31.3.15
SYUKURI DAHULU YANG SEDIKIT
JANGAN PERNAH MEREMEHKAN DOA ORANG TUA
30.3.15
SEXI/SEKSI
Kebanyakan Kaum HAWA Zaman Sekarang
Suka Senang di bilang SEXI/SEKSI,, Sehingga merekapun sengaja
Menjadikan dirinya terlihat SEKSI,, begitu juga kaum PRIA Kebnyakn Sangat senang Melihat Wanita yg SEKSI,, Lalu di jadikan GEBETAN',, Perlu Kita Ketahui :
SEXI/SEKSI Adalah kata yg di buat oleh seorang pemuda Yahudi dari
Yunani,,
Kata SEKSI di ambil dari bahasa Arab Yaitu Lafadh SAQSHUN ,! Lafadh SAQSHUN Adalah Lafadh
AQOLAN (PENGALIHAN) dari Lafadh SAQISHUN,!! Dan jikalau di TASHRIF : SAQISHO YASQOSHO SAQOSHON FAHUWA
SAQISHUN WA SAQSHUN,,! Kata SEKSI lebih lumrah di sifatkan
kepada KAUM HAWA,, Karna jika di Artikan dalam bahasa ARAB kata SEKSI/lafadh SAQSHUN itu adalah : Wanita yg JELEK AKHLAKNYA,,, KAUM HAWA Harusnya Marah kalau di bilang SEKSI bukan Senang dan malah Menjadi-jadi KESEKSIANYA!!
*copas dr fp Ahbabul Musthofa
HARUMKANLAH MULUT DENGAN SHALAWAT NABI
ADAB RASULULLAH DALAM BERCANDA
Kesabaran Imam Muhammad Al-Baqir Ra.
Ali Abdurahman Al Habsyi untukbKemuliaan Umat Muhammad saw.
Kesabaran Imam Muhammad Al-Baqir Ra.
Seorang Non muslim bermaksud mengejek-ejek Imam Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib Ra, yang digelari orang dengan panggilan “Al-Baqir” (yang luas pentahuannya). Orang Nasrani itu berkata kepadanya: “Engkau adalah baqar (lembu).”
Maka Imam Baqir menjawab dengan penuh kelembutan: “Bukan, tetapi saya adalah Al-Baqir.” Orang Nasrani tersebut tidak menghiraukan jawaban itu. Selanjutnya ia berkata: “Engkau adalah anak seorang tukang masak. Engkau adalah anak seorang wanita hitam yang mulutnya berbau busuk.”
Al-Baqir menjawab: “Seandainya engkau benar, maka aku doakan semoga wanita itu diampuni oleh Allah, dan jika engkau bohong, maka aku doakan semoga Allah mengampunimu.”
Ternyata sikap lemah-lembut dan pemaaf yang dimiliki oleh Imam Muhammad bin Ali bin Husain itu telah menimbulkan rasa kagum pada diri orang Nasrani tersebut, sehingga akhirnya diapun bertaubat untuk tidak mengulangi lagi perangai buruknya itu dan menyatakan dirinya masuk ke dalam agama Islam. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a katanya: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Kekuatan itu tidak dibuktikan dengan kemenangan yang terus menerus Tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika sedang marah. [Bukhari & Muslim]
MENGAPA RIDHO SUAMI ADALAH SURGA BAGI ISTRI?
TIADA YANG LEBIH BERUNTUNG DARI PADA PARA PENCINTA SAYYIDINA MUHAMMAD ROSULULLAH SAW.
Muhammad Assegaf untuk Kemuliaan Umat Muhammad saw
TIADA YANG LEBIH BERUNTUNG DARI PADA PARA PENCINTA SAYYIDINA MUHAMMAD ROSULULLAH SAW..
Rosulullah SAW itu, kalau mau berdoa untuk kecelakan kafir Quraisy, sekali beliau mengangkat tangannya maka akan terpendam seluruh kafir Quraisy kedalam bumi dalam sekejap.
MASYA ALLAH Nabiyullah Nuh as. telah berdoa sebagaimana dalam firman Allah: Nabi Nuh berkata “Ya Robbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi” (QS. Nuh: 26 ) Maka Allah menjawab doa itu, Allah turunkan hujan sebanyak-banyaknya dan memerintahkan bumi untuk memuntahkan air sebanyak-banyaknya, dan tidak satu pun daratan yang tersisa di muka bumi, kecuali perahu nabiyullah Nuh as.
