1.2.16

RAHASIA NAMA RASULULLAH MUHAMMAD

RAHASIA NAMA RASULULLAH "MUHAMMAD" ( Al Imam Al Quthub Rabbani Al Ghaust Al'Azzam As-Sayyid Asy-Syaikh AbdulQadir Al-Jailani ra Dalam kitab As-Safinah Al-Qadiriyah ). Nabi Muhammad SAW adalah makhluk paling sempurna. Nama yang paling populer di langit dan bumi. Nama yang diberikan oleh Sayyid Abdul Muthalib untuk kelahirannya. Dalam kitab As-Safinah Al-Qadiriyah, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjelaskan bahwa pada Abdul Muthalib memberi nama “Muhammad”, beliau ditanya oleh seseorang, “Mengapa cucumu diberi nama Muhammad? Bukankah ini adalah nama yang belum pernah digunakan oleh kaummu?” Lalu, Abdul Muthalib menjawab, “Aku ingin dia dipuji, baik di bumi ataupun di langit.” Ini membuktikan bahwa Allah ternyata mengabulkan doanya, sebagaimana sesungguhnya telah dikehendak oleh Allah sendiri. Pada suatu malam,Sayyid Abdul Muthalib bermimpi melihat sebuah rantai yang terbuat dari perak keluar dari punggungnya. Rantai itu memiliki empat ujung; satu berada di langit, satu berada di bumi, satu berada di barat dan satu lagi berada di timur. Kemudian, rantai itu menyatu menjadi sebuah pohon. Setiap helai daunnya memancarkan cahaya. Semua orang, mulai dari barat sampai ke timur seolah-olah bergelantungan kepadanya. Setelah mimpi itu diceritakan pada orang lain, mimpi tersebut ditafsirkan bahwa kelak dari keturunannya akan lahir seseorang yang menjadi tempat bergantung semua umat manusia. Semua makhluk yang ada di langit maupun di bumi memuji bayi tersebut. Ibunda Siti Aminah pun pernah mendengar suara yang mengatakan, “Sungguh engkau telah mengandung seorang bayi yang akan memimpin umat ini. Jika engkau telah melahirkannya, maka berikan nama “Muhammad” untuknya. Sebab Allah telah menetapkan nama “Muhammad” ini untuknya, jauh sebelum Dia menciptakan seluruh makhluk-Nya.” Diriwayatkan pula oleh Ibnu Asakir dari Ka’ab Al-Akhbar bahwa Adam a.s. melihat nama “Muhammad” tertulis pada tiang ‘Arasy, di langit, pada setiap ruangan istana di surga, di sungai-sungai tempat pemandian bidadari, pada setiap helai daun pohon Thuba dan Sidratul Muntaha, pada ujung-ujung tirai, di kening para Malaikat, dan tidak ada seorang pun yang menggunakan nama “Muhammad” sebelum beliau. Tapi, pada saat kelahiran Muhammad sudah dekat dan ciri-cirinya tersebar luas di kalangan Ahlul-Kitab, maka mereka menggunakan nama tersebut untuk anak-anak mereka, dengan harapan salah satu dari keturunan mereka yang akan menjadi nabi. Namun demikian, Allah SWT lebih tahu kepada siapa akan memberikan risalahnya. Saat itu jumlah orang yang bernama Muhammad sekitar lima belas orang. Terdapat banyak perbedaan pendapat tentang nama Rasulullah SAW. Ada yang mengatakan bahwa namanya berjumlah 1000 dan ada pula yang mengatakan bahwa namanya berjumlah 2020 buah nama. Al-Hafizh Ibnu Dahiyah menyusun satu buah kitab yang menerangkan bahwa nama beliau berjumlah 300 buah. Abu Abdillah Al-Qurthubi juga menyinggung tentang jumlah nama beliau, menurutnya jumlah nama Rasulullah sebanyak 300 buah. Syekh Burhanuddin Al-Halabi mengatakan, “Di Kairo aku menemukan dua jilid kitab yang berjudul Al-Mustaufa fi Asma Al-Musthafa. Al-Hafizh Al-Sakhawi mengumpulkan semua nama nabi sampai berjumlah 430 buah nama, tetapi nama yang paling akrab dan populer di telinga dan membuat gejolak rindu para pecintanya menjadi tenang adalah nama “Muhammad.” Sholu Alan Nabi Muhammad SAW.....

