang yang merasa sudah bisa bersyukur kepada Alloh ( dan atau sering mengucapkan "alhamdulillah") tapi tidak mampu membalas kebaikan orang lain. 7] Orang yang mengaku sudah mampu bersabar tapi tidak mampu membalas kejahatan dengan kebaikan. 8] Orang yang pernah menolong orang lain tapi kemudian suka sekali menyebut-nyebut, nge-bangkit-ban gkit pertolongannye kembali. 9] Orang yang sering menunjukkan dan menceritakan aib dan dosa diri sendiri, serta aib dan dosa orang lain. 10| Orang yang sibuk memperindah rumahnya dan sibuk membersihkan rumahnya dari sampah, tikus, kecoa, semut, nyamuk, dll.... tapi tidak serius mempersiapkan rumah masa depannya (kuburan) .... membiarkan rumahnya yang asli (kubur) nanti dikeroyok kecoa, semut, cacing, kelabang, tikus, belatung, dan binatang-binatang tanah lainnya beramalah selagi masih ada kesempatan sebelum datang kesempitan itu[kematian] Oleh karena itu, Yuk di Aamiin-kan Do'a ini Ya Allah.. Ma'afkanlah dan ampunilah kami, jika kami masih sering melakukan kemaksiatan, dan Tolonglah kami Ya Allah.. Agar kami senantiasa menjadi Manusia yang Baik,Ta'at, dan tidak melanggar larangan-Mu.. Aamiin mari saudaraku jangan sampai kta biarkan syetan menertawakn kita ya.. Salam santun dan salam ukhuwah islamyah

Wajah Mulia Rasulullah Saw Saat Senang dan Marah

Al-Habib Ali Al-Jufri: -- Wajah Mulia Rasulullah Saw Saat Senang dan Marah -- Sahabat Nabi ditanya "apakah wajah Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam bagaikan pedang.? (Karena si penanya ini hanya mengetahui keberanian dan peperanganya, maka tergambar oleh si penanya apa yang diketahuinya) Maka sahabat itu menjawab "Tidak, bahkan wajah Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam bagaikan Bulan Purnama" Sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata :"Apabila engkau memandang wajah Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam seolah-olah matahari berjalan di wajahnya" Sahabat lain berkata : Ketika aku dibawah rembulan memandang wajah Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam, lalu aku pandang rembulan, kemudian aku pandang lagi wajahnya yang mulia, dan terus aku lakukan berulang-ulang, maka aku mengetahui bahwa wajah Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam lebih bersinar dan lebih indah daripada rembulan. Para sahabat berkata : "Apabila Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam gembira, maka (Akan terlihat) bertambah cerah dan tambah bersinar di wajahnya. Dan apabila marah ada tiga ciri akan kemarahanya (Karena Nabi tidak pernah meluapkan kemarahanya dengan kata-kata kasar, kecuali tiga ciri), yaitu : 1_Terlihat ada keringat ditengah-tengah keningnya 2_Kedua pipinya yang indah nampak ke merah-merahan. 3_Beliau menurunkan selendangnya dan ditaruh dibelakang beliau. Sungguh indah Gembira dan Marahnya Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam, karma marahnya dengan adab yang indah dan mulia, dan tidak pernah Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam marah untuk dirinya, akan tetapi kemarahan Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam apabila Haq-Haq Allah di Ingkari atau di Hinakan.

25.4.15

"9 GODAAN SETAN YANG HARUS DIWASPADAI"

"9 GODAAN SETAN YANG HARUS DIWASPADAI" 1. Setan itu selalu menggoda manusia untuk memikirkan angan-angan indah yang bisa dijangkau panca indra, karena apa yang diinginkannya adalah agar manusia lalai beribadah. 2. Setan itu menggoda manusia agar tidak mau mengakui keterlibatan ALLAH dalam urusan rizki sehingga manusia selalu merasakan kesusahan saat ia bekerja. 3. Setan ingin bahwa manusia bekerja dengan hati penuh kesusahan, banyaknya kebutuhan hidup dan persaingan dalam mencari rizki. 4. Setan memerlihatkan kepada orang keburukan orang lain agar mereka tidak mau saling tolong-menolong satu sama lain. 5. Setan selalu berusaha memasukkan sugesti negatif ke dalam hati orang beriman agar merasakan kesusahan. 6. Setan memerlihatkan banyaknya kebutuhan hidup anda agar anda selalu merasa kekurangan. 7. Setan menanam benih kebencian dalam kesadaran manusia agar satu sama lain saling bermusuhan dalam kehdupan duniawi ini. 8. Saat setan menguasai kesadaran manusia maka pikiran akan memandang keburukan sebagai kebaikan 9. Setan tidak mengajarkan manusia berpikir dengan benar tapi ia mengajarkan manusia agar selalu merasa benar.

SEDEKAH PEMBEBAS MASALAH

Ada suatu hadits yang mengatakan: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya”. (H.R. Muslim) Kalau seorang mukmin ingin dibebaskan dari kesulitannya, maka bantulah kesulitan orang lain. Karena ketika si mukmin itu mau membantu membebaskan kesulitan orang lain. Nanti Allah akan atur deh tuh segala cara, segala upaya yang membuat orang ini kemudian bisa terbebas dari kesulitan. Semoga kita selalu mendapatkan ilmu, hidayah dan perlindungan Allah Subhana wata’ala dimanapun kita berada... Aamiin ya Rabbal’alaamiin....

JANGAN MENCERITAKAN MAKSIATMU...!

Jangan berbangga-bangga dengan Kejahatan, ketika Allah sudah menutupinya maka janganlah membuka aib-aib maksiat yg pernah kita kerjakan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ “Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, no. 1508) Dihadits lain beliau bersabda, اجْتَنِبُوا هَذِهِ الْقَاذُورَةَ الَّتِي نَهَى اللَّهُ عَنْهَا فَمَنْ أَلَمَّ فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ وَلْيُتُبْ إِلَى اللَّهِ فَإِنَّهُ مَنْ يُبْدِلْنَا صَفْحَتَهُ نُقِمْ عَلَيْهِ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ Jauhilah perbuatan menjijikkan yang Allah larang ini. Siapa yang pernah melakukannya, hendaknya dia merahasiakannya dengan tabir yang Allah berikan kepadanya, dan bertaubat kepada Allah. Karena siapa yang kesalahannya dilaporkan kepada kami, maka kami akan tegakkan hukuman seperti dalam kitab Allah. (HR. Hakim 3/272). Semoga Allah menjadikan kita orang-orang bertobat, dan mendapatkan ampunan-Nya...Aamiin....

TUJUH BALASAN UNTUK ORANG KIKIR / PELIT

TUJUH BALASAN UNTUK ORANG KIKIR / PELIT Abu Bakar Radliyallahu 'Anhu berkata, sesungguhnya orang bakhil tidak akan terhindar dari tujuh perkara yang membinasakannya. yaitu : 1. Ia akan mati, lalu hartanya di warisi oleh orang yang mengelola dan membelanjakan hartanya untuk keperluan selain yang diperintahkan Allah 2. Ia akan dikuasai oleh penguasa jahat, lalu merampas hartanya secara paksa, setelah menganiaya dan menhinakannya terlebih dahulu. 3. Allah membangkitkan gejolak nafsu syahwatnya, sehingga harta bendanya terkuras habis untuk memenuhi keinginan syahwatnya 4. Ia gunakan hartanya untuk membangun bangunan yang megah di tempat yang rawan yang menyebabkan hartanya habis musnah 5. Ia ditimpa musibah dan tragedi duniawi, seperti kebakaran, kecurian dan sebagainya yang menghabiskan hartanya 6. Ia terserang penyakit kronis yang berkepanjangan tak kunjung sembuh hingga hartanya habis untuk biaya pengobatan 7. Atau ia tanamkan hartanya di suatu tempat, lalu raib hilang entah kemana. Semua kemungkinan tersebut di atas merupakan realitas yang sudah pernah terjadi dan diketahui oleh manusia. Semoga Allah menjaga dan menjauhkan kita dari sifat bakhil alias kikir alias pelit. Aamiin Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiinn Sumber : Kitab Nashaihul 'Ibad Karya Syeikh Nawawi Al Bantani

Toleransi Hasan Bashri Bertetangga Nasrani

Toleransi Hasan Bashri Bertetangga Nasrani Kekaguman para sahabat dan murid-muridnya tak menggetarkan pribadi Hasan al-Bashri untuk tetap hidup penuh kesederhanaan. Di rumah susun yang tidak terlalu besar ia tinggal bersama istri tercinta. Di bagian atas adalah tempat tinggal seorang Nasrani. Kehidupan berumah tangga dan bertetangga mengalir tenang dan harmonis meski diliputi kekurangan menurut ukuran duniawi. Di dalam kamar Hasan al-Bashri selalu terlihat ember kecil penampung tetesan air dari atap kamarnya. Istrinya memang sengaja memasangnya atas permintaan Hasan al-Bashri agar tetesan tak meluber. Hasan al-Bashri rutin mengganti ember itu tiap kali penuh dan sesekali mengelap sisa percikan yang sempat membasahi ubin. Hasan al-Bashri tak pernah berniat memperbaiki atap itu. “Kita tak boleh mengusik tetangga,” dalihnya. Jika dirunut, atap kamar Hasan al-Bashri tak lain merupakan ubin kamar mandi seorang Nasrani, tetangganya. Karena ada kerusakan, air kencing dan kotoran merembes ke dalam kamar Sang Imam tanpa mengikuti saluran yang tersedia. Tetangga Nasrani itu tak bereaksi apa-apa tentang kejadian ini karena Hasan al-Bashri sendiri belum pernah mengabarinya. Hingga suatu ketika si tetangga menjenguk Hasan al-Bashri yang tengah sakit dan menyaksikan sendiri cairan najis kamar mandinya menimpa ruangan Hasan Al-Bashri. “Imam, sejak kapan engkau bersabar dengan semua ini,” tetangga Nasrani tampak menyesal. Hasan al-Bashri hanya terdiam memandang, sambil melempar senyum pendek. Merasa tak ada jawaban tetangga Nasrani pun setengah mendesak. “Tolong katakan dengan jujur, wahai Imam. Ini demi melegakan hati kami.” Dengan suara berat Hasan al-Bashri pun menimpali, “Dua puluh tahun yang lalu.” “Lantas mengapa engkau tidak memberitahuku?” “Memuliakan tetangga adalah hal yang wajib. Nabi kami mengajaran, ‘Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangga’. Anda adalah tetangga saya,” tukasnya lirih. Tetangga Nasrani itu seketika mengucapkan dua kalimat syahadat.

DAHSYATNYA PROSES SEKARATUL MAUT

Demi Allah seandainya jenazah yg sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab lalu menceritakan (pengalaman sekaratul mautnya) pada kalian niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut dan mulai menangisi diri sendiri. **imam Ghozali mengkutip atsar Al-Ahsan** √sabda Rasulullah SAW: sakaratul Maut itu sakitnya sama dengan tusukan 300 pedang (HR.Tirmidzi) Sabda Rasulullah SAW: kematian yg paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yg menancap di selembar kain sutera .Apakah batang pohon duri itu dapat di ambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yg tersobek? (HR.Bukhari) Atsar "(pendapat)" para Sahabat Rasulullah SAW. Ka'b Al-Ahbar berpendapat: Sekaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yg di masukan dalam perut seseorang. Lalu seorang laki2 menarik dngn sekuat2nya hingga ranting pun membawa semua bagian tubuh yg menyangkut padanya dan meninggalkan yg tersisa. **Imam Ghazali berpendapat: Rasa sakit yg di rasakan selama sakaratul maut meng hunjam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian yg sedang sekaratul maut merasakan dirinya di tarik2 dan di cerabut dari setiap urat nadi, syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki. Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat. Ketika sekelompok bani israel yg sedang melewati sebuah pekuburan berdoa kpda Allah agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu, sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba2 dia di hadapkan seorang pria yg muncul dari salah satu pekuburan. Wahai Manusia""!! Kata pria tersebut: apa yg kalian kehendaki dari ku? 50 thn yg lalu aku mengalami kematian namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dari ku** ~rasa sakaratul maut di alami setiap manusia dengan berbagai macam tingkatan sakit. Ini tidak terkait dngn tingkat keimanan atau kedhaliman seseorang selama hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan sakaratul maut merupakan proses pengurangan kadar siksaan akhirat ketika kelak. Demikianlah Rencana Allah SWT, ketka sakaratul maut hampir selesay dimana tenaga mereka telah hilang dan ruh mulai merayap keluar dari jazad mereka. Maka Malakatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW bersabda: tak seorang pun diantara kalian yg akan meninggalkan dunia ini kecuali telah di berikan tempat kembalinya dan di perlihatkan padanya, tempatnya di syurga atau neraka. •°•°•wallohu a'lam bis shawab•°•°• SEMOGA KITA TERMASUK UMAT YG DI MUDAHKAN'NYA SELAMA HIDUP DI DUNIA, DI AHIR HIDUP DAN KETIKA SAKARATUL MAUT. ****AAMMIINN****

23.4.15

MEMULIAKAN SEORANG LANJUT USIA

MEMULIAKAN SEORANG LANJUT USIA Suatu ketika di shalat jamaah subuh, tiba-tiba Nabi SAW ruku’ dalam waktu cukup lama. Bukan karena apa, tetapi malaikat Jibril datang dan menggelar salah satu sayapnya di punggung beliau sehingga beliau tidak bisa bangkit. Setelah Jibril pergi barulah beliau bisa i’tidal dan meneruskan shalat hingga selesai. Usai shalat para sahabat terheran-heran, dan salah satunya bertanya, “Apa yang terjadi, wahai Rasulullah, sehingga engkau memperpanjang ruku begitu lama yang sebelumnya belum pernah engaku lakukan??” Nabi SAW menceritakan tentang malaikat Jibril yang menahan beliau dalam ruku. Sahabat itu bertanya lagi, “Mengapa bisa seperti itu??” Nabi SAW bersabda, “Aku tidak tahu!!” Tidak berapa lama Jibril datang lagi dan berkata, “Wahai Muhammad, Ali tergesa-gesa untuk ikut berjamaah, tetapi di depannya ada seorang lelaki tua nashrani yang berjalan sangat pelan. Ali tidak mau mendahuluinya karena sangat memuliakan lelaki tua itu!! Karena itu Allah memerintahkan aku untuk menahanmu dalam ruku, agar Ali dapat ikut jamaah!!” Nabi SAW tampak terkagum-kagum dengan penjelasan Jibril tersebut, tetapi Jibril meneruskan, “Yang lebih mengagumkan lagi, Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga waktu subuh tidak habis karena menunggu Ali hadir!!” Nabi SAW memanggil Ali. Ketika Nabi SAW meng-konfirmasi hal itu, Ali berkata dengan tenangnya seolah-olah tidak ada sesuatu yang ajaib terjadi, “Benar, ya Rasulullah, lelaki tua itu sangat pelan jalannya dan aku tidak suka untuk mendahuluinya karena memuliakannya. Tetapi ternyata ia tidak datang untuk shalat, untungnya engkau masih dalam keadaan ruku’ sehingga aku tidak tertinggal shalat jamaah bersamamu!!” Nabi SAW hanya tersenyum, dan menceritakan duduk permasalahannya kepada para sahabat. Setelah itu beliau bersabda, “Inilah derajad orang yang memuliakan seorang lanjut usia, walau ia bukan seorang muslim!!”

