30.7.15

6 JENIS MATA YANG DIBENCI ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA

1. Mata yang suka melihat hal-hal yang diharamkan. 2. Mata yang senantiasa suka melihat kesalahan orang lain. 3. Mata yang tidak pandai mengambil pelajaran atas apa yang dilihatnya. 4. Mata yang dimiliki oleh golongan yang suka hasad (dengki) kepada orang lain. 5. Mata yang selalu mencari-cari kesempatan untuk melihat hal-hal yang tidak baik. 6. Mata yang membesarkan (menyombongkan) dirinya dari kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ya Allah, Sekiranya kami termasuk dari yang demikian, maka ampunilah dosa-dosa kami. Rahmatilah kami dengan kasih sayang-Mu ya Rabb. Dan Jauhkanlah kami dari golongan orang yang demikian.. Aamiin...

KEADILAN ALLAH BAGI SEMUA

Seorang Majusi mendatangi rumah Nabi Ibrahim a.s. Ia ingin dihormati layaknya tamu-tamu yang lain. Namun malang, Nabi Ibrahim yang dikenal sebagai penghancur berhala dan penentang kemusyrikan itu menolak permohonannya. “Aku tak bisa menerima tamu seperti dirimu. Aku akan menerimamu sebagai tamu jika kamu melepaskan ajaran Majusimu.” Dengan sedih orang Majusi itu meninggalkan rumah Sang Nabi. Sejurus setelah orang itu berlalu, Allah Swt. menurunkan wahyu kepada Nabi Ibrahim a.s. “Wahai Ibrahim, mengapa engkau tidak mampu menerimanya sebagai tamu, sebelum ia melepas agamanya? Apa yang memberatkanmu menerimanya sebagai tamu untuk malam ini saja? Padahal Aku telah memberinya makan-minum selama 70 tahun, padahal ia berkeras hati untuk mengingkari-Ku.” Mendengar wahyu itu Nabi Ibrahim a.s. merasa bersalah. Dia tak nyenyak tidur karena telah menolak orang yang bertamu kepadanya hanya karena ia berbeda agama. Teguran Allah itu betul-betul membuatnya gelisah. Maka, pagi-pagi buta ia bergegas keluar rumah untuk mencari orang Majusi itu. Untungnya, orang Majusi itu berhasil ditemukan olehnya. Nabi Ibrahim a.s. pun membujuk orang itu dan berjanji akan menjamu sebagai tamu seperti tamu-tamunya yang lain. Tentu saja si Majusi itu terheran-heran, “Apa yang membuatmu berubah pikiran, wahai Ibrahim? Kemarin engkau menolakku, tapi kini kau mencariku?” “Sesungguhnya Allah Swt. telah mewahyukan kepadaku tentang dirimu. Allah tetap memberimu kehidupan, rezeki, makan dan minum selama 70 tahun meskipun engkau mengingkari dan menyekutukan-Nya. Allah tetap Maha Pemurah pada setiap hamba, meskipun berkali-kali sang hamba tak menyadarinya. Mengapa aku berlaku tak adil terhadapmu, sementara Allah saja berlaku adil?” tutur Nabi Ibrahim. “Betulkan Allah telah memberi kemurahan kepadaku selama 70 tahun, sedangkan aku orang yang tak tahu diri dan mengingkari-Nya? Kalau begitu, sudilah kiranya engkau menjabat tanganku dan saksikanlah kesaksianku ini, ‘Tiada tuhan selain Allah, dan engkau adalah utusan-Nya.” --Kitab Durratun-Nashihin

24.7.15

Tahukah anda ayam jago ? By fahmi bin yahya

Ayam jago atau ayam jantan itu mempunyai kebiasaan yang unik, kebiasaan ini Allah telah mengilhamkan kepadanya yang bukan merupakan faktor kebetulan saja. Dari ayam jago ini Allah memberikan pengajaran kepada manusia sesuatu yang sangat berharga dan mulia, sehingga kita akan menjumpai beberapa riwayat hadist yang menyebutkan tentang ayam jantan. Bicara ayam jago yang ada di benak kita pasti tentang keindahan bentuknya tentang suara kokoknya, tapi jangan berpikiran dengan ayam jantan ini untuk dijadikan ayam aduan karena itu adalah perbuatan yang keji dan kotor. Bener di sini kita akan membahas tentang masalah warna ayam jantan dan kokoknya dan mengaitkan kebaikan dalam Islam. Tahukah anda kapan ayam jantan itu berkokok ? Jika anda memiliki ayam jago atau anda tinggal di kampung kampung, anda pasti pernah mendengar suara kokoknya meskipun kamu kadang kala tidak menyadari. Kokok ayam jago itu laksana sebuah alarm yang diset sama pada setiap harinya yang tidak pernah dimatikan atau tidak pernah OF. Bisakah kita menghubungkan kokok ayam jago dengan kebaikan dalam islam terutama masalah shalat? Bener sekali karena Rasulullah bersabda dalam hadis yang sahih bahwa ayam jantan itu memberitahukan tentang waktu shalat. حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا الدِّيكَ فَإِنَّهُ يُوقِظُ لِلصَّلَاةِ Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Shalih bin Kaisan dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah dari Zaid bin Khalid ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian mencela ayam jantan, sebab ia membangunkan (orang) untuk shalat." (ABUDAUD - 4437) Mari kita amati kapan ayam jago mulai berkokok : Pertama kita akan mendapati ayam jago itu berkokok pada waktu tengah malam itu menandakan atau memberitahukan bahwa sholat tahajud (qiyamul lail) telah bisa ditunaikan. Kedua ayam jago berkokok ketika waktu tahajud akan habis atau akan masuk waktu subuh kokoknya waktu itu secara beruntun dengan terus menerus, kemudian jeda sebentar dan berkokok lagi waktu sholat subuh tiba, kemudian jeda kembali dan berkokok lagi ketika waktu subuh sudah mulai habis mengingatkan terakhir kalinya bagi yang belum bangun untuk shalat subuh. Ketiga Pernah juga terdengar kokok ayam jago pada antara pukul 7-9 pagi , itu adalah mengingatkan waktu sholat duha. Keempat ayam jago akan berkokok sewaktu-waktu karena ia melihat malaikat ketika itu, Nabi dalam sebuah hadis bersabda: حَدَّثَنِي قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهَا رَأَتْ شَيْطَانًا Telah menceritakan kepadaku Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Laits dari Ja'far bin Rabi'ah dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Apabila kamu mendengar kokok ayam jantan, maka mohonlah kemurahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena pada saat itu ayam tersebut sedang melihat malaikat. Sebaliknya, apabila kamu mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari segala kejahatan setan. Karena pada saat itu, keledai tersebut melihat setan." (MUSLIM - 4908) juga anda bisa Lihat Kitab sahih Tirmidzi (TIRMIDZI - 3381) Apakah penulis hanya mengait-ngaitkan saja?, tidak di sini bersandar atas perkataan Rasulullah “kokok ayam jantan itu mengingatkan waktu shalat". Apalagi hai itu adalah hal yang baik, masa mau dibilang mengada-ada. Apa yang dilakukan oleh ayam jantan dengan kokoknya itu dilakukan setiap hari tepat pada waktunya tanpa pernah merasa bosan-bosan dan enggan. Ada beberapa hikmah (Kebaikan dan pelajaran) yang berharga yang bisa kita ambil dari sini : 1. Kita diajarkan sesuatu yang istimewa dalam Islam yaitu disiplin waktu ibadah dan beramal secara Istiqomah oleh Allah melalui perantara makhluk ciptaan-Nya (Ayam jantan). Kenapa hal ini istimewa karena hal ini (istiqomah) adalah yang utama dalam setiap amal manusia. Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, : Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah. (Riwayat Muslim) 2. Selain Kokoknya ayam jantan yang memberitahukan waktu salat ada hikmah lain yaitu seperti yang telah diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersabda Ayam jantan itu meberitahukan waktu shalat maka siapa memelihara ayam jantan warna putih seseorang akan terjaga dari gangguan setan, menolak datangnya sihir, dan terjaga Dairi tukang ramal. Ayam jago memang Allah ciptakan mempunyai kelebihan, dan saya kira pasti ada kelebihan-kelebihan terdapat pada makhluk ciptaan Allah yang lain, jadi tidak ada hal mistik tentang ayam jago, adanya ayam jago mengetahui gelagat malaikat itu karena Allah yang mengaruniakan indranya bisa mengetahuinya. Jika ada yang menganggap keramat ayam jago warna putih (sehingga memujanya) itu adalah bentuk kemusyrikan misalnya. Berpikirlah akan ciptaan Allah dan jangan pernah berpikir tentang zat-Nya Allah. Hal ini adalah benar jika kita ingin mengenali Allah maka banyaklah berpikir dan merenungkan apa-apa yang Allah ciptakan, Insyaallah kita akan banyak menemukan hikmah daripadanya. Wallahu a’lam bishshowab