Saudaraku yang dimuliakan Allah..Sayyidina Muhammad Rosulullah SAW adalah Pemimpin para Nabi dan Rosul,, tetapi ketika beliau dilempari kotoran onta beliau hanya diam saja dan tidak bergeming dari sujudnya, sampai putrinya Sayyidatuna Fathimah Az Zahra’ berlari menangis dan berkata Wahai para tetangga, janganlah kalian berlaku demikian, tidaklah sepantasnya kalian melempari punggung ayahku dengan kotoran onta di saat beliau bersujud di depan ka’bah, maka ketika itu Rosulullah SAW bangkit dan menenangkan putrinya dan berkata Wahai putriku tenanglah, akan datang suatu Waktu dimana ajaran ayahmu masuk ke semua rumah penduduk dunia ini, di barat dan timur, demikian indahnya budi pekerti Sayyidina Muhammad SAW, Rosulullah SAW bersabda bahwa salah satu kelompok yang dinaungi oleh Allah disaat tidak ada naungan kecuali naungan ALLAH adalah orang yang ketika mengingat Allah mengalirlah air matanya.
Orang yang ketika mengingat dan menyebut nama Allah,, merasa risau Allah akan menjauhinya, merasa risau Allah akan memutus cintanya, merasa risau Allah akan kecewa kepadanya, merasa risau jika Allah tidak ingin dekat dengannya, merasa risau tidak dicintai Allah, ia selalu berharap diampuni oleh Allah, berharap dicintai Allah, berharap dipermudah oleh Allah, berharap diperindah oleh Allah, berharap dipersuci oleh Allah, diperluhur oleh Allah, dimuliakan oleh Allah, selalu penuh harapan dan kerisauan,, harapan untuk selalu dekat dengan Allah dan risau akan jauh dari Allah, harapan untuk dicintai dan diridhoi oleh Allah dan risau akan dimurkaiNya, jiwa yang seperti inilah yang merupakan jiwa yang agung di sisi Allah, dimuliakan Allah.
Sungguh Allah tidak memandang terhadap bentuk kita, tetapi memandang sanubari kita. Maka jadikan sanubari aku dan kalian sebagai berlian Ilahi, yang berpijar dengan cahaya ALLAH, dan kita tidak akan bisa mencapainya kecuali dengan tuntunan Sayyidina Muhammad SAW, kecuali dengan Cinta kepada Sayyidina Muhammad Rosulullah SAW... Cinta Allah berpijar pada gerak-gerik, tuntunan dan kalimat Sayyidina Muhammad SAW…maka beruntunglah… dan tiada yang lebih beruntung dari pada Para pecinta Sayyidina Muhammad
SAW…
ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD
CERITA: HABIB ABDULLAH BIN SYEIKH ALAYDRUS
Penciptaan Nur Muhammad SAW Awal Terciptanya Semua Makhluk
Mii AL Bein Yahya untuk BANI ALAWIYYIN DI INDONESIA
Penciptaan Nur Muhammad SAW Awal Terciptanya Semua Makhluk
Sebelum semua makhluk diciptakan Allah, Nur Muhammad lah yang pertama kali diciptakan. Di dalam hadits qudsi Allah swt berfirman kepada Nabi Muhammad saw : Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, Aku ingin dikenal kemudian Aku ciptakan alam (makhluk) agar Aku bisa dikenal. Dengan merenungkan tanda-tanda alam dan ayat-ayat Al Qur’an kaum muslimin dapat memperoleh kilasan aspek Ke-Ilahian yang telah dituangkan di alam semesta yang oleh Al Qur’an disebut sebagai wajah Allah (wajh-Allah). Di dalam hadits qudsi tersebut di atas terdapat kalimat yang berbunyi: Kemudian Aku ciptakan alam (makhluk)….. Ini masih berbentuk cahaya dan cahaya itu terbagi-bagi sebagaimana pendapat Ka’ab bin Akbar ra dalam kitab yang berjudul Madari: Yusu’ud (tangga-tangga kenaikan) yang di tulis oleh Syeh Nawawi pada halaman 2 s/d 3, yang terjemahannya kurang lebih sebagai berikut: berkata Ka’ab bin Akbar ra: Ketika Allah hendak menciptakan Maujudat / makhluk, menghamparkan bumi dan meninggikan langit. Allah menggenggam seganggam dari nurNya dan berfirman : Kun Muhammad, maka jadilah segenggam nur tadi