Kisah Sedekah Ali bin Abi Thalib dan Buah Delima Untuk Fatimah

Kisah Sedekah Ali bin Abi Thalib dan Buah Delima Untuk Fatimah

Ketika Fatimah binti Rasulullah SAW sedang sakit, ia ditanya oleh suaminya yang tak lain adalah Ali bin Abi Thalib.

“Wahai istriku, engkau ingin buah apa?” tanya Ali dengan penuh kasih sayang.

“Suamiku, aku ingin buah delima,” jawab Fatimah.

Maka Ali berfikir sejenak, karena ia tak ada uang sepersenpun. Dia pun berdiri serta pergi ke pasar mencari pinjaman uang satu dirham yang lalu dibelikan sebuah delima untuk istrinya Fatimah. Di tengah perjalanan menuju rumahnya, ia melihat seseorang yang tergeletak sakit di pinggir jalan. Maka Ali pun berhenti dan menghampirinya.
“Hai orang tua, apa yang diinginkan hatimu?” tanya Ali.
“Wahai Ali, sudah lima hari aku tergeletak sakit di tempat ini. Banyak orang yang berlalu lalang, namun tak ada satu pun yang mau peduli kepadaku, padahal hatiku ingin sekali makan buah delima,” jawab orang sakit itu.

Mendengar jawabannya, Ali pun terdiam sebentar sambil berkata dalam hati. “Buah delima yang hanya sebiji ini sengaja aku beli untuk istriku. Kalau aku berikan kepada orang ini, pasti Fatimah akan sedih sekali. Namun jika tidak aku berikan, berarti aku tidak menepati firman Allah,” katanya dalam hati. Ali lantas teringat akan ayat Allah SWT, “Terhadap si pengemis, engkau janganlah menghardiknya.”(QS. Ad Dhuha:10).

Maka Ali lalu memberikan Buah Delima itu kepadanya. Ali pun lalu pulang dengan malu karena tak membawa buah, dan sesampai di rumah ia menceritakan peristiwa itu kepada Isterinya, dan Siti Fatimah berkata kepadanya, “Mengapa engkau bersedih hati wahai suamiku? Demi keperkasaan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, sesungguhnya tatkala engkau memberikan delima itu kepada orang tua tersebut, maka hilanglah keinginanku kepada buah delima.” Maka Ali gembira dengan kata-katanya istrinya itu.

Tiba-tiba datanglah seseorang mengetuk pintu.

Tanya Ali: “Siapa ya ?”

Jawab orang itu: “Saya Salman Al-Farisi, tolong, bukakan pintu!”

Ali berdiri dan membukakan pintu, dan dia melihat Salman Al-Farisi di tangannya memegang talam yang tertutup di bahagian atasnya, serta meletakkannya di hadapan Ali. Kata Ali: “Dari manakah ini, ya Salman?”

Jawab Salman: “Dari Allah kepada Rasul dan dari Rasul kepada engkau.”

Maka Ali membuka tutup talam itu, ternyata di dalamnya terdapat sembilan buah delima.

Maka Ali berkata lagi: “Ya Salman, kalau ini untuk saya tentunya harus sepuluh, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

“Barangsiapa membuat satu amal kebaikan, maka pasti baginya sepuluh kali ganda amalnya (balasannya)”. ( Al-An’am : 160 )

Salman al-Farisi tertawa sambil mengeluarkan sebiji delima dari dalam saku bajunya dan meletakkannya di talam seraya berkata: “Wahai Ali, demi Allah, aku hanya sekadar menguji sejauh mana KEYAKINANMU terhadap firman Allah yang engkau bacakan sebentar tadi.”

Subhanallah

20.1.16

Sunnah-sunnah ketika bangun tidur

"SUNNAH-SUNNAH KETIKA BANGUN TIDUR"
Oleh: Al Habib Novel Jufry

1.Mengusap Bekas Tidur yang Ada di Wajah dengan Tangan

Menurut Imam an-Nawawi dan al-Hafizh Ibnu Hajar, hal ini dianjurkan berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam:

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wa Sallam Bangun Tidur Kemudian Duduk Sambil Mengusap Bekas Tidur dari Wajah Nya dg Tangannya."

(HR. Muslim no.763).

2.Berdo'a Ketika Bangun tidur

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَاأَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

ALHAMDULILLAAHILLADZII AHYAANAA BA'DAMAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSYUUR

"Segala Puji Bagi ALLAH yang telah Menghidupkan Kami Setelah Dia Mewafatkan (Menidurkan) Kami, dan kepada-Nya Kami di Bangkitkan."