BAKTI SAYYIDAH FATIMAH AZ ZAHRA RHA

Sayyidah fatimah Azzahra putri Rasulullah SAW mendapat julukan sebagai “Ibu bagi ayahnya”. Hal ini karena pelayanan dan pembelaan beliau kepada sang ayah yang luar biasa. Sayyidina Abdullah bin Mas’ud bercerita: Suatu hari Nabi Muhammad saw menunaikan shalat di hadapan ka’bah. Pada saat itu, Abu Jahal dan beberapa temannya sedang duduk disana. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka berkata: “Siapa di antara kalian yang berani mengambil kotoran unta keluarga Fulan dan meletakkannya di punggung Muhammad ketika ia sujud nanti?” Salah seorang yang paling celaka di antara mereka bangkit dan mengambil kotoran unta itu. Ia mengawasi Rasulullah saw. Ketika Rasulullah saw sujud, ia pun meletakkan kotoran itu di punggung beliau, tepat di antara pundak beliau. Peristiwa itu kusaksikan di depan mataku tetapi aku tidak dapat berbuat apa-apa. Diriku tak berdaya melawan mereka. Mereka saling memandang dan menertawakan Rasulullah saw. Adapun beliau saw tetap dalam sujudnya, tidak mengangkat kepala beliau hingga Sayyidah Fatimah tiba dan menyingkirkan kotoran itu dari punggung ayahnya. (HR. Buhkori) Para ahli hadits menyebutkan bahwa setiap kali Rasulullah saw kembali dari sebuah perjalanan, setelah shalat sunah di Masjid, Rasulullah saw terlebih dahulu mengunjungi putri tercintanya tersebut, sebelum beliau pulang ke rumah para istrinya. Di depan pintu rumah, sang putri telah menanti dengan kerinduan yang membara. Ia sambut sang ayah dengan ciuman hangat di keningnya dan tetesan air mata, menyaksikan tubuh beliau yang berdebu, wajah yang tampak lelah karena perjalanan jauh. Sayyidah Aisyah RA bercerita: “Aku tidak pernah melihat seseorang yang bentuk, prilaku dan petunjuknya, cara berdiri dan duduknya sangat mirip dengan Rasulullah saw seperti Sayyidah Fatimah putri beliau saw. Dahulu jika Sayyidah Fatimah datang mengunjungi ayahnya, maka beliau saw berdiri menyambutnya, menciumnya, dan mendudukannya di sampingnya. Begitu pula jika Nabi saw berkunjung ke rumahnya, maka Sayyidah Fatimah berdiri menyambutnya, mencium ayahnya, dan mendudukkan beliau di sampingnya”. (HR. Tirmidzi dan Abu Daud) Keharmonisan hubungan ayah dan anak seperti yang dicontohkan Rasul dan putrinya di atas saat ini mulai memudar. Jarang anak yang mengecup kening putra putrinya. Inilah salah satu contoh keindahan budi Nabi SaW terhadap putrinya tercinta. Subhanallah...

Kisah Zulbijadain Sahabat Rasulullah Saw

Kisah Zulbijadain Sahabat Rasulullah Saw. Diceritakan seorang sahabat Rasulullah Saw yang dikenal dengan nama Zulbijadain beliau berasal dari golongan orang-orang kafir yang menghalanginya untuk berhijrah. Akhirnya pada suatu hari dia mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri dari golongannya, maka diapun lari membawa bekalnya. Diperjalanan dia berjumpa atau dihadang oleh orang-orang dari Qabilahnya. Mereka menghadang dan berkata:“kemana engkau akan pergi ? Segeralah pulang!”. Maka beliau berkata kepada orang-orang tersebut, “Untuk apa kalian menghalangi aku? Kalian tidak akan mengambil manfaat apapun dariku”. Kemudian Beliau berkata, “Bolehkah aku menebus diriku untuk pergi kepada Rasulullah dengan semua hartaku aku berikan, tapi biarkan aku berjalan menuju Rasulullah”. Mereka menjawab, “Baiklah kalau begitu seluruh hartamu yang ada di kampung halamanmu bawalah semua kemari dan termasuk harta yang kau bawa saat ini”. Dia berkata, “ambil semuanya”. Maka mereka mengambil seluruh hartanya termasuk yang dia bawa hingga tidak tersisa apapun melainkan dua pakaian lusuh untuk menutup di bawah pusarnya dan satu untuk menutup pundaknya. Beliaupun sampai ke kota Madinah beberapa hari sebulum perang khaibar dengan tidak punya apa-apa kecuali dua pakaian lusuh tersebut. Saat itu para sahabat menamakan orang ini sebagai Zulbijadain, artinya “pemilik dua kain yang lusuh”. Akan tetapi, dia dengan senang hati meninggalkan semua hartanya sebagai imbalan demi melihat wajah Nabi Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang yang banyak berzikir kepada Allah. Pada suatu Suatu hari Nabi Muhammad SAW lewat di bawah masjid dan mendengar suara Zulbijadain sedang berzikir kepada Allah dengan suara yang lantang. Melihat hal tersebut para sahabat mengatakan kepada Nabi Muhammad, “Ya Rasulullah aku khawatir orang ini melakukan ibadah karna riya’ ingin dilihat orang”. Mendengar hal tersebut Rasulullah berkata, “Tidak ! Akan tetapi orang ini selalu kembali kepada Allah”. Beliau termasuk orang yang hadir pada perang Khaibar bersama Rasulullah Saw. Dalam perjalanan pulang dari peperangan itu beliau sakit yang berhujung kepada kematian. kemudian Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk mengurus jenazahnya. Diantara para sahabat yang menggali kuburannya adalah Sayyidina Abubakar dan Sayyidina Umar. Ketika para sahabat hampir selesai menggali dan tinggal sedikit, Nabi Muhammad SAW turun ke dalam kubur dan merapikan kubur tersebut untuk dimasukkan ke dalam liang lahat. Rasulullah SAW juga mensholatkan jenazah Zulbijadain dan langsung turun dan masuk ke dalam liang kuburnya. Rasulullah Saw berkata di dalam lubang kuburnya, “serahkan orang tersebut ketanganku!”. Maka Rasulullah sendiri yang memasukkan Zulbijadain kedalam lubang lahatnya. Kemudian Nabi berdoa untuknya dengan doa yang indah, “Ya Allah ridhoilah dia, sebab pada malam ini aku ridho terhadap orang ini”. Inilah sekelumit cerita tentang sahabat yang bernama zulbijadain beliau mendapatkan kemuliaan ketika meninggalnya, yaitu kemuliaan saat jenazah beliau langsung ditangani oleh rasulullah saw. Semoga kita dapat berkumpul dengan para sahabat dan Rasulullah kelak di akhirat nanti, aamiin,,,

21.4.15

Air Mata Kerinduan Uwais Al-Qarani Kepada Rasul SAW

Air Mata Kerinduan Uwais Al-Qarani Kepada Rasul SAW Di negeri Yaman, hiduplah seorang pemuda bernama Uwais Al-Qarani yang berasal dari kabilah Qaran. Uwais Al-Qarani mempunyai jiwa yang bersih dan mulia. Dia seorang yang pintar dan selalu melakukan pencarian makna hidup. Meskipun saat itu dia masih belum mengenal ajaran Islam yang mulia, dia sangat menghormati nilai-nilai mulia kemanusiaan. Di antara sikap dan perilaku Uwais yang paling menonjol sekali ialah penghormatan yang besar terhadap ibunya. Dia bersikap amat lemah-lembut kepada ibunya yang sudah tua dan dia amat mengerti tanggung jawabnya sebagai anak. Dia dapat merasakan kesulitan seorang ibu dalam mendidik dan membesarkan anaknya. Oleh karena itu, dia melayani ibunya seperti seorang pelayan yang taat dan patuh. Uwais sama sekali tidak melupakan jerih payah ibunya. Suatu saat, Uwais Al-Qarani mendengar kabar bahwa ada seorang nabi yang berhijrah dari kota Mekah ke Madinah dan sebagian dari masyarakat mengikuti ajaran nabi tersebut. Uwais dengan perenungannya, sampai kepada kesimpulan bahwa Muhammad adalah seorang nabi yang benar-benar diutus oleh Tuhan karena perintah dan ajaran yang disampaikan beliau berlandaskan kepada akal dan sesuai dengan nilai-nilai tinggi insani. Uwais mempercayai kenabian Muhammad SAW dan dia ingin sekali bertemu dengan beliau. Dia ingin melakukan perjalanan ke Madinah dan melihat sendiri keindahan hati Muhammad dari dekat. Tetapi, kondisi ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan membuatnya mengurungkan niatnya itu. Berbulan-bulan lamanya Uwais memendam harapan dan impiannya tersebut. Sampai suatu hari, dia mengambil keputusan untuk menceritakan keinginannya itu kepada ibunya. Uwais dengan sopan duduk di hadapan ibunya dan berkata, “Wahai ibu, aku tidak dapat menahan hati untuk bertemu dengan seorang lelaki yang telah diutus sebagai nabi. Engkau pun tahu bahwa anakmu ini tidak pernah berfikir tentang hal-hal selain dari kebaikan dan kebenaran. Jika ibu mengizinkan, aku ingin sekali pergi menemui Rasul Tuhan itu dari dekat.”Ibu Uwais yang amat terkesan melihat kesungguhan dan gelora keinginan anaknya untuk bertemu dengan Nabi, berkata, “Wahai anakku, aku izinkan engkau untuk pergi ke Madinah, tetapi aku minta supaya setelah engkau bertemu dengan Nabi segeralah engkau pulang ke Yaman dan janganlah engkau berlama-lama di sana.” Dengan penuh gembira, Uwais menerima permintaan ibunya itu dan dia pun melakukan perjalanan untuk pergi ke Madinah. Meskipun perjalanan begitu jauh dan menyulitkan, namun semangat dan keinginannya yang besar untuk bertemu Nabi menyebabkan dia merasa begitu gembira hingga tidak merasa lelah dalam perjalanan. Siang dan malam dia tempuh perjalanan tanpa menghiraukan kesulitan dan kelelahan yang menderanya. Akhirnya, sampailah Uwais Al-Qarani ke kota Madinah. Dengan tidak sabar lagi, dia bertanya ke sana kemari untuk mencari Nabi Muhammad. Tetapi, berita yang didapatkannya amat mengecewakan. Orang-orang Madinah memberi tahu Uwais bahwa Nabi sedang keluar dari kota untuk beberapa hari. Begitu Uwais mendengar berita ini, dia mengeluh panjang dan terduduk di atas tanah. Segala kelelahan terasa menimpa seluruh tubuhnya. Sedemikian besar rasa kecewa yang menyelubunginya sehingga dia menangis sejadi-jadinya. Orang-orang membujuknya dengan mengatakan bahwa dia bisa tetap tinggal di Madinah dan menjadi tamu mereka sampai Rasulullah kembali dari perjalanannya. Tetapi Uwais berkata bahwa dia mempunyai seorang ibu tua yang sedang menanti kepulangannya. Uwais mengambil keputusan untuk segera pulang ke Yaman meskipun dia belum berhasil menemui Nabi, demi melaksanakan janjinya kepada sang ibu. Dia berkata kepada para sahabat dan keluarga Nabi, “Aku terpaksa pulang ke Yaman. Aku minta pada kalian, jika Rasulullah pulang, sampaikanlah salamku kepadanya.” Beberapa hari kemudian Rasulullah SAW pulang ke Madinah. Ketika beliau mendengar kisah Uwais, beliau memujinya dan berkata, “Uwais telah pergi, namun cahayanya tetap tinggal di rumah kami. Angin sepoi dan aroma wewangian surga bertiup ke arah Yaman. Wahai Uwais! Aku juga ingin sekali menemuimu. Sahabatku, siapapun di antara kalian yang bertemu dengan Uwais, sampaikanlah salamku kepadanya.” Dalam sejarah dikatakan bahwa memang Uwais tidak pernah dapat bertemu dengan Rasulullah. Tetapi, karena pengorbanan yang telah dilakukannya buat ibunya, namanya tercatat abadi dalam sejarah.

PARA AHLUL QUR'AN DI HARI QIAMAT

PARA AHLUL QUR'AN DI HARI QIAMAT Ketika para sahabat tengah berkumpul di sekitar Nabi SAW, tiba-tiba beliau bersabda, “Apakah kalian mau aku beritahu, siapakah orang-orang di antara umatku yang paling mulia pada hari kiamat kelak??” Para sahabat berkata, “Tentu saja mau, wahai Rasulullah!!” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang selalu membaca Al Qur’an…..” Kemudian Nabi SAW meneruskan penjelasan beliau, bahwa pada hari kiamat kelak, ketika seluruh manusia dalam ‘siksaan penantian’ yang sangat berat di Padang Makhsyar, Allah akan berfirman, “Wahai Jibril, serukanlah di Makhsyar : Perhatian, orang-orang yang selalu membaca Al Qur’an, hendaknya mereka berdiri (memisahkan diri)!!” Malaikat Jibril langsung melaksanakan perintah Allah SWT menyerukan kalimat tersebut, maka berdirilah sekelompok orang dan membentuk barisan tersendiri, menghadap kepada Allah yang Maha Pengasih. Sekali lagi Malaikat Jibril berseru, dan sekelompok lagi, yang lebih banyak jumlahnya bergabung dengan barisan tersebut. Pada seruan yang ketiga, makin banyak yang berdiri dan bergabung pada barisan tersebut. Mereka semua terdiam, sampai sesaat kemudian Nabi Dawud AS datang dan bergabung pada barisan terdepan, seakan-akan menjadi komandan barisan. Dan Allah berfirman, “Bacalah dan keraskanlah suara-suaramu!!” Satu persatu mereka membaca ayat-ayat Al Qur’an yang diketahui (dihafal)-nya, sesuai dengan kemampuan masing-masing, baik dalam keindahan melagukannya, kekhusyuannya, dalam renungan dan tafakkurnya. Setiap kali selesai membaca (melagukan) Al Qur’an, Allah menaikkan derajad orang itu, sebanyak ayat yang dibacanya. Setelah semua yang ada di barisan itu selesai membacakan Al Qur’an, Allah berfirman, “Wahai keluarga-Ku, apakah kalian masih mengenali orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kalian ketika di dunia??” Mereka berkata, “Ya, wahai Tuhan kami!!” Allah berfirman lagi, “Pergilah ke Padang Makhsyar, dan setiap orang yang kamu kenali itu, mereka dapat masuk surga bersamamu!!” Dalam suatu riwayat lainnya, Nabi SAW bersabda, “Orang-orang yang suka membaca Al Qur’an, (pada hari kiamat) nanti akan dikatakan kepadanya : Bacalah Al Qur’an dengan baik dan tartil, sebagaimana kamu membacanya dengan tartil di dunia, sesungguhnya tempat/derajadmu tergantung (terus meningkat) sampai akhir ayat yang kamu baca!!” Dalam kesempatan lainnya ketika berkumpul dengan para sahabat, Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang menginginkan pertemuan dengan Allah, maka hendaknya ia memuliakan ‘keluarga’ Allah!!” Dengan keheranan para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, apakah Allah SWT mempunyai keluarga??” “Ya” “Siapakah mereka itu, ya Rasulullah??” Nabi SAW bersabda, “Keluarga Allah di dunia adalah orang-orang yang suka membaca Al Qur’an. Ingatlah, barang siapa yang memuliakan mereka, maka Allah akan memuliakan dirinya dan memberinya surga. Barang siapa yang menghina mereka, maka Allah akan menghinakan dirinya dan memasukkannya ke neraka!!”