menjadi sebuah tiang dari nur yang memancarkan cahaya sampai menembus hijab-hijab kegelapan. Lalu tiang itu bersujud dan berkata: Allahu Akbar. Allah berfirman kepada tiang nur itu: “Aku ciptakan kamu dan Aku beri nama kamu Muhammad. Darimu Ku awali semua makhluk, dan darimu Ku akhiri semua para utusan”. Kemudian Allah membagi empat bagian. Kemudian Allah ciptakan Lauhil Mahfud dari bagian pertama. Lalu Qalam dari bagian yang kedua. Allah berfirman : kepada Qalam, “Tulislah !” maka bergetarlah Qalam seribu tahun kedahsyatan kedahsyatan kitabullah. Lalu Qalam berkata, “Apa yang harus aku tulis ?” Allah berfirman : “Tulislah Lailaaha Illallah Muhammadurrasulullah”. Maka Qalam menulis kalimat itu. Lalu Qalam diberi petunjuk tentang ilmu Allah yang berkaitan dengan makhluk, kemudian Qalam menulis, Anak cucu Adam dari sulbinya; siapa yang taat kepada Allah akan masuk surga, siapa yang maksiyat kepada Allah akan masuk neraka. Umat Nuh; siapa yang taat kepada Allah masuk surga… Umat Ibrahim; siapa yang taat kepada Allah, masuk surga, siapa maksiat… Umat Musa; siapa yang taat kepada Allah masuk surga, siapa maksiat kepada Allah …. Umat Isa; siapa yang taat kepada Allah masuk surga, siapa maksiyat kepada Allah… Umat Muhammad; siapa yang taat kepada Allah masuk surga, siapa maksiyat kepada Allah….ketika Qalam mau menulis kalimat berikutnya ( masuk neraka ) tiba- tiba ada seruan dari Yang Maha Tinggi: “Hai Qalam beradablah kamu”. Maka pecahlah Qalam karena karena kedahsyatan seruan itu, dan sobek ujungnya berbentuk garis lurus, dengan tangan kudrat maka jadilah adap. Qalam tidak bisa menulis kecuali pecah bergaris ujungnya. Lalu Allah berfirman: “Tulislah, umat berdosa Tuhan Maha Pengampun” kemudian Allah menciptakan Arasy dari bagian yang ke tiga. Dari bagian yang ke empat menjadi empat bagian: 1. Bagian kesatu dijadikan akal 2. Bagian kedua dijadikan ma’rifat ( agar dapat mengetahui) 3. Bagian ketiga dijadikan cahaya Arsy dan sinar penglihatan serta seluruh cahaya termasuk siang ( matahari), sinar malam( bulan dan bintang). Semua cahaya ini berasal dari Nur Muhammad, Nur Muhammad adalah awal segala makhluk 4. Bagian yang ke empat dititipkan di bawah arasy, sampai Allah menciptakan Adam. Kemudian Allah menitipkan bagian itu (nur Muhammad) pada punggung Adam, bersujudlah para Malaikat. Kemudian Allah memasukkan Adam ke surga, para Malaikat berbaris rapi di belakang Adam, menyaksikan nur tersebut. Adam berkata: “Ya Allah kenapa para Malaikat berkumpul di belakangku?” Allah berfirman : “Wahai Adam mereka melihat nur kekasihku Muhammad penutup para utusan yang Aku keluarkan (pancaran cahaya) dari punggung mu” Adam berkata: “Ya Tuhan jadikan nur itu di depan saya, supaya saya bisa melihat dan berhadapan dengan malaikat”. Maka Allah memindahkan nur itu pada dahi nabi Adam, Malaikat berbaris di depan Adam. Adam berkata: “Ya Tuhan, jadikan Nur ini di tempat yang aku bisa melihat. Maka Allah jadikan Nur itu pada telunjuk Adam. Adam bisa melihat Nur itu bertambah bagus, megah dan Adam mendengar Nur itu bertasbih penuh keagungan, kemudian Nur itu pindah ke Hawa (istri Adam), seperti matahari yang bersinar. Kemudian ditentukan permulaan para utusan dari Nabi Sis as. Maka hilanglah Nur itu di wajah Hawa pindah ke Nabi Sis as. Lalu Adam mengambil sumpah Nabi Sis as. Bahwasanya: “Tidak akan menyimpan Nur itu kecuali dari yang suci ke yang suci, dari yang mulia ke yang mulia,” sampai pada sulbi Abdullah bin Abdul Mutholib. Kemudian Allah mengeluarkannya ke dunia ini dan menjadikannya Raja