31.3.15

SYUKURI DAHULU YANG SEDIKIT

Alhabib Quraisy Baharun =SYUKURI DAHULU YANG SEDIKIT= Bukan karena kebahagiaan kita bersyukur,Tapi bersyukurlah yang membuat kita bahagia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278). Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rizki yang banyak,sedangkan rizki yang sedikit saja ia enggan bersyukur? Kenapa kita malas bersyukur, sementara kenikmatan itu akan selalu ditambahkan sesuai janji-Nya, jika kita pandai bersyukur.? Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa nikmat itu ada 3 macam. Pertama, adalah nikmat yang nampak di mata hamba. Kedua, adalah nikmat yang diharapkan kehadirannya. Ketiga, adalah nikmat yang tidak dirasakan. Ibnul Qoyyim menceritakan bahwa ada seorang Arab menemui Amirul Mukminin Ar Rasyid. Orang itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin. Semoga Allah senantiasa memberikanmu nikmat dan mengokohkanmu untuk mensyukurinya. Semoga Allah juga memberikan nikmat yang engkau harap-harap dengan engkau berprasangka baik pada-Nya dan kontinue dalam melakukan ketaatan pada-Nya. Semoga Allah juga menampakkan nikmat yang ada padamu namun tidak engkau rasakan, semoga juga engkau mensyukurinya.” Ar Rasyid terkagum-kagum dengan ucapan orang ini. Lantas beliau berkata, “Sungguh bagus pembagian nikmat menurutmu tadi.” (Al Fawa’id, Ibnul Qayyim). Itulah nikmat yang sering kita lupakan. Kita mungkin hanya tahu berbagai nikmat yang ada di hadapan kita, seperti rumah yang mewah, motor yang bagus, gaji yang tinggi dsb. Begitu juga kita senantiasa mengharapkan nikmat lainnya semacam berharap agar tetap istiqomah dalam agama ini, bahagia di masa mendatang, hidup berkecukupan nantinya, dsb. Namun, ada pula nikmat yang mungkin tidak kita rasakan, padahal itu juga nikmat. Allah 'Azza Wa Jalla berfirman: “Seandainya kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya Manusia sangat dzalim dan sangat mengingkari nikmat Allah”. [Ibrahim 34]. "Semoga Allah menjadikan kita Hamba-hamba-Nya yang bersyukur" ALHAMDULILLAH....

JANGAN PERNAH MEREMEHKAN DOA ORANG TUA

Mungkin orang tua kita jauh dibawah pendidikannya atau sesekali tampak hina dimata kita, karna malu/gengsi tidak seperti orang tua teman yang pendidikannya,pergaulannya lebih tinggi dan berkelas. Ingat sahabatku... Dibalik kelemahan yang anda lihat ada banyak kelebihan, Dibalik wajah kriput yang mulai termakan usia ada segudang kasih dan penuh cinta, mereka tulus dan merawat dan mendidik kita. Maka Jangan pernah meskipun sekali menggores perasaannya atau melukai hatinya, bukankah ridha' Allah terletak juga dengan keridho'an mereka. Jika kemarin sempat berbuat kekhilafan, bersegeralah minta ampun dan maaf pada mereka, Mohonlah kesuksesan dunia akhirat dari mulut mulia mereka, cium tangannya dan mintalah keridho'annya. Doa mereka sangat berharga: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536) Dihadits lain Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلىَ وَلَدِهِمَا “Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian dan doa kejelekan kedua orang tua kepada anaknya.” ( Bukhari ) Tidakkah kita mau mendapatkan doa mulia dari mereka..?? Jangan biarkan kelak anda menyesal, mumpung mereka masih hidup segerakanlah merebut keridho'annya..! Jika mereka telah tiada berbuat baiklah pada teman-teman/orang dekat nya semasa mereka masih hidup doakanlah mereka. "Semoga Allah memudahkan urusan dan mewujudkan cita-cita serta menjadikan kita anak yang berbakti kepada Ibu bapak...Aamiin"

30.3.15

SEXI/SEKSI

" SEXI/SEKSI "


Kebanyakan Kaum HAWA Zaman Sekarang
Suka Senang di bilang SEXI/SEKSI,, Sehingga merekapun sengaja
Menjadikan dirinya terlihat SEKSI,, begitu juga kaum PRIA Kebnyakn Sangat senang Melihat Wanita yg SEKSI,, Lalu di jadikan GEBETAN',, Perlu Kita Ketahui :
SEXI/SEKSI Adalah kata yg di buat oleh seorang pemuda Yahudi dari
Yunani,,
Kata SEKSI di ambil dari bahasa Arab Yaitu Lafadh SAQSHUN ,! Lafadh SAQSHUN Adalah Lafadh
AQOLAN (PENGALIHAN) dari Lafadh SAQISHUN,!! Dan jikalau di TASHRIF : SAQISHO YASQOSHO SAQOSHON FAHUWA
SAQISHUN WA SAQSHUN,,! Kata SEKSI lebih lumrah di sifatkan
kepada KAUM HAWA,, Karna jika di Artikan dalam bahasa ARAB kata SEKSI/lafadh SAQSHUN itu adalah : Wanita yg JELEK AKHLAKNYA,,, KAUM HAWA Harusnya Marah kalau di bilang SEKSI bukan Senang dan malah Menjadi-jadi KESEKSIANYA!!

*copas dr fp Ahbabul Musthofa

HARUMKANLAH MULUT DENGAN SHALAWAT NABI

Alhabib Quraisy Baharun .::HARUMKANLAH MULUT DENGAN SHALAWAT NABI::. Suatu hari Rasulullah pernah menangis, Lantas Para Sahabat bertanya : Apa yang membuatmu menangis wahai Rasulullah..? RASULULLAH menjawab: Aku merindukan Para kekasihku Sahabat berkata : Bukankah kami ini para kekasihmu wahai Rasulullah RASULULLAH menjawab: Bukan..Kalian adalah Sahabat-sahabatku Adapun Para kekasihku mereka adalah Segolongan Kaum yang datang setelah aku,Mereka beriman padaku,padahal mereka belum sempat melihatku. أين أحباب النبي ..؟؟ أين المحبين ..؟؟ صلوا على نبيكم اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا وحبيبنا محمد -صلى الله عليه وسلم YA ALLAH,JADIKANLAH KAMI TERMASUK ORANG-ORANG YANG DIRINDUKAN RASULULLAH

ADAB RASULULLAH DALAM BERCANDA

Alhabib Quraisy Baharun ✿ ADAB RASULULLAH DALAM BERCANDA ✿ Bercanda atau bersenda gurau adalah salah satu bumbu dalam pergaulan di tengah-tengah masyarakat. Ia terkadang diperlukan untuk menghilangkan kejenuhan dan menciptakan keakraban, namun tentunya bila disajikan dengan bagus sesuai porsinya dan melihat kondisi yang ada. Sebab, setiap tempat dan suasana memang ada bahasa yang tepat untuk diutarakan. Khalil bin Ahmad berkata, “Manusia dalam penjara (terkekang) apabila tidak saling bercanda.” Pada suatu hari, al-Imam asy-Sya’bi rahimahullah bercanda, maka ada orang yang menegurnya dengan mengatakan, “Wahai Abu ‘Amr (kuniah al-Imam asy-Sya’bi,RED.), apakah kamu bercanda?” Beliau menjawab, “Seandainya tidak seperti ini, kita akan mati karena bersedih.” (al-Adab asy-Syar’iyah, 2/214) Namun, jika senda gurau ini tidak dikemas dengan baik dan menabrak norma-norma agama, bisa jadi akan memunculkan bibit permusuhan, sakit hati, dan trauma berkepanjangan. Pada dasarnya, bercanda hukumnya boleh, asalkan tidak keluar dari batasan-batasan syariat. Sebab, Islam tidak melarang sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh manusia sebagaimana Islam melarang hal-hal yang membahayakan dan tidak diperlukan oleh manusia. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Bergaullah kamu dengan manusia (namun) agamamu jangan kamu lukai.” (Shahih al-Bukhari, Kitabul Adab) RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM JUGA BERCANDA Sebagai manusia biasa, kadang kala beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bercanda. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mengajak istri, dan para sahabatnya bercanda dan bersenda gurau, untuk mengambil hati, dan membuat mereka gembira. Namun canda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berlebih-lebihan, tetap ada batasannya. Bila tertawa, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melampaui batas tetapi hanya tersenyum. Begitu pula, meski dalam keadaan bercanda, beliau tidak berkata kecuali yang benar. Dituturkan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha: مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّه صلىاللّه عليه وسلم مُستَجْمِعًا قَطُّ ضَا حِكًا حَتَّى تُرَى مِنْهُ لَهَوَاتُهُ إِنَمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan lidahnya, namun beliau hanya tersenyum.[HR.bukhari Muslim] Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai, Rasulullah! Apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Betul, hanya saja aku selalu berkata benar. [HR.Ahmad] Anas Radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha memiliki seorang putera yang bernama Abu ‘Umair. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering bercanda dengannya setiap kali beliau datang. Pada suatu hari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang mengunjunginya untuk bercanda, namun tampaknya anak itu sedang sedih. Mereka berkata: “Wahai, Rasulullah! Burung yang biasa diajaknya bermain sudah mati,” lantas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bercanda dengannya, beliau berkata: يَا اَبَا عُميرٍ مَا فَعَلَ النُغَيْرُ “Wahai Abu ‘Umair, apakah gerangan yang sedang dikerjakan oleh burung kecil itu?” [Hr.Abu dawud] Subhanallah, Bercandanya Rasulullah mampu menghibur sahabat tsb. Nabi juga pernah bercanda,seperti Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Wahai Rasulullah, bawalah aku?” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Kami akan membawamu di atas anak onta.” Laki-laki itu berkata: “Apa yang bisa aku lakukan dengan anak onta?” Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Bukankah onta yang melahirkan anak onta?” [HR.Turmudzi] Sahabatku... Bercandalah dengan Etika yang baik juga kejujuran. Jangan melukai hati atau perasaan orang lain, karena terkadang bercanda mampu membuat kita dan teman lebih fresh,giat dan bersemangat. Wallahu A'laam bis shawab "Semoga kita diberikan Hidayat dan Taufiq-Nya"

Kesabaran Imam Muhammad Al-Baqir Ra.

Ali Abdurahman Al Habsyi untukb‎Kemuliaan Umat Muhammad saw.

Kesabaran Imam Muhammad Al-Baqir Ra.

Seorang Non muslim bermaksud mengejek-ejek Imam Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib Ra, yang digelari orang dengan panggilan “Al-Baqir” (yang luas pentahuannya). Orang Nasrani itu berkata kepadanya: “Engkau adalah baqar (lembu).”

Maka Imam Baqir menjawab dengan penuh kelembutan: “Bukan, tetapi saya adalah Al-Baqir.” Orang Nasrani tersebut tidak menghiraukan jawaban itu. Selanjutnya ia berkata: “Engkau adalah anak seorang tukang masak. Engkau adalah anak seorang wanita hitam yang mulutnya berbau busuk.”