Pemakaman Zanbal, Furait dan Akdar di Tarim

Pemakaman Zanbal, Furait dan Akdar di Tarim. Pusat pemukiman Kaum Alawiyin di Hadramaut ialah kota Tarim. Di sana terdapat tanah perkuburan Bisyar yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Zanbal, Furait dan Akdar. Di perkuburan Zanbal, al-Faqih Muqaddam dan semua sayyid terkemuka dari Kaum Alawiyin dimakamkan, di Furait terdapat perkuburan para masyaikh, dan Akdar merupakan perkuburan umum. Di pemakaman Zanbal, para Saadah al-Asraf, Ulama Amilin, Auliya' dan Sholihin yang tidak terhitung jumlahnya dikuburkan di sana. Syaikh Abdurahman Assaqqaf bin Muhammad Maula al-Dawilah berkata: "Lebih dari sepuluh ribu auliya' al-akbar, delapan puluh wali quthub dari keluarga alawiyin di makamkan di Zanbal". Seperti diriwayatkan oleh Syaikh Saad bin Ali: "Di pemakaman Zanbal dikuburkan para sahabat Rasulullah saw , mereka wafat ketika menunaikan tugas untuk memerangi ahli riddah. Mereka banyak yang wafat di Tarim dan tidak diketahui kuburnya". Akan tetapi Syaikh Abdurahman Assaqqaf bin Muhammad Maula Dawilah, berkata: "Sesungguhnya letak kubur mereka sebelah Timur dari kubur al-Ustadz al-A'zhom Muhammad bin Ali al-Faqih al-Muqaddam". Berkata Syaikh Muhammad bin Aflah: "Sesungguhnya dari masjid Abdullah bin Yamani sampai akhir pemakaman Zanbal terdapat perkuburan para ulama dan auliya". Menurut ulama kasyaf, Rasulullah dan para sahabatnya sering berziarah ke pemakaman tersebut. Pertama kali makam yang diziarahi di perkuburan Zanbal adalah makam al-Ustadz al-A'zham Muhammad bin Ali al-Faqih al-Muqaddam. Berkata Syaikh Ahmad bin Muhammad Baharmi: "Saya melihat Syaikhoin Abu Bakar dan Umar ra dalam mimpi berkata kepada saya, jika engkau ingin berziarah maka yang pertama kali diziarahi ialah al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali, kemudian ziarahilah siapa yang engkau kehendaki". Berkata sebagian para Saadah al-Akbar: "Barangsiapa berziarah kepada orang lain sebelum berziarah kepada al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali, maka batallah ziarahnya". Kemudian ziarah kepada cucunya Syaikh Abdullah Ba'alwi, kemudian kubur ayahnya Alwi bin al-Faqih al-Muqaddam, kemudian Imam Salim bin Basri, kemudian ziarah kepada Syaikh Abdullah bin al-Faqih al-Muqaddam, Ali bin Muhammad Shahib Marbath, Ali bin Abdullah Ba'alwi, kemudian Syaikh Abdurahman Assaqqaf dan ayahnya Muhammad Maula Dawilah, ayahnya Ali bin al-Faqih al-Muqaddam, kemudian kakeknya Ali bin Alwi Khali' Qasam, Muhammad bin Hasan Jamalullail dan ayah serta kakeknya, kemudian Syaikh Muhammad bin Ali Aidid, Ali, Muhammad, Alwi, Syech bin Abdurahman Assaqqaf, kemudian ziarah kepada Syaikh Umar Muhdhor, Syaikh Ali bin Abi Bakar al-Sakran, kemudian Syaikh Hasan Alwara' dan ayahnya Syaikh Muhammad bin Abdurahman, kemudian para auliya' sholihin seperti al-Qadhi Ahmad Ba'isa, kemudian Syaikh Abdullah Alaydrus, Syaikhoin Muhammad dan Abdullah bin Ahmad bin Husin Alaydrus, kemudian Syaikh Abdullah bin Syech, Sayid Ali Zainal Abidin bin Syaikh Abdullah. Selain pemakaman Zanbal, terdapat pula pemakaman Furait. Dalam kamus bahasa Arab arti Furait adalah gunung kecil. Di tempat tersebut dikuburkan keluarga Bafadhal serta para ulama, auliya', sholihin yang tak terhitung jumlahnya. Syaikh Abdurahman Assaqqaf bin Muhammad Maula Dawilah berkata: "Di tempat itu dikuburkan lebih dari sepuluh ribu wali" Beberapa ulama kasyaf menyaksikan, sesungguhnya rahmat Allah yang turun pertama kali di dunia ini di pemakaman Furait. Syaikh Abdurahman Assaqqaf, Sayid Abdullah bin Ahmad bin Abi Bakar bin al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali dan sebagian ulama di Makkah menceritakan bahwa dibawah tanah Furait terdapat taman dari taman-taman surga. Di pemakaman Furait, mulai ziarah diawali kepada Syaikh Salim bin Fadhal, kemudian Syaikh Fadhal bin Muhammad bin al-faqih Ahmad, Syaikh Fadhal bin Muhammad, kemudian kepada Syaikh Ahmad yahya dan ayah serta pamannya, kemudian Syaikh Ibrahim bin Yahya Bafadhal, Syaikh Abu Bakar bin Haj, kemudian kepada Imam al-Qudwah Ali bin Ahmad Bamarwan, al-Arif Billah Umar bin Ali Ba'umar, Imam Ahmad bin Muhammad Bafadhal, Ali bin al-Khatib, Syaikh Abdurahman bin Yahya al-Khatib, Syaikh Ahmad bin Ali al-Khatib, Imam Ahmad bin Muhammad bin Abilhub dan anaknya Said, Imam Saad bin Ali. Pemakaman ketiga yang terkenal di kota Tarim adalah pemakaman Akdar. Di perkuburan Akdar, yang dimakamkan di sana di antaranya para ulama, auliya' al-arifin dari keluarga Basri, keluarga Jadid, keluarga Alwi, keluarga Bafadhal, keluarga Baharmi, keluarga Bamahsun, keluarga Bamarwan, keluarga Ba'Isa, keluarga Ba'ubaid dan lainnya. Semoga kita semua dapat memijakkan kaki kita di bumi sejuta wali yang banyak bertaburan karomah,Aamiin Allahumma Aamiin.......