HASAN AL BASRI

HASAN AL BASRI. Al-Hasan bin Abi 'Hasan al-Basri dilahirkan di Madinah dalam 21 H (642 M), putra dari seorang budak ditangkap di Maisan. Dibesarkan di Basra, dia bertemu banyak sahabat Nabi termasuk, konon, tujuh puluh orang-orang yang bertempur di Perang Badar. Dia dihormati sebagai salah satu dari orang-orang terbesar Islam awal. Ia meninggal di Basra di 110 H (728 M). Banyak pidato-nya dia adalah orator brilian-dan ucapan yang dikutip oleh penulis Arab dan tidak sedikit dari surat-suratnya telah diawetkan. Suatu hari ummahatul mu’minin, Ummu Salamah, menerima khabar bahwa mantan “maula” (pembantu wanita)-nya telah melahirkan seo¬rang putera mungil yang sehat. Bukan main gembiranya hati Ummu Salamah mendengar berita tersebut. Diutusnya seseorang untuk mengundang bekas pembantunya itu untuk menghabiskan masa nifas di rumahnya. Ibu muda yang baru melahirkan tersebut bernama Khairoh, orang yang amat disayangi oleh Ummu Salamah. Rasa cinta ummahatul mu’minin kepada bekas maulanya itu, membuat ia begitu rindu untuk segera melihat puteranya. Ketika Khairoh dan puteranya tiba, Ummu Salamah memandang bayi yang masih merah itu dengan penuh sukacita dan cinta. Sungguh bayi mungil itu sangat menawan. “Sudahkah kau beri nama bayi ini, ya Khairoh?” tanya Ummu Salamah. “Belum ya ibunda. Kami serahkan kepada ibunda untuk menamainya” jawab Khai¬roh. Mendengar jawaban ini, ummahatul mu’minin berseri-seri, seraya berujar “Dengan berkah Allah, kita beri nama Al-Hasan.” Maka do’apun mengalir pada si kecil, begitu selesai acara pembe¬rian nama. Al-Hasan bin Yasar – atau yang kelak lebih dikenal sebagai Hasan Al-Basri, ulama generasi salaf terkemuka – hidup di bawah asuhan dan didikan salah seorang isteri Rasulullah SAW: Hind binti Suhail yang lebih terkenal sebagai Ummu Salamah. Beliau adalah seorang puteri Arab yang paling sempurna akhlaqnya dan paling kuat pendiriannya, ia juga dikenal – sebelum Islam – sebagai penulis yang produktif. Para ahli sejarah mencatat beliau sebagai yang paling luas ilmunya di antara para isteri Rasulullah SAW. Waktu terus berjalan. Seiring dengan semakin akrabnya hubun¬gan antara Al-Hasan dengan keluarga Nabi SAW, semakin terbentang luas kesempatan baginya untuk ber”uswah” (berteladan) pada ke¬luarga Rasulullah SAW. Pemuda cilik ini mereguk ilmu dari rumah-rumah ummahatul mu’minin serta mendapat kesempatan menimba ilmu bersama sahabat yang berada di masjid Nabawiy. Ditempa oleh orang-orang sholeh, dalam waktu singkat Al-Hasan mampu meriwayatkan hadist dari Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abu Musa Al-Asy’ari, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Anas bin Malik dan sahabat-sahabat RasuluLlah lainnya. Al-Hasan sangat mengagumi Ali bin Abi Thalib, karena keluasan ilmunya serta kezuhudannya. Penguasan ilmu sastra Ali bin Abi Thalib yang demikian tinggi, kata-katanya yang penuh nasihat dan hikmah, membuat Al-Hasan begitu terpesona. Pada usia 14 tahun, Al-Hasan pindah bersama orang tuanya ke kota Basrah, Iraq, dan menetap di sana. Dari sinilah Al-Hasan mulai dikenal dengan sebutan Hasan Al-Basri. Basrah kala itu terkenal sebagai kota ilmu dalam Daulah Islamiyyah. Masjid-masjid yang luas dan cantik dipenuhi halaqah-halaqah ilmu. Para sahabat dan tabi’in banyak yang sering singgah ke kota ini. Di Basrah, Hasan Al-Basri lebih banyak tinggal di masjid, mengikuti halaqah-nya Ibnu Abbas. Dari beliau, Hasan Al-Basri banyak belajar ilmu tafsir, hadist dan qiro’at. Sedangkan ilmu fiqih, bahasa dan sastra dipelajarinya dari sahabat-sahabat yang lain. Ketekunannya mengejar dan menggali ilmu menjadikan Hasan Al-Basri sangat ‘alim dalam berbagai ilmu. Ia terkenal sebagai seorang faqih yang terpercaya. Keluasan dan kedalaman ilmunya membuat Hasan Al-Basri banyak didatangi orang yang ingin belajar langsung kepadanya. Nasihat Hasan Al-Basri mampu menggugah hati seseorang, bahkan membuat para pendengarnya mencucurkan air mata. Nama Hasan Al-Basri makin harum dan terkenal, menyebar ke seluruh negeri dan sampai pula ke telinga penguasa. Ketika Al-Hajaj ats-Tsaqofi memegang kekuasan gubernur Iraq, ia terkenal akan kediktatorannya. Perlakuannya terhadap rakyat¬ terkadang sangat melampaui batas. Nyaris tak ada seorang pun penduduk Basrah yang berani mengajukan kritik atasnya atau menen¬tangnya. Hasan Al-Basri adalah salah satu di antara sedikit penduduk Basrah yang berani mengutarakan kritik pada Al-Hajaj. Bahkan di depan Al-Hajaj sendiri, Hasan Al-Basri pernah menguta¬rakan kritiknya yang amat pedas. Saat itu tengah diadakan peresmian istana Al-Hajaj di tepian kota Basrah. Istana itu dibangun dari hasil keringat rakyat, dan kini rakyat diundang untuk menyaksikan peresmiannya. Saat itu tampillah Hasan Al-Basri menyuarakan kritiknya terhadap Al-Hajaj:“Kita telah melihat apa-apa yang telah dibangun oleh Al-Hajaj. Kita juga telah mengetahui bahwa Fir’au membangun istana yang lebih indah dan lebih megah dari istana ini. Tetapi Allah menghancurkan istana itu … karena kedurhakaan dan kesombongannya …”Kritik itu berlangsung cukup lama. Beberapa orang mulai cemas dan berbisik kepada Hasan Al-Basri, “Ya Abu Sa’id, cukupkanlah kritikmu, cukuplah!” Namun beliau menjawab, “Sungguh Allah telah mengambil janji dari orang-orang yang berilmu, supaya menerangkan kebenaran kepada manusia dan tidak menyembunyikannya.” Begitu mendengar kritik tajam tersebut, Al-Hajaj menghardik para ajudannya, “Celakalah kalian! Mengapa kalian biarkan budak dari Basrah itu mencaci maki dan bicara seenaknya? Dan tak seo¬rangpun dari kalian mencegahnya? Tangkap dia, hadapkan kepadaku!” . Semua mata tertuju kepada sang Imam dengan hati berge¬tar. Hasan Al-Basri berdiri tegak dan tenang menghadapi Al-Hajaj bersama puluhan polisi dan algojonya. Sungguh luar biasa ketenan¬gan beliau. Dengan keagungan seorang mu’min, izzah seorang muslim dan ketenangan seorang da’i, beliau hadapi sang tiran. Melihat ketenangan Hasan Al-Basri, seketika kecongkakan Al-Hajaj sirna. Kesombongan dan kebengisannya hilang. Ia langsung menyambut Hasan Al-Basri dan berkata lembut, “Kemarilah ya Abu Sa’id …” Al-Hasan mendekatinya dan duduk berdampingan. Semua mata memandang dengan kagum. Mulailah Al-Hajaj menanyakan berba¬gai masalah agama kepada sang Imam, dan dijawab oleh Hasan Al-Basri dengan bahasa yang lembut dan mempesona. Semua pertanyaan¬nya dijawab dengan tuntas. Hasan Al-Basri dipersilakan untuk pulang. Usai pertemuan itu, seorang pengawal Al-Hajaj bertanya, “Wahai Abu Sa’id, sungguh aku melihat anda mengucapkan sesuatu ketika hendak berhadapan dengan Al-Hajaj. Apakah sesungguhnya kalimat yang anda baca itu?” Hasan Al-Basri menjawab, “Saat itu kubaca: Ya Wali dan PelindungKu dalam kesusahan. Jadikanlah hukuman Hajaj sejuk dan keselamatan buatku, sebagaimana Engkau telah jadikan api sejuk dan menyelamatkan Ibrahim. ” Nasihatnya yang terkenal diucapkannya ketika beliau diundang oleh penguasa Iraq, Ibnu Hubairoh, yang diangkat oleh Yazid bin Abdul Malik. Ibnu Hubairoh adalah seorang yang jujur dan sholeh, namun hatinya selalu gundah menghadapi perintah-perintah Yazid yang bertentangan dengan nuraninya. Ia berkata, “Allah telah memberi kekuasan kepada Yazid atas hambanya dan mewajibkan kita untuk mentaatinya. Ia sekarang menugaskan saya untuk memerintah Iraq dan Parsi, namun kadang-kadang perintahnya bertentangan dengan kebenaran. Ya, Abu Sa’id apa pendapatmu? Nasihatilah aku … ” Berkata Hasan Al-Basri, “Wahai Ibnu Hubairoh, takutlah kepada Allah ketika engkau mentaati Yazid dan jangan takut kepada Yazid¬ketika engkau mentaati Allah. Ketahuilah, Allah membelamu dari Yazid, dan Yazid tidak mampu membelamu dari siksa Allah. Wahai Ibnu Hubairoh, jika engkau mentaati Allah, Allah akan memelihara¬mu dari siksaan Yazid di dunia, akan tetapi jika engkau mentaati Yazid, ia tidak akan memeliharamu dari siksa Allah di dunia dan akhirat. Ketahuilah, tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam ma’siat kepada Allah, siapapun orangnya.” Berderai air mata Ibnu Hubairoh mendengar nasihat Hasan Al-Basri yang sangat dalam itu. Pada malam Jum’at, di awal Rajab tahun 110H, Hasan Al-Basri memenuhi panggilan Robb-nya. Ia wafat dalam usia 80 tahun. Pendu¬duk Basrah bersedih, hampir seluruhnya mengantarkan jenazah Hasan Al-Basri ke pemakaman. Hari itu di Basrah tidak diselenggarakan sholat Ashar berjamaah, karena kota itu kosong tak berpenghuni Semoga bermanfaat Silakan share (kisah Islami)

19.4.15

Amalan di bulan Rajab

Amalan di bulan Rajab. 1. Memperbanyak puasa selama di bulan Rajab, terutama 10 hari pertama. Dalam suatu riwayat disebutkan: Barangsiapa yang tidak mampu berpuasa, maka hendaknya membaca tasbih 100 kali setiap hari, agar memperoleh pahala puasa di dalamnya. Tasbihnya sebagai berikut: سبحَان الاله الجليل، سبحان من لا ينبغي التَّسبيح إلاّ له، سبحان اْلأعزِّ الاكرم، سبحان من لبس العزَّ وهو له اَهلٌ Subhaanal ilaahil jaliil, subhaana man laa yanbaghit tasbiihu illaa lahu, subhaanal a’azzil akram, subhaana man labisal ‘izza wa huwa lahu ahlun. Artinya: Mahasuci Tuhan Yang Maha Agung, Mahasuci yang tak layak ditasbih kecuali Dia, Mahasuci Yang Maha Agung dan Maha Mulia, Mahasuci Yang Memakai pakaian keagungan dan hanya Dia yang layak memilikinya. 2. Memperbanyak membaca istighfar selama bulan Rajab, khususnya untuk membaca istighfar berikut ini setiap habis sholat Maghrib dan Sholat Subuh sebanyak 70x dengan mengangkat kedua tangan seperti sedang berdo’a, ini istighfarnya: ربِ اغفرْليْ وارحمني وتب عليّ Robbighfirlii warhamnii watub ‘alayya 70x. Artinya: Ya Tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku dan terimalah toaubatku. 3. Memperbanyak berdzikir selama di bulan Rajab, terutama membaca dzikir berikut ini: dibaca dari tanggal 1-10 Rajab. سبحان الله الحيّ القيّومِ Subhaanallaahil Hayyil Qoyyuum 100x Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Hidup dan berdiri sendiri. dibaca dari tanggal 11-20 Rajab. سبحان الله الأحد الصَّمد Subhaanallaahil Ahadish Shomad 100x Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Esa Tempat Dipinta. dibaca dari tanggal 21-30 Rajab. سبحان اللهِ الرّؤُوْف الرَّحيم Subhaanallaahir Ro'ufir Rahiim 100x Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Pemaaf dan Penyayang. 4. Barang siapa membaca : AHMADU RASUULULLAH MUHAMMADUR RASUULULLAH 35X, Dibaca pada saat khutbah di hari Jum’at Akhir bulan Rojab, maka dimudahkan rizqinya dan dicukupi segala kebutuhanya (Qaul Ulama’). 5. Membaca do’ berikut ini sehabis sholat 5 waktu. اللّهمَّ بارك لنا في رجب وشعبان، وبلّغنا شهر رمضان Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya’baan, wa ballighnaa syahra Ramadhaan . Artinya: Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan. Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus. محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Salam Rasulullah untuk Orang Majusi