Al-Baqir menjawab: “Seandainya engkau benar, maka aku doakan semoga wanita itu diampuni oleh Allah, dan jika engkau bohong, maka aku doakan semoga Allah mengampunimu.”

Ternyata sikap lemah-lembut dan pemaaf yang dimiliki oleh Imam Muhammad bin Ali bin Husain itu telah menimbulkan rasa kagum pada diri orang Nasrani tersebut, sehingga akhirnya diapun bertaubat untuk tidak mengulangi lagi perangai buruknya itu dan menyatakan dirinya masuk ke dalam agama Islam. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a katanya: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Kekuatan itu tidak dibuktikan dengan kemenangan yang terus menerus Tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika sedang marah. [Bukhari & Muslim]

MENGAPA RIDHO SUAMI ADALAH SURGA BAGI ISTRI?

1. Suamimu dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri. 2. Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya. 3. Suamimu ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah. 4. Suamimu berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri. 5. Suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu. sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali. 6. Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka. karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.

TIADA YANG LEBIH BERUNTUNG DARI PADA PARA PENCINTA SAYYIDINA MUHAMMAD ROSULULLAH SAW.

Muhammad Assegaf‎ untuk Kemuliaan Umat Muhammad saw

TIADA YANG LEBIH BERUNTUNG DARI PADA PARA PENCINTA SAYYIDINA MUHAMMAD ROSULULLAH SAW..

Rosulullah SAW itu, kalau mau berdoa untuk kecelakan kafir Quraisy, sekali beliau mengangkat tangannya maka akan terpendam seluruh kafir Quraisy kedalam bumi dalam sekejap.

MASYA ALLAH Nabiyullah Nuh as. telah berdoa sebagaimana dalam firman Allah: Nabi Nuh berkata “Ya Robbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi” (QS. Nuh: 26 ) Maka Allah menjawab doa itu, Allah turunkan hujan sebanyak-banyaknya dan memerintahkan bumi untuk memuntahkan air sebanyak-banyaknya, dan tidak satu pun daratan yang tersisa di muka bumi, kecuali perahu nabiyullah Nuh as.

Saudaraku yang dimuliakan Allah..Sayyidina Muhammad Rosulullah SAW adalah Pemimpin para Nabi dan Rosul,, tetapi ketika beliau dilempari kotoran onta beliau hanya diam saja dan tidak bergeming dari sujudnya, sampai putrinya Sayyidatuna Fathimah Az Zahra’ berlari menangis dan berkata Wahai para tetangga, janganlah kalian berlaku demikian, tidaklah sepantasnya kalian melempari punggung ayahku dengan kotoran onta di saat beliau bersujud di depan ka’bah, maka ketika itu Rosulullah SAW bangkit dan menenangkan putrinya dan berkata Wahai putriku tenanglah, akan datang suatu Waktu dimana ajaran ayahmu masuk ke semua rumah penduduk dunia ini, di barat dan timur, demikian indahnya budi pekerti Sayyidina Muhammad SAW, Rosulullah SAW bersabda bahwa salah satu kelompok yang dinaungi oleh Allah disaat tidak ada naungan kecuali naungan ALLAH adalah orang yang ketika mengingat Allah mengalirlah air matanya.

Orang yang ketika mengingat dan menyebut nama Allah,, merasa risau Allah akan menjauhinya, merasa risau Allah akan memutus cintanya, merasa risau Allah akan kecewa kepadanya, merasa risau jika Allah tidak ingin dekat dengannya, merasa risau tidak dicintai Allah, ia selalu berharap diampuni oleh Allah, berharap dicintai Allah, berharap dipermudah oleh Allah, berharap diperindah oleh Allah, berharap dipersuci oleh Allah, diperluhur oleh Allah, dimuliakan oleh Allah, selalu penuh harapan dan kerisauan,, harapan untuk selalu dekat dengan Allah dan risau akan jauh dari Allah, harapan untuk dicintai dan diridhoi oleh Allah dan risau akan dimurkaiNya, jiwa yang seperti inilah yang merupakan jiwa yang agung di sisi Allah, dimuliakan Allah.

Sungguh Allah tidak memandang terhadap bentuk kita, tetapi memandang sanubari kita. Maka jadikan sanubari aku dan kalian sebagai berlian Ilahi, yang berpijar dengan cahaya ALLAH, dan kita tidak akan bisa mencapainya kecuali dengan tuntunan Sayyidina Muhammad SAW, kecuali dengan Cinta kepada Sayyidina Muhammad Rosulullah SAW... Cinta Allah berpijar pada gerak-gerik, tuntunan dan kalimat Sayyidina Muhammad SAW…maka beruntunglah… dan tiada yang lebih beruntung dari pada Para pecinta Sayyidina Muhammad
SAW…

ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD

CERITA: HABIB ABDULLAH BIN SYEIKH ALAYDRUS

Suatu hari Habib Abdullah bin Syeikh Alaydrus duduk bercakap-cakap dengan para sahabatnya. Tiba-tiba beliau bertanya, “Adakah dermawan yang lebih murah hati daripadaaku?”. Dua kali pertanyaan ini diajukan, tetapi semua diam, tidak ada seorang pun yang berani menjawab. Namun, kemudian ada salah seorang dari mereka berkata, “Ya Habib, ada yang lebih murah hati daripada engkau.” “Siapa dia?” Tanya syeikh Alaydrus, “Dia tak begitu dikenal.” “Kau harus memberitahukan siapa orang itu. Tak ada alasan untuk menyembunyikannya dariku.” “Dia seorang lelaki lemah bernama Ba Misbah, tinggal di Kholif. “Apa pekerjaan laki-laki ini ? “Tukang celup pakaian.” Pada suatu malam, Habib Abdullah menyamar sebagai wanita, lalu pergi ke rumah Ba Misbah di Kholif. Sesampainya di sana, beliau mengetuk pintu rumah Ba Misbah. “Siapa…?”, tanya Ba Misbah. “Aku seorang syarifah Alawiyah. Aku butuh sesuatu darimu.” Dengan perasaan senang, Ba Misbah segera keluar menemui beliau. “Selamat datang wahai syarifah, segala puji syukur bagi Allah yang telah memilih kami untuk memenuhi kebutuhanmu”, katanya setelah membuka pintu. Malam itu kebetulan adalah malam Idul Adha. “Ya sayyidatiy, apakah kebutuhanmu, mintalah semua yang kau butuhkan. Hamba akan patuh kepadamu”, kata Ba Misbah. “Aku adalah seorang syarifah yang miskin. Anakku banyak. Aku tidak memiliki ayah, saudara maupun suami. Besok hari raya, tapi kami tak memiliki apa-apa.” “Marhaba Permintaan yang mudah bagi pelayanmu ini. Lalu apa yang kau inginkan ? “Aku butuh makanan dan beras.” “Siap!”, ia lalu memberikan dua karung makanan dan dua karung beras. Habib Abdullah tidak membawa barang itu pulang ke rumah, tapi beliau pergi ke belakang rumah Ba Misbah, lalu meletakkan makanan dan beras tersebut di sana. Beliau menunggu hingga Ba Misbah naik ke tingkat paling atas dari rumahnya. Setelah merasa yakin bahwa Ba Misbah telah tidur, beliau kembali ke rumah Ba Misbah, mengetuk pintunya. “Siapa?”, tanya Ba Misbah. “Hababahmu, Syarifah yang tadi datang ke sini. Aku masih ada kebutuhan yang lupa kusampaikan kepadamu.” “Selamat datang sayyidatiy, puji syukur bagi Allah yang telah memilih aku untuk memenuhi kebutuhanmu. Ini sebuah nikmat yang agung” Ia segera menemui Habib Abdullah dengan perasaan senang dan bahagia. “Ya sayyidatiy, mintalah apa yang kau perlukan, aku adalah abdimu, milikmu”, katanya setelah membuka pintu. “ Aku lupa, kami berempat di rumah tidak memiliki pakaian. Aku butuh pakaian." “Siap”, ia lalu mengambilkan empat pakaian yang telah dicelup dan bergambar. Pakaian-pakaian itu berkualitas tinggi, dan pakaian terbaik bagi wanita zaman itu adalah yang bergambar. Habib Abdullah membawa pakaian tersebut ke belakang rumah Ba Misbah dan meletakkannya di tempat yang sama. Beliau mulai takjub dengan kebaikan akhlak Ba Misbah. Sebab, meski diganggu di malam hari, ia tidak merasa susah dan jengkel Setelah merasa yakin bahwa Ba Misbah telah tidur pulas, Habib Abdullah kembali ke rumah Ba Misbah untuk yang ke tiga kalinya. Beliau mengetuk pintu rumahnya. Ba Misbah segera bangun dan bertanya, “Siapakah yang di luar?”. “Hababahmu, syarifah yang tadi datang ke sini. Aku lupa, masih ada satu kebutuhan lagi yang belum kusampaikan kepadamu.” “Selamat datang, segala puji bagi Allah yang telah memilihku untuk memenuhi kebutuhanmu”. Ba Misbah segera keluar menemui Habib Abdullah dengan perasaan lebih senang dan bahagia dari sebelumya. Ia membukakan pintu seakan-akan Habib Abdullah baru pertama kali datang ke rumahnya. “Ya sayyidatiy…, wahai penyejuk hatiku…, mintalah apa yang engkau butuhkan, pelayanmu ini akan selalu patuh. Apa gerangan kebutuhanmu sekarang?” “Aku butuh minyak zaitun, minyak samin, korma dan asidah.” “Marhaba… Setiap kali kau butuh sesuatu mintalah kepadaku.” Ba Misbah segera mengambilkan satu kantong minyak zaitun, satu kantong minyak samin, satu wadah korma.“Ya sayyidatiy, ambillah barang-barang ini. Maafkan aku telah meyusahkanmu lantaran engkau lupa menyebutkan semuake butuhanmu. Jika masih ada yang terlupa, kembalilah kemari Kedatanganmu ke rumahku ini merupakan nikmat terbesar yang diberikan Allah padaku.” Habib Abdullah mengambil semua pemberiannya, lalu pergi ke belakang rumah Ba Misbah. Habib Abdullah takjub melihat kebaikan akhlak Ba Misbah dan mukanya tidak berubah. Beberapa saat kemudian, setelah beliau yakin bahwa Ba Misbah telah tidur pulas, beliau kembali mengetuk pintu rumahnya. Beliau ingin melihat sifat buruknya, atau perubahan wajah Ba Misbah. Ba misbah segera bangun dari tidurnya dan bertanya,“Siapa itu?”. “Hababahmu, syarifah yang tadi datang ke sini. Masih ada keperluanku yang terlupakan. Cepatlah kemari.” Ba Misbah segera keluar dengan perasaan senang dan bahagia, seakan-akan baru pertama kali syarifah itu mengetuk pintu rumahnya. “Selamat datang sayyidatiy, penyejuk hatiku. Segala puji bagi Allah yang telah mengistimewakanku dengan bolak-baliknya engkau ke rumahku. Mintalah apa yang kau butuhkan. Aku adalah abdi dan pelayanmu. Dan memenuhi semua kebutuhanmu adalah puncak cita-citaku.” “Masih ada kebutuhan yang terlupakan olehku.” “Apa itu? Semua yang engkau butuhkan akan kusediakan.Jika tidak ada di sini, aku akan menjual diriku untuk membeli barang yang kau butuhkan.” “Aku butuh daging untuk hari raya besok. Besok hari raya, tapi kami tidak memiliki sesuatu pun.” “Demi Allah, di rumah pelayanmu ini tidak ada sesuatupun kecuali satu kepala kambing untuk hari raya anak-anaknya”, kata Ba Misbah sambil memegang janggutnya, “Akan tetapi tidaklah benar jika anak-anak orang yang kopiahnya bau ini menikmati hari raya, sementara anak cucu Rasulullah SAW tidak berhari raya. Ambillah kepala kambing ini, dan berhari rayalah dengan anak-anakmu.” Habib Abdullah membawa kepala kambing itu dan kembali meletakkannya di belakang rumah Ba Misbah. Habib Abdullah terheran-heran menyaksikan akhlak Ba Misbah. Beliau berkata dalam hatinya, “Hanya seorang arifbillah saja yang akhlaknya seperti ini. Laki-laki ini sedikit pun tidak melihat basyariah seseorang.” Habib Abdullah diam di sana beberapa saat. Setelah merasa yakin bahwa Ba Misbah telah tidur pulas, ia segera kembali kerumah Ba Misbah untuk yang kelima kalinya. Beliau ingin melihat sedikit saja perubahan dari sikap Ba Misbah, walaupun hanya sekedar perubahan raut wajah. Beliau kembali mengetuk pintu rumah Ba Misbah. “Siapa itu ?” “Hababahmu, syarifah yang tadi datang ke sini. Aku teringat satu lagi kebutuhanku.” “Selamat datang wahai cucu Rasulullah. Kenikmatan apa gerangan yang diberikanAllah kepadaku di malam ini? Segala puji syukur bagi-Nya”. Ia segera keluar dengan perasaan senang dan bahagia seakan-akan baru pertama kali syarifah tersebut datang ke rumahnya. “Selamat dating Ya sayyidatiy, dan penyejuk hatiku. Mintalah semua yang kau butuhkan. Aku adalah abdi dan pelayanmu. Aku patuh kepadamu.” “Aku butuh kayu.” “Marhaba.” Ia memanggil pembantunya, meminta kayu. “Wahai hababahku, wahai pelipur hatiku, inilah kayu yang kau butuhkan. Setiap kali kau ingat suatu kebutuhan, kembalilah ke sini. Sebab, melayanimu merupakan salah satu pendekatan diri yang paling terbaik kepada Allah.” Habib Abdullah membawa kayu itu, lalu meletakkannya di tempat yang sama. Beliau kagum menyaksikan kebaikan akhlak Ba Misbah dan kelapangan hatinya. Tak sehelai rambut pun bergerak, tak sedikit pun raut wajahnya berubah. Beliau duduk sejenak hingga benar-benar yakin bahwa Ba Misbah telah pulas dalam tidurnya. Beliau kembali mengetuk pintu rumahnya untuk yang ke enam kali. Dalam hati, beliau berkata, “Mungkin kali ini raut wajahnya akan berubah, atau ia akan mulai menghina dan berkata kasar.” Ba Misbah segera bangun dan bertanya, “Siapa yang mengetuk pintu?” “Hababahmu, syarifah yang tadi ke sini. Masih ada satu kebutuhanku yang baru kuingat sekarang.” “Marhaba… Wahai hababahku, tuanku dan penyejuk hatiku.” Ba Misbah keluar dengan perasaan lebih senang dan bahagia dari sebelumnya. Sekan-akan baru pertama kalinya syarifah itu mengetuk pintu rumahnya. “Alhamdulillaah, kenikmatan agung apa yang sedang diberikan Allah kepadaku ini. Aku tidak berhak menerima kenikmatan ini. Mintalah apa yang kau butuhkan. Wahai sayyidatiy, setiap kali kau ingat sesuatu, datanglah kesini. Aku adalah abdi dan pelayanmu. Aku akan patuh kepadamu.” “Aku butuh seseorang untuk membawakan semua yang kau berikan kepadaku. Lihatlah, semua yang kau berikan kuletakkan di belakang rumahmu. Aku tidak kuat membawanya ke rumahku.” “Beres! Kami akan mengantarkan barang-barang itu kemana pun engkau suka”. Ia kemudian membangunkan isteri, anak dan pembantunya. Mereka semua kemudian diperintahkannya membawa barang-barang syarifah tadi. “Ya sayyidatiy, jalanlah lebih dahulu, agar kami dapat mengikutimu”, kata Ba Misbah. Habib Abdullah berjalan di depan mereka. Ketika sampai di Nuwaidiroh, Habib Abdullah berhenti dan berkata, “Wah…, aku datang bukan dari rumahku, dan aku tidak kenal jalan ini, kecuali kalau aku memulai lagi dari rumah kalian. Mari kita kembali.” “Marhaba….”Mereka semua kembali ke rumah Ba Misbah. Setelah sampai di sana, Habib Abdullah berkata, “Sekarang aku ingat jalan menuju rumahku. Inilah jalannya. “Jalanlah di muka…, agar kami dapat mengikutimu”. Beliau berjalan di depan, dan mereka semua mengikutinya. Sesampainya di Nuwaidiroh, beliau berhenti. “Aku kehilangan arah lagi. Apakah gerangan yang terjadi ? Aku tidak dapat mengingat jalan menuju rumahku, kecuali jika kita mulai lagi dari rumah kalian. Mari kita balik ke sana.” Mereka pun dengan senang hati kembali kerumah Ba Misbah. Habib Abdullah telah menguji Ba Misbah sampai pada puncaknya. Beliau ingin melihat lelaki itu marah, namun sedikit pun sikapnya tidak berubah hingga Habib Abdullah sendiri merasa kelelahan. Fajar mulai menyingsing, Habib Abdullah berkata kepada mereka, “Sekarang telah masuk waktu fajar. Bukalah pintu rumah kalian, aku ingin menunaikan salat Subuh di rumah kalian.” “Selamat datang. Salatmu di rumah ini adalah nikmat terbesar bagi kami. Setiap kali kau meminta sesuatu kepada pembantumu ini, ia akan menyediakannya untukmu. Meskipun kau minta semua yang ada di rumahnya ini, ia akan memberikannya kepadamu. Dan engkau sesungguhnya telah bermurah hati kepada kami, karena telah mengistimewakan aku untuk memenuhi kebutuhanmu.” Ba Misbah lalu membuka pintu rumahnya. Setelah memasuki rumah, Habib Abdullah membuka cadar yang menutupi wajahnya dan berkata kepada Ba Misbah, “Sungguh beruntung kamu…, sungguh beruntung…, kuucapkan selamat atas akhlakmu yang luhur ini. Demi Allah, kau seorang dermawan sejati, lebih murah hati dariku. Aku bukanlah seorang wanita. Aku adalah Abdullah bin Syeikh Alaydrus. Tidak ada seorang manusia pun akan mampu berperilaku dengan akhlak yang luhur ini.” Air mata Habib Abdullah menetes di pipi, ia berkata, “Selamat… selamat… selamat… Maafkanlah aku. Semoga Allah menambah apa yang telah Ia berikan kepadamu, dan menjadikan budi pekerti kita seperti budi pekertimu…”. Setelah berpamitan, Habib Abdullah lalu pergi sambil memuji dan mendoakannya. Subhanallah