22.7.15

R O K O K

Rasulullah SAW pernah bersabda (maksudnya) : “Kelak akan datang kaum-kaum di akhir zaman, mereka suka menyedut asap tembakau dan mereka berkata: Kami adalah umat Muhammad padahal mereka bukan umatku dan aku juga tidak menganggap mereka sebagai umatku, bahkan mereka adalah orang yang celaka” Abu Hurairah R.A yang mendengar sabda tersebut bertanya: “Bagaimana sejarah tembakau itu tumbuh wahai Rasulullah?” Sabda Rasulullah SAW : “ Sesungguhnya setelah Allah menciptakan Adam dan memerintahkan para malaikat untuk sujud (tanda penghormatan) kepada Adam, seluruh malaikat kemudian sujud kepadanya kecuali iblis. Dia enggan, sombong dan termasuk Orang-orang yang kafir. Allah bertanya kepada iblis : Wahai iblis apa yang menyebabkan kamu tidak mahu sujud ketika Aku memerintahkan mu? Kata iblis: Aku lebih baik darinya, aku tercipta dari api sedangkan ia dari tanah. Allah berfirman: Keluarlah engkau dari syurga, sesungguhnya engkau terkutuk dan engkau dilaknat hingga akhir. Iblis keluar dalam ketakutan hingga terkencing- kencing. Dari titisan kencing iblis itulah tumbuh sejenis tumbuhan yang dinamakan pokok tembakau.” Nabi bersabda lagi : “Allah memasukkan mereka ke dalam neraka dan sesungguhnya tembakau adalah tanaman yang keji” # Sudah diberitahu. Jika tidak ingin berubah...anda tanggung dosa sehingga ke akhirat. -Ustaz Azhar Idrus- Merokok adalah senjata Yahudi yang paling berjaya , nak tahu kenapa ? Sebabnya : Mana ada orang hisap rokok bermula dengan BISMILLAH ! Mana ada selepas habis merokok ucap ALHAMDULILLAH ! Menyalakan api adalah kesukaan syaitan ! Meletakkan jari di mulut adalah amalan Yahudi !! Mengepit 2 jari pada rokok adalah melambangan salib ! † #⃣ Sebarkan Demi Islam. Se

20.7.15

Alhabib Quraisy Baharun : INDAHNYA MEMAAFKAN

INDAHNYA MEMAAFKAN Ketika kita disakiti oleh orang lain, apakah kesalahan itu dilakukan dgn sengaja atau tidak, bahkan orang itu seperti tidak sadar & tidak merasa bersalah sama sekali. Hal ini membuat kita sangat sulit utk memaafkannya. Sering kali kesulitan utk memaafkan adalah sebanding dgn rasa sakit yg telah terjadi. Seakan-akan tidak mungkin lagi utk melupakan perasaan marah & sakit hati dalam dada. Tidak lagi memiliki ruang di hati utk menerima pertumbuhan pribadi dan kesadaran akan diri sendiri,membuat kita tetap berkutat pada peristiwa2 di masa lalu.Sehingga tidak dapat membangun, menguatkan, atau memperbaiki hubungan yg berharga secara terus-menerus akan menghalangi seseorang dari kemajuan utk menjadikannya lebih baik. Sangat memprihatinkan. Tetapi sebaliknya, ketika seseorang MAMPU utk sadar dan melupakan rasa sakit di masa lampau, menghilangkan kegetiran serta memaafkan orang lain, dia lebih mudah menemukan kedamaian bagi dirinya & menjadi lebih bahagia. Memaafkan adalah pintu menuju kekuatan yg begitu besar, memaafkan adalah perbuatan Allah yg paling kita minta, maka penuhilah harapan orang2 yg sudah menyesal atas kesalahannya utk Anda maafkan. Selain itu, ada pahala yg sangat indah dari Allah. Pahala ini sepadan dgn usaha yg diambil utk melupakan kemarahan & membiarkan diri sendiri utk disembuhkan, & memaafkan. Sahabat, kita akan mudah memaafkan jika kita menyadari bahwa memaafkan itu jauh memberikan manfaat daripada dendam. & Ketenangan diraih bukan dgn balas dendam, tetapi dgn memaafkan. "MEMAAFKAN ITU BAGAIKAN MEMBEBASKAN SESEORANG DARI PENJARA, DAN KEMUDIAN KITA TAHU BAHWA ORANG ITU ADALAH DIRI KITA SENDIRI".

Al Imam Al Quthb Al Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Jufri Maula 'Arsyeh (Singa yang Doanya Mustajab)