(HR. Al-Bukhari no.6312 & Muslim no.2711)

3.Bersiwak

"Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam Bangun Malam, beliau Membersihkan Mulutnya dg Bersiwak"

(HR.Bukhari 245 & Muslim 255)

4.Ber-istintsar

Yaitu, Mengeluarkan / Menyemburkan Air dari hidung Sesudah Menghirupnya. Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Bersabda:

"Apabila Seorang di antara Kalian bangun Tidur, Maka ber-istintsarlah 3X, karena
Sesungguhnnya Syaitan Bermalam di Ujung (Rongga) Hidungnya."

(HR.Bukhari 3295 & Muslim 238)

5 .Mencuci Kedua Tangan 3X

Rasulullah Shallallahu ’alaihi Wa Sallam bersabda:
"Apabila Salah Seorang Kalian Bangun Tidur, Janganlah ia Memasukkan Tangannya ke Dalam Bejana Sebelum ia Men-cucinya 3X."

(HR.Bukhari 162 & Muslim 278).

Semoga Bermanfaat
Shobakhul Kheir

20.12.15

LELUHUR BAGINDA NABI SAYYIDINA MUHAMMAD SAW YG WAJIB DI KETAHUI

1. ABDULLOH, sang ayahanda. Ketika beliau berjalan pada siang hari, aroma misik dan ambar menyebar dr tubuhnya.. dan ketika beliau berjalan pada malam hari, cahaya terang bagaikan lampu memancar dari wajahnya.. karena itulah penduduk Mekkah menyebut beliau dgn sebutan Misbahul Harom (lampunya tanah harom). 2. ABDUL MUTHTHOLIB, kakek pertama. Nama aslinya adalah Syaibatul Hamdi (sehelai uban yg terpuji).. dinamakan begitu krn beliau lahir dlm keadaan mempunyai sehelai uban di rambut kepalanya. Beliau digelari Abdul Muththolib krn ketika paman beliau yg bernama Muththolib pulang bersamanya dr kota Madinah dan memasuki kota Mekkah, para penduduk melihat cahaya di wajahnya yg memancar ke segala arah.. Mereka pun menghampiri Sayyid Muththolib dan menanyakan siapakah anak yg bersamanya tsb.. Sayyid Muththolib menjawab : "Hadza 'Abdii" (ini adalah hambaku, maksudnya : keponakanku).. Maka mereka pun berseru : "Alangkah banyaknya cahaya dr Abdul Muththolib (keponakannya Muththolib), alangkah tampannya Abdul Muththolib. Beliau wafat di Burman dan dimakamkan di Hajun (daerah Yaman).. beliau wafat dlm usia 140 tahun menurut pendapat yg mu'tamad.. ada yg mengatakan 110 tahun. 3. HASYIM, kakek kedua. Nama aslinya adalah 'Amr. Beliau digelari Hasyim (penumbuk) krn beliau pernah menumbuk daging lalu dijadikan tsarid (makanan org Arab) yg kemudian dibagikan kepada kaumnya ketika musim paceklik. Ketika beliau berjalan, bebatuan dan pepohonan yg beliau lewati berkata kepadanya : "Bergembiralah wahai Hasyim, krn sesungguhnya nanti akan lahir darimu seorang Nabi yg akan menjadi penutup para nabi dan para rosul." Para sejarahwan berbeda pendapat mengenai usia hidup beliau.. ada yg mengatakan 20 tahun, ada yg mengatakan 25 tahun. 4. ABDU MANAF, kakek ketiga. Nama aslinya adalah Mughiroh. Beliau digelari Abdu Manaf (org yg tinggi) krn beliau adalah org mulia di tengah kaumnya.. ada juga yg mengatakan krn beliau adalah org yg jangkung. Sebelumnya, beliau juga digelari Qomarul Bath-haa (rembulannya tanah Mekkah) krn ketampanannya. Beliau adalah kakek ketiganya Baginda Nabi, kakek keempatnya Sayyidina Utsman, dan kakek kesembilannya Imam Syafi'i. Beliau wafat di Gaza, Palestina. 