Penciptaan Nur Muhammad SAW Awal Terciptanya Semua Makhluk

Mii AL Bein Yahya‎ untuk BANI ALAWIYYIN DI INDONESIA

Penciptaan Nur Muhammad SAW Awal Terciptanya Semua Makhluk

Sebelum semua makhluk diciptakan Allah, Nur Muhammad lah yang pertama kali diciptakan. Di dalam hadits qudsi Allah swt berfirman kepada Nabi Muhammad saw : Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, Aku ingin dikenal kemudian Aku ciptakan alam (makhluk) agar Aku bisa dikenal. Dengan merenungkan tanda-tanda alam dan ayat-ayat Al Qur’an kaum muslimin dapat memperoleh kilasan aspek Ke-Ilahian yang telah dituangkan di alam semesta yang oleh Al Qur’an disebut sebagai wajah Allah (wajh-Allah). Di dalam hadits qudsi tersebut di atas terdapat kalimat yang berbunyi: Kemudian Aku ciptakan alam (makhluk)….. Ini masih berbentuk cahaya dan cahaya itu terbagi-bagi sebagaimana pendapat Ka’ab bin Akbar ra dalam kitab yang berjudul Madari: Yusu’ud (tangga-tangga kenaikan) yang di tulis oleh Syeh Nawawi pada halaman 2 s/d 3, yang terjemahannya kurang lebih sebagai berikut: berkata Ka’ab bin Akbar ra: Ketika Allah hendak menciptakan Maujudat / makhluk, menghamparkan bumi dan meninggikan langit. Allah menggenggam seganggam dari nurNya dan berfirman : Kun Muhammad, maka jadilah segenggam nur tadi menjadi sebuah tiang dari nur yang memancarkan cahaya sampai menembus hijab-hijab kegelapan. Lalu tiang itu bersujud dan berkata: Allahu Akbar. Allah berfirman kepada tiang nur itu: “Aku ciptakan kamu dan Aku beri nama kamu Muhammad. Darimu Ku awali semua makhluk, dan darimu Ku akhiri semua para utusan”. Kemudian Allah membagi empat bagian. Kemudian Allah ciptakan Lauhil Mahfud dari bagian pertama. Lalu Qalam dari bagian yang kedua. Allah berfirman : kepada Qalam, “Tulislah !” maka bergetarlah Qalam seribu tahun kedahsyatan kedahsyatan kitabullah. Lalu Qalam berkata, “Apa yang harus aku tulis ?” Allah berfirman : “Tulislah Lailaaha Illallah Muhammadurrasulullah”. Maka Qalam menulis kalimat itu. Lalu Qalam diberi petunjuk tentang ilmu Allah yang berkaitan dengan makhluk, kemudian Qalam menulis, Anak cucu Adam dari sulbinya; siapa yang taat kepada Allah akan masuk surga, siapa yang maksiyat kepada Allah akan masuk neraka. Umat Nuh; siapa yang taat kepada Allah masuk surga… Umat Ibrahim; siapa yang taat kepada Allah, masuk surga, siapa maksiat… Umat Musa; siapa yang taat kepada Allah masuk surga, siapa maksiat kepada Allah …. Umat Isa; siapa yang taat kepada Allah masuk surga, siapa maksiyat kepada Allah… Umat Muhammad; siapa yang taat kepada Allah masuk surga, siapa maksiyat kepada Allah….ketika Qalam mau menulis kalimat berikutnya ( masuk neraka ) tiba- tiba ada seruan dari Yang Maha Tinggi: “Hai Qalam beradablah kamu”. Maka pecahlah Qalam karena karena kedahsyatan seruan itu, dan sobek ujungnya berbentuk garis lurus, dengan tangan kudrat maka jadilah adap. Qalam tidak bisa menulis kecuali pecah bergaris ujungnya. Lalu Allah berfirman: “Tulislah, umat berdosa Tuhan Maha Pengampun” kemudian Allah menciptakan Arasy dari bagian yang ke tiga. Dari bagian yang ke empat menjadi empat bagian: 1. Bagian kesatu dijadikan akal 2. Bagian kedua dijadikan ma’rifat ( agar dapat mengetahui) 3. Bagian ketiga dijadikan cahaya Arsy dan sinar penglihatan serta seluruh cahaya termasuk siang ( matahari), sinar malam( bulan dan bintang). Semua cahaya ini berasal dari Nur Muhammad, Nur Muhammad adalah awal segala makhluk 4. Bagian yang ke empat dititipkan di bawah arasy, sampai Allah menciptakan Adam. Kemudian Allah menitipkan bagian itu (nur Muhammad) pada punggung Adam, bersujudlah para Malaikat. Kemudian Allah memasukkan Adam ke surga, para Malaikat berbaris rapi di belakang Adam, menyaksikan nur tersebut. Adam berkata: “Ya Allah kenapa para Malaikat berkumpul di belakangku?” Allah berfirman : “Wahai Adam mereka melihat nur kekasihku Muhammad penutup para utusan yang Aku keluarkan (pancaran cahaya) dari punggung mu” Adam berkata: “Ya Tuhan jadikan nur itu di depan saya, supaya saya bisa melihat dan berhadapan dengan malaikat”. Maka Allah memindahkan nur itu pada dahi nabi Adam, Malaikat berbaris di depan Adam. Adam berkata: “Ya Tuhan, jadikan Nur ini di tempat yang aku bisa melihat. Maka Allah jadikan Nur itu pada telunjuk Adam. Adam bisa melihat Nur itu bertambah bagus, megah dan Adam mendengar Nur itu bertasbih penuh keagungan, kemudian Nur itu pindah ke Hawa (istri Adam), seperti matahari yang bersinar. Kemudian ditentukan permulaan para utusan dari Nabi Sis as. Maka hilanglah Nur itu di wajah Hawa pindah ke Nabi Sis as. Lalu Adam mengambil sumpah Nabi Sis as. Bahwasanya: “Tidak akan menyimpan Nur itu kecuali dari yang suci ke yang suci, dari yang mulia ke yang mulia,” sampai pada sulbi Abdullah bin Abdul Mutholib. Kemudian Allah mengeluarkannya ke dunia ini dan menjadikannya Raja para Utusan Rahmatan lil alamin dan seorang panutan yang memancarkan cahaya yang terang benderang. Demikian dikala Nabi Muhammad saw. Diturunkan ke dunia, beliau disinari cahaya yang terang benderang sehingga, cahaya matahari yang menyinarinya tidak bisa memberi bayangan, dikarenakan cahaya Nur Muhammad lebih terang dari pada sinar matahari, itu terjadi di sepanjang hidup sampai beliau wafat. Dan siapa generasi penerusnya setelah Rasulullah saw. wafat? Melihat dari sumpah Nabi Adam as. yang berbunyi tidak akan menyimpan Nur itu kecuali dari yang suci ke yang suci, dari yang mulia ke yang mulia. Mengingat risalah yang di bawa oleh Rasulullah saw. Dan dilanjutkan para pewarisnya yaitu para sahabat, para wali yang suci, dan para tabiin serta para ulama’ (yang disucikan dan yang dimuliakan oleh Allah swt.) Jadi manusia yang dititipi Nur Muhammad, adalah orang-orang yang suci dan orang-orang yang dimuliakan oleh Allah swt. Adapun orang- orang yang mensucikan diri sehingga ia mencapai pada tingkat kesucian ruh mereka diberi petunjuk untuk menuju ke jalan yang sampai kepada ruhnya ruh Nur Muhammad, karena ruh tercipta dari percikan Nur Muhammad dikala bersujud dan bertasbih kepada Allah selama ribuan tahun. Sumber dari Penciptaan Nur Muhammad Awal Terciptanya Semua Makhluk: Makrifat Haji Tambahan dari komentar: Keterangan berikut adalah suntingan dari kitab ‘Sirrul Asrar Fi Ma Yahtaju Ilayhil Abrar’ oleh Ghawthul A’zham Shaikh Muhyiddin Abdul Qadir Jilani رضي الله عه Maka berkata Shaikhuna; tentang … Nur Muhammad ( yaitu hakikat Muhammad) – atau ringkasnya asal kejadian. Semoga Allah Ta’ala memberikan kamu kejayaan di dalam amalan-amalan kamu yang disukaiNya dan Semoga kamu memperolehi keredaanNya. Fikirkan, tekankan kepada pemikiran kamu dan fahamkan apa yang aku katakan. Allah Yang Maha Tinggi pada permulaannya menciptakan cahaya Muhammad daripada cahaya suci Keindahan-Nya. Dalam hadis Qudsi Dia berfirman; “Aku ciptakan ruh Muhammad daripada cahaya Wajah-Ku”. Ini dinyatakan juga oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan sabdanya: “Mula-mula Allah ciptakan ruhku. Pada permulaannya diciptakanNya sebagai ruh suci”. “Mula-mula Allah ciptakan qalam”. “Mula-mula Allah ciptakan akal”. Apa yang dimaksudkan sebagai ciptaan permulaan itu ialah ciptaan hakikat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم; kebenaran tentang Muhammad yang tersembunyi. Dia juga diberi nama yang indah-indah. Dia dinamakan Nur, cahaya suci kerana dia dipersucikan dari kegelapan yang tersembunyi di bawah sifat jalal Allah. Allah Yang Maha Tinggi berfirman: قَدْ جَآءَكُمْ مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَـبٌ مُّبِينٌ “Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan”. – Al-Maaidah, ayat 15 Dia dinamakan aqal yang meliputi (akal universal) kerana dia telah melihat dan mengenali segala-galanya. Dia dinamakan qalam kerana dia menyebarkan hikmah dan ilmu dan dia mencurahkan ilmu ke dalam huruf-huruf. Roh Muhammad adalah zat atau hakikat kepada segala kejadian, permulaan dan kenyataan alam maya. Baginda صلى الله عليه وسلم menyatakan hal ini dengan sabdanya; “Aku daripada Allah dan sekalian yang lain daripadaku”. Allah Yang Maha Tinggi menciptakan sekalian roh daripada roh baginda صلى الله عليه وسلم di dalam alam kejadian yang pertama, dalam bentuk yang paling baik. ‘Muhammad’ adalah nama kepada sekalian kemanusiaan di dalam alam arwah. Dia adalah sumber, asal usul dan kediaman bagi sesuatu dan segala-galanya... Subhanallah Shollu Alan Nabi Muhammad SAW.....

KEINDAHAN WAJAH RASULULLAH SAW

Abu Bakar Asseqaf untuk ‎Kemuliaan Umat Muhammad saw

Berkata As Syaikh Muhammad bin ‘Alawy Al Maliki Ar, menukil salah satu riwayat sahabat bahwa Allah tidak menampakkan keindahan wajah Rasulullah secara keseluruhan di muka bumi, hanya 1 keindahan dari 10 bagian yang diperlihatkan, jika seandainya yang 9 bagian itu ditampakkan juga, maka orang orang akan mengiris hatinya tanpa terasa karena indahnya wajah Sayyidina Muhammad, dan itu kelak akan diperlihatkan di telaga Haudh. Semoga aku dan kalian memandang wajah yg indah itu,amin….

28.3.15

Pada Hari Kiamat, Uban Jadi Cahaya Bagi Pemiliknya

Ustadz Yusuf Mansur ·
Pada Hari Kiamat, Uban Jadi Cahaya Bagi Pemiliknya

Hampir setiap orang yang menginjak usia lanjut rambutnya bukan lagi berwarna hitam melainkan putih.

Rambut berwarna putih atau uban memang tidak hanya terlihat pada orang tua saja. Mereka yang masih muda pun tidak jarang sudah beruban, meskipun tidak sebanyak orang tua mereka. Tidak jarang mereka para orang tua yang sudah beruban malah mencabuti ubannya. Mereka tidak ingin terlihat tua, maka dicabutlah uban-uban tersebut. Tahukah Anda, bahwa mencabut uban itu tidak baik untuk diri kita. Kenapa? Karena uban yang ada pada diri seorang muslim itu akan menjadi cahaya di hari kiamat. Uban menjadi cahaya bagi pemiliknya di hari kiamat jika ia seorang muslim, sebagaimana disebutkan dalam hadist-hadits shahih. Dalam Sunan At-Tarmidzi dan An-Nasa’i diriwayatkan dari Ka’b ibn Murrah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beruban dalam keislaman, ubannya akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” Dalam Musnad Ahmad, Sunan At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibn Hibban diriwayatkan dari ‘Amr ibn ‘Abasah, yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Uban itu cahaya orang yang beriman. Setiap laki-laki yang beruban dalam keislaman, maka dengan setiap ubannya itu ia mendapat satu kebaikan dan diangkat satu derajat.” Hadits diatas diperkuat oleh hadis marfu’ dari Abu Hurairah, “Jangan cabut uban, karena itu adalah cahaya di hari kiamat. Siapa yang beruban dalam keislaman, maka dengan setiap satu uban, ia mendapat satu kebaikandan diangkat satu derajat.” (H.R. Ibn Hibban dengan sanad hasan) Ibn ‘Adi dan al-Baihaqi meriwayatkan dari Fadhalah ibn ‘Ubaid yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Uban itu cahaya di wajah seorang muslim. Siapa yang mau, silahkan cabut cahayanya.” Nabi berkata bahwa siapa yang ingin cahaya nya dicabut, maka silahkan cabut ubannya. Sebelumya kita tidak pernah tau bahwa uban segitu berharganya bagi kita di hari kiamat kelak. Jadi, masih mau cabut uban? Silahkan SHARE dan LIKE jika tausiyah ini sangat bermanfaat bagi orang lain Subhanallah... Semoga yang Like dan berkomentar Aamiin hidupnya bahagia, punya harta berlimpah, punya pasangan dan anak keturunan yang sholeh dan sholeha, dicintai Allah dan Rasul-Nya, dan di akhirat masuk surga. Aamiin Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan te