Al Imam Al Quthb Al Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Jufri Maula 'Arsyeh (Singa yang Doanya Mustajab) Dengan menjaga perintah Allah SWT dan menjalankan sunah Rasulullah SAW, doa-doanya selalu mustajab. Tarim, Hadramaut, Yaman, terkenal sebagai “gudang” para ulama besar dan waliullah. Salah seorang di antaranya ialah Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Jufri, dari taris sebuah desa di hadhramaut juga tempat para ajdaduna qobilah al jufri/jufrati/abujaffar, waliullah yang termasyhur memiliki beberapa karamah luar biasa. Suatu hari ia berkunjung ke sebuah lembah yang dihuni penduduk yang kekurangan air. Penduduk minta ia berdoa agar sumur-sumur mereka terisi air. Maka Habib Abdurrahman pun berdoa dengan khusyuk. Dan seketika itu juga keluarlah air dari semua sumur. Tak lama kemudian kawasan tersebut menjadi subur. Ulama ini lebih dikenal dengan nama Habib Abdurrahman Maulana Arsyeh. Sejak kecil ia belajar langsung dari ayahandanya, dan sejak remaja telah menghafal Al-Quran. Seperti para ulama yang lain, ia juga banyak menimba ilmu dari para ulama besar di Hadramaut, kemudian melanjutkan pengembaraan ke beberapa kota, sampai akhirnya mengaji di Mekah dan Medinah.Ketika berada di Inat, Hadramaut, ia menjadi murid kesayangan seorang ulama dan Awliya besar, Habib Syaikh Abubakar bin Salim. Bahkan dalam sebuah kesempatan Habib Abubakar menyatakan, ”Abdurrahman adalah anakku. Aku telah memperhatikannya sejak ia masih dalam kandungan ibunya. Kelak, bila ia telah lahir, aku akan berikan setengah dari maqam-ku, sementara ucapannya adalah rohku, roh Abdurrahman al-Jufri.” Keluarga Syekh Abu Bakar bin Salim juga menghormati dan menyayanginya. Mereka bahkan mengibaratkan Habib Abdurrahman sebagai “singa yang gagah, giginya kuat, doanya mustajab dan karamahnya banyak”. Salah satu karamah Habib Abdurahman ialah cintanya yang begitu besar kepada para gurunya. Ibaratnya, ia akan merasa sakit apabila gurunya sakit. Ketika sedang terbaring sakit, Syekh Abu Bakar bin Salim bertanya kepada beberapa muridnya yang duduk di sekitar pembaringan, “Di mana Habib Abdurahman berada?” Saat itu, Habib Abdurahman masuk ke dalam kamarnya, dan Habib Syaih Abu Bakar bin Salim meneteskan air mata. Ia lalu menyerahkan sebuah mushaf Al-Quran, baju gamis, dan tongkat kesayangannya, sambil mengusap-usap kepala dan dada Habib Abdurrahman al-Jufri, Sangat Prihatin, Kemudian ia berdoa supaya Habib Abdurrahman mendapat berkah dari Allah SWT, “Semoga Allah SWT mengakhirimu dan keturunanmu dengan sa’adah, kebahagiaan. Wahai Abdurrahman, aku tidak akan melupakanmu, dan telah membagikan kepadamu rahasia ilmu; juga kepada keturunanmu, dengan sepenuh barakah kepada keluarga dan keturunanmu.” Demikian terungkap dalam kitab Masyarur Rawi fi Manakib Al-Ba’alawi. Habib Abdurrahman juga dikenal sebagai mubalig yang berani. Selain itu, dia juga gemar beramal saleh kepada semua golongan. Para tamu yang datang ke rumanya, siapa pun dia, selalu dijamu dengan hidangan yang enak. Barangkali itu sebabnya banyak tamu yang datang dari berbagai penjuru. Terutama karena, ketika mereka minta didoakan, doanya selalu makbul. Salah satu peninggalannya yang sampai sekarang selalu diziarahi ialah sebuah masjid yang terletak di samping kubah makamnya di Tarim. Suasana masjid itu sangat memesona dan berwibawa, mampu menggetarkan hati para jemaah yang salat di dalamnya. Di masjid yang kini mulai dibangun kembali itu, banyak ulama biasa beriktikaf. Usai menunaikan ibadah haji, ia lalu mengaji di Medinah selama tujuh tahun bersama Habib Ahmad bin Muhammad Al-Habsyi. Ketika belajar, mereka hidup sangat prihatin. Setiap hari mereka mengumpulkan kayu bakar dan menjualnya. Atas ketekunan dan ketabahan mereka, konon Nabi Khidlir datang menemui mereka. Dalam penampakan itu, Nabi Khidlir berkata, “Kalian jangan tinggal lagi di Medinah, karena sudah tampak pada kalian cahaya pemimpin Mekah. Ia mempunyai anak perempuan yang tidak bisa berdiri atau berjalan, kecuali duduk di tempat tidurnya. Mereka akan berobat kepada kalian.” Setelah Nabi Khidlir berlalu, datanglah seorang pemimpin Mekah bersama anak perempuannya kepada Habib Abdurrahman, yang kemudian memberinya pakaian sambil berkata, ”Pakailah pakaian ini, mudah-mudahan Allah SWT memberi kesembuhan kepada anak perempuanmu.” Setelah memakai baju tersebut, tak lama kemudian anak perempuan itu sembuh dan dapat berdiri, dapat berjalan seperti layaknya orang sehat. Mengenai karamah-karamahnya, ia menyatakan, karamah yang paling besar ialah istiqamah dalam beribadah kepada Allah SWT. “Jangan heran pada orang yang bisa berjalan sangat cepat di bumi, atau bisa terbang di udara, atau berjalan di atas air. Karena, sesungguhnya setan juga bisa melakukannya,” katanya. Setiap kali Habib Abdurrahman mendoakan seorang pasien, atas izin Allah SWT sang pasien segera tidak merasakan sakit. Bahkan gurunya, Syekh Abu Bakar bin Salim, memerlukan datang kepadanya untuk berobat. Karamah yang luar biasa itu juga tampak dari ketekunan Habib Abdurrahman ketika mempelajari tiga buah kitab karangan gurunya, Syekh Abu Bakar bin Salim. Suatu malam, datanglah beberapa ekor tikus menggondol kitab-kitab tersebut. Ia langsung berdoa, dan seketika itu juga berjatuhanlah tikus-tikus itu, mati. Setelah itu tidak ada lagi seekor tikus pun di rumahnya. Demikian juga ketika muncul wabah belalang yang menyerang tanaman di sebuah desa. Untuk membantu para petani, ia berdoa mengusir belalang tersebut. Dan sejak itu tak ada lagi belalang yang mengganggu para petani. Kisah lainnya adalah tentang seorang musafir menderita suatu penyakit yng membuat para dokter berputus asa mengobatinya. Seorang lelaki saleh beserta kepadanya “Penyakitmu ini tidak akan sembuh, kecuali dengan makanan yang benar – benar halal.” Ia lalu bertanya kepada orang saleh tadi di mana makanan yang benar – benar halal tersebut dapat ia temukan. “Di Hadhramaut” Jawabnya Lelaki itu kemudian pergi ke Hadramaut. Ia mulai bertanya – tanya siapa orang saleh yang terkenal saat itu. Akhirnya ia memperoleh jawaban , bahwa orang itu adalah Syeikh Abu Bakar bin Salim yang tinggal di kota Inat. Ia lalu pergi ke Inat menemui Syeikh Abu Bakar bin Salim. Namun, Syeikh Abu Bakar bin Salim menyuruhnya untuk menemui murid beiau yang bernama Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Jufri di kota Taris. Ia segera pergi ke Taris. Sesampainya disana, ia bertemu dengan seorang petani yang lagi bekerja di ladang. Lelaki itu mengira bahwa yang dilihatnya adalah pembantu Habib Abdurrahman. Ia lalu duduk didekatnya. Ketika masuk waktu shalat, lelaki itu bangun untuk shalat, sedangkan si petani tetap menggarap kebunnya hingga waktu shalat hampir habis. Lelaki itu mengamati gerak – gerik si petani. Mengetahui dirinya diperhatikan si-petani berkata, “Apa yang kau inginkan dari Abdurrahman al – Jufri.” Lelaki itu lalu menceritakan maksud kedatangannya, dan juga menjelaskan bahwa kedatangannya ini atas anjuran Syeikh Abu Bakar bin Salim. Petani itu lalu berkata, “ Aku adalah Abdurrahman al – Jufri. Perintah syeikhku kuterima . Ambillah daun qadhb ini ( Sebagian orang menamakan daun ini barsim ) makanlah hingga kenyang. Insya Allah daun – daun itu dapat menyembuhkanmu”. Ia kemudian memakan daun itu hingga kenyang. Habib Abdurrahman lalu menyuruhnya berjalan – jalan. Setelah lelaki itu melaksanakan perintah Habib Abdurrahman perutnya terasa mules, lalu buang air, keluarlah semua penyakitnya. Ia kemudian menemui Habib Abdurrahman, berterima kasih kepadanya dan bersyukur kepada Allah atas kesembuhannya. Habib Abdurrahman lalu mempersilahkannya masuk kedalam rumah. Beliau menjamu dan memuliakan tamunya. Sewaktu hendak berpamitan, lelaki itu memberi Habib Abdurrahman beberapa dinar sebagai hadiah. “ Kau lebih memerlukannya.” Kata Habib Abdurrahman menolak pemberian itu. Namun si lelaki tetap memaksa beliau untuk menerimanya. Habib Abdurrahman lalu mengusap kedua mata lelaki itu dengan tangannya, tiba – tiba gunung yang berada di hadapan lelaki itu berubah menjadi emas merah. “ Apa yang kau lihat?” tanya Habib Abdurrahman. Lelaki itu mengatakan apa yang dilihatnya. “ Alhamdulillah”, aku hidup berkecukupan. Aku berkebun tidak lain untuk menutupi keadaanku dan mencari yang halal.” “Aku bertanya – tanya dalam hatiku, mengapa ketika shalat hampir berlalu kau tetap Berkebun.” Tanya lelaki itu. Habib Abdurrahman tersenyum lalu mengajaknya masuk ke 9 tempat khalwat beliau. Di setiap tempat khalwat , lelaki itu melihat Habib Abdurrahman sedang Shalat, membaca Qur'an, Dzikir, Shalawat dsb. Lelaki itu lalu minta maaf dan berterimakasih atas kebaikan beliau kepadanya. Ia kemudian pulang ke negaranya dalam keadaan sehat