Salam Rasulullah untuk Orang Majusi Pesan tak biasa dari Rasulullah SAW diterima Abdullah bin al-Mubarak dalam sebuah kesempatan ibadah haji. Abdullah yang kala itu tertidur singkat di Hijir Ismail berjumpa Nabi, memperoleh amanat yang membuatnya sedikit bingung. Dalam mimpi itu Nabi berujar, ”Saat pulang ke Baghdad nanti, pergilah ke sebuah kampung, carilah orang Majusi (penyembah api) bernama Bahram. Kirimkan salamku untuknya dan sampaikan bahwa Allah ridla terhadap dirinya.” Seperti dikisahkan dalam al-Aqthaf ad-Daniyyah, Abdullah tak membenarkan mimpi itu begitu saja. ”La haula wa la quwwata illa billahil ’aliyyil ’adlim. Ah, ini mimpi dari setan. Mana mungkin Bahram dapat kiriman salam dari Nabi.” Abdullah pun bangun, wudhu, shalat, lalu thawaf. Tak disangka, mimpi serupa datang lagi pada kesempatan lain. Peristiwa ini berulang hingga tiga kali. Akhirnya ulama generasi tabi’in ini bertekad akan menunaikan amanat Rasulullah sepulang ibadah haji. Bahram yang ia temui di sebuah kampung di Baghdad ternyata memang seorang Majusi, dengan usia yang cukup renta. ”Apakah Anda memiliki perbuatan yang baik di mata Allah?” tanya Abdullah. ”Saya gemar memberi hutang kepada banyak orang. Saat melunasi diwajibkan jumlah pembayaran melebihi jumlah hutang semula,” sahut Bahram. ”Itu haram. Karena termasuk riba. Ada perbuatan lain?” ”Anak saya empat putri dan empat putra. Karena sayang menjadi pasangan orang lain, saya jodohkan mereka sesama saudara sekandung.” ”Itu juga haram. Ada lagi?” ”Saat menikahkan putra-putri saya, tata cara pesta memakai aturan Majusi.” ”Itu haram. Perbuatan lainnya?” ”Putri saya cantiknya bukan main. Tak ada satu pun pemuda yang pantas berpasangan dengan dirinya. Sebab itu saya jadikan istri sendiri anak saya itu. Malah pernikahan dilaksanakan secara mewah, dihadiri lebih dari seribu tamu undangan.” ”Itu juga haram. Ada yang lain?” Bahram meladeni pertanyaan Abdullah bin al-Mubarak dengan sabar. Kali ini ia bercerita tentang pengalamannya bertemu seorang Muslimah masuk rumahnya pada suatu malam untuk menyalakan obor. Anehnya, ketika keluar, obor itu dipadamkan lagi, begitu seterusnya hingga tiga kali berturut-turut. Rasa curiga memaksa Bahram membuntuti kepulangan perempuan Muslimah. Hingga masuk ke gubuk, tiga gadis kecil terdengar merengek menanyakan makanan kepada ibunya karena kelaparan. Air mata perempuan muslimah itu pun meleleh. Dia merasa dihimpit situasi serba sulit, antara anaknya yang kelaparan dan rasa malu mengemis makanan kepada orang kafir Majusi. ”Mengetahui kondisi itu, saya segera kembali ke rumah. Saya penuhi nampan dengan berbagai makanan, lalu saya antarkan ke rumah perempuan Muslimah itu,” Bahram menceritakan. Abdullah bin al-Mubarak menyimpulkan bahwa perbuatan terakhir inilah yang membuat Rasulullah mengirimkan salam khusus kepada Bahram, si Majusi. Mendengar salam Rasulullah, seketika Pak Tua ini memutuskan masuk Islam. ”Asyhadu an lailaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah.” Bahram tersungkur tak sadarkan diri, hingga akhirnya meninggal dunia. Shallu alannabii..

UMAR MENANGIS DIHADAPAN NABI

Umar Menangis di Hadapan Nabi Umar bin Khattab merekam pengalaman mengharukan ketika berkunjung ke rumah Rasululah SAW. Umar menyaksikan pemimpin agung yang sangat dimuliakan itu sedang terbaring di atas tikar kasar nan rusak. Kesedihan Umar bertambah ketika tekstur tikar usang itu membekas di punggung Nabi. Di hadapan Rasulullah, "Singa Padang Pasir" ini pun menumpahkan air matanya. "Apa yang menyebabkan Engkau menangis, wahai Umar?" tanya Nabi. "Aku melihat Kisra serta raja-raja lain menikmati tidur di atas ranjang mewah beralaskan sutera. Tetapi di sini Aku melihat Engkau tidur beralaskan tikar semacam ini." Dengan lembut, Nabi menimpalinya dengan sebuah nasehat. "Wahai Umar, tidakkah Engkau sependapat denganku. Kita lebih suka memilih kebahagiaan akhirat sedangkan mereka memilih dunia." Hati Umar bergetar mendengar jawaban tersebut. Umar bersyukur menjadi saksi hidup tentang kebesaran dan kemuliaan pribadi Rasulullah SAW, manusia terpilih yang sangat dihormatinya itu. Shallu alannabii

18.4.15

MAJELIS ILMU ADALAH TAMAN SYURGA

Alhabib Quraisy Baharun =MAJELIS ILMU ADALAH TAMAN SYURGA= Sebagai bukti kecintaan kita kepada Rasulullah, adalah dengan gemar menghadiri Majelis Ilmu,Majelis Dzikir,Majelis Rasulullah, Dimana disitu kita dikenalkan dengan Kewajiban kita pada Agama dan meneladani Akhlak Baginda Rasulullah. Bagaimana mungkin mereka berharap bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah, bisa berkumpul,duduk dan minum dari tangannya yang mulia (yang menjadi harapan besar penduduk sorga), Jika tidak suka apa yang di cintai Rasulullah. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk menghadiri majelis ilmu : إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ Jika kalian melewati taman syurga maka berhentilah. Mereka bertanya,”Apakah taman syurga itu?” Beliau menjawab,”Halaqoh dzikir (majlis Ilmu). [Riwayat At Tirmidzi] Di antara Keutamaan faedah majelis ilmu ialah : • Mengamalkan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan mencontoh jalan hidup para salafunas shalih. • Mendapatkan ketenangan. • Mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala • Dipuji Allah di hadapan para malaikat. • Mengambil satu jalan mendapatkan warisan para Rasul. • Mendapatkan ilmu dan adab dari seorang alim. Seseorang bila terbiasa bersegera dalam menghadiri majelis ilmu, maka akan mendapatkan faidah yang sangat banyak. Sehingga Imam Asysya’bi ketika ditanya,“Dari mana engkau mendapatkan ilmu ini semua?”, ia menjawab,“Tidak bergantung kepada orang lain. Bepergian ke negeri-negeri dan sabar seperti sabarnya keledai, serta bersegera seperti bersegeranya elang”. Beliau adalah orang yang sangat rajin menghadiri Majelis Ilmu,hingga menjadi ulama' yang penuh wawasan & pengetahuan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada didekatnya. Barangsiapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak mengangkatnya. (HR.Muslim) "Semoga Allah memberikan kita keberkahan ilmu Manfaat dunia dan akhirat...dan mampu meneladani Akhlak Mulia Manusia yang dimuliakan Allah dan seluruh Alam..Aamiin..Ya Rabbal 'Aalamiin "

BERBUAT BAIK SEBELUM MATI

Yayasan Pendidikan Islam Al Barkah " BERBUAT BAIK SEBELUM MATI " Al-Imam HASAN BASRI di tanya : Apa RAHASIA zuhud mu di DUNIA ini...? Beliau menjawab : Aku tahu REZEKI ku tidak akan di AMBIL orang LAIN karena itu hatiku selalu TENANG. Aku tahu AMAL ku tidak akan di KERJAKAN orang LAIN karena itulah aku SIBUK beramal SOLEH. Aku tahu ALLAH TA'ALA selalu memerhatikan ku, karena itulah aku MALU jika ALLAH melihatku SEDANG dalam MAKSIAT. Dan aku tahu KEMATIAN itu sudah MENUNGGU ku, karena itulah aku SELALU menambah BEKAL untuk hari PERTEMUAN ku dengan ALLAH. Jangan TERTIPU dengan usia MUDA karena SYARAT Mati TIDAK harus TUA. Jangan TERPEDAYA dengan TUBUH yang SEHAT karena SYARAT mati TIDAK mesti SAKIT. Jangan TERPEDAYA dengan HARTA kekayaaan sebab si KAYA pun TIDAK pernah menyiapkan KAIN KAFAN buat dirinya, MESKI cuma SELEMBAR. Mari terus berbuat BAIK... Berniat untuk BAIK... Berkata yang BAIK-BAIK... Memberi nasihat yang BAIK... Meskipun TIDAK banyak ORANG yang MENGENALI mu dan TIDAK SUKA dengan NASEHAT mu..!! Cukup lah ALLAH yang MENGENALI mu LEBIH dari pada orang LAIN. Jadilah bagai JANTUNG yang tidak TERLIHAT tetapi terus BERDENYUT setiap SAAT hingga kita TERUS dapat HIDUP, BERKARYA dan menebar MANFAAT bagi SEKELILING kita sampai di BERHENTIKAN oleh NYA. " WAKTU yang aku SESALI adalah jika PAGI hingga MATAHARI terbenam AMAL ku tidak BERTAMBAH sedikitpun, PADAHAL aku TAHU saat ini UMUR ku BERKURANG " ( Ibnu Mas'ud R.A )

MALAIKAT MIKA'IL

MALAIKAT MIKA'IL Malaikat Mika'il adalah malaikat yang tidak pernah tertawa, kenapa demikian? berikut ini jawabannya: suatu saat Rasulullah Saw pernah bertanya kepada Jibril: "Wahai Jibril mengapa aku sama sekali tidak pernah melihat Mika'il tertawa?" Jibril menjawab: "Mika'il tidak pernah tertawa semenjak Neraka diciptakan" [HR. Ahmad] Astaghfirullaha l Adzim.. wahai diri yang masih bergelimang kemaksiatan apakah engkau tidak takut dengan api Neraka? apakah engkau lebih perkasa dari para Malaikat? Malaikat Mika'il yang ditugaskan untuk memberikan rezqi kepada seluruh makhluk di dunia ia menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman untuk dimanfaatkan oleh para makhluk meski bertugas memberi kemakmuran ia tidak pernah tersenyum dan tertawa ketika Neraka diciptakan Ya Allah.. kami memang tidak pantas di Syurga tapi kami tidak akan kuat bila masuk ke Neraka Ampunilah dosa kami.. Yaa Allah.. Haramkanlah api Neraka atas jasad kami jasad kedua orang tua kami dan

AMALKU BERAKHIR DI WAKTU SUBUH

AMALKU BERAKHIR DI WAKTU SUBUH Diriwayatkan dari Yazîd bin Abû Hubaib, ia berkata: Di malam hari menjelang wafatnya, Ibnu Abî Sarh yang saat itu berada di Ramlah (keberadaannya di daerah ini dikarenakan ia menghindari fitnah), berkata kepada orang-orang yang ada di rumahnya: “apakah hari telah pagi?!. Mereka menjawab: “belum”. Lalu ketika subuh mulai menjelang Ibnu Abi Sarh berkata: “Wahai Hisyam, aku sudah merasakan sentuhan udara pagi, coba kau lihat keluar”. Lalu ia berdoa: “Ya Allah jadikanlah akhir dari segala amalku pada waktu subuh ini” Maka usai mengucapkan doa tersebut, ia berwudhu dan mengerjakan shalat. Pada rakaat pertama, ia membaca surat al-Fâtihah dan surat al-Âdiyât. Lalu pada rakaat kedua, ia membaca surat al-Fâtihah dan satu surat lainnya. Di akhir shalat, ia mengucap salam ke kanan, dan tepat seusai mengucapkan salam ke kiri ia langsung menghembuskan nafas terakhirnya. Semoga Allah meridhainya. Aamiin rabbal alamiin