Nasehat Al-Habib ‘Umar bin Muhammad bin Hafidz

Nasehat Al-Habib ‘Umar bin Muhammad bin Hafidz Diantara Nasihat dan kalam beliau Janganlah kalian menyia-nyiakan persahabatan dengan orang-orang mulia, yaitu orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi [di sisi Allah], orang-orang yang cahayanya berkilauan. Demi Allah, memisahkan diri dari mereka merupakan suatu kerugian, bagaimana sifat kerugian tersebut jika pemimpin mereka (Rasulullah) bersabda, “Celakalah orang yang pada hari kiamat tidak melihatku.” Sesungguhnya orang yang tidak melihat kaum sholihin tak akan bisa melihat beliau saw. Orang yang tidak memandang mereka, tidak akan bisa memandang beliau saw. Dan orang yang tidak menjalin hubungan dengan mereka tidak akan bisa berhubungan dengan beliau saw. Karena kaum sholihin adalah bagian dari beliau saw, pewarisnya, para khalifahnya, pemegang sir-nya. Merekalah pemegang sir setelah nabi. Merekalah pewaris, semulia-mulia pewarisnya. Mereka itu seperti Sayyidina Abdullah Al-Haddad yang telah disifatkan oleh Sayidina Ali bin Muhammad Al-Habsyi dalam qashidahnya : “Karena dia sejuklah mata hati Nabi Muhammad. Bagi beliau ia adalah sebaik-baik keturunannya, panutan para pengikut, ka’bah orang yang meniti jalan, dan kebanggaan penduduk desanya. Nasihat-nasihatnya menebarkan pengetahuan. Menghinakan si sesat dan si pembuat kerusakan. Kasih sayangnya meliputi semua umat. Darinya mereka mengambil manfaat dengan sebaik-baik pengambilan manfaat.” “Dialah cucu yang bersambung nasabnya dengan orang-orang mulia yang kemuliaan mereka dikenal para pejuang dan pemberani. Dialah penyalur asrar dan ilmu mereka kepada keluarga dan anak keturunannya. Maka semua yang bersuluk setelahnya bersinar dengan cahaya beliau yang benderang.” Cahaya ini tak akan padam. Mengapa? Sebab Allah-lah yang menyalakannya! Itulah sebabnya! Tak ada sebab lain. Siapakah yang mampu memadamkan cahaya yang telah dinyalakan oleh Allah SWT? Demi Allah, cahaya itu tak akan padam! Tetapi, betapa menyedihkan, di antara kita terdapat orang-orang yang terhalang dari cahaya itu, yaitu orang-orang yang enggan masuk ke dalam golongan mereka. Mereka masuk ke dalam kelompok lain. Habib Ali berkata: “Siapa tak menempuh jalan leluhurnya pasti akan bingung dan sesat. Wahai anak-cucu nabi, tempuhlah jalan mereka. tapak demi tapak dan jauhilah segala bid’ah.” Siapakah yang lebih mengenal Allah dibanding kaum arifin? Dibanding para imam kita? Siapakah yang lebih mengenal Rasul SAW dibanding mereka? Wahai hamba-hamba Allah, pelajarilah riwayat hidup kaum sholihin. Jalinlah persaudaraaan dan kasih sayang di antara kalian. Bersiaplah menolong jalan mereka. Demi Allah, jalan mereka tersebar, bendera mereka berkibar, bukan di negara kalian saja, namun di seluruh penjuru dunia, timur maupun barat, Arab maupun Ajam, Amerika, Eropa maupun Rusia. Di sana bendera keluarga Sayyidina Habib Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir akan berkibar, bendera ahli thoriqoh ini. Mereka memiliki para penolong yang berkedudukan tinggi. Namun mereka yang tidur, nyenyak dalam tidurnya; yang duduk berpangku tangan, terus duduk saja. Cukup sudah orang yang terlambat dan tertinggal. Bangkitlah dengan sidq. Amatilah, apakah perjalanan hidup mereka telah diterapkan di rumah kalian. Bagaimana kalian ini?! Kalian mengaku cinta dan memiliki ikatan dengan mereka, namun di rumah kalian tiap hari yang terdengar hanya berita mengenai orang-orang kafir, orang-orang fasik dan para bintang film?! Setahun penuh tidak pernah ada berita mengenai salaf! Namun saat ini sinetron, wanita-wanita fasik dan kafirlah yang mendidik anak-anak kita. Betapa banyak anak perempuan kita yang meniru wanita-wanita fasik di TV sehingga mereka tak kenal lagi Fatimah Zahra, bagaimana beliau, bagaimana pakaiannya, bagaimana kezuhudannya, bagaimana ibadahnya. Mereka tidak lagi mengenal putri-putri nabi: Zainab, Ummu Kultsum, Ruqayyah. Mereka juga tidak tahu istri-istri nabi: Khodijah binti Khuwailid, Aisyah As-Shiddiqah, dll. Kalian meniru orang-orang durhaka padahal kalian muslim, mukmin, memiliki kebesaran, kebanggaan dan kemuliaan. Kalian mengganti teladan yang telah diridhoi Allah untuk kalian: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik. (QS Al-Ahzab, 33:21) Apakah kalian berniat mengganti Rasulullah dengan mereka? Teladan apakah yang telah kalian berikan kepada keluarga dan anak-anak kalian? Wahai saudaraku, dalam buku catatan amal tertulis kata-kata yang tidak patut, pandangan yang tidak layak, dan niat yang tidak pantas, siapakah yang akan menghapusnya? Bertobatlah kepada Allah. Dan Dia-lah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan. (QS Asy-Syuura, 42:25)

27.3.15

KENAPA NON MUSLIM BANYAK YANG KAYA

KENAPA NON MUSLIM BANYAK YANG KAYA..? JAWAB Anas bin Malik berkata : Saya masuk menemui Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan beliau sedang berbaring miring di atas tikar pandan kecil yang bersulam, dan di bawah kepalanya bantal dari kulit berisikan rumput kering. Lalu beberapa orang dari sahabatnya datang di antaranya adalah Umar bin Khaththab, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pun bangkit menggeser tubuhnya yang sedang terbuka bajunya. Umar bin Khaththab tak sanggup menahan tangisnya ketika melihat bentuk sulaman tikar yang membekas di tubuh bagian samping Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya, "Mengapa engkau menangis, wahai Umar?" Umar menjawab, "Demi Allah, saya tidak menangis kecuali tahu bahwa engkau lebih Allah muliakan daripada Kisra dan Qaishr. Mereka hidup dalam kesenangan, sementara engkau, Rasulullah, di tempat yang saya lihat?" Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Apakah engkau tidak rela dunia menjadi milik mereka dan akhirat untuk kita?" Umar menjawab, "Ya, aku rela." Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Begitulah yang benar" Orang" non muslim yang hidup di dunia ini , layaknya sedang menempuh perjalanan jauh di padang pasir yang sangat panas , namun kini mereka sedang berteduh di bawah pohon , apa bila mereka mati , barulah mereka meneruskan perjalanan jauh yang sangat panas itu ( Neraka jahanam )

HABIB JINDAN bin NOVEL bin SALIM bin JINDAN berkata

Majelis At-Thahiriyah HABIB JINDAN bin NOVEL bin SALIM bin JINDAN berkata: “Intinya kita diberikan hidup untuk dari sekarang nih kita pikirkan bagaimana agar kita bisa lolos dari jembatan shirath, bagaimana biar timbangan kita berat, bagaimana biar kita bisa masuk ke dalam surgaNya Allah Swt. Kuburan yang akan kita masuki adalah masa depan yang hakiki. Di kubur kita akan ditanya oleh malaikat MUNGKAR dan NAKIR. Kenapa malaikat yang menginterogasi hamba di dalam kubur namanya MUNGKAR dan NAKIR? Sebab tiap mayyit yang melihat interogasi mereka ketakutan, langsung grogi, langsung ketakutan dari mereka hingga ketika ditanya MAN RABBUKA ? itu lebih menggetarkan dari suara halilintar yang ada di telinga kita Dan orang yang diberikan kabar disitu adalah orang yang ditetapkan hatinya di dunia dengan akidah yang mulia ini dengan ajaran yang mulia ini hingga dia bisa menjawab dengan lancar. Sehingga saudara-saudara sekalian apabila kita mendengar seorang mayyit dimakamkan itu didoakan SABBATAQALLAHU BIL QAULITSSABIQ FIL HAYATIDDUNIA WAL AKHIRAH, semoga engkau wahai mayyit ditetapkan oleh Allah Ta’ala dikuatkan hatimu dengan ALQAULITSSABIQ. Apa ALQAULITSSABIQ? Yaitu LAAILAHAILLALLAH. Kuburan cuma ada dua alternatif di dalamnya. Apa alternatif pertama? Yaitu Taman sorga dan mudah-mudahan tuh tempat kita Atau alternatif kedua yaitu Lubang yang mendidih yang panas api neraka (NAUDZUBILLAHMINDZAALIK). Beramal buat diri kita bukan buat orang lain. MAN AMILA SHOLIHAN yang baik dia bikin baik buat dirinya bukan buat orang. Masing-masing dengan amalnya sendiri”

Bagaimana keadaan Wanita tarim Yaman hadramaut..???

الحبيب محمد توفق بن ابوبكر بن محمد بن حسن بن شيخ العيدروس Bagaimana keadaan Wanita tarim Yaman hadramaut..??? Jawab : Mereka tak pernah MENYUSAHKAN suaminya, demikian pula suami pada istrinya, bila susu habis misalnya, atau beras, atau apasaja yg perlu dibeli, mereka TAK BERANI bicara pada suaminya, karena TAKUT suaminya sedang tidak ada uang, atau sedang sibuk, maka mereka taruh lah bungkus2 kosong itu kira2 ditempat yg sekiranya menyolok dan terlihat oleh suaminya.. Demikian pula suami, seluruh hajat pasar, sayur dan lainnya suami yg BELANJA, istrinya boleh boleh saja keluar ke pasar kaum wanita, misalnya belanja baju, atau barang barang khusus wanita, kalau urusan dapur, sayur, beras dll itu tugas suami atau pembantunya.. Istri selalu membuat kamar tidur WANGI, bila suaminya pulang maka pastilah kamar sudah ditata rapih dan sangat wangi, pakaian suami sudah pasti wangi, kamar mandi wangi, semua ditata SERAPI mungkin.. Istri tak pernah MENGANGKAT suara pada suami, tak pernah MARAH, tak pernah CEMBERUT, bila mereka kesal mereka menangis dan mengadu pada suaminya dengan LIRIH atau dengan perkataan yang LEMBUT.. itulah marah mereka.. demikian pula suami, tak pernah marah pada istrinya.. وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰہِ وَبَرَكَاتُہ