TANDA DITERIMANYA AMAL DI BULAN RAMADHAN

TANDA DITERIMANYA AMAL DI BULAN RAMADHAN Al-Alim al-Allamah al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith Hafidzahullah, ulama besar dari Madinah, berkata: Barangsiapa yang sebelum Ramadhan suka tidur setelah Subuh, maka sekarang ia tidak lagi suka tidur setelah Subuh, melainkan berzikir kepada Allah sampai matahari terbit. Barangsiapa yang sebelum Ramadhan tidak bangun malam untuk beribadah, maka setelah Ramadhan ia menjadi orang yang suka menghidupkan malam. Barangsiapa yang sebelum Ramadhan tidak mengindahkan shalat berjamaah, maka setelah Ramadhan ia selalu menjaga shalat berjamaah. Barangsiapa yang sebelum Ramadhan tidak menyukai ilmu dan ulama, maka setelah Ramadhan ia menjadi orang yang suka kepada ilmu dan ulama. Barangsiapa yang sebelum Ramadhan tidak mengindahkan shalat Duha dan shalat Witir, dan shalat sunah Rawatib, maka setelah Ramadhan ia senantiasa menjaga untuk melakukan shalat-sahalat tersebut. Barangsiapa yang sebelum Ramadhan suka melihat perkara-perkara haram, maka setelah Ramadhan ia menjadi orang yang takut kepada Allah, dan memelihara pandangannya. Barangsiapa yang sebelum Ramadhan suka durhaka kepada kedua orangtuanya, maka setelah Ramadhan ia menjadi orang yang berbuat kebajikan kepada kedua orangtuanya, melayani sepenuh hati. Barangsiapa yang sebelum Ramadhan suka memutuskan tali keluarga, maka setelah Ramadhan ia menjadi orang yang menjalin silaturahim kepada kerabat. Inilah tanda-tanda diterimanya amalan ibadah di bulan Ramadhan, dan tanda dibebaskannya dari api neraka. Adapun jika yang terjadi malah sebaliknya, maka ia menjadi orang yang terhalang dari kebaikan, sebab segala sesuatu tidak naik meningkat, maka ia telah menyia-nyiakan umurnya secara cuma-cuma. Sejatinya ia tidak maju ke depan, melainkan malah terus mundur ke belakang. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh ulama: "Barangsiapa yang menginginkan kemajuan, maka majulah. Barangsiapa yang menginginkan kemunduran, maka mundurlah"

16.7.15

KATA MUTIARA INDAH SYEIKH ALI THANTHAWI

KATA MUTIARA INDAH SYEIKH ALI THANTHAWI لايلزم أن تكون وسيما لتكون جميل Kau tidak perlu berwajah cantik untuk dikatakan sebagai seorang yang cantik ولا مداحا لتكون محبوبا Dan tidak perlu memuji-muji karena ingin menjadi seorang yang disukai ولا غنيا لتكون سعيدا Tidak perlu menjadi kaya untuk menjadi seorang yang bahagia يكفي أن ترضي ربك وهو سيجعلك عند الناس جميلا و محبوبا و سعيدا Cukuplah dengan membuat Tuhanmu ridha dan sayang kepadamu, pasti Dia akan menjadikanmu cantik dan indah di mata manusia, disukai dan disenangi oleh semua, serta hidup bahagia لو أصبت تسعة وتسعون وأخطأت مرة واحدة Andai kau lakukan 99 kebaikan, tetapi berbuat khilaf sekali, لعاتبوك بالواحدة وتركوا ذلك تسعة وتسعون Manusia akan menyalahkanmu dengan kesilapan yang satu itu, dan melupakan semua 99 kebaikan yang lain هؤلاء هم البشر Itulah manusia و لو أخطأت تسعة وتسعون مرة وأصبت مرة Tetapi andaikan kau lakukan 99 kekhilafan dan cuma sekali melakukan perkara kebaikan, لـغفر الله ذلك تسعة وتسعون وقبل الواحدة Allah akan AMPUNKAN semua 99 kekhilafanmu dan menerima amal baktimu yang satu itu ذاك هو ربي Itulah Dia, Tuhanku (Syaikh Ali Al Thanthawi) Semoga Bermanfaat...

Berpisah dengan Ramadhan

Berpisah dengan Ramadhan, Guru Mulia Al Alim Al Alamah Al Musnib Al Habib Umar Bin Hafidz BSA Menyampaikan : Kita berterima kasih dan bersyukur kepada Allah untuk berkah Ramadhan dan atas semua karunia yang telah memungkinkan kita dapat beramal di bulan penuh berkah ini. Di Depan kita hanya tersisa, malam 29, (termasuk malam ganjil di mana Lailatul Qadar dicari). Hal ini juga dapat menjadi malam terakhir bulan Ramadan. Rasulullah SAW mengatakan bahwa pada malam terakhir bulan ramadhan setiap orang akan diampuni. Sahabat bertanya apakah hanya terjadi pada malam Lailatul Qadar. Beliau SAW Menjawab: "Tidak, apakah kalian tidak melihat bahwa ketika para pekerja menyelesaikan pekerjaannya, upah mereka dibayar secara penuh?" Setiap malam di bulan Ramadhan Allah menyelamatkan 600.000 orang dari Api neraka (dalam beberapa riwayat satu juta). Kemudian pada malam terakhir Allah menyelamatkan jumlah yang sama banyaknya (total) yang telah dibebaskan selama bulan ramadhan. Dan kita bermohon kepada Allah untuk memberi akhir yang terbaik buat kita sebagaimana "amalan yang dinilai adalah ujungnya (akhir)", Sementara kita memaksimalkan apa yang tersisa dari bulan ini untuk melakukan amalan baik, kita juga harus meluangkan waktu mencari pengampunan Allah, beberapa ulama salaf mengatakan hal ini (berIstighfar) untuk menutup "lubang" yang mungkin telah dibuat dalam puasa kita dan seperti segel pada amalan kita. Kita juga harus membayar zakat fitrah yang wajib atas kita untuk melakukannya. Rasulullah SAW,bersabda : bahwa zakat fitrah wajib sebagai pemurnian untuk orang yang berpuasa dari ucapan sia-sia dan kasar dan untuk menyediakan makanan bagi yang membutuhkan. Dengan demikian sarana pemurnian untuk orang yang berpuasa dan sarana untuk membantu orang miskin pada waktu perayaan yang diinginkan Allah agar semua mengambil bagian, ikut bergembira dalam 'ied. telah diriwayatkan bahwa puasa kita ditangguhkan antara langit dan bumi dan tidak diterima oleh Allah sampai kita membayar zakat fitrah. Salah satu ulama salaf mengatakan bahwa zakat fitrah untuk puasa seperti sujud kelupaan (Sujud al-sahwi) didalam sholat. Kita harus mengacu pada ulama di wilayah sekitar kita untuk rincian tentang bagaimana harus membayar fitrah dan kepada siapa kita bagikan/berikan.

KISAH RASULULLAH DENGAN KUCINGNYA MUEEZA

Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu ketika, dikala Rasulullah hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Kerana tidak mahu mengganggu haiwan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Rasulullahi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan tunduk sujud kepada tuannya. Sebagai balasan, Rasulullah menyatakan kasih sayangnya dengan mengusap lembut ke badan kucing baginda itu sebanyak 3 kali. Dalam peristiwa lain, setiap kali Rasulullah menerima tetamu di rumahnya, Rasulullah selalu menggendong mueeza dan diriba diatas pahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Rasulullah sukai ialah dia selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara azan. Kepada para sahabat, Rasulullah selalu berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, seperti menyayangi keluarga sendiri. Hukuman bagi mereka yang menyakiti haiwan manja ini sangatlah berat, dalam sebuah hadis sahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepaskan kucingnya untuk mencari makan sendiri. Rasulullah SAW pun menjelaskan bahawa hukuman bagi wanita ini adalah siksaan neraka. Tidak hanya Rasulullah, isteri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Siddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala kucingnya mati Seorang sahabat yang juga ahli hadis, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi jolokan Abu Hurairah (bapa kucing jantan), kerana kegemarannya dalam merawat dan memelihara banyak kucing jantan dirumahnya.... Mari cintai kucing....berbanggalah sebagai pecinta kucing....