SITI ASIAH ISTRI FIR'AUN YG SHALEHAH DAN MASYITOH

Alwi Husin Kisah Siti Asiah istri Fir'aun Yang Shalehah dan Masyitoh "Semoga muslimah sekalian bisa mengambil hikmah dan mengikuti jejak keduanya,meninggal dalam keadaan teguh menggenggam "Tauhid." "Alkisah di negeri Mesir, Fir'aun terakhir yang terkenal dengan keganasannyabertahta. Setelah kematian sang isteri, Fir'aun kejam itu hidup sendiri tanpa pendamping. Sampai cerita tentang seorang gadis jelita dari keturunan keluarga Imran bernama Siti Asiah sampai ke telinganya. Fir'aun lalu mengutus seorang Menteri bernama Haman untuk meminang Siti Asiah.Orangtua Asiah bertanya kepada Siti Asiah : "Sudikah anakda menikahi Fir'aun ?" "Bagaimana saya sudi menikahi Fir'aun. Sedangkan dia terkenal sebagai raja yang ingkar kepada Allah ? "Haman kembali pada Fir'aun. Alangkah marahnya Fir'aun mendengar kabar penolakanSiti Asiah. "Haman, berani betul Imran menolak permintaan raja. Seret mereka kemari. Biar aku sendiri yang menghukumnya ! "Fir'aun mengutus tentaranya untuk menangkap orangtua Siti Asiah. Setelah disiksa begitu keji, keduanya lantas dijebloskan ke dalam penjara. Menyusulkemudian, Siti Asiah digiring ke Istana. Fir'aun kemudian membawa Siti Asiah kepenjara tempat kedua orangtuanya dikurung. Kemudian, dihadapan orangtuanya yang nyaris tak berdaya, Fir'aun berkata:"He, Asiah. Jika engkau seorang anak yang baik, tentulah engkau sayang terhadap kedua orangtuamu. Oleh karena itu, engkau boleh memilih satu diantara dua pilihan yang kuajukan. Kalau kau menerimalamaranku, berarti engkau akan hidup senang, dan pasti kubebaskan keduaorangtuamu dari penjara laknat ini. Sebaliknya, jika engkau menolak lamaranku,maka aku akan memerintahkan para algojo agar membakar hidup-hidup keduaorangtuamu itu, tepat dihadapanmu. "Karena ancaman itu, Siti Asiah terpaksa menerima pinangan Fir'aun. Dengan mengajukan beberapa syarat : Fir'aun harus membebaskan orangtuanya. Fir'aun harus membuatkan rumah untuk ayah dan ibunya, yang indah lagi lengkapperabotannya. Fir'aun harus menjamin kesehatan, makan, minum kedua orangtuanya. Siti Aisyah bersedia menjadi isteri Fir'aun. Hadir dalam acara-acara tertentu,tapi tak bersedia tidur bersama Fir'aun. Sekiranya permintaan-permintaan tersebut tidak disetujui, Siti Asiah rela mati dibunuh bersama ibu dan bapaknya. Akhirnya Fir'aun menyetujui syarat-syarat yang diajukan Siti Asiah. Fir'aun lalu memerintahkan agar rantai belenggu yang ada di kaki dan tangan orangtua Siti Asiah dibuka. Singkat cerita, Siti Asiah tinggal dalam kemewahan Istanabersama-sama Fir'aun. Namun ia tetap tak mau berbuat ingkar terhadap perintahagama, dengan tetap melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Pada malam hari Siti Asiah selalu mengerjakan shalat dan memohon pertolonganAllah SWT. Ia senantiasa berdoa agar kehormatannya tidak disentuh oleh orangkafir, meskipun suaminya sendiri, Fir'aun. Untuk menjaga kehormatan Siti Asiah,Allah SWT telah menciptakan iblis yang menyaru sebagai Siti Asiah. Dialah iblis yang setiap malam tidur dan bergaul dengan Fir'aun. Fir'aun mempunyai seorang pegawai yang amat dipercaya bernama Hazaqil. Hazaqil amat taat dan beriman kepada Allah SWT. Beliau adalah suami Siti Masyitoh, yang bekerja sebagai juru hias istana, yang juga amat taat dan beriman kepada AllahSWT. Namun demikian, dengan suatu upaya yang hati-hati, mereka berhasil merahasiakan ketaatan mereka terhadap Allah. Dari pengamatan Fir'aun yang kafir.Suatu kali, terjadi perdebatan hebat antara Fir'aun dengan Hazaqil, disaat Fir'aun menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang ahli sihir, yang menyatakan keimanannya atas ajaran Nabi Musa a.s. Hazaqil menentang keras hukuman tersebut.Mendengar penentangan Hazaqil, Fir'aun menjadi marah. Fir'aun jadi bisamengetahui siapa sebenarnya Hazaqil. Fir'aun lalu menjatuhkan hukuman mati kepada Hazaqil. Hazaqil menerimanya dengan tabah, tanpa merasa gentar sebab yakin dirinya benar.Hazaqil menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan tangan terikat pada pohon kurma, dengan tubuh penuh ditembusi anak panah. Sang istri, Masyitoh, teramat sedih atas kematian suami yang amat disayanginya itu. Ia senantiasa dirundung kesedihan setelah itu, dan tiada lagi tempat mengadu kecuali kepadaanak-anaknya yang masih kecil. Suatu hari, Masyitoh mengadukan nasibnya kepada Siti Asiah. Diakhir pembicaraan mereka, Siti Asiah menceritakan keadaan dirinya yang sebenarnya, bahwa ia pun menyembunyikan ketaatannya dari Fir'aun. Barulah keduanya menyadari, bahwa mereka sama-sama beriman kepada Allah SWT dan Nabi Musa a.s. Pada suatu hari, ketika Masyitoh sedang menyisir rambut puteri Fir'aun, tanpa sengaja sisirnya terjatuh ke lantai. Tak sengaja pula, saat memungutnya Masyitoh berkata : "Dengan nama Allah binasalah Fir'aun. "Mendengarkan ucapan Masyitoh, Puteri Fir'aun merasa tersinggung lalu mengancamakan melaporkan kepada ayahandanya. Tak sedikitpun Masyitoh merasa gentar mendengar hardikan puteri. Sehingga akhirnya, ia dipanggil juga oleh Fir'aun. Saat Masyitoh menghadap Fir'aun, pertanyaan pertama yang diajukan kepadanyaadalah : "Apa betul kau telah mengucapkan kata-kata penghinaan terhadapku, sebagaimana penuturan anakku. Dan siapakah Tuhan yang engkau sembah selama ini?" "Betul, Baginda Raja yang lalim. Dan Tiada Tuhan selain Allah yang sesungguhnya menguasai segala alam dan isinya."jawab Masyitoh dengan berani. Mendengar jawaban Masyitoh, Fir'aun menjadi teramat marah, sehingga memerintahkan pengawalnya untuk memanaskan minyak sekuali besar. Dan saat minyak itu mendidih, pengawal kerajaan memanggil orang ramai untuk menyaksikan hukuman yang telah dijatuhkan pada Masyitah. Sekali lagi Masyitoh dipanggil dan dipersilahkan untuk memilih : jika ingin selamat bersama kedua anaknya, Masyitoh harus mengingkari Allah. Masyitoh harus mengaku bahwa Fir'aun adalahTuhan yang patut disembah. Jika Masyitoh tetap tak mau mengakui Fir'aun sebagaiTuhannya, Masyitoh akan dimasukkan ke dalam kuali, lengkap bersama kedua anak-anaknya. Masyitoh tetap pada pendiriannya untuk beriman kepada Allah SWT. Masyitoh kemudian membawa kedua anaknya menuju ke atas kuali tersebut. Ia sempat ragu ketika memandang anaknya yang berada dalam pelukan, tengah asyik menyusu. Karena takdir Tuhan, anak yang masih kecil itu dapat berkata, "Jangan takut dan sangsi, wahai Ibuku. Karena kematian kita akan mendapat ganjaran dari AllahSWT. Dan pintu surga akan terbuka menanti kedatangan kita. "Masyitoh dan anak-anaknyapun terjun ke dalam kuali berisikan minyak mendidihitu. Tanpa tangis, tanpa takut dan tak keluar jeritan dari mulutnya. Saat itupun terjadi keanehan. Tiba-tiba, tercium wangi semerbak harum dari kuali berisi minyak mendidih itu. Siti Asiah yang menyaksikan kejadian itu, melaknat Fir'aun dengan kata-katayang pedas. Iapun menyatakan tak sudi lagi diperisteri oleh Fir'aun, dan lebih memilih keadaan mati seperti Masyitoh. Mendengar ucapan Isterinya, Fir'aun menjadi marah dan menganggap bahwa Siti Asiah telah gila. Fir'aun kemudian telah menyiksa Siti Asiah, tak memberikan makan dan minum, sehingga Siti Asiah meninggal dunia. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Siti Asiah sempat berdoa kepada AllahSWT, sebagaimana termaktub dalam firman-Nya : "Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata : "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (Q.S. At-Tahrim [66] : 11) Demikian kisah Siti Asiah dan Masyitoh. Semoga muslimah sekalian bisa mengambil hikmah dan mengikuti jejak keduanya, meninggal dalam keadaan teguh menggenggam tauhid. (Kisah Mutiara Tauladan)

MALIK BIN DINAR

Alwi Husin MALIK BIN DINAR BERCERITA Kehidupanku dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan, maksiat, berbuat zhalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba, dan memukuli manusia. Kulakukan segala kezhaliman, tidak ada satu maksiat melainkan aku telah melakukannya. Sungguh sangat jahat hingga manusia tidak menghargaiku karena kebejatanku. Malik bin Dinar Rohimahullah menuturkan: Pada suatu hari, aku merindukan pernikahan dan memiliki anak. Maka kemudian aku menikah dan dikaruniai seorang puteri yang kuberi nama Fathimah. Aku sangat mencintai Fathimah. Setiap kali dia bertambah besar, bertambah pula keimanan di dalam hatiku dan semakin sedikit maksiat di dalam hatiku. Pernah suatu ketika Fathimah melihatku memegang segelas khamr, maka diapun mendekat kepadaku dan menyingkirkan gelas tersebut hingga tumpah mengenai bajuku. Saat itu umurnya belum genap dua tahun. Seakan-akan Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah yang membuatnya melakukan hal tersebut. Setiap kali dia bertambah besar, semakin bertambah pula keimanan di dalam hatiku. Setiap kali aku mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala selangkah, maka setiap kali itu pula aku menjauhi maksiat sedikit demi sedikit. Hingga usia Fathimah genap tiga tahun, saat itulah Fathimah meninggal dunia. Maka akupun berubah menjadi orang yang lebih buruk dari sebelumnya. Aku belum memiliki sikap sabar yang ada pada diri seorang mukmin yang dapat menguatkanku di atas cobaan musibah. Kembalilah aku menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Setanpun mempermainkanku, hingga datang suatu hari, setan berkata kepadaku: “Sungguh hari ini engkau akan mabuk-mabukan dengan mabuk yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya” Maka aku bertekad untuk mabuk dan meminum khamr sepanjang malam. Aku minum, minum dan minum. Maka aku lihat diriku telah terlempar di alam mimpi. Di alam mimpi tersebut aku melihat hari kiamat. Matahari telah gelap, lautan telah berubah menjadi api, dan bumipun telah bergoncang. Manusia berkumpul pada hari kiamat. Manusia dalam keadaan berkelompok-kelompok. Sementara aku berada di antara manusia, mendengar seorang penyeru memanggil: “Fulan ibn Fulan, kemari! Mari menghadap al-Jabbar” Aku melihat si Fulan tersebut berubah wajahnya menjadi sangat hitam karena sangat ketakutan. Sampai aku mendengar seorang penyeru menyeru namaku: “Mari menghadap al-Jabbar!” Kemudian hilanglah seluruh manusia dari sekitarku seakan-akan tidak ada seorangpun di padang Mahsyar. Kemudian aku melihat seekor ular besar yang ganas lagi kuat merayap mengejar kearahku dengan membuka mulutnya. Akupun lari karena sangat ketakutan. Lalu aku mendapati seorang laki-laki tua yang lemah. Akupun berkata: “Hai, selamatkanlah aku dari ular ini!” Dia menjawab: “Wahai anakku, aku lemah, aku tak mampu, akan tetapi larilah kearah ini mudah-mudahan engkau selamat!” Akupun berlari kearah yang ditunjukkannya, sementara ular tersebut berada di belakangku. Tiba-tiba aku mendapati api ada dihadapanku. Akupun berkata: “Apakah aku melarikan diri dari seekor ular untuk menjatuhkan diri ke dalam api?” Akupun kembali berlari dengan cepat sementara ular tersebut semakin dekat. Aku kembali kepada lelaki tua yang lemah tersebut dan berkata: “Demi Allah, wajib atasmu menolong dan menyelamatkanku” Maka dia menangis karena iba dengan keadaanku seraya berkata: “Aku lemah sebagaimana engkau lihat, aku tidak mampu melakukan sesuatupun, akan tetapi larilah kearah gunung tersebut mudah-mudahan engkau selamat!” Akupun berlari menuju gunung tersebut sementara ular akan mematukku. Kemudian aku melihat di atas gunung tersebut terdapat anak-anak kecil, dan aku mendengar semua anak tersebut berteriak: “Wahai Fathimah tolonglah ayahmu, tolonglah ayahmu!” Selanjutnya aku mengetahui bahwa dia adalah putriku. Akupun berbahagia bahwa aku mempunyai seorang putri yang meninggal pada usia tiga tahun yang akan menyelamatkanku dari situasi tersebut. Maka diapun memegangku dengan tangan kanannya, dan mengusir ular dengan tangan kirinya sementara aku seperti mayit karena sangat ketakutan. Lalu dia duduk di pangkuanku sebagaimana dulu di dunia. Dia berkata kepadaku: “Wahai ayah, belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah” (Qs. Al-Hadid:16) Maka kukatakan: “Wahai putriku, beritahukanlah kepadaku tentang ular itu” Dia berkata: “Itu adalah amal keburukanmu, engkau telah membesarkan dan menumbuhkannya hingga hampir memakanmu. Tidakkah engkau tahu wahai ayah, bahwa amal-amal di dunia akan dirupakan menjadi sesosok bentuk pada hari kiamat? Dan lelaki yang lemah tersebut adalah amal shalihmu, engkau telah melemahkannya hingga dia menangis karena kondisimu dan tidak mampu melakukan sesuatu untuk membantu kondisimu. Seandainya saja engkau tidak melahirkanku, dan seandainya saja tidak mati saat masih kecil, tidak akan ada yang bisa memberikan manfaat kepadamu.” Dia Rohimahullah berkata: Akupun terbangun dari tidurku dan berteriak: “Wahai Rabbku, sudah saatnya wahai Rabbku, ya, belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah” Lantas aku mandi dan keluar untuk shalat subuh dan ingin segera bertaubat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia Rohimahullah berkata: Akupun masuk ke dalam masjid dan ternyata imampun membaca ayat yang sama: “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah” (Qs. Al-Hadid: 16) ….. Itulah kisah taubatnya Malik bin Dinar Rohimahullah yang beliau kemudian menjadi salah seorang imam generasi tabi’in, dan termasuk ulama Basrah. Dia dikenal selalu menangis sepanjang malam dan berkata: “Ya Ilahi, hanya Engkaulah satu-satunya Dzat Yang Mengetahui penghuni sorga dan penghuni neraka, maka yang manakah aku di antara keduanya? Ya Allah, jadikanlah aku termasuk penghuni sorga dan jangan jadikan aku termasuk penghuni neraka” Malik bin Dinar Rohimahullah bertaubat dan dia dikenal pada setiap harinya selalu berdiri di pintu masjid berseru: “Wahai para hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang-orang yang lalai, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang yang melarikan diri (dari ketaatan), kembalilah kepada Penolong-mu! Penolong-mu senantiasa menyeru memanggilmu di malam dan siang hari. Dia berfirman kepadamu: ☆Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu hasta. Jika dia mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu depa. Siapa yang mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil☆” Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberikan rizki taubat kepada kita. Tidak ada sesembahan yang hak selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim. Malik bin Dinar Rohimahullah wafat pada tahun 130 H. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya dengan rahmat-Nya yang luas. (Misanul I’tidal, III/426).