5. QUSHOYY, kakek keempat. Nama aslinya adalah Mujammi' (pemersatu).. dinamakan begitu krn melalui beliau Alloh mempersatukan suku-suku keturunan Sayyid Fihr (Quroisy). Beliau digelari Qushoyy (org yg jauh) krn beliau pernah tinggal jauh dr sanak keluarganya yg berada di Mekkah.. Ceritanya, setelah ayah beliau meninggal, ibu beliau (Fathimah binti Sa'ad) membawanya pergi ke Yaman dan tinggal bersama suku Qudlo'ah. 6. KILAB, kakek kelima (kalau dr garis ibu, beliau adalah kakek keempat). Nama aslinya adalah Hakim. Beliau digelari Kilab (org yg banyak anjingnya) krn beliau hobi berburu menggunakan anjing pemburu. 7. MURROH, kakek keenam. Beliau juga kakek keenamnya Sayyidina Abu Bakar.. nasab Imam Malik dan nasab Baginda Nabi juga bertemu di beliau. 8. KA'AB, kakek ketujuh. Beliau dinamakan Ka'ab (bambu) krn beliau adalah org yg tinggi/jangkung. Beliau adalah kakek kedelapannya Sayyidina Umar. 9. LU-AYY, kakek kedelapan. 10.GHOLIB, kakek kesembilan. Beliau dinamakan Gholib (pemenang) krn beliau selalu dapat mengalahkan musuh-musuhnya. 11. FIHR, kakek kesepuluh. Nama aslinya adalah Quroisy. Keturunan beliau disebut Jama'ah Qurosyiyyah (golongan Quroisy). 12. MALIK, kakek kesebelas. Beliau dinamakan Malik (pemilik) krn beliau adalah orang yg memiliki tanah Arab. 13. NADLOR, kakek keduabelas. Nama aslinya adalah Qois. Beliau digelari Nadlor (org yg elok rupanya/tampan) krn wajahnya memancarkan cahaya. 14. KINANAH, kakek ketigabelas. Beliau disebut dgn sebutan Kinanah (tukang sembunyi) krn beliau selalu berada di rumah persembunyian di tengah-tengah kaumnya.. ada yg mengatakan krn beliau selalu menyembunyikan (melindungi) kaumnya dan menjaga rahasia mereka. 15. KHUZAIMAH, kakek keempatbelas. Beliau meninggal dlm keadaan memeluk millah (agama) Nabi Ibrohim AS. 16. MUDRIKAH, kakek kelimabelas. Nama aslinya adalah 'Amr. Kunyahnya/julukannya adalah Abu Hudzail. Beliau disebut dgn sebutan Mudrikah (org yg mengejar sampai dapat) krn suatu ketika untanya melihat seekor kelinci lalu ia lari, kemudian beliau mengejarnya sampai dapat. 17. ILYAS, kakek keenambelas. Beliau adalah orang yg pertama kali menggiring unta ke Baitul Harom untuk disembelih. Dari tulang iga beliau terdengar bacaan talbiyah Baginda Nabi seperti bacaan talbiyah yg diucapkan ketika melaksanakan ibadah haji. Kedudukan beliau di tengah bangsa Arab persis seperti kedudukan Luqman Al Hakim di tengah kaumnya. 18.MUDLOR, kakek ketujuhbelas. Nama aslinya adalah 'Amr. Beliau digelari Mudlor (org yg suka masam/org yg memikat hati) krn beliau menyukai susu masam, klo skrg mungkin disebut yoghurt.. Ada juga yg mengatakan krn beliau selalu memikat hati org yg memandangnya. Org yg memandangnya pasti langsung menyukainya, krn beliau adalah org yg tampan. Beliau juga org yg paling bagus suaranya di antara kaumnya. 19.NIZAR, kakek kedelapanbelas. Beliau disebut dgn sebutan Nizar (sedikit dagingnya) krn beliau adalah org yg berbadan kurus/krempeng. Di wajah beliau terpancar cahaya kenabian Baginda Nabi. Beliau adalah org yg pertama kali menulis kitab berbahasa arab. Nasab Imam Ahmad bin Hambal dan nasab Baginda Nabi bertemu di beliau. 20. MA'ADD, kakek kesembilanbelas. Beliau adalah org yg mempersiapkan strategi perangnya Bani Israil. Jika beliau memerangi musuh pasti beliau menang. Sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa beliau adalah Nabi Armiyaa AS. 21.'ADNAN, kakek keduapuluh. Beliau hidup pada zaman Nabi Musa. Sumber : kitab madarijush shu'ud - syaikh muhammad nawawi banten