13.7.15

RAHASIA IBLIS KEPADA RASULULLAH

Telah diceritakan bahwa Allah Subhanallah Ta'ala telah menyuruh iblis datang kepada Nabi Muhammad sholallahu alaihi wasallam agar menjawab segala pertanyaan yang baginda tanyakan padanya. Pada suatu hari Iblis pun datang kepada baginda dengan menyerupai orang tua yang baik lagi bersih, sedang ditangannya memegang tongkat. Bertanya Rasulullah sholallahu alaihi wasallam , “Siapakah kamu ini ?” Orang tua itu menjawab, “Aku adalah iblis.” “Apa maksud kamu datang berjumpa aku ?” Orang tua itu menjawab, “Allah menyuruhku datang kepadamu agar engkau bertanya kepadaku.” Baginda Rasulullah sholallahu alaihi wasallam lalu bertanya, “Hai iblis, berapa banyakkah musuhmu dari kalangan umat-umatku ?” Iblis menjawab, “Lima belas” yaitu: 1. Engkau sendiri hai Muhammad. 2. Imam dan pemimpin yang adil. 3. Orang kaya yang merendah diri. 4. Pedagang yang jujur dan amanah. 5. Orang alim yang mengerjakan solat dengan khusyuk. 6. Orang Mukmin yang memberi nasihat. 7. Orang yang Mukmin yang berkasih-sayang. 8. Orang yang tetap dan cepat bertaubat. 9. Orang yang menjauhkan diri dari segala yang haram. 10. Orang Mukmin yang selalu dalam keadaan suci. 11. Orang Mukmin yang banyak bersedekah dan berderma. 12. Orang Mukmin yang baik budi dan akhlaknya. 13. Orang Mukmin yang bermanfaat kepada orang. 14. Orang yang hafal al-Qur’an serta selalu membacanya. 15. Orang yang berdiri melakukan solat di waktu malam sedang orang-orang lain semuanya tidur. Kemudian Rasulullah sholallahu alaihi wasallam bertanya lagi, “Berapa banyakkah temanmu di kalangan umatku ?” Jawab iblis, “Sepuluh golongan” yaitu: 1. Hakim yang tidak adil. 2. Orang kaya yang sombong. 3. Pedagang yang khianat. 4. Orang pemabuk/peminum arak. 5. Orang yang memutuskan tali persaudaraan. 6. Pemilik harta riba’. 7. Pemakan harta anak yatim. 8. Orang yang selalu lengah dalam mengerjakan solat/sering tidak solat. 9. Orang yang enggan memberikan zakat. 10. Orang yang selalu berangan-angan dan khayal dengan tidak ada faedah.Mereka semua itu adalah sahabat-sahabatku yang setia.” Semoga bermanfaat Silahkan share

12.7.15

Amirul Mu'minin Ali bin Abi Thalib kwj

Pada bulan Ramadhan tahun 40 Hijriah itu, setiap hari Imam Ali mendatangi anaknya untuk berbuka dan sahur bersama. Terkadang beliau mampir di rumah Imam Hasan, kemudian besoknya mendatangi Imam Husein, di hari ketiga mendatangi putrinya Zainab, dan di hari keempat berbuka dan bersahur di rumah putrinya Ummu Kalsum. Hari itu adalah Jumat yang cerah, tanggal 19 Ramadhan tahun 40 H. Di rumah Ummu Kaltsum di Kufah, di wilayah yang sekarang disebut sebagai Irak, Ali seperti merangkum sejarah dan perjuangan pahit getir para Nabi sejak Adam hingga Ibrahim di tanah Babilonia. Pada malam 19 itu, Ummu Kalsum mendapat giliran berbuka bersama ayah tercintanya. Dia menyuguhkan menu berbuka dalam dua nampan, satu berisi roti kering dan lainnya berisi susu masam. Imam Ali menegurnya: “Bukankah kau sudah tahu bahwa aku selalu mengikuti putra pamanku Rasulullah yang tidak pernah makan sajian dalam dua nampan sepanjang hidupnya? Maka mohon angkatlah salah satunya. Barangsiapa yang makan dan minumnya enak di dunia ini maka perhitungannya akan lama kelak di hadapan Allah… .” Ummu Kulsum menuturkan bahwa malam itu Imam Ali makan sangat sedikit dari roti kering yang kusuguhkan dan memperbanyak ucapan hamdalah dalam tiap suapnya. Selesai makan sedikit, Imam segera bangkit untuk melaksanakan shalat yang lama. Imam terus dalam keadaan rukuk, sujud, bermunajat, berdoa yang khusyu, dan sering-sering keluar rumah untuk melihat langit. Sekali di antaranya dia berujar: “Ya, ya…inilah malam yang dijanjikan kekasihku Rasulullah.” Di malam itu, Ali sempat tertidur sejenak dan terbangun cepat. Ummu Kaltsum, putri bungsu Fathimah Azzahra ‘alayhas-salam itu, lantas menuturkan apa yang terjadi di detik-detik yg paling mempesona dari kehidupan ksatria langit, kekasih Allah dan Rasulullah ini sebagai berikut. Ummu Kaltsum mengatakan: “Aku melihat ayahku shalat hingga tengah malam. Di serangkaian shalatnya, beliau sebentar-sebentar keluar rumah, menengok sejenak ke langit dan kembali lagi untuk shalat. Tangisannya lebih panjang dari biasanya. Rukuknya lebih lama, sujudnya lebih lama. Lantunan munajatnya pun lebih syahdu dari hari-hari biasanya.” Malam itu, dalam perjalanan menuju Masjid Kufah, Imam Ali beberapa kali menengok ke langit. Sesampainya di masjid Kufah, dia mendapati Ibnu Muljam tidur telungkup. Dia pun menasehatinya: “Innas sholata tanha ‘anil fahsyai wal munkar. Sesungguhnya shalat mencegah perbuatan fasik dan munkar." Yang disapa dan dinasehati membatu, tak kunjung beranjak. Lalu Imam Ali berkata lirih: “Kau sepertinya bertekad mengerjakan sesuatu yg sangat berbahaya, sangat mengerikan. Kalau aku mau, akan kuceritakan padamu apa yang ada di balik bajumu itu...” Setelah azan subuh tanggal 19 Ramadhan berkumandang, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib kembali keluar masjid, dan menengok ke fajar yang menyingsing. Kemudian dengan suara parau, beliau mengucapkan selamat berpisah kepada fajar: ”Wahai Fajar.. sepanjang Hayat Ali.. Pernahkah engkau muncul dan mendapatkannya tertidur ?? Di mihrabnya, Ali memulai shalatnya seorang diri. Dia seperti sengaja memperpanjang ruku' dan sujudnya. Ibnu Muljam tahu persis, betapa Ali tak pernah mempedulikan apapun saat shalat. Dia kemudian datang mendekat. Dan dari depan, dia mulai mengayunkan pukulan ke kepala Ali, tepat saat Ali ingin bangun dari sujud pertamanya. Darah lalu mengucur deras. Dahi Ali koyak. Janggutnya meneteskan darah. Tapi tak ada erangan dari mulut Ali. Justru yang keluar dari mulut sucinya adalah pujian pada Allah: “Bismillah, wa billah wa ‘ala millati Rasulillah… Dengan suara lantang, Imam Ali kemudian berteriak: “Fuztu wa Rabbil Ka’bah…Demi Tuhan Ka’bah, sungguh aku telah berjaya.” Seiring dengan suara Imam Ali, seluruh penduduk Kufah mendengarnya. warga berhamburan keluar rumah untuk menuju masjid jami Kufah. Ummu Kalsum yang mendengar suara itu dari rumah sontak menjerit lirih: “Waaah Abataaah, Waaah Aliyaah” (Oooh Ayahku, Ooooh Aliku). Yang pertama datang menyaksikan Imam Ali bercucuran darah adalah putra sulungnya, Hasan. Imam Hasan menuturkan bahwa Imam Ali terus berusaha melengkapi rangkaian shalatnya sambil duduk. Badannya menggigil. Setelah salam, dia mengusapkan tanah sujud ke dahinya yang merekah sembari mengucapkan firman Allah dalam surat Thaha ayat 55: “Dari tanah, kalian Kami ciptakan, dari tanah pula kalian Kami kembalikan dan bangkitkan.” Semua kejadian dimalam itu disaksikan oleh seluruh putranya, terutama Hasan yang tak kuasa menahan airmata. Imam Ali meminta Hasan untuk mengimami jamaah shalat. Beliau mengikuti dari belakang dengan gerakan isyarat sambil terus membersihkan cucuran darah dari kening sucinya. Seusia shalat, Hasan langsung kembali menengok ayahnya, didampingi Husein dan seluruh putra Ali yang lain. Hasan: Duhai Ayahku, tak kuasa aku melihatmu begini…sungguh ini sangat menghancurkan hatiku. Berat sekali bagiku melihatmu seperti ini. Imam Ali membuka matanya lalu berkata: Anakku Hasan…jangan bersedih. Sebentar lagi aku tidak akan merasakan kegetiran apapun. Aku telah melihat Kakekmu Muhammad Al-Musthafa, Nenekmu Khadijah Al-Kubra, Ibumu Fathimah Azzahra, dan para penghuni surga berjejer menyambut kedatanganku... Tegarlah dan kuatkan hatimu. Hasan kemudian meletakkan kepala ayahnya di pangkuannya untuk membersihkan darah yang tak berhenti mengucur. Tak lama berselang, Imam Ali pingsan dalam pelukan Hasan. Jerit tangis membahana ke seluruh arah. Hasan pun langsung menciumi wajah ayahnya demikian pula putra-putra Imam yang lain. Derasnya airmata Hasan menyadarkan Imam Ali. Imam pun langsung bertanya: “Anakku Hasan, untuk apa tangisan ini? Jangan bersedih atas keadaan ayahmu. Apakah kau bersedih atas keadaanku padahal esok kau akan dibunuh dengan cara diracun dan adikmu Husein akan dibunuh dengan tebasan pedang. Lantas kalian semua akan menyusulku bersama kakek dan ibu kalian.” Setelah kekacauan terjadi, salah seorang di antara khalayak belakangan masuk membawa Ibnu Muljam. Orang curiga dia lari menjauh dari mesjid dengan pedang berlumur darah sementara seluruh penduduk justru menuju masjid. Kematian telah mendekati Ali. Luka di dahinya begitu dalam. Tapi musibah itu tak merusak karakter keadilan yang larut dalam darah dan dagingnya. Dia melarang orang membalas pada Ibnu Muljam. Imam Ali berkata kepada manusia terkutuk itu “Aku tahu engkau akan membunuhku…Pasti…Tapi sesungguhnya aku masih berharap pada Allah adanya perubahan pada diri dan nasibmu.” Ibnu Muljam tak kuasa mendengar kalimat setinggi itu. Dia menangis dan bertanya “Ya Amirul Mukminin, afa anta tunqidzhu man finnaar (apakah engkau bisa menolong orang yang sudah masuk neraka)?” Ali menjawab dengan memerintahkan anak-anaknya mencari susu. Dia kehausan dan meminta mereka mempersilahkan Ibnu Muljam meminumnya lebih dahulu, sedangkan Imam meminum sisanya. Dan inilah minuman susu terakhirnya... Assalamu'alaika ya Amirul Mu'minin ya Abal Hasanain as.