NABI HUD DAN KAUM AAD

Alwi Husin NABI HUD DAN KAUM AAD Hud diutus ke tengah-tengah kaumnya yang sangat durhaka. Mereka adalah suku Aad yang berbadan kuat dan besar-besar. Kaum Aad dikaruniai tanah yang subur lengkap dengan sarana irigrasi yang baik. Air seolah memancar dari segenap penjuru untuk menyirami dan menyuburkan tanah pertanian dan perkebunan mereka. Berkat karunia Allah ini, merka hidup makmur, mereka dapat membangun tempat tinggal yang indah dan megah. Dalam waktu singkat mereka berkembang pesat dan menjadi suku terbesar di antara suku-suku lainnya. Adalah kecenderungan manusia selalu lalai, bila kemakmuran dan kemewahan sudah tercapai mereka lupa diri dan hanya memperturutkan hawa nafsunya yang tak kenal puas. Bukan Allah yang mereka sembah melainkan berhala yang bernama “Shamud”, “Shada” dan ”Al Haba”. Bangsa Aad terkenal paling durhaka pada zaman itu. Mereka hidup di negeri Ahqaf, yaitu antara Yaman dan Umman. Kejahatan dan kemaksiatan mereka benar-benar sangat keterlaluan. Ajakan Nabi Hud kepada Kaumnya Nabi Hud adalah seseorang yang berlapang dada, berbudi tinggi, pengasih, penyantun, sabar namun cerdas dan tegas. Beliau adalah keturunan Sam bin Nuh (cucu Nabi Nuh AS) (Baca juga Kisah Nabi Nuh AS dan Kaumnya Yang Durhaka). Beliau diutus ke tengah-tengah kaumnya untuk menegakkan kembali ajaran yang benar. Mengembalikan umat yang tersesat dan bergelimang dosa menuju jalan yang terang benderang di bawah ampunan Allah. “Wahai Kaumku, kalian telah menempuh jalan yang keliru dan sesat. Batu-batu berhala yang kalian sembah tidak bias berbuat apa-apa. Tidak mampu memberikan kebaikan maupun kemelaratan. Hanya Allah yang pantas kita sembah, Dialah yang memberikan reziki berlimpah ruah sehingga kalian dapat hidup makmur di muka bumi ini. Allah yang menghidupkan kita dan mematikan kita. Ingatlah, Allah akan menghidupkan kita kembali di akhirat guna mempertanggung jawabkan perbuatan kita di muka bumi. Siapa yang beramal baik akan mendapat pahala surga yang penuh dengan kenikmatan. Sebaliknya siapa yang berbuat jahat dan kemaksiatan akan menerima siksa dan penghinaan. ”Ajakan Nabi Hud ini malah dilecehkan oleh kaumnya. Mereka berkata : “Mana bisa orang yang sudah mati akan dihidupkan kembali itu hanya omong kosong dan bualanmu saja. Orang hidup hanya sekali. Susah senang ya hanya di muka bumi ini saja, kalau sudah mati ya sudah tidak ada urusan lagi. Mereka bahkan berani mencerca Nabi Hud. Dan perbuatannya makin keterlaluan. Kemaksiatan merajalela, mereka tidak mau menerima Nabi Hud sebagai utusan Allah bahkan mengejeknya sebagai orang yang bodoh tidak berakal. Allah menurunkan adzab atas kedurhakaan mereka. Bangsa Aad kemudian ditimpa musim kemarau panjang selama tiga tahun. Tak ada setetes hujan sama sekali dalam kurun waktu itu. Rusaklah lahan pertanian dan perkebunan yang mereka bangga-banggakan selama ini. Bahaya kelaparan mengancam dimana-mana. Dalam keadaan demikian Nabi Hud masih berkenan memberikan peringatan kepada kaumnya : “Hai kaumku, mohon ampunlah engkau kepada Allah, dan bertaubatlah kepada-Nya. Niscaya dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan dia menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. Tapi peringatan Nabi Hud itu malah ditentang keras oleh mereka : “Hai Hud ! Kamu tidak akan meninggalkan suatu bukti yang nyata dan kami sekali-kali tidak akan meniggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu. Kami sama sekali tidak akan mempercayai kamu ! ” Memang hanya sedikit dari kaum Aad yang mau beriman dan menjadi pengikut Nabi Hud. Selebihnya mereka tetap dalam kekufuran dan kedurhakaan. Allah menyelamatkan Nabi Hud dan pengikutnya, Sebaliknya kaum Aad yang durhaka ditimpa adzab berupa angin yang sangat dingin lagi kencang selama tujuh malam delapan hari.Akibatnya sungguh mengerikan. Angin kencang itu mampu merobohkan bangunan-bangunan gedung yang menjulang dan membinasakan hewan ternak serta kaum Aad yang ingkar. Semua berantakan, tak seorang pun dari kaum yang durhaka itu tertinggal. Semua rata dengan tanah. Itulah adzab bagi mereka yang mendustakan utusan Allah. (Kitab : QISHASUL ANBIYA)

SAAT MAGRIB

Alwi Husin SAAT MAGHRIB ANTARA MITOS & ILMIAH Maghrib merupakan waktu Shalat tiga rakaat yang dilakukan ketika bumi berpindah waktu dari siang menjadi malam hari. Saat Maghrib tiba, orang tua biasanya menyuruh anaknya untuk masuk ke dalam rumah dan menghentikan aktivitas di luar rumah. Mereka percaya bahwa saat Maghrib tiba, akan banyak setan dan jin yang berkeliaran. Setelah Magrib, mereka kembali membiarkan anak-anaknya untuk bermain di luar rumah. Bagi umat Islam, larangan ini merupakan mitos yang dipercaya secara turun temurun. Biasanya mereka hanya meneruskan kebiasaan orang tua dan tidak mengetahui bahwa sebenarnya larangan ini ada dalam hadist Nabi. Dalam sabdanya, Nabi SAW mengatakan bahwa ketika Maghrib, akan banyak setan dan jin yang berkeliaran. Ternyata, hadist Nabi ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Dalam hadist Nabi Muhammad SAW bersabda “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,” (Dari Jabir dalam kitab Sahih Muslim). Selain itu juga dijelaskan dalam Sahih Muslim Nabi, bersabda: (Jika sore hari mulai gelap maka tahanlah bayi bayi kalian sebab iblis mulai bergentayangan pada saat itu, Jika sesaat dari malam telah berlalu maka lepaskan mereka, kunci pintu pintu rumah dan sebutlah nama Allah sebab setan tidak membuka pintu yang tertutup. Dan tutup rapat tempat air kalian dan sebutlah nama Allah. dan tutup tempat makanan kalian dan sebutlah nama Allah. meskipun kalian mendapatkan sesuatu padanya.” Hadist Nabi SAW ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Sebuah buku ilmiah keagamaan karya Prof. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS berjudul The Science Of Shalat yang diterbitkan Qultummedia menjelaskan bahwa menjelang Maghrib, alam akan berubah menjadi spektrum cahaya berwarna merah. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetis (EM) yang memiliki spectrum warna yang berbeda satu sama lain. Setiap warna dalam spectrum mempunyai energi, frekuensi dan panjang gelombang yang berbeda. Dalam bukunya dijelaskan bahwa ketika waktu Maghrib tiba, terjadi perubahan spectrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis, yakni spektrum warna merah. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena memiliki resonansi bersamaan dengan warna alam. Pada waktu Maghrib, banyak interfernsi atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama sehingga penglihatan terkadang kurang tajam oleh adanya fatamorgana. Dalam Islam, pada waktu magrib dijelaskan bahwa setan bersamaan dengan datangnya kegelapan mulai menyebar mencari tempat tinggal, karena mereka tersebar dengan pemandangan luar biasa biasa dan jumlah yang tidak ada yang tahu selain Allah. Sebagian setan takut dari kejahatan setan yang lain, sehigga setan harus memiliki sesuatu yang dijadikannya sebagai tempat berlindung dan mencari tempat aman. Maka ia bergerak dengan cepat melebihi kecepatan manusia dengan kecepatan berlipat lipat, beberapa dari mereka berlindung dalam wadah kosong, berlindung ke rumah kosong, dan beberapa dari mereka berlindung kepada sekelompok manusia yang sedang duduk duduk. Mereka tentu tidak merasakannya, mereka ikut menimbrung supaya menjadi aman dari penindasan saudara sesama setan yang juga berkeliaran seperti angin di bumi karena yang boleh hidup hanya yang kuat saja. Kadang kala setan mengganggu anak kecil manusia untuk dijadikan tempat berlindung. Selain itu setan juga berlindung ditempat yang kotor seperti pada popok bayi yang sudah kotor. Mereka lebih memilih popok bayi karena najis sebagai tempat persembunyian, sehingga mendorong mereka untuk tinggal. Anda pasti pernah menemukan beberapa anak menjerit tiba-tiba dan beberapa yang menggelapar dalam tidurnya karena gangguan iblis yag merasukinya saat dijadikan tempat berlindung. Pada waktu maghrib, kita dihimbau untuk menjauh dari hewan, seperti kucing, burung, dan mengurangi kecepatan saat mengemudi mobil karena dikuatirkan menabrak anjing atau hewan lain yang bisa jadi telah dirasuki setan, dan tidak boleh jalan jalan di tempat sepi atau duduk di tempat itu, atau melempar batu ke dalam kamar mandi, kebun dan laut. SEMOGA BERMANFAAT

17.4.15

Sahabat Rasulullah Yang Dimandikan Oleh Malaikat

Alwi Husin HANZALAH RA Sahabat Rasulullah Yang Dimandikan Oleh Malaikat Memang jika kita membicarakan tentang pergorbanan para sahabat untuk islam dan Rasulullah, sudah tidak diragukan lagi. Mereka sanggup berkorban apa saja tak terkecuali nyawa. Salah satunya adalah seorang sahabat yang bernama Hanzalah yang pergi menyertai peperangan bersama Rasulullah SAW walaupun dirinya baru saja melakukan pernikahan. Perkawinan Hanzalah bin Abu Amir dengan sepupunya, Jamilah binti Ubay sudah siap diatur. Hari bertepatan dengan hari berlangsungnya acara pernikahan Hanzalah bertepatan dengan hari peperangan tentera Islam melawan musuh di Bukit Uhud. Hanzalah bin Abu Amir mendekati Rasulullah s.a.w., dan berkata : “Saya akan menangguhkan acara pernikahan saya malam nanti ya Rasulullah. ” Pada saat itu, Nabi Muhammad s.a.w. dan sahabat-sahabat yang lain di kota Madinah sedang sibuk mempersiapkan untuk berperang. “Tidak apa-apa, teruskan saja acara pernikahan ini,” kata Rasulullah s.a.w.. “Tetapi saya sungguh ingin ikut berperang bersamamu wahai Rasulullah, ” Hanzalah bersikeras. Rasulullah s.a.w. memerintahkan supaya Hanzalah tetap meneruskan acara pernikahannya dan menyusul tentara Islam di Bukit Uhud pada keesokan harinya. Akhirnya Hanzalah mengikuti perintah rasulullah untuk tetap melaksanakan acara pernikahannya tersebut, dan menyusul tetntara islam keesokan harinya. Pada malam Jumat yang hening, acara pernikahan antara Hanzalah bin Abu Amir dan Jamilah binti Ubay dilangsungkan secara sederhana. Suasana yang hening dan sunyi menyelimuti kota Madinah hingga pagi hari. Kota Madinah tiba-tiba dikejutkan dengan tabuhan gendang yang bertubi-tubi. Tabuhan gendang tersebut sontak mengejutkan para tetntara islam. “Bersegeralah! Kita bersegera perangi musuh Allah.”“Berkumpul segera! Keluarlah! Rebutlah syurga Allah!”“Perang akan akan segera dimulai! ”Pukulan gendang dan seruan jihad itu mengejutkan pasangan pengantin yang baru sahaja dinikahkan. Hanzalah bangun dari tempat tidurnya, “Saya harus menyertai mereka.” kata Hanzalah kepada istrinya.“Bukankah malam ini malam perkahwinan kita dan Nabi Muhammad mengizinkan kanda berangkat besok?” kata isterinya. Hanzalah menjawab tegas, “Saya bukanlah orang yang suka memberi alasan bagi merebut syurga Allah.”Jamilah terdiam dan hanya mampu memerhatikan suaminya bersiap memakai pakaian perang dan menyelipkan pedang ke pinggangnya. Hanzalah menoleh ke arah isterinya, “Janganlah bersedih, doakan saja kepergian saya saya semoga kami memperolah kemenangan. ”Suami isteri itu berpelukan dan bersalaman. Berat hati Jamilah melepaskan lelaki yang baru sahaja menjadi suaminya ke medan perang. Namun, Jamilah menguatkan hatinya dan merelakan kepergian suaminya. “Saya mendoakan kanda memperoleh kemenangan.” doa Jamilah sambil menangis.Hanzalah melompat ke atas kudanya dan terus memacu kudanya tanpa menoleh sedikitpun ke belakang. Akhirnya, dia bergabung dengan tentera Islam yang tiba lebih awal daripadanya.Di medan perang, jumlah tentera musuh adalah tiga ribu orang dengan persenjataan lengkap, sedangkan jumlah tentera Islam hanyalah seribu orang. Perbedaan itu tidak membuat gentar tentera Islam termasuklah Hanzalah. Dia menghunus pedangnya menebas leher-leher musuh yang menghampiri dan saat itu dia berhadapan dengan Abu Sufyan, panglima tentara Quraisy pada waktu itu. Hanzalah menerkam Abu Sufyan seperti seekor singa lapar. Terjadilah pertarungan sengit antara Hanzalah dan Abu Sofyan, akhirnya Abu Sufyan sungkur ke tanah. Tatkala Hanzalah mengangkat pedang mau menebas leher Abu Sufyan, dengan sekuat tenaga panglima tentera Quraisy itu menjerit meminta tolong kepada tentara Quraisy. Tentera-tentera Quraisy menyerbu Hanzalah dan Hanzalah tewas, rebah ke bumi. Setelah perang selesai, tentara Islam yang cidera diberikan perawatan. Setelah Mayat-mayat diidentifikasi berjumlah tujuh puluh orang. Nabi juga mengalami cidera dalam peperangan ini, beliau mengatakan sesuatu yang mengaketkan para sahabat, “Saya melihat para malaikat memandikan mayat Hanzalah dengan air dari awan yang diisikan ke dalam bekas perak. ”Abu Said Saidi, saat itu sedang berada dekat dengan Nabi Muhammad, bergegas mencari jenazah Hanzalah. “Benar kata-kata Nabi Muhammad. Rambutnya masih basah bekas dimandikan!” Abu Said Saidi juga melihat ketenangan pada wajah Hanzalah walaupun beliau cedera parah di seluruh badannya. Rambutnya basah dan tetesan air masih mengalir di ujung rambutnya padahal ketika itu matahari sedang terik menyengat. Dalam peristiwa itu juga gugur syuhada yang mungkin jarang orang mengetahui seperti : Ushairim ra : AHLI SURGA WALAU BELUM PERNAH SUJUD KEPADA ALLAH. Mukhairiq : SEORANG YAHUDI YANG MEMBELA ISLAM . Ini semua sudah menjadi suratan takdir, mereka memperoleh hidayah dengan digerakkan hatinya untuk membela panji Islam. Demikianlah Kisah Sahabat Rasulullah Yang Dimandikan Oleh Malaikat, semoga kita bisa mencontoh semangat para sahabat dalam membela ajaran islam dalam kehidupan kita sehari-hari kita.