19.12.15

HANYA IBLIS YANG TIDAK BERDUKA ATAS WAFATNYA ULAMA

Dalam Kitab Tanqih Al-Qaul Imam Al-Hafizh Jalaluddin bin Abdurrahman bin Abu Bakar As-Suyuthi menuliskan dalam kitabnya sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sbb: وقال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ لَمْ يَحْزَنْ لِمَوْتِ العَالِمِ، فَهُوَ مُنَافِقٌ مُنَافِقٌ مُنَافِقٌ} قالها ثلاث مرات ”Barangsiapa yang tidak sedih dengan kematian ulama maka dia adalah munafik” Menagislah karena meninggalnya seorang ulama adalah sebuah perkara yang besar di sisi Allah. Sebuah perkara yang akan mendatangkan konsekuensi bagi kita yang ditinggalkan jika kita ternyata bukan orang-orang yang senantisa mendengar petuah mereka. Menangislah jika kita ternyata selama ini belum ada rasa cinta di hati kita kepada para ulama. عن ابن عباس ، في قوله تعالى : أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا سورة الرعد آية 41 قال : موت علمائها . وللبيهقي من حديث معروف بن خربوذ ، عن أبي جعفر ، أنه قال : موت عالم أحب إلى إبليس من موت سبعين عابدا . Dari Ibnu Abbas ra. tentang firman Allah, “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah, lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?.” (Al-Ra’d: 41). Beliau mengatakan tentang (مِنْ أَطْرَافِهَا = dari tepi-tepinya) adalah wafatnya para ulama. Dan menurut Imam Baihaqi dari hadits Ma’ruf bin Kharbudz dari Abu Ja’far ra berkata, “Kematian ulama lebih dicintai iblis daripada kematian 70 orang ahli Ibadah.” Menurut beberapa ahli tafsir seperti Ibnu Abbas dan Mujahid, ayat ini berkaitan dengan kehancuran bumi (kharab ad-dunya).Sedangkan kehancuran bumi dalam ayat ini adalah dengan meninggalnya para ulama (Tafsir Ibnu Katsir 4/472) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menegaskan ulama sebagai penerusnya, juga menegaskan wafatnya para ulama sebagai musibah. Rasulullah bersabda: مَوْتُ الْعَالِمِ مُصِيبَةٌ لا تُجْبَرُ ، وَثُلْمَةٌ لا تُسَدُّ , وَنَجْمٌ طُمِسَ ، مَوْتُ قَبِيلَةٍ أَيْسَرُ مِنْ مَوْتِ عَالِمٍ Artinya: “Meninggalnya ulama adalah musibah yang tak tergantikan, dan sebuah kebocoran yang tak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagi saya daripada meninggalnya satu orang ulama” (HR al-Thabrani dalam Mujam al-Kabir dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dari Abu Darda’) Wafatnya Ulama Adalah Hilangnya Ilmu Umat manusia dapat hidup bersama para ulama adalah sebagian nikmat yang agung selama di dunia. Semasa ulama hidup, kita dapat mencari ilmu kepada mereka, memetik hikmah, mengambil keteladanan dan sebagainya. Sebaliknya, ketika ulama wafat, maka hilanglah semua nikmat itu. Hal inilah yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, خُذُوا الْعِلْمَ قَبْلَ أَنْ يَذْهَبَ ” ، قَالُوا : وَكَيْفَ يَذْهَبُ الْعِلْمُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ، قَالَ:إِنَّ ذَهَابَ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ Artinya: “Ambillah (Pelajarilah) ilmu sebelum ilmu pergi! Sahabat bertanya: Wahai Nabiyullah, bagaimana mungkin ilmu bisa pergi (hilang)?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Perginya ilmu adalah dengan perginya (wafatnya) orang-orang yang membawa ilmu (ulama)” (HR Ad-Darimi, At-Thabrani No 7831 dari Abu Umamah). Wafatnya ulama juga memiliki dampak sangat besar, diantaranya munculnya pemimpin baru yang tidak mengerti tentang agama sehinga dapat menyesatkan umat, sebagaimana dalam hadits sahih. إن الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من الناس ، ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى إذا لم يترك عالما اتخذ الناس رءوسا جهالا فسئلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلوا Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari hambanya, tetapi mencabut ilmu dengan mencabut para ulama. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan satu ulama, maka manusia mengangkat pemimpin-pemimpin bodoh, mereka ditanya kemudian memberi fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan” (HR al-Bukhari No 100).