ADZAN JUM’AT DUA KALI, SHALAT SUNNAT QOBLIYAH JUM’AT & KHOTBAH DENGAN MEMEGANG TONGKAT

ADZAN JUM’AT DUA KALI, SHALAT SUNNAT QOBLIYAH JUM’AT & KHOTBAH DENGAN MEMEGANG TONGKAT Komunitas muslim di Indonesia meyoritas adalah warga Nahdliyyain dan mereka itu pada umumnya awam tentang dalil-dalil bagi amaliyah yang selama ini mereka amalkan. Maka wajarlah mereka itu kita beri pencerahan tentang amaliyah-amaliyah NU secara utuh agar mereka tidak menjadi kurban cara pandang kelompok muslim yang suka membid’ahkan muslim lain yang bukan kelompoknya. Memang ada kelompok muslim dengan nada provokatif yang melontarkan tuduhan negataif kepada warga kita, antara lain –kata mereka- Adzan Jum’at dua kali, shalat sunnat qobliyah Jum’at dan khotbah dengan memegang tongkat itu termasuk tindakan BID’AH. Di bawah ini penjelasan tentang permasalah amaliyah-amaliyah tersebut : Pelaksanaan Jum’at yang dilakukan oleh warga Nahdliyyin adalah dengan dua kali adzan dan satu iqamah. Urut-urutannya sebagai berikut : - Mu’addzin mengumandangkan adzan. Adzan pertama ini disebut dengan istilah adzan tsalits; - Kemudian para jama’ah melakukan shalat sunat qobliyah dua rakaat; - Setelah khatib naik mimbar dan menyampaikan salam kepada para jama’ah, maka mu’adzin mengumandangkan adzan lagi. Adzan yang kedua ini disebut adzan awal; - Selanjutnya sang khatib membacakan dua khotbah dalam posisi berdiri dan memegang sebuah tongkat; - Setelah selesai khotbah, maka muadzin mengumandangkan iqamah (kamat). Dan ini disebut dengan istilah adzan tsani. Dasar Hukum Pelaksanaan Adzan Tsalits Adzan tsalits (adzan pertama kali) ini dilakukan oleh umat Islam pada zaman sahabat Utsman bin Affan ra. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari : عن السائب بن زيد رضي الله عنه قال : كان النداء يوم الجمعة أوله إذا جلس الإمام على المنبر على عهد النبي صلى الله عليه وسلم وأبي بكر وعمر رضي الله عنهما. فلما كان عثمان رضي الله عنه وكثر الناس زاد النداء الثالث على الزوراء. [رواه البخاري] Artinya : “Dari Sa'ib bin Yazid dia berkata : pada mulanya adzan jum'at itu ketika khatib duduk di atas mimbar, demikian itu pada zaman Nabi, Abu Bakar dan Umar. Kemudian pada zaman Utsman, manusia bertambah banyak yang dataug ke masjid, maka ditambahlah adzan tsalits di atas menar”. (HR. Bukhori) Riwayat hadits ini menyatakan bahwa sejak masa pemerintahan Utsman terjadi penambahan adzan tsalits tersebut. Apa yang dilakukan oleh Utsman ini ternyata diikuti oleh seluruh sahabat yang ada waktu itu dan tak ada satu pun dari mereka yang menentangnya. Dengan demikian mengenai adzan tsalits tersebut berarti telah terjadi kesepakatan pendapat di antara para sahabat (ijma’ shahabi). Dan ijma’ shahabi ini bisa dipakai dasar hukum. Selain itu, mengikuti jejak sahabat Utsman Berarti juga mengikuti jejak Nabi, sebab Nabi memerintahkan kepada kita agar mengikuti Khulafa’ur Rasyidin, dan Utsman termasuk salah satu seorang dari rnereka, sesuai dengan sabda beliau : عليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين من بعدي [رواه أبو داود] Artinya: “Pegangilah sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin sesudah aku”. (HR. Abu Dawud) Dasar Hukum Pelaksanaan Shalat Sunnat Qobliyah Jum’at dan Khotbah dengan Memegang Tongkat Kaum Ahlussunnah Wal Jama’ah mengamalkan shalat sunat qobliyah Jum’at ini berdasarkan sunnah qouliyyah dan sunnah fi’liyyah (sabda dan perilaku Nabi SAW), sebagaimana yang tersebut dalam kitab Ahkamul Fuqoha’ masalah no. 4 dengan mengutip keterangan dari kitab karangan Syaikh Kurdi ala Bafadlol, sebagai berikut : قال الكردي على بافضل في باب صلاة الجمعة : وأقوى ما يتمسك به مشروعية الركعتين قبل الجمعة ما صححه ابن حبان من حديث عبد الله بن الزبير مرفوعا : ما من صلاة إلا وبين يديها ركعتان. قاله في فتح الباري. وقال الكردي أيضا : ورأيت نقلا عن شرح المشكاة لملا على القاري ما نصه : وقد جاء بسند جيد كما قاله العراقي إنه صلى الله عليه وسلم كان يصلي قبلها أربعا. اهـ Artinya : “Dalil yang paling kuat sebagai pedoman bagi dianjurkannya shalat qobliyah Jum’at dua rakaat ialah hadits shahih riwayat Ibnu Hibban dari Abdillah bin Zubair Marfu’ sampai Rasulullah SAW. : “Tidak ada satu pun shalat fardlu kecuali sebelumnya dilakukan shalat sunat dua rakaat”. Demikian keterangan kitab Fathul Bari. Syaikh Kurdi juga mengatakan : “saya melihat ada sebuah riwayat syarah Misykah karangan Syaikh Mula Ali Qori, demikian teksnya : “telah datang sebuah riwayat dengan sadad yang bagus sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-‘Iroqi bahwa Rasulullah Saw. melakukan shalat sebelum Jum’atan empat rakaat”. Adapun khotbah dengan memegang tongkat ini dasar hukumnya adalah Fi’lun Nabi SAW. sebagaimana yang ditulis oleh imam Suyuthi dalam kitab Al-Jami’us Shoghir hal 245: كان إذا خطب في الحرب خطب على قوس وإذا خطب في الجمعة خطب على عصا. [رواه ابن ماجه والحاكم والبيهقي] Artinya : “Adalah Rasulullah SAW. ketika berkhutbah dalam rangka perang beliau berkhutbah dengan memegang pedang, dan jika berkhutbah untuk shalat Jum’at beliau berliau berkhutbah dengan memegang tongkat” (HR. Ibnu Majah, Hakim dan Baihaqi) Dengan demikian warga kita mengerti bahwa tuduhan BID’AH yang dialamatkan kepada kita itu menjadi batal dalam hukum, karena kuatnya dalil-dalil syar’i yang mendukung kebenaran-kebenaran amaliyah kita tersebut.—

RASULULLAH PINGSAN DAN MENANGIS

Rasulullah Pingsan dan Menangis Saat Mendengarkan Jibril Mengisahkan Pintu Neraka Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah Saw: "Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?" Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya". Lalu Rasullulah Saw bersabda: "Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam". Jawabnya: "Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama 1000 tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun sehingga putih, kemudian 1000 tahun sehingga hitam, lalu menjadi hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar semua penduduk dunia karena panasnya. Demi Allah, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya. Demi Allah, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke 7. Demi Allah, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur karena sangat panasnya. Jahannam itu sangat dalam, perhiasannya besi dan minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya adalah potongan-potongan api. Api neraka itu ada 7 pintu, jarak antar pintu sejauh 70 tahun, dan tiap pintu panasnya 70 kali dari pintu yg lain". Dikatakan dalam Hadith Qudsi: "Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahariKu. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu: mempunyai 7 tingkat. Setiap tingkat mempunyai 70.000 daerah. Setiap daerah mempunyai 70.000 kampung. Setiap kampung mempunyai 70.000 rumah. Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik. Setiap bilik mempunyai 70.000 kotak. Setiap kotak mempunyai 70.000 batang pokok zaqqum. Di bawah setiap pokok zaqqum mempunyai 70.000 ekor ular. Di dalam mulut setiap ular yang panjangnya 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Dan di bawah setiap pokok zaqqum terdapat 70.000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat". "Api yang ada sekarang ini, yang digunakan bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam" (HR. Bukhari-Muslim). "Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka akan mendengar kegeraman dan suara nyalanya". (QS. Al-Furqan: 11). "Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah lantaran marah". (QS. Al-Mulk: 7). Air di jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak), anginnya adalah samum (angin yang amat panas), sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang sangat panas) (Lihat QS. Al-Waqi'ah: 41-44). Rasulullah Saw meminta Jibril untuk menjelaskan satu per satu mengenai pintu-pintu neraka tersebut. "Pintu pertama dinamakan Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), yang diperuntukkan bagi kaum munafik dan kafir. Pintu ke 2 dinamakan Jahim, yang diperuntukkan bagi kaum musyrikin; Pintu ke 3 dinamakan Saqar, yang diperuntukkan bagi kaum shobiin atau penyembah api; Pintu ke 4 dinamakan Ladha, diperuntukkan bagi iblis dan para pengikutnya; Pintu ke 5 dinamakan Huthomah (artinya: menghancurkan hingga berkeping-keping), diperuntukkan bagi kaum Yahudi; Pintu ke 6 dinamakan Sa'ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), diperuntukkan bagi kaum kafir. Rasulullah bertanya: "Bagaimana dengan pintu ke 7?" Sejenak malaikat Jibril seperti ragu untuk menyampaikan siapa yang akan menghuni pintu ketujuh. Akan tetapi Rasulullah Saw mendesaknya sehingga akhirnya Malaikat Jibril mengatakan, "Pintu ke 7 diperuntukkan bagi umatmu yang berdosa besar dan meninggal sebelum mereka mengucapkan kata taubat". Mendengar penjelasan yang mengagetkan itu, Rasulullah Saw pun langsung pingsan, Jibril lalu meletakkan kepala Rasulullah Saw di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar beliau bersabda: "Ya Jibril, sungguh besar kerisauan dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umat ku yang akan masuk ke dalam neraka?" Jawabnya: "Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari umatmu." Nabi Muhammad lalu menangis, Jibrail pun ikut menangis. Kemudian nabi saw langsung masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang. Setelah kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan ketika sholat beliau pun menangis dengan tangisan yang sangat memilukan. Karena tangisannya ini, semua sahabat ikut menangis, kemudian mereka bertanya: “Mengapa beliau begitu berduka?” Namun beliau tidak menjawab. Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat beliau karena tangisan yang tiada henti. Wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung. Sebagaimana yang diceritakan oleh Kasyfi, bahwa bumi tempat beliau duduk telah basah dengan air mata. Sayyidah Fathimah as berkata kepada ayahnya, semoga hidupku menjadi tebusanmu, “Mengapa Ayahanda menangis?” Nabi saw menjawab: “Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis? Karena sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan kondisi neraka. Neraka itu mempunyai 7 pintu, dan pintu- pintunya mempunyai 70.000 celah api. Pada setiap celah ada 70.000 peti mati dari api, dan setiap peti berisi 70.000 jenis azab". Setelah mendengar ucapan tersebut, para sahabat Nabi menangis dan meratap, "Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit". Sementara sebagian lagi menangis dan meratap, "Seandainya ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar tentang azab ini". Ammar bin Yasir berkata, "Andaikan aku seekor burung, tentu aku tidak akan ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab". Bilal yang tidak hadir di sana datang kepada Salman dan bertanya sebab-sebab duka cita itu. Salman menjawab: "Celakalah engkau dan aku, Sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini dan kita akan diberi makan dengan zaqqum (pohon beracun di neraka). Sungguh dialog yang sangat mengerikan. Para sahabat meratap dan menangis, bahkan Nabi dan malaikat Jibril pun menangis saat mengetahui tentang dasyatnya siksa di neraka. Bagaimana dengan kita..?

Ini 10 Wasiat Rasulullah SAW Kepada Fatimah Az-Zahra

DINUL ISLAM – Wasiat ini merupakan mutiara termahal nilainya, khususnya bagi setiap istri yang mendambakan kesalehan. Inilah 10 wasiat Rasulullah SAW kepada putrinya Fatimah Az-Zahra 1.Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diaduknya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya. 2.Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah. 3.Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang. 4.Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum telaga kautsar pada hari kiamat nanti. 5.Wahai Fatimah! Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah. 6.Wahai Fatimah! Disaat seorang wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelekan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang Allah. Disaat seorang wanita melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Disaat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, didalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat. 7.Wahai Fatimah! Disaat seorang istri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau. Dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allah pun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah. 8.Wahai Fatimah! Disaat seorang istri tersenyum dihadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih. 9.Wahai Fatimah! Disaat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. 10.Wahai Fatimah! Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya. Maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat. Subhanallah, betapa bersyukurnya Anda yang terlahir sebagai seorang wanita. Diberikan berbagai kelebihan dan keistimewaan juga kemudahan memasuki surga. Semoga kita termasuk ke dalam golongan ahli surga. Aamiin. Demikian wasiat rasulullah kepada wanita yang telah di wasiatkan oleh Rasulullah melalui putrinya tercinta Fatimah Az-Zahra, Semoga Kajian singkat ini bisa menjadi Motivasi dan Inspirasi kita semua sebagai umat Islam khususnya para wanita sebagai istri yang sholehah.