para Utusan Rahmatan lil alamin dan seorang panutan yang memancarkan cahaya yang terang benderang. Demikian dikala Nabi Muhammad saw. Diturunkan ke dunia, beliau disinari cahaya yang terang benderang sehingga, cahaya matahari yang menyinarinya tidak bisa memberi bayangan, dikarenakan cahaya Nur Muhammad lebih terang dari pada sinar matahari, itu terjadi di sepanjang hidup sampai beliau wafat. Dan siapa generasi penerusnya setelah Rasulullah saw. wafat? Melihat dari sumpah Nabi Adam as. yang berbunyi tidak akan menyimpan Nur itu kecuali dari yang suci ke yang suci, dari yang mulia ke yang mulia. Mengingat risalah yang di bawa oleh Rasulullah saw. Dan dilanjutkan para pewarisnya yaitu para sahabat, para wali yang suci, dan para tabiin serta para ulama’ (yang disucikan dan yang dimuliakan oleh Allah swt.) Jadi manusia yang dititipi Nur Muhammad, adalah orang-orang yang suci dan orang-orang yang dimuliakan oleh Allah swt. Adapun orang- orang yang mensucikan diri sehingga ia mencapai pada tingkat kesucian ruh mereka diberi petunjuk untuk menuju ke jalan yang sampai kepada ruhnya ruh Nur Muhammad, karena ruh tercipta dari percikan Nur Muhammad dikala bersujud dan bertasbih kepada Allah selama ribuan tahun. Sumber dari Penciptaan Nur Muhammad Awal Terciptanya Semua Makhluk: Makrifat Haji Tambahan dari komentar: Keterangan berikut adalah suntingan dari kitab ‘Sirrul Asrar Fi Ma Yahtaju Ilayhil Abrar’ oleh Ghawthul A’zham Shaikh Muhyiddin Abdul Qadir Jilani رضي الله عه Maka berkata Shaikhuna; tentang … Nur Muhammad ( yaitu hakikat Muhammad) – atau ringkasnya asal kejadian. Semoga Allah Ta’ala memberikan kamu kejayaan di dalam amalan-amalan kamu yang disukaiNya dan Semoga kamu memperolehi keredaanNya. Fikirkan, tekankan kepada pemikiran kamu dan fahamkan apa yang aku katakan. Allah Yang Maha Tinggi pada permulaannya menciptakan cahaya Muhammad daripada cahaya suci Keindahan-Nya. Dalam hadis Qudsi Dia berfirman; “Aku ciptakan ruh Muhammad daripada cahaya Wajah-Ku”. Ini dinyatakan juga oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan sabdanya: “Mula-mula Allah ciptakan ruhku. Pada permulaannya diciptakanNya sebagai ruh suci”. “Mula-mula Allah ciptakan qalam”. “Mula-mula Allah ciptakan akal”. Apa yang dimaksudkan sebagai ciptaan permulaan itu ialah ciptaan hakikat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم; kebenaran tentang Muhammad yang tersembunyi. Dia juga diberi nama yang indah-indah. Dia dinamakan Nur, cahaya suci kerana dia dipersucikan dari kegelapan yang tersembunyi di bawah sifat jalal Allah. Allah Yang Maha Tinggi berfirman: قَدْ جَآءَكُمْ مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَـبٌ مُّبِينٌ “Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan”. – Al-Maaidah, ayat 15 Dia dinamakan aqal yang meliputi (akal universal) kerana dia telah melihat dan mengenali segala-galanya. Dia dinamakan qalam kerana dia menyebarkan hikmah dan ilmu dan dia mencurahkan ilmu ke dalam huruf-huruf. Roh Muhammad adalah zat atau hakikat kepada segala kejadian, permulaan dan kenyataan alam maya. Baginda صلى الله عليه وسلم menyatakan hal ini dengan sabdanya; “Aku daripada Allah dan sekalian yang lain daripadaku”. Allah Yang Maha Tinggi menciptakan sekalian roh daripada roh baginda صلى الله عليه وسلم di dalam alam kejadian yang pertama, dalam bentuk yang paling baik. ‘Muhammad’ adalah nama kepada sekalian kemanusiaan di dalam alam arwah. Dia adalah sumber, asal usul dan kediaman bagi sesuatu dan segala-galanya... Subhanallah Shollu Alan Nabi Muhammad SAW.....