KISAH JILBAB HATI

Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, “Insyaallah.... Yang penting hati dulu yang berjilbab.” Sudah banyak orang yang menanyakannya maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama. Hingga suatu malam... Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang indah. Rumputnya sangat hijau. Berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga airnya kelihatan, melintas di pinggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut. “Assalamu’alaik um saudariku.” “Wa’alaikumsala m.. selamat datang, saudariku,,” “Terimakasih. Apakah ini syurga?” Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum Syurga.” “Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya syurga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini..” Wanita itu tersenyum lagi. “Amalan apa yang bisa membuatmu kemari saudariku?” “Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah.” “Alhamdulillah. .” Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu. “Ayo, kita ikuti mereka” kata wanita itu sambil setengah berlari. “Apa dibalik pintu itu?” katanya sambil mengikuti wanita itu. “Tentu saja syurga saudariku” larinya semakin cepat. “Tunggu.. tunggu aku..” ia berlari namun tetap tertinggal. Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya. Meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, “Amalan apa yang telah engkau lakukan hingga engkau begitu ringan?” “Sama denganmu, saudariku” jawab wanita itu sambil tersenyum. Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yang kau lakaukan yang tidak aku lakukan?” Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, “ Apakah kau tak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?” Ia sudah kehabisan nafas, tak mampu lagi menjawab. “Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk kesyurganya tanpa jilbab penutup auratmu?” Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata, “Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki syurga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan syurga ini untuk dirimu. Cukuplah syurga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.” Ia tertegun.. lalu terbangun.. beristigfar lalu mengambil wudhu. Ia tunaikan shalat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu.. berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya. Semoga Bermanfaat Silahkan Bagikan "Karena Berbagi dan saling mengingatkan itu indah" 

RAHASIA NAMA MUHAMMAD

Nabi Muhammad SAW adalah makhluk paling sempurna. Nama yang paling populer di langit dan bumi. Nama yang diberikan oleh Abdul Muthalib untuk kelahirannya. Dalam kitab As-Safinah Al-Qadiriyah, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjelaskan bahwa pada Abdul Muthalib memberi nama “Muhammad”, beliau ditanya oleh seseorang, “Mengapa cucumu diberi nama Muhammad? Bukankah ini adalah nama yang belum pernah digunakan oleh kaummu?” Lalu, Abdul Muthalib menjawab, “Aku ingin dia dipuji, baik di bumi ataupun di langit.” Ini membuktikan bahwa Allah ternyata mengabulkan doanya, sebagaimana sesungguhnya telah dikehendak oleh Allah sendiri. Pada suatu malam, Abdul Muthalib bermimpi melihat sebuah rantai yang terbuat dari perak keluar dari punggungnya. Rantai itu memiliki empat ujung; satu berada di langit, satu berada di bumi, satu berada di barat dan satu lagi berada di timur. Kemudian, rantai itu menyatu menjadi sebuah pohon. Setiap helai daunnya memancarkan cahaya. Semua orang, mulai dari barat sampai ke timur seolah-olah bergelantungan kepadanya. Setelah mimpi itu diceritakan pada orang lain, mimpi tersebut ditafsirkan bahwa kelak dari keturunannya akan lahir seseorang yang menjadi tempat bergantung semua umat manusia. Semua makhluk yang ada di langit maupun di bumi memuji bayi tersebut. Ibunda Siti Aminah pun pernah mendengar suara yang mengatakan, “Sungguh engkau telah mengandung seorang bayi yang akan memimpin umat ini. Jika engkau telah melahirkannya, maka berikan nama “Muhammad” untuknya. Sebab Allah telah menetapkan nama “Muhammad” ini untuknya, jauh sebelum Dia menciptakan seluruh makhluk-Nya.” Diriwayatkan pula oleh Ibnu Asakir dari Ka’ab Al-Akhbar bahwa Adam a.s. melihat nama “Muhammad” tertulis pada tiang ‘Arasy, di langit, pada setiap ruangan istana di surga, di sungai-sungai tempat pemandian bidadari, pada setiap helai daun pohon Thuba dan Sidratul Muntaha, pada ujung-ujung tirai, di kening para Malaikat, dan tidak ada seorang pun yang menggunakan nama “Muhammad” sebelum beliau. Tapi, pada saat kelahiran Muhammad sudah dekat dan ciri-cirinya tersebar luas di kalangan Ahlul-Kitab, maka mereka menggunakan nama tersebut untuk anak-anak mereka, dengan harapan salah satu dari keturunan mereka yang akan menjadi nabi. Namun demikian, Allah SWT lebih tahu kepada siapa akan memberikan risalahnya. Saat itu jumlah orang yang bernama Muhammad sekitar lima belas orang. Terdapat banyak perbedaan pendapat tentang nama Rasulullah SAW. Ada yang mengatakan bahwa namanya berjumlah 1000 dan ada pula yang mengatakan bahwa namanya berjumlah 2020 buah nama. Al-Hafizh Ibnu Dahiyah menyusun satu buah kitab yang menerangkan bahwa nama beliau berjumlah 300 buah. Abu Abdillah Al-Qurthubi juga menyinggung tentang jumlah nama beliau, menurutnya jumlah nama Rasulullah sebanyak 300 buah. Syekh Burhanuddin Al-Halabi mengatakan, “Di Kairo aku menemukan dua jilid kitab yang berjudul Al-Mustaufa fi Asma Al-Musthafa. Al-Hafizh Al-Sakhawi mengumpulkan semua nama nabi sampai berjumlah 430 buah nama, tetapi nama yang paling akrab dan populer di telinga dan membuat gejolak rindu para pecintanya menjadi tenang adalah nama “Muhammad.” --Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab As-Safinah Al-Qadiriyah.