25.3.15

10 Faidah Keutamaan Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW

# 10 Faidah Keutamaan Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. # Shallallahu ‘ala Muhammad . 1) Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW itu mengikuti perintah Allah SWT 2) Bersama-sama Allah SWT dalam bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, walaupun berbeda makna. Sholawat dari kita adalah doa dan permohonan, sedangkan Sholawat dari Allah SWT adalah pujian dan keagungan untuk Nabi Muhammad SAW. 3) Bersama-sama Malaikat dalam bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW 4) Tiap bersholawat sekali kepada Nabi Muhammad SAW, maka mendapatkan 10 sholawat dari Allah SWT 5) Tiap bersholawat sekali kepada Nabi Muhammad SAW, maka diangkat 10 derajat untuknya oleh Allah SWT 6) Tiap bersholawat sekali kepada Nabi Muhammad SAW, maka dituliskan 10 kebaikan untuknya oleh Allah SWT 7) Tiap bersholawat sekali kepada Nabi Muhammad SAW, maka dihapuskan 10 kejelekannya oleh Allah SWT 8) Harapan untuk doanya akan dikabulkan Allah SWT jika memulai doanya dengan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. dan doa yang sebelumnya terhenti di antara bumi dan langit langsung dinaikkan ke hadapan Allah SWT dengan bersholawat kepada Nabi Muhammad ? 9) Sesungguhnya sholawat adalah sebab untuk kita mendapatkan syafaat Nabi Muhammad ? 10) Sesungguhnya sholawat untuk Nabi Muhammad SWA menjadi sebab pengampunan dosa-dosa kita.

BERBAHAGIALAH UMMAT SAYYIDINA MUHAMMAD

Berbahagialah Ummat Sayyidina Muhammad. Dikisahkan ; Sulaiman An - Na'im berkata : " Pada suatu ketika, aku mimpi bertemu Rasulullah (saw) , lantas aku bertanya kepada Beliau,"Wahai Rasulullah, mereka yang mengunjungimu, dan mengucapkan salam kepada mu, apakah Engkau mengenal mereka, dan menjawab salam mereka??" . Jawab Beliau : " Ya, aku mengenal mereka dan aku membalas salam mereka. " semoga salam kita pun dijawab Beliau.

BOLEHKAH MENDOAKAN ORANG YANG WAFAT DALAM KEADAAN NON MUSLIM

Habib Umar bin Hafidz Menjawab: Mendoakan Seseorang Yang Wafat Dalam Keadaan Kafir Wafat seseorang dalam keadaan kafir, akan tetapi banyak ummat muslim mendoakannya semoga Allah melimpahkan rahmat dan ampunan kepadanya dengan alasan dia telah banyak berbuat baik kepada semua orang, apakah boleh mendoakan rahmat dan ampunan yang ditujukan untuk orang yang wafat dalam keadaan non muslim? Habib Umar bin Hafidz menjawab: Diperbolehkan mendoakan untuk keluarga yang ditinggalkan agar Allah segera membukakan pintu hidayah dan masuk dalam sanubarinya cahaya keimanan. Adapun mendoakan dengan rahmat dan ampunan yang ditujukan bagi orang yang wafat dalam keadaan non muslim tidak diperbolehkan. Karena hal ini bertentangan dengan hukum Allah إن الله لا يغفر أن يشرك به Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (QS Annisaa : 48) Karena tempatnya orang yang menjadikan sesembahan selain Allah adalah akan kekal abadi didalam neraka, Allah SWT berfirman dalam AlQur’an ((إن الذين كفروا من أهل الكتاب والمشركين في نار جهنم خالدين فيها أولئك هم شر البرية Sesungguhnya orang-orang kafir dari kelompok ahlu kitab dan musyrik kelak akan masuk neraka jahannam kekal abadi didalamnya merekalah seburuk-buruknya makhluk (QS AlBayyinah : 6) Sehingga tidak diperkenankan mendoakan seseorang yang diketahui wafat dalam keadaan kafir, lain halnya jika kita mendoakan dengan bentuk syarat, seperti “Yaa Allah jika dia wafat sementara didalam hatinya ada keimanan kepada-Mu dan rasul-Mu, ampunkanlah dosanya, limpahkan kepadanya rahmat”. Karena bisa jadi didalam hatinya bersemayam cahaya keimanan yang tidak diketahui oleh siapapun terkecuali oleh Allah dan dia seorang. Wallahu a’lam

Keteladan baginda nabi Muhammad Rasulullah SAW...

Keteladan baginda nabi muhammad rasulullah saw... Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual. Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Sayidatina ‘Aisyah menceritakan: ”Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang.” Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, “Belum ada sarapan ya Khumaira?” (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan’) Aisyah menjawab dengan agak serba salah, “Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.” Rasulullah lantas berkata, ”Kalau begitu aku puasa saja hari ini.” tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya. Pernah baginda bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.” Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda sebagai kepala keluarga. Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai bersembahyang : “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?” “Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar” “Ya Rasulullah… mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…” desak Umar penuh cemas. Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda. “Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?” Lalu baginda menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?” “Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.” Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor. Hanya diam dan bersabar bila kain rida’nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya. Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu. Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan. Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan. Ketika pintu Syurga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemahuan jiwanya yang tinggi. Bila ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah, “Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?” Jawab baginda dengan lunak, “Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.” Rasulullah s. a. w. bersabda, “Sampaikanlah pesanku walaupun sepotong ayat”

MENGEMIS DEMI MENCARI ILMU

Mii AL Bein Yahya‎ untuk BANI ALAWIYYIN DI INDONESIA

MENGEMIS DEMI MENCARI ILMU

Terkisah di dalam kitab Manhajul Ahmad I: 177 karya Imam Al-Ulaimi

bahwa Imam Baqi bin Makhlad sengaja datang dari Andalusia (Spanyol) ke Baghdad dengan berjalan khaki melalui Maghribi (Afrika), semata-mata hanya untuk bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal dan mengambil Hadits darinya.

Ketika tiba di Baghdad, beliau mendapati ujian tengah menimpa Imam Ahmad, penguasa yang zalim kala itu melarang Imam Ahmad membuka majelis-majelis atau sekedar membacakan Hadits.

Namun keteguhan hati dan kecintaannya terhadap Hadits Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam tidak menjadikan beliau putus asa.

Beliau tetap mendatangi dan mengutarakan maksud kedatangannya kepada Imam Ahmad. Beliau berkata, “Wahai Paduka, jika Paduka berkenan aku akan datang setiap hari kepada Paduka sebagai peminta-minta, ketika aku mengetuk pintu rumah Paduka, berikanlah aku ilmu meski hanya satu Hadits, itu sudah cukup bagiku.” Imam Ahmad pun menyetujuinya.

Keesokan harinya beliau berpakaian layaknya seorang pengemis papa. Kertas dan tinta beliau sembunyikan di balik lengan bajunya. Lalu mendatangi rumah Imam Ahmad sambil teriak, “Pahala, semoga Allah merahmati kalian.” Begitulah yang diterikkan para peminta-minta di Baghdad. Bila terdengar suara itu, Imam Ahmad lantas keluar dan memberikan Hadits kepadanya.

Ini berlangsung dalam waktu yang hingga beliau dapat mencatat hampir 300 Hadits dari Imam Ahmad bin Hanbal.

Masya Allah, demikianlah semangat ulama-ulama terdahulu dalam mencari ilmu. Derita dan kepayahan tak ada artinya dibanding ilmu yang mereka dapat.

Subhanallah

24.3.15

ZUHUD MANUSIA DAN ZUHUD ANJING

Mii AL Bein Yahya‎ untuk BANI ALAWIYYIN DI INDONESIA

  Zuhud Manusia dan Zuhud Anjing

Pernah datang seorang Musafir dari negeri Balkh (Asia Tengah) kepada Imam Abu Yazid Al-Busthami dan bertanya tentang perumpamaan zuhud.

Beliau menjawab, "Zuhud itu jika ada makanan kita makan, jika tidak kita bersabar."

Orang itu lalu berkata, "Wahai Imam, di negeri Balkh anjing-anjing berzuhud seperti itu."

Imam Abu Yazid kaget lalu balik bertanya, "Lantas menurut tuan, zuhud itu seperti apa?" Orang itu menjawab, "Jika tak ada makanan kita bersabar, jika ada kita mempersilahkan yang lain makan."

Mendengar itu Imam Abu Yazid pun menangis.

Masya Allah.....