KEINDAHAN WAJAH RASULULLAH SAW
Abu Bakar Asseqaf untuk Kemuliaan Umat Muhammad saw
Berkata As Syaikh Muhammad bin ‘Alawy Al Maliki Ar, menukil salah satu riwayat sahabat bahwa Allah tidak menampakkan keindahan wajah Rasulullah secara keseluruhan di muka bumi, hanya 1 keindahan dari 10 bagian yang diperlihatkan, jika seandainya yang 9 bagian itu ditampakkan juga, maka orang orang akan mengiris hatinya tanpa terasa karena indahnya wajah Sayyidina Muhammad, dan itu kelak akan diperlihatkan di telaga Haudh. Semoga aku dan kalian memandang wajah yg indah itu,amin….
28.3.15
Pada Hari Kiamat, Uban Jadi Cahaya Bagi Pemiliknya
Ustadz Yusuf Mansur ·
Pada Hari Kiamat, Uban Jadi Cahaya Bagi Pemiliknya
Hampir setiap orang yang menginjak usia lanjut rambutnya bukan lagi berwarna hitam melainkan putih.
Rambut berwarna putih atau uban memang tidak hanya terlihat pada orang tua saja. Mereka yang masih muda pun tidak jarang sudah beruban, meskipun tidak sebanyak orang tua mereka. Tidak jarang mereka para orang tua yang sudah beruban malah mencabuti ubannya. Mereka tidak ingin terlihat tua, maka dicabutlah uban-uban tersebut. Tahukah Anda, bahwa mencabut uban itu tidak baik untuk diri kita. Kenapa? Karena uban yang ada pada diri seorang muslim itu akan menjadi cahaya di hari kiamat. Uban menjadi cahaya bagi pemiliknya di hari kiamat jika ia seorang muslim, sebagaimana disebutkan dalam hadist-hadits shahih. Dalam Sunan At-Tarmidzi dan An-Nasa’i diriwayatkan dari Ka’b ibn Murrah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beruban dalam keislaman, ubannya akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” Dalam Musnad Ahmad, Sunan At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibn Hibban diriwayatkan dari ‘Amr ibn ‘Abasah, yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Uban itu cahaya orang yang beriman. Setiap laki-laki yang beruban dalam keislaman, maka dengan setiap ubannya itu ia mendapat satu kebaikan dan diangkat satu derajat.” Hadits diatas diperkuat oleh hadis marfu’ dari Abu Hurairah, “Jangan cabut uban, karena itu adalah cahaya di hari kiamat. Siapa yang beruban dalam keislaman, maka dengan setiap satu uban, ia mendapat satu kebaikandan diangkat satu derajat.” (H.R. Ibn Hibban dengan sanad hasan) Ibn ‘Adi dan al-Baihaqi meriwayatkan dari Fadhalah ibn ‘Ubaid yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Uban itu cahaya di wajah seorang muslim. Siapa yang mau, silahkan cabut cahayanya.” Nabi berkata bahwa siapa yang ingin cahaya nya dicabut, maka silahkan cabut ubannya. Sebelumya kita tidak pernah tau bahwa uban segitu berharganya bagi kita di hari kiamat kelak. Jadi, masih mau cabut uban? Silahkan SHARE dan LIKE jika tausiyah ini sangat bermanfaat bagi orang lain Subhanallah... Semoga yang Like dan berkomentar Aamiin hidupnya bahagia, punya harta berlimpah, punya pasangan dan anak keturunan yang sholeh dan sholeha, dicintai Allah dan Rasul-Nya, dan di akhirat masuk surga. Aamiin Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan te
Nasehat Al-Habib ‘Umar bin Muhammad bin Hafidz
27.3.15
KENAPA NON MUSLIM BANYAK YANG KAYA
HABIB JINDAN bin NOVEL bin SALIM bin JINDAN berkata
Bagaimana keadaan Wanita tarim Yaman hadramaut..???
ADZAN JUM’AT DUA KALI, SHALAT SUNNAT QOBLIYAH JUM’AT & KHOTBAH DENGAN MEMEGANG TONGKAT
RASULULLAH PINGSAN DAN MENANGIS
Ini 10 Wasiat Rasulullah SAW Kepada Fatimah Az-Zahra
25.3.15
10 Faidah Keutamaan Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW
BERBAHAGIALAH UMMAT SAYYIDINA MUHAMMAD
BOLEHKAH MENDOAKAN ORANG YANG WAFAT DALAM KEADAAN NON MUSLIM
Keteladan baginda nabi Muhammad Rasulullah SAW...