18.12.15

BIODATA LENGKAP 25 NABI DAN RASUL

BIODATA LENGKAP 25 NABI DAN RASUL 1. ADAM AS. Nama: Adam As. Usia: 930 tahun. Periode sejarah: 5872-4942 SM. Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab. Jumlah keturunannya: 40 laki-laki dan perempuan. Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali. 2. IDRIS AS. Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyut. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. Usia: 345 tahun di bumi. Periode sejarah: 4533-4188 SM. Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis). Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali. 3. NUH AS. Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. Usia: 950 tahun. Periode sejarah: 3993-3043 SM. Tempat diutus (lokasi): Selatan Irak. Jumlah keturunannya: 4 putra (Sam, Ham, Yafits dan Kan’an). Tempat wafat: Mekkah. Sebutan kaumnya: Kaum Nuh. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 43 kali. 4. HUD AS. Nama: Hud bin Abdullah. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ ‘Aush (‘Uks) ⇒ ‘Ad ⇒ al-Khulud ⇒ Rabah ⇒ Abdullah ⇒ Hud As. Usia: 130 tahun. Periode sejarah: 2450-2320 SM. Tempat diutus: Al-Ahqaf (antara Yaman dan Oman). Tempat wafat: Bagian Timur Hadhramaut Yaman. Sebutan kaumnya: Kaum ‘Ad. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 7 kali. 5. SHALIH AS. Nama: Shalih bin Ubaid. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ Amir ⇒ Tsamud ⇒ Hadzir ⇒ Ubaid ⇒ Masah ⇒ Asif ⇒ Ubaid ⇒ Shalih As. Usia: 70 tahun. Periode sejarah: 2150-2080 SM. Tempat diutus: Daerah al-Hijr (Mada’in Shalih, antara Madinah dan Syria). Tempat wafat: Mekkah. Sebutan kaumnya: Kaum Tsamud. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 10 kali. 6. IBRAHIM AS. Nama: Ibrahim bin Tarakh. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. Usia: 175 tahun. Periode sejarah: 1997-1822 SM. Tempat diutus: Ur, daerah selatan Babylon (Irak). Jumlah keturunannya: 13 anak (termasuk Nabi Ismail As. dan Nabi Ishaq As.). Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron, Palestina/Israel). Sebutan kaumnya: Bangsa Kaldan. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 69 kali. 7. LUTH AS. Nama: Luth bin Haran. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Haran ⇒ Luth As. Usia: 80 tahun. Periode sejarah: 1950-1870 SM. Tempat diutus: Sodom dan Amurah (Laut Mati atau Danau Luth). Jumlah keturunannya: 2 putri (Ratsiya dan Za’rita). Tempat wafat: Desa Shafrah di Syam (Syria). Sebutan kaumnya: Kaum Luth. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 27 kali. 8. ISMAIL AS. Nama: Ismail bin Ibrahim. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. Usia: 137 tahun. Periode sejarah: 1911-1774 SM. Tempat diutus: Mekah. Jumlah keturunannya: 12 anak. Tempat wafat: Mekkah. Sebutan kaumnya: Amaliq dan Kabilah Yaman. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali. 9. ISHAQ AS. Nama: Ishaq bin Ibrahim. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. Usia: 180 tahun. Periode sejarah: 1897-1717 SM. Tempat diutus: Kota al-Khalil (Hebron) di daerah Kan’an (Kana’an). Jumlah keturunannya: 2 anak (termasuk Nabi Ya’qub As./Israel). Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron). Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 17 kali. 10. YA’QUB AS. Nama: Ya’qub/Israel bin Ishaq. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. Usia: 147 tahun. Periode sejarah: 1837-1690 SM. Tempat diutus: Syam (Syria). Jumlah keturunannya: 12 anak laki-laki (Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, Dan, Naftali, Gad, Asyir, Isakhar, Zebulaon, Yusuf dan Benyamin) dan 2 anak perempuan (Dina dan Yathirah). Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron), Palestina. Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 18 kali. 11. YUSUF AS. Nama: Yusuf bin Ya’qub. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. Usia: 110 tahun. Periode sejarah: 1745-1635 SM. Tempat diutus: Mesir. Jumlah keturunannya: 3 anak; 2 laki-laki dan 1 perempuan. Tempat wafat: Nablus. Sebutan kaumnya: Heksos dan Bani Israel. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 58 kali. 12. AYYUB AS. Nama: Ayyub bin Amush. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayub As. Usia: 120 tahun. Periode sejarah: 1540-1420 SM. Tempat diutus: Dataran Hauran. Jumlah keturunannya: 26 anak. Tempat wafat: Dataran Hauran. Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori, di daerah Syria dan Yordania. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali. 13. SYU’AIB AS. Nama: Syu’aib bin Mikail. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Madyan ⇒ Yasyjur ⇒ Mikail ⇒ Syu’aib As. Usia: 110 tahun. Periode sejarah: 1600-1490 SM. Tempat diutus: Madyan (pesisir Laut Merah di tenggara Gunung Sinai). Jumlah keturunannya: 2 anak perempuan. Tempat wafat: Yordania. Sebutan kaumnya: Madyan dan Ash-habul Aikah. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 11 kali. 14. MUSA AS. Nama: Musa bin Imran, nama Ibunya Yukabad atau Yuhanaz Bilzal. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Musa As. Usia: 120 tahun. Periode sejarah: 1527-1407 SM. Tempat diutus: Sinai di Mesir. Jumlah keturunannya: 2 anak, Azir dan Jarsyun, dari istrinya bernama Shafura binti Syu’aib As. Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang). Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir). Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 136 kali. 15. HARUN AS. Nama: Harun bin Imran, istrinya bernama Ayariha. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As. Usia: 123 tahun. Periode sejarah: 1531-1408 SM. Tempat diutus: Sinai di Mesir. Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang). Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir). Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 20 kali. 16. DZULKIFLI AS. Nama: Dzulkifli/Bisyr/Basyar bin Ayyub. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayyub As. ⇒ Dzulkifli As. Usia: 75 tahun. Periode sejarah: 1500-1425 SM. Tempat diutus: Damaskus dan sekitarnya. Tempat wafat: Damaskus. Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori (Kaum Rom), Syria dan Yordania. Al-Quran Menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali. 17. DAUD AS. Nama: Daud bin Isya. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. Usia: 100 tahun. Periode sejarah: 1063-963 SM. Tempat diutus: Palestina (dan Israel). Jumlah keturunannya: 1 anak, Sulaiman As. Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem). Sebutan kaumnya: Bani Israel. Al-Quran menyebutkanya namanya sebanyak: 18 kali. 18. SULAIMAN AS. Nama: Sulaiman bin Daud. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. Usia: 66 tahun. Periode sejarah: 989-923 SM. Tempat diutus: Palestina (dan Israel). Jumlah keturunannya: 1 anak, Rahab’an. Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem). Sebutan kaumnya: Bani Israel. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali. 19. ILYAS AS. Nama: Ilyas bin Yasin. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As. ⇒ Alzar ⇒ Fanhash ⇒ Yasin ⇒ Ilyas As. Usia: 60 tahun di bumi. Periode sejarah: 910-850 SM. Tempat diutus: Ba’labak (Lebanon). Tempat wafat: Diangkat Allah ke langit. Sebutan kaumnya: Bangsa Fenisia. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali. 20. ILYASA’ AS. Nama: Ilyasa’ bin Akhthub. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Ifrayim ⇒ Syutlim ⇒ Akhthub ⇒ Ilyasa’ As. Usia: 90 tahun. Periode sejarah: 885-795 SM. Tempat diutus: Jaubar, Damaskus. Tempat wafat: Palestina. Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Bani Israel. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali. 21. YUNUS AS. Nama: Yunus/Yunan/Dzan Nun bin Matta binti Abumatta, Matta adalah nama Ibunya. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.). Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Bunyamin ⇒ Abumatta ⇒ Matta ⇒ Yunus As. Usia: 70 tahun. Periode sejarah: 820-750 SM. Tempat diutus: Ninawa, Irak. Tempat wafat: Ninawa, Irak. Sebutan kaumnya: Bangsa Asyiria, di utara Irak. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali. 22. ZAKARIYA AS. Nama: Zakariya bin Dan. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As. Usia: 122 tahun. Periode sejarah: 91 SM-31 M. Tempat diutus: Palestina. Jumlah keturunannya: 1 anak. Tempat wafat: Halab (Aleppo). Sebutan kaumnya: Bani Israel. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali. 23. YAHYA AS. Nama: Yahya bin Zakariya. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As. ⇒ Yahya As. Usia: 32 tahun. Periode sejarah: 1 SM-31 M. Tempat diutus: Palestina. Tempat wafat: Damaskus. Sebutan kaumnya: Bani Israel. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali. 24. ISA AS. Nama: Isa bin Maryam binti Imran. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.). Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Radim ⇒ Yahusafat ⇒ Barid ⇒ Nausa ⇒ Nawas ⇒ Amsaya ⇒ Izazaya ⇒ Au’am ⇒ Ahrif ⇒ Hizkil ⇒ Misyam ⇒ Amur ⇒ Sahim ⇒ Imran ⇒ Maryam ⇒ Isa As. Usia: 33 tahun di bumi. Periode sejarah: 1 SM-32 M. Tempat diutus: Palestina. Tempat wafat: Diangkat oleh Allah ke langit. Sebutan kaumnya: Bani Israel. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali, sebutan al-Masih sebanyak 11 kali, dan sebutan Ibnu (Putra) Maryam sebanyak 23 kali. 25. MUHAMMAD SAW. Nama: Muhammad bin Abdullah. Garis Keturunan Ayah: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Hasyim ⇒ Abdul Muthalib ⇒ Abdullah ⇒ Muhammad Saw. Garis Keturunan Ibu: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Wahab ⇒ Aminah ⇒ Muhammad Saw. Usia: 62 tahun. Periode sejarah: 570-632 M. Tempat diutus: Mekkah. Jumlah keturunannya: 7 anak; 3 laki-laki Qasim, Abdullah dan Ibrahim, dan 4 perempuan Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fatimah az-Zahra. Tempat wafat: Madinah. Sebutan kaumnya: Bangsa Arab. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali. (Disarikan dari: Qashash al-Anbiya' Ibn Katsir, Badai' az-Zuhur Imam as- Suyuthi dan selainnya).