Seruan Adzan Terakhir Bilal bin Rabah

Bilal bin Rabah, pria legam itu, beranjak menunaikan tugasnya yang biasa: mengumandangkan adzan. “Allahu Akbar, Allahu Akbar…” Suara beningnya yang indah nan lantang terdengar di seantero Madinah. Penduduk Madinah beranjak menuju masjid. Masih dalam kesedihan, sadar bahwa pria yang selama ini mengimami mereka tak akan pernah muncul lagi dari biliknya di sisi masjid. “Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha ilallah….” Suara bening itu kini bergetar. Penduduk Madinah bertanya-tanya, ada apa gerangan. Jamaah yang sudah berkumpul di masjid melihat tangan pria legam itu bergetar tak beraturan. “Asy…hadu.. an..na.. M..Mu..mu..hammmad…” Suara bening itu tak lagi terdengar jelas. Kini tak hanya tangan Bilal yang bergetar hebat, seluruh tubuhnya gemetar tak beraturan, seakan-akan ia tak sanggup berdiri dan bisa roboh kapanpun juga. Wajahnya sembab. Air matanya mengalir deras, tidak terkontrol. Air matanya membasahi seluruh kelopak, pipi, dagu, hingga jenggot. Tanah tempat ia berdiri kini dipenuhi oleh bercak-bercak bekas air matanya yang jatuh ke bumi. Seperti tanah yang habis di siram rintik-rintik air hujan. Ia mencoba mengulang kalimat adzannya yang terputus. Salah satu kalimat dari dua kalimat syahadat. Kalimat persaksian bahwa Muhammad bin Abdullah adalah RasulALLAH. “Asy…ha..du. .annna…” Kali ini ia tak bisa meneruskan lebih jauh. Tubuhnya mulai limbung. Sahabat yang tanggap menghampirinya, memeluknya dan meneruskan adzan yang terpotong. Saat itu tak hanya Bilal yang menangis, tapi seluruh jamaah yang berkumpul di Masjid Nabawi, bahkan yang tidak berada di masjid ikut menangis. Mereka semua merasakan kepedihan ditinggal Kekasih ALLAH untuk selama-lamanya. Semua menangis, tapi tidak seperti Bilal. Tangis Bilal lebih deras dari semua penduduk Madinah. Tak ada yang tahu persis kenapa Bilal seperti itu, tapi Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu anhu tahu. Ia pun membebas tugaskan Bilal dari tugas mengumandangkan adzan. Saat mengumandangkan adzan, tiba-tiba kenangannya bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkelabat tanpa ia bisa membendungnya. Ia teringat bagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memuliakannya di saat ia selalu terhina, hanya karena ia budak dari Afrika. Ia teringat bagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjodohkannya. Saat itu Rasulullah meyakinkan keluarga mempelai wanita dengan berkata, “Bilal adalah pasangan dari surga, nikahkanlah saudari perempuanmu dengannya”. Pria legam itu terenyuh mendengar sanjungan Sang Nabi akan dirinya, seorang pria berkulit hitam, tidak tampan, dan mantan budak. Kenangan-kenangan akan sikap Rasul yang begitu lembut pada dirinya berkejar-kejaran saat ia mengumandangkan adzan. Ingatan akan sabda Rasul, “Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat.” lalu ia pun beranjak adzan, muncul begitu saja tanpa ia bisa dibendung. Kini tak ada lagi suara lembut yang meminta istirahat dengan shalat. Bilal pun teringat bahwa ia biasanya pergi menuju bilik Nabi yang berdampingan dengan Masjid Nabawi setiap mendekati waktu shalat. Di depan pintu bilik Rasul, Bilal berkata, “Saatnya untuk shalat, saatnya untuk meraih kemenangan. Wahai Rasulullah, saatnya untuk shalat.” Kini tak ada lagi pria mulia di balik bilik itu yang akan keluar dengan wajah yang ramah dan penuh rasa terima kasih karena sudah diingatkan akan waktu shalat. Bilal teringat, saat shalat ‘Ied dan shalat Istisqa’ ia selalu berjalan di depan. Rasulullah dengan tombak di tangan menuju tempat diselenggarakan shalat. Salah satu dari tiga tombak pemberian Raja Habasyah kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Satu diberikan Rasul kepada Umar bin Khattab, satu untuk dirinya sendiri, dan satu ia berikan kepada Bilal. Kini hanya tombak itu saja yang masih ada, tanpa diiringi pria mulia yang memberikannya tombak tersebut. Hati Bilal makin perih. Seluruh kenangan itu bertumpuk-tumpuk, membuncah bercampur dengan rasa rindu dan cinta yang sangat pada diri Bilal. Bilal sudah tidak tahan lagi. Ia tidak sanggup lagi untuk mengumandangkan adzan. Abu Bakar tahu akan perasaan Bilal. Saat Bilal meminta izin untuk tidak mengumandankan adzan lagi, beliau mengizinkannya. Saat Bilal meminta izin untuk meninggalkan Madinah, Abu Bakar kembali mengizinkan. Bagi Bilal, setiap sudut kota Madinah akan selalu membangkitkan kenangan akan Rasul, dan itu akan semakin membuat dirinya merana karena rindu. Ia memutuskan meninggalkan kota itu. Ia pergi ke Damaskus bergabung dengan mujahidin di sana. Madinah semakin berduka. Setelah ditinggal al-Musthafa, kini mereka ditinggal pria legam mantan budak tetapi memiliki hati secemerlang cermin. Awalnya, ash-Shiddiq merasa ragu untuk mengabulkan permohonan Bilal sekaligus mengizinkannya keluar dari kota Madinah, namun Bilal mendesaknya seraya berkata, “Jika dulu engkau membeliku untuk kepentingan dirimu sendiri, maka engkau berhak menahanku, tapi jika engkau telah memerdekakanku karena Allah, maka biarkanlah aku bebas menuju kepada-Nya.” Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, aku benar-benar membelimu untuk Allah, dan aku memerdekakanmu juga karena Allah.” Bilal menyahut, “Kalau begitu, aku tidak akan pernah mengumandangkan azan untuk siapa pun setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam wafat.” Abu Bakar menjawab, “Baiklah, aku mengabulkannya.” Bilal pergi meninggalkan Madinah bersama pasukan pertama yang dikirim oleh Abu Bakar. Ia tinggal di daerah Darayya yang terletak tidak jauh dari kota Damaskus. Bilal benar-benar tidak mau mengumandangkan adzan hingga kedatangan Umar ibnul Khatab ke wilayah Syam, yang kembali bertemu dengan Bilal Radhiallahu ‘anhu setelah terpisah cukup lama. Jazirah Arab kembali berduka. Kini sahabat terdekat Muhammad shalallahu alaihi wasallam, khalifah pertama, menyusulnya ke pangkuan Ilahi. Pria yang bergelar Al-Furqan menjadi penggantinya. Umat Muslim menaruh harapan yang besar kepadanya. Umar bin Khattab berangkat ke Damaskus, Syria. Tujuannya hanya satu, menemui Bilal dan membujuknya untuk mengumandangkan adzan kembali. Setelah dua tahun yang melelahkan; berperang melawan pembangkang zakat, berperang dengan mereka yang mengaku Nabi, dan berupaya menjaga keutuhan umat; Umar berupaya menyatukan umat dan menyemangati mereka yang mulai lelah akan pertikaian. Umar berupaya mengumpulkan semua muslim ke masjid untuk bersama-sama merengkuh kekuatan dari Yang Maha Kuat. Sekaligus kembali menguatkan cinta mereka kepada Rasul-Nya. Umar membujuk Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan. Bilal menolak, tetapi bukan Umar namanya jika khalifah kedua tersebut mudah menyerah. Ia kembali membujuk dan membujuk. “Hanya sekali”, bujuk Umar. “Ini semua untuk umat. Umat yang dicintai Muhammad, umat yang dipanggil Muhammad saat sakaratul mautnya. Begitu besar cintamu kepada Muhammad, maka tidakkah engkau cinta pada umat yang dicintai Muhammad?” Bilal tersentuh. Ia menyetujui untuk kembali mengumandangkan adzan. Hanya sekali. Hari saat Bilal akan mengumandangkan adzan pun tiba. Berita tersebut sudah tersiar ke seantero negeri. Ratusan hingga ribuan kaum muslimin memadati masjid demi mendengar kembali suara bening yang legendaris itu. “Allahu Akbar, Allahu Akbar…” “Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha illallah…” “Asyhadu anna Muhammadarrasulullah…” Sampai di sini Bilal berhasil menguatkan dirinya. Kumandang adzan kali itu beresonansi dengan kerinduan Bilal akan Sang Rasul, menghasilkan senandung yang indah lebih indah dari karya maestro komposer ternama masa modern mana pun jua. Kumandang adzan itu begitu menyentuh hati, merasuk ke dalam jiwa, dan membetot urat kerinduan akan Sang Rasul. Seluruh yang hadir dan mendengarnya menangis secara spontan. “Asyhadu anna Muhammadarrasulullah…” Kini getaran resonansinya semakin kuat. Menghanyutkan Bilal dan para jamaah di kolam rindu yang tak berujung. Tangis rindu semakin menjadi-jadi. Bumi Arab kala itu kembali basah akan air mata. “Hayya ‘alash-shalah, hayya ‘alash-shalah…” Tak ada yang tak mendengar seruan itu kecuali ia berangkat menuju masjid. “Hayya `alal-falah, hayya `alal-falah…” Seruan akan kebangkitan dan harapan berkumandang. Optimisme dan harapan kaum muslimin meningkat dan membuncah. “Allahu Akbar, Allahu Akbar…” Allah-lah yang Maha Besar, Maha Perkasa dan Maha Berkehendak. Masihkah kau takut kepada selain-Nya? Masihkah kau berani menentang perintah-Nya? “La ilaha illallah…” Tiada tuhan selain ALLAH. Jika engkau menuhankan Muhammad, ketahuilah bahwa ia telah wafat. ALLAH Maha Hidup dan tak akan pernah mati.

Untukmu anakku

Untukmu anakku,, tahukah kamu nak.. Perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah Perjalanan Ke masjid... Sebab byk orang kaya tdk sanggup mengerjakannya... Jangankan sehari lima waktu, bahkan byk pula yg seminggu sekalipun terlupa. Tdk jarang pula seumur hidup tdk pernah singgah kesana. Perjalanan terjauh dan terberat adalah Perjalanan ke Masjid... Krn org pintar dan pandai pun tdk mampu menemukannya... Walopun mrka mampu mencari ilmu hingga ke universitas eropa.. Mudah melangkahkan kaki ke jepang australia dgn semangat yg membara... Namun ke masjid tetap saja perjalanan yg tdk mampu mereka tempuh walo telah bertitel S3.. Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid... Krn pemuda kuat dan bertubuh sehat mampu menaklukan gunung bromo merapi pun sering mengeluh ketika diajak kemasjid... Ketika diajak kemasjid berbagai alasan yg terucap ada yg berkata sebentar lagi..atau alasan lain Perjalanan terjauh dan terberat adalah ke masjid.... Berbahagialah wahai engkau anakku... Bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid... Krn bagi ibu...sejauh manapun engkau melangkahkan kaki,, tidak ada perjalanan yg paling ibu banggakan selain perjlananmu ke masjid.. Tahukah kamu nak... Sejatinya perjalanaanmu ke mesjid perjalanan utk menjumpai Rabbmu.... Itulah perjalanan yg di ajarkan oleh Nabi mu.. Serta akan membedakanmu dgn org org yg lupa akan Rabbnya... Perjalanan terberat dan terjauh adalah perjalan ke mesjid... Maka lakukanlah walopun merangkak demi mengenal Rabb mu...

15.4.15

Kisah kesaksian Nabi Idris melihat surga & neraka

Merdeka.com - Setiap hari Malaikat Ijrail dan Nabi Idris selalu melakukan ibadah bersama. Suatu kali, sekali lagi Nabi Idris mengajukan permintaan. "Bisakah engkau membawa saya melihat surga dan neraka?" "Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaanmu aneh," kata Ijrail. Setelah Malaikat Izrael memohon izin kepada Allah, dibawanya Nabi Idris ke tempat yang ingin dilihatnya. "Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para Malaikat pun takut melihatnya," kata Ijrail. "Terus terang, saya takut sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi tebal setelah melihatnya," Nabi Idris menjelaskan alasannya. Waktu mereka sampai ke dekat neraka, Nabi Idris langsung pingsan. Penjaga neraka adalah Malaikat yang sangat menakutkan. Dia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Melihat itu, Nabi Idris tidak sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang mengerikan tersebut. Api neraka berkobar dahsyat, bunyinya bergemuruh menakutkan, tak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibanding tempat ini. Dengan tubuh lemas Nabi Idris meninggalkan tempat yang mengerikan itu. Kemudian Ijaril membawa Nabi Idris ke surga. "Assalamu'alaikum." kata Izrael kepada Malaikat Ridwan. Wajah Malaikat Ridwan selalu berseri-seri di hiasi senyum ramah. Sikapnya amat sopan, dengan lemah lembut ia mempersilahkan para penghuni surga untuk memasuki tempat yang mulia itu. Waktu melihat isi surga, Nabi Idris kembali nyaris pingsan karena terpesona. Semua yang ada di dalamnya begitu indah dan menakjubkan. Nabi Idris terpukau tanpa bisa berkata-kata melihat pemandangan sangat indah di depannya. "Subhanallah, Subhanallah, Subhanalla." ucap Nabi Idris beulang-ulang. Nabi Idris melihat sungai-sungai yang airnya bening seperti kaca. Di pinggir sungai terdapat pohon-pohon yang batangnya terbuat dari emas dan perak. Ada juga istana-istana pualam bagi penghuni surga. Pohon buah-buahan ada disetiap penjuru. Buahnya segar, ranum dan harum. Waktu berkeliling di sana, Nabi Idris diiringi pelayan surga. Mereka adalah para bidadari yang cantik jelita dan anak-anak muda yang amat tampan wajahnya. Mereka bertingkah laku dan berbicara dengan sopan. Mendadak Nabi Idris ingin minum air sungai surga. "Bolehkah saya meminumnya? Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali." "Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga," jawab Ijrail. Pelayan surga datang membawakan gelas minuman berupa piala yang terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris pun minum air itu dengan nikmat. Dia amat bersyukur bisa menikmati air minum yang begitu segar dan luar biasa enak. "Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah," Nabi Idris mengucap syukur berulang-ulang. Setelah puas melihat surga, tibalah waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk kembali ke bumi. Tapi ia tidak mau kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat keindahan dan kenikmatan surga Allah. "Saya tidak mau keluar dari surga ini, saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti," kata Nabi Idris. "Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah di hisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan orang yang beriman lainnya," kata Ijaril. "Tapi Allah itu Maha Pengasih, terutama kepada Nabi-Nya. Akhirnya Allah mengkaruniakan sebuah tempat yang mulia di langit, dan Nabi Idris menjadi satu-satunya Nabi yang menghuni surga tanpa mengalami kematian. Waktu diangkat ke tempat itu, Nabi Idris berusia 82 tahun. (Disarikan dari seribu satu kisah Islami).