MENGEMIS DEMI MENCARI ILMU
Mii AL Bein Yahya untuk BANI ALAWIYYIN DI INDONESIA
MENGEMIS DEMI MENCARI ILMU
Terkisah di dalam kitab Manhajul Ahmad I: 177 karya Imam Al-Ulaimi
bahwa Imam Baqi bin Makhlad sengaja datang dari Andalusia (Spanyol) ke Baghdad dengan berjalan khaki melalui Maghribi (Afrika), semata-mata hanya untuk bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal dan mengambil Hadits darinya.
Ketika tiba di Baghdad, beliau mendapati ujian tengah menimpa Imam Ahmad, penguasa yang zalim kala itu melarang Imam Ahmad membuka majelis-majelis atau sekedar membacakan Hadits.
Namun keteguhan hati dan kecintaannya terhadap Hadits Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam tidak menjadikan beliau putus asa.
Beliau tetap mendatangi dan mengutarakan maksud kedatangannya kepada Imam Ahmad. Beliau berkata, “Wahai Paduka, jika Paduka berkenan aku akan datang setiap hari kepada Paduka sebagai peminta-minta, ketika aku mengetuk pintu rumah Paduka, berikanlah aku ilmu meski hanya satu Hadits, itu sudah cukup bagiku.” Imam Ahmad pun menyetujuinya.
Keesokan harinya beliau berpakaian layaknya seorang pengemis papa. Kertas dan tinta beliau sembunyikan di balik lengan bajunya. Lalu mendatangi rumah Imam Ahmad sambil teriak, “Pahala, semoga Allah merahmati kalian.” Begitulah yang diterikkan para peminta-minta di Baghdad. Bila terdengar suara itu, Imam Ahmad lantas keluar dan memberikan Hadits kepadanya.
Ini berlangsung dalam waktu yang hingga beliau dapat mencatat hampir 300 Hadits dari Imam Ahmad bin Hanbal.
Masya Allah, demikianlah semangat ulama-ulama terdahulu dalam mencari ilmu. Derita dan kepayahan tak ada artinya dibanding ilmu yang mereka dapat.
Subhanallah
24.3.15
ZUHUD MANUSIA DAN ZUHUD ANJING
Mii AL Bein Yahya untuk BANI ALAWIYYIN DI INDONESIA
Zuhud Manusia dan Zuhud Anjing
Pernah datang seorang Musafir dari negeri Balkh (Asia Tengah) kepada Imam Abu Yazid Al-Busthami dan bertanya tentang perumpamaan zuhud.
Beliau menjawab, "Zuhud itu jika ada makanan kita makan, jika tidak kita bersabar."
Orang itu lalu berkata, "Wahai Imam, di negeri Balkh anjing-anjing berzuhud seperti itu."
Imam Abu Yazid kaget lalu balik bertanya, "Lantas menurut tuan, zuhud itu seperti apa?" Orang itu menjawab, "Jika tak ada makanan kita bersabar, jika ada kita mempersilahkan yang lain makan."
Mendengar itu Imam Abu Yazid pun menangis.
Masya Allah.....
KETIKA RUH BERPISAH DENGAN JASAD
23.3.15
TIGA ORANG YANG MEMAKAI NAMA MUHAMMAD
Mii AL Bein Yahya untuk BANI ALAWIYYIN DI INDONESIA
Ketika Rasulullah SAW dilahirkan, di dunia ini hanya ada tiga orang yang memakai nama "Muhammad".
Adakah yang tahu siapa ketiga orang itu dan apa maksud ketiga orangtua mereka menamai anak-anaknya dengan nama "Muhammad", padahal nama itu belum pernah digunakan oleh siapapun sebelumnya? Jawabannya, ketiga nama tersebut adalah :
1. Muhammad bin Sufyan bin Mujasyi dari Kabilah Faradzaq
2. Muhammad bin Uhainah bin Al-Jala'ah
3. Muhammad bin Hamran bin Rabi'ah
Adapun alasan orangtua mereka menamai anaknya dengan nama Muhammad karena mereka mendengar dari para pendeta Nasrani dan Yahudi bahwa masa kedatangan Nabi Akhir Zaman itu telah dekat. Ia berasal dari kawasan Hijaz dan bernama Ahmad atau Muhammad.
Shollu alan nabi muhammad saw...