13.12.15

DOA MUSTAJAB MELUNASI HUTANG PIUTANG

Alhabib Quraisy Baharun DOA MUSTAJAB MELUNASI HUTANG PIUTANG Doa : Selain hutang piutang,menghilangkan kegelisahan (galau) sedih dan Demi Allah, yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya ada seseorang yang terbunuh di jalan Allah, lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), sementara dia masih memiliki utang, dia tidak masuk surga sampai utangnya dilunasi.'" (H.R. An-Nasa'i) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ما من أحد يدان دينا يعلم الله أنه يريد قضاءه إلا أداه الله عنه في الدنيا "Tidaklah ada orang yang berutang, dan Allah mengetahui bahwa ia berniat melunasi utangnya, melainkan Allah akan melunasinya di dunia." (H.R. An-Nasa'i dan Ibnu Majah) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa memohon perlindungan agar tidak terlilit utang. Di antara doa beliau, اللَّهُمَّ إِنّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأثَمِ وَالـمَـغْــرَمِ “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan lilitan utang.” Dibawah ini adalah do’a Mustajab Melunasi Hutang Piutang. ” اللَّهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الْغَمِّ ، مُجِيبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَرِّينَ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَرَحِيمَهُمَا ، أَنْتَ تَرْحَمُنِي ، فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ “. “Allahumma Ya Farijal Ham Kasyifal Gham Mujiba Da’watal Mudhthorriin Rahmanad Dunya Wal Akhirah Warahimahuma Anta Tarhamuniy Farhamniy Rahmatan Tughniniy Biha ‘Ar Rahmati Man Siwak”. Sayyidina Abu Bakar berkata: Dulu aku ada hutang dan sebenarnya aku tidak suka berhutang, setelah aku membaca doa itu maka sebentar saja aku dikaruniakan Allah keuntungan/laba kemudian dapat membayar hutangku. Sayyidatina ‘Aisyah berkata: Aku pernah berhutang dengan Sayyidatina Asma’ sebanyak beberapa dinar dan dirham dan aku malu setiap kali Asma melihatku, lantas aku mengamalkan doa itu, kemudian Allah memberikan karunia kepadaku berupa rezeki yang bukan merupakan dari harta warisan dan bukan juga dari sedekah maka aku dapat membayar utangku bahkan dengan doa itu aku dilimpahkan rezeki yang berlimpah. Suatu hari Saidatina ‘Aisyah menceritakan bahwa ayahnya, Sayyidina Abu Bakar datang kepadanya (Aisyah) lantas Abu Bakar bertanya: “Adakah engkau pernah mendengar bahwa Rasulullah mengingatkan do’a yang pernah baginda ajarkan kepadamu dahulu?” ‘Aisyah menjawab: Ya ada dan baginda juga menyebut bahawa do’a ini diajarkan oleh Nabi ‘Isa kepada sahabat-sahabatnya dan baginda menyebut: ” Dengan doa tersebut, Sekalipun seseorang itu mempunyai HUTANG setinggi gunung emas maka Allah akan selesaikan hutang itu darinya. kemudian baginda Nabi membaca doa tersebut”. Wallahu A'laam bis shawab (kitab Al Mustadrak & Kitab Ad Durrun Manthur oleh Imam as Sayutiy