Sholat Adalah Amalan Yang Pertama Dihisab

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” • Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)• • Tapi sahabat, pada kenyataannya masih banyak umat Islam masih sering meninggalkan sholat wajib 5 waktu, dan bahkan masih banyak sekali orang yang mengaku beragama Islam tapi tidak peduli dengan masalah kewajiban mengerjakan sholat. Padahal begitu besar manfaat dan pahala sholat bagi seorang umat manusia. • Sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian atas diri-Nya, bahwa bagi setiap muslim yang menjaga shalat wajib maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga. Karena itu orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja maka ia telah mencampakkan dirinya ke dalam kebinasaan dan dibiarkan Allah, tidak ditolong dan tidak dijamin. Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa salam bersabda : “Lima waktu shalat yang Allah telah wajibkan kepada hamba-hamba-Nya, barangsiapa yang mengerjakannya, dia tidak menyia-nyiakannya sedikitpun juga karena menganggap remeh tentang hak-Nya, maka Allah berjanji untuk memasukkannya ke dalam surga. Dan barangsiapa yang tidak melaksanakannya, maka Allah tidak berjanji untuk memasukkannya ke dalam surga. Jika Allah kehendaki maka Dia akan menyiksanya dan jika Allah kehendaki maka Dia akan mengampuninya.” (HR. Malik, Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i)• • Buat bunda muslimah yang sudah memiliki anak, maka kewajiban kita untuk memerintahkan buah hati kita untuk melaksanakan shalat. Berdasarkan hadist Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam. : "Suruhlah anak-anakmu untuk melaksanakan shalat pada umur tujuh tahun dan pukullah mereka jika sepuluh tahun belum mau untuk mengerjakannya, dan pisahkanlah tempat tidur antara laki-laki dan perempuan." (HR. Ahmad, Abu Daud : 459 ; lihat Shahih Abu Daud no.466 dan ini lafadz Hakim) • Adapun orang-orang yang tidak shalat, Allah janjikan buat mereka neraka Saqar. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : "Tiap-tiap jiwa bertanggung jawab atas yang ia perbuat. Kecuali golongan kanan, (mereka) berada di dalam syurga, mereka saling bertanya tentang keadaan orang-orang yang berdosa : “Apakah yang memasukkan kalian ke dalam neraka Saqar ?” mereka menjawab : “Kami dulu tidak termasuk orang-orang yang yang mendirikan shalat.” (QS. Al-Mudatsir : 38-43) • Nah sahabatku, yuuk kita jaga shalat kita, ketahuilah bahwasanya Allah; kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi; dan burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui SHALATNYA (shalaatahu) dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (24:41). Oleh: Cicin Ampera

14.4.15

Berikut sifat wanita durhaka yang tidak pantas untuk dinikahi:

Berikut sifat wanita durhaka yang tidak pantas untuk dinikahi: 1) MANAANAH Yaitu wanita yang senantiasa menyebut-nyebut pemberiannya kepada suaminya hingga ia berkata . "Aku telah melakukan untukmu begini, begitu, begini dan begini." 2) HADAAQAH Yaitu wanita yang selalu menginginkan apa yang dilihatnya sehingga ia membebani suaminya untuk membelinya. Setiap kali mengujungi temannya dan melihat sesuatu yang dimilikinya ia tertarik dan ingin membelinya. 3) HANAANAH Yaitu istri yang terlalu sayang dengan suami sebelumnya atau kepada anak-anak dari suami pertamanya atau selalu rindu kepada rumah keluarganya. Wanita begini lebih baik dijauhi. 4)BARAAQAH Mengandung dua makna. Yaitu wanita yang diwaktu siang ia bersolek dan menghias wajahnya agar nampak cantik berkilau, atau wanita yang sering suka marah karena makanan. 5) SYADAAQAH Yaitu wanita yang banyak berbicara. Dikisahkan dari Sa'ih Al-Azdi bahwasanya ada seorang yang memberinya nasehat demikian. "Jgnlah menikahi wanita yg memiliki 4 tipe berikut : -MUKHTALI'AH Yaitu wanita yang suka menuntut 'khulu' yaitu cerai dengan harta yang dibayarkan oleh pihak istri atau mahar yang di kembalikan kepada suami tanpa sebab. -MUBARIYAH Yaitu wanita yang sombong dan membanggakan faktor-faktor dunia. -'AAHIRAH yaitu wanita yang memiliki kekasih lain. (suka selingkuh) -NAASYIZ Yaitu wanita yang mendominasi suaminya, baik perkataan maupun perbuatannya. Selain yang tersebut diatas, berikut ini masih ada tambahan kriteria wanita yang Tidak baik untuk dinikahi. 6) MAL'UUNAH Yaitu wanita yang dilaknat oleh Rasulullah saw dan kita disuruh melaknatnya karena Tabarruj nya [berdandan ala jahiliyah] dan perbuatannya yang menyebarkan fitnah diantara manusia serta tidak taat kepada Allah dan suaminya. 7) FARIK Yaitu wanita yg sllu mrah pda suaminya WARHAA' Yaitu yg dungu. Sahabat fillah, smoga tulisan ini bisa menjadi bahan intropeksi kedalam diri para wanita, apakah para wanita mempunyai salah satu sifat buruk diatas? atau malahan bukan cuma satu tetapi beberapa? semoga para wanita kita smua di jauhkan dr sifat" di atas. آ مين يارب العالمين

13.4.15

PEMUDA YANG INGIN BERZINA

Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa seorang pemuda datang kepada Rasulallah SAW.., lalu ia bertanya, "Apakah engkau mengizinkan aku untuk berzina?". Orang-orang yang mendengarnya lalu berteriak mengecam pemuda itu. Tetapi kemudian beliau SAW bersabda kepadanya: "Apa kamu menyukai jika hal itu tejadi terhadap ibumu.?". Pemuda itu menjawab: "Tidak, semoga ALLAH menjadikanku tebusanmu". Beliau SAW bersabda: "Demikian pula manusia lainnya, mereka tidak menyukai hal itu terjadi pada ibu-ibu mereka". Kemudian beliau SAW bertanya lagi kepadanya: "Apakah kamu menyukai hal itu terjadi terhadap anak anak perempuanmu.?" Pemuda itu menjawab: "Tidak". Beliau SAW lalu bersabsa: "Demikian pula manusia lainnya, membenci hal itu terjadi terhadap anak-anak perempuan mereka". Hingga beliau SAW menyebutkan mengenai saudara perempuan, para sadara perempuan ibu, para bibi, dan pemuda itu tetap menjawab: "Tidak". Dan Rasulallah SAW selalu memberi jawaban kembali pemuda itu dengan sabdanya: "Demikian pula dengan manusia lain, tidak menyukai hal itu". Kemudian beliau SAW meletakkan tangannya yang mulia didada pemuda itu, dan mendoakan: اللهم طهر قلبه ، واغفر ذنبه، وحصن فرجه. "Ya ALLAH, sucikanlah hatinya, ampuni dosanya dan jagalah kemaluannya". Maka semenjak itu tidak ada hal yang paling dibenci pemuda itu selain zina. [HR. Atthabrani] Jawaban indah Rasulallah SAW penuh makna dalam berdakwah mengajak seorang pemuda agar ia meninggalkan perbuatan dosa. Rasulallah SAW mengingatkan kita didalam haditsnya: "Zina itu termasuk salah satu dosa besar. Dan orang yang berzina mendapatkan laknat ALLAH dan para malaikat dan seluruh manusia hingga hari kiamat. Jika ia bertaubat, maka ALLAH akan menerima taubatnya" [HR Abu Dau]. Maka dari itu saudaraku, jauhilah perbuatan zina dan jangan sekali kali mendekatinya dengan perbuatan perbuatan yang mengantarkan pada perbuatan zina, semoga ALLAH melindungi kita dan anak anak, cucu, serta keluarga dan sahabat kita dari perbuatan dosa yang dimurkai ALLAH. Semoga bermanfaat dan memberikan pemahaman baik agar meninggalkan hal yang dilarang oleh ALLAH SWT.

12.4.15

KISAH SEORANG LELAKI YANG INGIN MEMUKUL RASULULLAH S.A.W.

Alwi Husin KISAH SEORANG LELAKI YANG INGIN MEMUKUL RASULULLAH S.A.W. Kisah ini berlaku kepada Rasulullah S.A.W. sebelum baginda wafat. Rasulullah S.A.W. telah jatuh sakit yang agak panjang masanya. Hinggakan baginda tidak dapat berjemaah dengan para sahabat di masjid. Maka pada suatu hari, Rasulullah S.A.W. meminta beberapa orang sahabat membawanya ke masjid. Di dudukkan atas mimbar, lalu baginda meminta Bilal memanggil semua para sahabat datang ke masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah masjid dengan para sahabat. Semuanya rasa terubat rindu setelah agak lama tidak dapat melihat Rasulullah S.A.W. Lalu Rasulullah S.A.W. mula berkata: "Wahai sahabat-sahabatku semua! Aku ingin tanya pada kamu semua.... apakah telah aku sampaikan kepada kamu semua, bahawa sesungguhnya Allah S.W.T. itu adalah Tuhan yang layak di sembah?" Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar! Engkau telah sampaikan kepada kami bahawa sesungguhnya Allah S.W.T. adalah Tuhan yang layak disembah". Rasulullah S.A.W. berkata: "Persaksikanlah ya Allah! Sesungguhnya aku telah sampaikan amanah ini kepada mereka". Kemudian baginda berkata lagi.......dan setiap apa yang baginda perkatakan, akan dibenarkan oleh semua para sahabat. Akhirnya sampailah kepada satu topik yang menjadikan para sahabat agak sedih dan terharu.... Rasulullah S.A.W. berkata: "Sesungguhnya! Aku akan pergi bertemu Tuhan.......dan sebelum aku pergi, aku ingin selesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kamu semua...... siapakah di kalangan kamu yang aku ada hutang dengannya.....sila bangun.....aku ingin selesaikan hutang tersebut. Kerana aku tidak mahu bertemu Tuhan dalam keadaan ada hutang dengan manusia". Ketika itu semua sahabat diam.............sedang dalam hati masing-masing berkata "Mana ada Rasullullah S.A.W. berhutang dengan kami..........sebenarnya kamilah yang banyak berhutang dengan baginda". Rasulullah S.A.W. mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali. Tiba-tiba bangun seorang lelaki yang bernama AKASYAH. lalu dia berkata: "Ya Rasulullah! Aku ingin ceritakan dulu perkara ini. Andai ianya dikira hutang, maka aku minta kau jelaskan. Andainya ianya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa- apa". Rasulullah S.A.W. berkata: "Ceritakanlah wahai Akasyah". Maka Akasyah pun mula bercerita: "Aku masih ingat lagi ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau tunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda. Tetapi cemeti tersebut tidak kena pada belakang kuda,...yang sebenarnya cemeti itu terkena pada dadaku kerana ketika itu aku berdiri di sebelah belakang kuda yang engkau tunggang wahai Rasulullah". Mendengar yang demikian, terus Rasulullah S.A.W. berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Akasyah! kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama". Dengan suara yang agak tinggi, Akasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah!". Akasyah seakan-akan tidak rasa bersalah bila mengatakan yang demikian. Sedangkan ketika itu sebahagian sahabat berteriak memarahi Akasyah.... "Sesungguhnya engkau tidak berhati perut wahai Akasyah! .....bukankah Baginda sedang sakit!" Akasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah S.A.W. meminta Bilal mengambil cemeti tersebut di rumah anaknya Fatimah. Bila Bilal meminta cemeti tersebut dari Fatimah, maka Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cemeti ini wahai Bilal?". Bilal menjawab dengan nada sedih : "cemeti ini akan digunakan oleh Akasyah untuk memukul Rasulullah". Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata: "Kenapa Akasyah hendak pukul ayahku Rasulullah!......ayahku sedang sakit........kalau nak pukul, pukullah aku ini anaknya". Bilal menjawab:"Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua". Bilal membawa cemeti tersebut ke masjid lalu diberikan kepada Akasyah. Setelah mengambil cemeti, Akasyah mara ke hadapan menuju mimbar. Tiba-tiba bangun Abu bakar menghalang Akasyah sambil berkata: "Wahai Akasyah! kalau kamu hendak pukul, pukullah aku....... aku orang yang mula-mula beriman dengan apa yang Rasulullah S.A.W. samp aikan. Akulah temannya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak pukul, maka pukullah aku". Lalu dijawab oleh Rasulullah S.A.W: "Duduklah kamu wahai Abu Bakar!....ini bukan urusan kamu. Ini antara aku dengan Akasyah". Akasyah mara lagi ke hadapan......lalu bangun pula Umar menghalang Akasyah seraya berkata: "Akasyah! kalau engkau hendak pukul, pukullah aku....... Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu......... Sekarang jangan ada sesiapa yang berani menyakiti Muhammad. Kalau engkau nak sakiti dia, maka sakitilah aku dulu....". Lalu dijawab oleh Rasulullah S.A.W: "Duduklah kamu wahai Umar! Ini urusan antara aku dengan Akasyah". Akasyah mara lagi ke hadapan.......tiba-tiba bangun pula Ali bin Abu Talib sepupu Rasulullah S.A.W. Dia menghalang Akasyah seraya berkata: "Akasyah! pukullah aku wahai Akasyah. Darah yang sama ada pada tubuh aku ini wahai Akasyah". Lalu dijawab oleh Rasulullah S.A.W: "Duduklah kamu wahai Ali! ini urusan antara aku dengan Akasyah" . Akasyah mara lagi ke hadapan......tiba-tiba tanpa di sangka, bangunlah dua orang cucu kesayangan Rasulullah S.A.W. iaitu Hassan dan Husin. Mereka berdua merayu dan meronta. "Wahai pak cik! pukullah kami wahai pak cik..........Datuk kami sedang sakit......pukullah kami wahai pak cik.....sesungguhnya kami ini adalah cucu kesayangan Baginda...........pukullah kami wahai pak cik". Lalu Rasulullah S.A.W berkata: "Wahai cucu-cucu kesayanganku! duduklah kamu. Ini urusan aku dengan Akasyah". Bila sampai di tangga mimbar, dengan tegasnya Akasyah berkata: "Macam mana aku hendak pukul engkau ya Rasulullah! Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau hendak aku pukul engkau, maka turunlah ke bawah sini". Rasulullah S.A.W. memang seorang insan yang baik. Baginda meminta beberapa orang sahabat memapahnya ke bawah. Baginda didudukkan pada sebuah kerusi, lalu dengan suara tegas Akasyah berkata lagi: "Semasa engkau pukul aku dulu, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah". Tanpa berlengah, dalam keadaan lemah......Rasulullah membuka baju. Lalu kelihatanlah tubuh Baginda yang sungguh indah, sedang beberapa ketul batu terikat di perut Baginda.....ini menandakan Baginda sedang menahan kelaparan. Lalu Rasulullah S.A.W. berkata: "Wahai Akasyah! bersegeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Nanti Tuhan akan murka pada kamu". Akasyah terus menghampiri Rasulullah S.A.W........lalu mula untuk menghayunkan tangan yang memegang cemeti untuk dipukulkan ke tubuh Rasulullah S.A.W. Rupa-rupanya sambil Akasyah menghayun cemeti, sambil itu juga dia membalingkan cemeti ke arah lain.....dan sambil itu juga dia terus memeluk tubuh Rasulullah S.A.W. seerat-eratnya. Sambil berteriak menangis, Akasyah berkata: "Ya Rasulullah, ampunkanlah aku......maafkanlah aku......mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah........sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu.......kerana sesungguhnya aku tahu bahawa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. Dan sesungguhnya aku takut dengan api neraka........maafkanlah aku ya Rasulullah". Rasulullah S.A.W. dalam keadaan penuh hiba lalu berkata: "Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kamu ingin melihat ahli syurga, maka lihatlah kepada Akasyah". Semua sahabat tidak dapat. menghalang titisan air mata yang mencurah di pipi masing-masing. Sambil itu semua para sahabat beramai-ramai memeluk Rasulullah S.A.W. MENANGIS LAH SEPUAS-PUASNYA MOGA DGN TANGISANMU DAPAT MEMBUKTIKAN KECINTAAN KITA KEPADA KEKASIH KITA NABI MUHAMMAD SAW...AMIIN. (Kisah ini banyak terdapat dikitab SIRAH NABAWI, seperti : Mukjizat Tangan Nabi, Suri Tauladan Sahabat, dll) Kisah diatas menggunakan bahasa Melayu, ada beberapa kata yang terasa asing, seperti : mara = menghampiri/mendekati, cemeti = sejenis pecut/rotan