KEUTAMAAN SHALAWAT AL FATIH
21.3.15
SEJARAH MAHLUL QIYAM
BERIBU MALAIKAT MENYAMBUT ARWAH NASIBAH
Hasan Fuad untuk BANI ALAWIYYIN DI INDONESIA
Hari itu Nasibah tengah berada di dapur. Suaminya, Said tengah beristirahat di kamar tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh bagaikan gunung-gunung batu yang runtuh. Nasibah menebak, itu pasti tentara musuh. Memang, beberapa hari ini ketegangan memuncak di sekitar Gunung Uhud. Dengan bergegas, Nasibah meninggalkan apa yang tengah dikerjakannya dan masuk ke kamar. Suaminya yang tengah tertidur dengan halus dan lembut dibangunkannya. “Suamiku tersayang,” Nasibah berkata, “aku mendengar suara aneh menuju Uhud. Barang kali orang-orang kafir telah menyerang.” Said yang masih belum sadar sepenuhnya, tersentak. Ia menyesal mengapa bukan ia yang mendengar suara itu. Malah istrinya. Segera saja ia bangkit dan mengenakan pakaian perangnya. Sewaktu ia menyiapkan kuda, Nasibah menghampiri. Ia menyodorkan sebilah pedang kepada Said. “Suamiku, bawalah pedang ini. Jangan pulang sebelum menang….” Said memandang wajah istrinya. Setelah mendengar perkataannya seperti itu, tak pernah ada keraguan baginya untuk pergi ke medan perang. Dengan sigap dinaikinya kuda itu, lalu terdengarlah derap suara langkah kuda menuju utara. Said langsung terjun ke tengah medan pertempuran yang sedang berkecamuk. Di satu sudut yang lain, Rasulullah melihatnya dan tersenyum kepadanya. Senyum yang tulus itu makin mengobarkan keberanian Said saja. Di rumah, Nasibah duduk dengan gelisah. Kedua anaknya, Amar yang baru berusia 15 tahun dan Saad yang dua tahun lebih muda, memperhatikan ibunya dengan pandangan cemas. Ketika itulah tiba-tiba muncul seorang pengendara kuda yang nampaknya sangat gugup. “Ibu, salam dari Rasulullah,” berkata si penunggang kuda, “Suami Ibu, Said baru saja gugur di medan perang. Beliau syahid…” Nasibah tertunduk sebentar, “Inna lillah…..” gumamnya, “Suamiku telah menang perang. Terima kasih, ya Allah.” Setelah pemberi kabar itu meninggalkan tempat itu, Nasibah memanggil Amar. Ia tersenyum kepadanya di tengah tangis yang tertahan, “Amar, kaulihat Ibu menangis? Ini bukan air mata sedih mendengar ayahmu telah syahid. Aku sedih karena tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan pagi para pejuang Nabi. Maukah engkau melihat ibumu bahagia?” Amar mengangguk. Hatinya berdebar-debar. “Ambilah kuda di kandang dan bawalah tombak. Bertempurlah bersama Nabi hingga kaum kafir terbasmi.” Mata amar bersinar-sinar. “Terima kasih, Ibu. Inilah yang aku tunggu sejak dari tadi. Aku was-was seandainya Ibu tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membela agama Allah.” Putra Nasibah yang berbadan kurus itu pun segera menderapkan kudanya mengikut jejak sang ayah. Tidak tampak ketakutan sedikitpun dalam wajahnya. Di depan Rasulullah, ia memperkenalkan diri. “Ya Rasulullah, aku Amar bin Said. Aku datang untuk menggantikan ayah yang telah gugur.” Rasul dengan terharu memeluk anak muda itu. “Engkau adalah pemuda Islam yang sejati, Amar. Allah memberkatimu….” Hari itu pertempuran berlalu cepat. Pertumpahan darah berlangsung sampai sore. Pagi-pagi seorang utusan pasukan islam berangkat dari perkemahan mereka meunuju ke rumah Nasibah. Setibanya di sana, perempuan yang tabah itu sedang termangu-mangu menunggu berita, “Ada kabar apakah gerangan kiranya?” serunya gemetar ketika sang utusan belum lagi membuka suaranya, “apakah anakku gugur?” Utusan itu menunduk sedih, “Betul….” “Inna lillah….” Nasibah bergumam kecil. Ia menangis. “Kau berduka, ya Ummu Amar?” Nasibah menggeleng kecil. “Tidak, aku gembira. Hanya aku sedih, siapa lagi yang akan kuberangkatan? Saad masih kanak-kanak.” Mendegar itu, Saad yang tengah berada tepat di samping ibunya, menyela, “Ibu, jangan remehkan aku. Jika engkau izinkan, akan aku tunjukkan bahwa Saad adalah putra seorang ayah yang