9.7.15

HENDAK KE MANA WAHAI RAMADHAN ?

HENDAK KE MANA WAHAI RAMADHAN ? Aku lihat RAMADHAN dari kejauhan... Lalu kusapa ia..."Hendak ke mana?" Dengan lembut ia berkata, "Aku harus pergi, mungkin JAUH & sangat LAMA. Tolong sampaikan pesanku untuk orang MUKMIN: "Syawal akan tiba sebentar lagi, Ajaklah SABAR untuk menemani hari-hari dukanya, Peluklah ISTIQOMAH saat ia kelelahan dalam perjalanan TAQWA, Bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang, Mintalah nasehat QUR'AN & SUNNAH di setiap masalah yang dihadapi... Sampaikan pula salam & terima kasih untuknya kerana telah menyambutku dengan suka cita dan melepas kepergianku dengan derai air mata... Kelak akan kusambut ia di SURGA dari pintu AR RAYAN... Selamat meraih pahala terbaik di detik-detik terakhir RAMADHAN... Masih ada beberapa hari lagi untuk bercengkerama dengan RAMADHAN... "Ya ALLAH, Andai di hari ini ada diantara hamba hambaMu yang Engkau angkat darjatnya, Engkau ampuni dosa dosanya, Engkau lapangkan Rezekinya, Engkau Muliakan keturunannya, Engkau lepaskan dari semua kesulitannya, Engkau indahkan Akhlaknya dan Engkau berkati segala hartanya... Maka In Shaa ALLAH jadikanlah saudaraku yg sdg membaca ini beserta Keluarga nya sebaik baik hamba yg mendapatkannya..... Aamiin

4.7.15

NASEHAT UNTUK PARA SUAMI ISTRI

NASEHAT UNTUK PARA SUAMI ISTRI Nasihat Khusus Untuk Suami Wahai para suami! 1. Apa yang memberatkanmu—wahai hamba Allah—untuk tersenyum di hadapan istrimu ketika masuk menemuinya, agar engkau memperoleh ganjaran dari Allah Ta'ala? 2. Apa yang membebanimu untuk bermuka cerah ketika melihat istri dan anak-anakmu, padahal engkau akan mendapatkan pahala karenanya? 3. Apa sulitnya apabila engkau masuk ke rumah sambil mengucapkan salam secara sempurna: “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,” agar engkau memperoleh tiga puluh kebaikan? 4. Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berkata kepada istrimu dengan perkataan yang baik, sehingga dia meridhaimu, sekalipun dalam perkataanmu tersebut agak sedikit dipaksakan? 5. Apakah menyusahkanmu—wahai hamba Allah—jika engkau berdo’a: “Ya Allah. Perbaikilah istriku, dan curahkan keberkahan padanya?” 6. Tahukah engkau bahwa ucapan yang lembut merupakan sedekah? 7. Apa yang memberatkanmu untuk membawa hadiah (oleh-oleh) untuk istri dan anak-anakmu ketika engkau pulang dari safar? 8. Luangkan waktumu untuk menemani istrimu membaca al-Qur-an, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan mendatangi majlis ta’lim (majelis ilmu) yang mengajarkan al-Qur-an dan as-Sunnah menurut pemahaman para Sahabat. 9. Tahukah engkau wahai hamba Allah, bahwa jima’ (ber­setubuh) akan mendatangkan ganjaran dari Allah? Bahkan Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: (( مِنْ أَمَاثِلِ أَعْمَالِكُمْ إِتْيَانُ الْحَلَالِ – يَعْنِى النِّسَاءَ. )) “ Di antara amal perbuatan kalian yang paling utama adalah mendatangi (bersetubuh) yang halal, yaitu dengan istri-istri kalian.” [Hadits shahih: diriwayatkan oleh Ahmad (IV/231), Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ (II/26, no. 1391), dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir (XXII, no. 848). Lihat: Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 441)] Nasihat Khusus Untuk Istri Wahai para istri! 1. Apakah yang menyulitkanmu jika engkau menemui suamimu ketika dia masuk ke rumahmu dengan wajah yang cerah sambil tersenyum manis? 2. Beratkah bagimu untuk menghilangkan debu di wajah, kepala, dan pakaian suamimu kemudian engkau men­ciumnya? 3. Berhiaslah untuk suamimu dan raihlah pahala di sisi Allah Ta'ala. Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan, gunakanlah wangi-wangian! Bercelaklah, Berpakaianlah dengan busana terindah yang kau miliki untuk menyambut kedatangan suamimu. Ingat, janganlah sekali-kali engkau bermuka muram dan cemberut di hadapannya! 4. Janganlah engkau melembutkan suaramu kepada laki-laki yang bukan mahram sehingga terfitnahlah orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit, sehingga ia ber-prasangka buruk kepadamu! 5. Jadilah seorang istri yang memiliki sifat lapang dada, tenang, dan selalu ingat kepada Allah di dalam segala keadaan! 6. Ringankanlah segala beban suami, baik berupa musibah, luka, dan kesedihan! 7. Didiklah anak-anakmu dengan baik, penuhilah rumahmu dengan tasbih, takbir, tahmid, dan tahlil; serta perbanyaklah membaca al-Qur-an, khususnya surat Al-Baqarah, karena surat tersebut dapat mengusir syaitan! 8. Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam, anjurkanlah dia untuk berpuasa sunnah dan ingatkanlah dia kembali tentang keutamaan berinfak; serta janganlah melarangnya untuk berbuat baik kepada orang tua dan menjaga tali silaturahim! 9. Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu, orang tuamu, dan semua kaum Muslimin; serta berdo’alah selalu agar diberikan keturunan yang shalih dan memperoleh kebaikan dunia dan akhirat; dan ketahuilah bahwa Rabbmu Maha Mendengar do’a. Sebagaimana firman Allah Ta'ala: وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ “Dan Rabb kalian berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan untuk kalian ....” (QS. Al-Mu’min [40]: 60) 10. Bersihkanlah rumahmu dari segala gambar-gambar makhluk hidup, alat-alat yang melalaikan, alat-alat musik, dan segala sesuatu yang dapat merusak! Diringkas dari Fiqhut Ta’aamul Baina az-Zaujaini wa Qabasat min Baitin Nubuwwah (hlm. 107-112) karya Abu ‘Abdillah Mushthafa bin al-‘Adawi, cet I/Darul Qasim, dengan sedikit tambahan dari penulis. Sumber : Panduan Keluarga Sakinah hlm 229 - 233 .