gagah berani.” Nasibah terperanjat. Ia memandangi putranya. “Kau tidak takut, nak?” Saad yang sudah meloncat ke atas kudanya menggeleng yakin. Sebuah senyum terhias di wajahnya. Ketika Nasibah dengan besar hati melambaikan tangannya, Saad hilang bersama utusan itu. Di arena pertempuran, Saad betul-betul menunjukkan kemampuannya. Pemuda berusia 13 tahun itu telah banyak menghempaskan banyak nyawa orang k afir. Hingga akhirnya tibalah saat itu, yakni ketika sebilah anak panah menancap di dadanya. Saad tersungkur mencium bumi dan menyerukan, “Allahu akbar!” Kembali Rasulullah memberangkatkan utusan ke rumah Nasibah. Mendengar berita kematian itu, Nasibah meremang bulu kuduknya. “Hai utusan,” ujarnya, “Kausaksikan sendiri aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Hanya masih tersisa diri yang tua ini. Untuk itu izinkanlah aku ikut bersamamu ke medan perang.” Sang utusan mengerutkan keningnya. “Tapi engkau perempuan, ya Ibu….” Nasibah tersinggung, “Engkau meremehkan aku karena aku perempuan? Apakah perempuan tidak ingin juga masuk surga melalui jihad?” Nasibah tidak menunggu jawaban dari utusan tersebut. Ia bergegas saja menghadap Rasulullah dengan kuda yang ada. Tiba di sana, Rasulullah mendengarkan semua perkataan Nasibah. Setelah itu, Rasulullah pun berkata dengan senyum. “Nasibah yang dimuliakan Allah. Belum waktunya perempuan mengangkat senjata. Untuk sementra engkau kumpulkan saja obat-obatan dan rawatlah tentara yang luka-luka. Pahalanya sama dengan yang bertempur.” Mendengar penjelasan Nabi demikian, Nasibah pun segera menenteng tas obat-obatan dan berangkatlah ke tengah pasukan yang sedang bertempur. Dirawatnya mereka yang luka-luka dengan cermat. Pada suatu saat, ketika ia sedang menunduk memberi minum seorang prajurit muda yang luka-luka, tiba-tiba terciprat darah di rambutnya. Ia menegok. Kepala seorang tentara Islam menggelinding terbabat senjata orang kafir. Timbul kemarahan Nasibah menyaksikan kekejaman ini. Apalagi waktu dilihatnya Nabi terjatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet anak panah musuh, Nasibah tidak bisa menahan diri lagi. Ia bangkit dengan gagah berani. Diambilnya pedang prajurit yang rubuh itu. Dinaiki kudanya. Lantas bagai singa betina, ia mengamuk. Musuh banyak yang terbirit-birit menghindarinya. Puluhan jiwa orang kafir pun tumbang. Hingga pada suatu waktu seorang kafir mengendap dari belakang, dan membabat putus lengan kirinya. Ia terjatuh terinjak-injak kuda. Peperangan terus saja berjalan. Medan pertempuran makin menjauh, sehingga Nasibah teronggok sendirian. Tiba-tiba Ibnu Mas’ud mengendari kudanya, mengawasi kalau-kalau ada korban yang bisa ditolongnya. Sahabat itu, begitu melihat seonggok tubuh bergerak-gerak dengan payah, segera mendekatinya. Dipercikannya air ke muka tubuh itu. Akhirnya Ibnu Mas’ud mengenalinya, “Istri Said-kah engkau?” Nasibah samar-sama memperhatikan penolongnya. Lalu bertanya, “bagaimana dengan Rasulullah? Selamatkah beliau?” “Beliau tidak kurang suatu apapun…” “Engkau Ibnu Mas’ud, bukan? Pinjamkan kuda dan senjatamu kepadaku….” “Engkau masih luka parah, Nasibah….” “Engkau mau menghalangi aku membela Rasulullah?” Terpaksa Ibnu Mas’ud menyerahkan kuda dan senjatanya. Dengan susah payah, Nasibah menaiki kuda itu, lalu menderapkannya menuju ke pertempuran. Banyak musuh yang dijungkirbalikannya. Namun, karena tangannya sudah buntung, akhirnya tak urung juga lehernya terbabat putus. Rubuhlah perempuan itu ke atas pasir. Darahnya membasahi tanah yang dicintainya. Tiba-tiba langit berubah hitam mendung. Padahal tadinya cerah terang benderang. Pertempuran terhenti sejenak. Rasul kemudian berkata kepada para sahabatnya, “Kalian lihat langit tiba-tiba menghitam bukan? Itu adalah bayangan para malaikat yang beribu-ribu jumlahnya. Mereka berduyun-duyun menyambut kedatangan arwah Nasibah, wanita yang perkasa.