KETIKA RUH BERPISAH DENGAN JASAD

Ketika Ruh Berpisah Dengan Jasad Suatu ketika Nabi SAW mendatangi rumah istri kesayangan beliau, al Khumaira, Aisyah RA. Melihat kedatangan beliau, Aisyah yang sedang duduk bersila ingin bangkit menyambut, tetapi Rasulullah SAW bersabda, “Duduklah saja pada tempatmu, wahai Ummul Mukminin, tidak perlu engkau berdiri!!” Nabi SAW menghampiri Aisyah dan kemudian berbaring terlentang dengan berbantalkan pangkuannya, tampak sekali kemanjaan dan kasih sayang beliau kepadanya. Sepertinya pada hari itu Rasulullah SAW sangat lelah sehingga tidak lama berselang beliau telah tertidur. Aisyah memandangi wajah beliau dengan kasih sayang dan kekaguman. Tanpa disadari jari jemarinya mengurai jenggot Rasulullah SAW, dan Aisyah menemukan sembilanbelas rambut jenggot yang telah memutih (beruban). Tiba-tiba saja tersirat dalam hatinya, “Sesungguhnya beliau akan keluat dari dunia (meninggal) sebelum aku, dan tinggallah umat Islam dalam keadaan tanpa nabi!!” Merasakan kenyataan seperti itu, Aisyah jadi bersedih dan menangis, air matanya mengalir ke pipi dan menetes jatuh mengenai wajah Rasulullah SAW sehingga beliau terbangun. Dengan heran beliau bersabda, “Apa yang membuatmu menangis, wahai Ummul Mukminin!!” Aisyah menceritakan perasaan sedih yang menghantui dirinya, dan Nabi SAW hanya tersenyum mendengarnya. Beliau bersabda, “Wahai Aisyah, keadaan apakah yang sangat menyusahkan bagi seseorang (yakni bagi ruhnya) ketika ia menjadi mayat?” Aisyah berkata, “Katakanlah padaku, ya Rasulullah!!” Beliau berkata, “Engkau saja yang mengatakannya dahulu!!” Aisyah sejenak berfikir, kemudian ia berkata, “Tidak ada yang menyusahkan atas diri mayit kecuali ketika ia diusung ke luar rumah menuju kuburnya, anak-anak yang ditinggalkannya akan berduka dan berkata : Wahai ayah, wahai ibu!! Begitu juga orang tuanya akan berkata : Wahai anakku, wahai anakku!!” Nabi SAW bersabda, “Hal itu memang terasa akan pedih, tetapi ada yang lebih pedih daripada itu!!” Aisyah berkata lagi, “Tidak ada yang lebih berat bagi mayit kecuali ketika ia dimasukkan ke dalam liang lahad dan ia diurug di bawah tanah, anak dan orang tuanya, kerabat dan kekasihnya akan meninggalkannya pulang. Mereka membiarkannya sendirian beserta amal perbuatannya, menyerahkan urusannya kepada Allah. Kemudian setelah itu datanglah malaikat Munkar dan Nakir ke dalam kuburnya!!” Beliau bersabda lagi, “Apa lagi yang lebih berat dari apa yang engkau katakan itu?” Akhirnya Aisyah menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui!!” Maka Nabi SAW bersabda, “Hai Aisyah, sesungguhnya saat yang paling berat (paling menyedihkan) bagi mayat adalah ketika tukang memandikan masuk ke dalam rumahnya untuk memandikan mayatnya….” Kemudian beliau menjelaskan lebih lanjut, bahwa ketika tukang memandikan itu melepas cincin (atau perhiasan lainnya) dari tubuhnya, melepas pakaian pengantin (atau pakaian lainnya) dari badannya, melepaskan sorban para syaikh dan fuqoha dari kepalanya, ketika itulah sang ruh berseru saat melihat tubuhnya yang telanjang, seruan yang bisa didengarkan oleh seluruh mahluk kecuali jin dan manusia, “Wahai tukang memandikan, demi Allah aku memohon kepadamu, agar engkau melepaskan pakaianku (dan lain-lainnya) dengan pelan-pelan, karena sesungguhnya saat ini aku tengah beristirahat dari sakitnya dikeluarkannya nyawaku oleh malaikat maut!!” Ketika tukang memandikan menuangkan air ke mayatnya, sang ruh berteriak keras dengan teriakan yang didengar oleh semua mahluk, kecuali jin dan manusia, “Hai tukang memandikan, demi Allah, janganlah engkau menuangkan air yang panas, jangan pula engkau tuangkan air yang terlalu dingin, sesungguhnya jasadku telah terbakar saat dicabutnya nyawaku!!” Ketika tukang memandikan mulai menggosok tubuhnya, lagi-lagi sang ruh berteriak, “Wahai tukang memandikan, demi Allah, janganlah memegang tubuhku terlalu keras, sungguh jasadku telah terluka sebab keluarnya nyawaku!!” Ketika selesai memandikan dan jasadnya diletakkan pada kain kafan, dan mulai diikat di bawah kakinya, sang ruh berseru lagi, “Demi Allah wahai tukang memandikan, janganlah engkau ikat terlalu erat pada kepalaku, agar masih terlihat wajah-wajah keluargaku, anak-anakku, dan kerabat-kerabatku lainnya. Karena saat ini terakhir kali aku bisa melihat mereka, aku tidak akan melihatnya lagi hingga hari kiamat tiba!!” Ketika dikeluarkan dari rumahnya dan diletakkan di dalam keranda, sang ruh berseru lagi, “Demi Allah, wahai para pengantarku, janganlah tergesa-gesa membawaku pergi sehingga aku berpamitan kepada rumahku, keluargaku, kerabatku, dan harta-hartaku. Aku tinggalkan istriku menjadi janda, anak-anakku menjadi yatim, karena itu janganlah kalian menyakiti mereka. Biarkanlah aku sesaat untuk mendengarkan suara keluargaku, anak-anakku, dan kerabat-kerabatku, karena aku akan berpisah hingga saat kiamat tiba….!” Ketika kerandanya dipikul dan keluar tiga langkah dari rumahnya, lagi-lagi sang ruh berseru, “Hai para kekasihku, saudara-saudaraku dan anak-anakku, janganlah kalian terbujuk oleh dunia sebagaimana dunia telah memperdaya aku!! Janganlah kalian dipermainkan oleh jaman sebagaimana ia telah mempermainkan aku!! Ambillah ibarat (hikmah) dariku!! Sesungguhnya aku meninggalkan untuk ahli warisku apa yang aku kumpulkan, dan aku tidak membawa (manfaat) apapun dari dunia (harta) yang kutinggalkan, bahkan Allah akan menghisabku. Engkau bersenang-senang dengannya (harta peninggalanku itu) dan kalian tidak mendoakan aku!!” Sungguh nasehat yang sangat berharga. Sayangnya, semua seruan dan teriakan ruh tersebut yang bisa didengar oleh seluruh mahluk, ternyata jin dan manusia tidak bisa mendengarnya. Padahal justru dua jenis mahluk itu yang sebenarnya bisa memperoleh banyak manfaat dan pengajaran jika saja bisa mendengar dan memahami seruan sang ruh. Ketika jenazahnya dishalatkan dan sebagian orang lainnya meninggalkan masjid atau musholla, sang ruh berseru lagi, “Demi Allah, wahai saudara-saudaraku, aku tahu bahwa orang mati akan dilupakan oleh orang-orang yang masih hidup, akan tetapi janganlah kalian cepat-cepat pulang sebelum kalian melihat tempat tinggalku. Sesungguhnya aku tahu bahwa wajah mayat itu lebih dingin daripada air yang sangat dingin bagi orang-orang yang masih hidup, tetapi janganlah kalian terlalu cepat pulang meninggalkan aku sendirian!!” Ketika jenazahnya diletakkan di sisi kuburnya, dan kemudian diturunkan ke liang lahad, sang ruh berseru untuk terakhir kalinya, “Demi Allah, wahai saudara-saudaraku dan para pengantarku, sesungguhnya aku mendoakan kalian semua tetapi mengapa kalian tidak mau mendoakan aku? Wahai ahli warisku, tidaklah aku kumpulkan harta dunia kecuali aku tinggalkan untuk kalian, maka ingatlah kalian kepadaku dan berbuatlah kebaikan. Setelah aku mengajarkan kalian membaca al Qur’an dan tata krama (adab), hendaklah kalian jangan lupa mendoakan aku!!”

23.3.15

TIGA ORANG YANG MEMAKAI NAMA MUHAMMAD

Mii AL Bein Yahya untuk ‎BANI ALAWIYYIN DI INDONESIA

Ketika Rasulullah SAW dilahirkan, di dunia ini hanya ada tiga orang yang memakai nama "Muhammad".

Adakah yang tahu siapa ketiga orang itu dan apa maksud ketiga orangtua mereka menamai anak-anaknya dengan nama "Muhammad", padahal nama itu belum pernah digunakan oleh siapapun sebelumnya? Jawabannya, ketiga nama tersebut adalah :

1. Muhammad bin Sufyan bin Mujasyi dari Kabilah Faradzaq

2. Muhammad bin Uhainah bin Al-Jala'ah

3. Muhammad bin Hamran bin Rabi'ah

Adapun alasan orangtua mereka menamai anaknya dengan nama Muhammad karena mereka mendengar dari para pendeta Nasrani dan Yahudi bahwa masa kedatangan Nabi Akhir Zaman itu telah dekat. Ia berasal dari kawasan Hijaz dan bernama Ahmad atau Muhammad.

Shollu alan nabi muhammad saw...

KEUTAMAAN SHALAWAT AL FATIH

Mii AL Bein Yahya KEUTAMAAN SHALAWAT AL FATIH Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammaddinil Fatihi Lima Ughliqo Wal Khotimi Lima Sabaqo, Nashiril Haqqi Bil Haqqi Wal Hadi Ila Shirotikal Mustaqim Wa Ala Alihi Haqqo Qodrihi Wa Miq Darihil Adzim. Artinya: “ Ya Allah berikanlah shalawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya,sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung ”. Sholawat al-Fatih memiliki 8 martabat keutamaan, dibawah ini hanya keutamaan pada martabat yang pertama saja, sedangkan yang lainnya dirahasiakan oleh Allah SWT,diantaranya adalah : 1. Membaca sholawat al-Fatih 1x setiap hari di jamin hidup bahagia dunia dan akhirat. 2. Membaca sholawat al-Fatih 1x menghapus semua dosa (Besar Dan. Kecil ). 3. Membaca sholawat al-Fatih 1x menyamai pahala ibadah semua mahluk di alam semesta ini 6000x lipat. 4. Membaca sholawat al-Fatih 1x menyamai pahala sholawat yang dibaca oleh seluruh mahluk dari awal di ciptakan sampai sekarang 600x lipat. 5. Membaca sholawat al-Fatih 1x setiap hari, di jamin mati membawa iman ( husnul khotimah ). 6. Membaca sholawat al-Fatih 10x di malam jum’at lebih besar pahalanya dari pada ibadah seorang wali yang tidak membaca sholawat al-Fatih selama 1 juta tahun. 7. Pahala sholawat al-Fatih dapat menutupi dan mengganti kesalahan yang pernah ia lakukan terhadap orang lain, sehingga ia dapat mengganti tuntutannya di hari kiamat. ini caranya : FIDYAH DENGAN SHOLAWAT Al-FATIH Sayyid Muhammad Ibnul `Arooby ad-Dimroowy ra berkata : ”Sebagian dari yang telah diajarkan oleh Syekh kami Syekh Ahmad bin Muhammad at-Tijany ra tatkala aku bertanya kepada beliau tentang masalah gibah dan masalah lain yang serupa dengan itu seperti mengambil hal milik orang. Maka beliaupun menjelaskan : Bacalah sholawat al-Fatih, lalu ucapkanlah pernyataan ini : ( Ya Allah sholawat ini aku hadiahkan kepada setiap orang yang bagiku dan bagi kedua orang tuaku ada semacam tanggungan, kezholiman, hak yang aku langgar serta hutang piutang yang belum sempat aku tunaikan sejak aku lahir hingga aku mati,yang akan ia tuntut aku pada hari kiamat dihadapan-Mu. Ya Allah, terimalah bacaan sholawatku ini, dan sampaikanlah pahalanya kepada mereka, agar mereka mendapatkan pahalanya sesuai dengan bagian mereka masing-masing)” ( Ghoyatul `Amaany. Syekh Muhammad as-Sayyid at-Tijany hal 8 ) 8. Membaca sholawat al-Fatih 100x di malam jum’at menghapus dosa 400 tahun. 9. Membaca Shalawat Al Fatih 1x sama dengan mengkhatamkan Al Quran 6000 x lipat. 10. Membaca Shalawat Al Fatih 1x sama dengan membaca Dalail Al Khairat 6000x lipat. 11. Syekh Ahmad at-Tijany R.a berkata :”Keistimewaan sholawat al-Fatih sangat sulit di terima oleh akal, karena ia merupakan rahasia Allah SWT yang tersembunyi. Seandainya ada 100,000 bangsa, yang setiap bangsa itu terdiri dari 100,000 kaum,dan setiap kaum terdiri dari 100,000orang, dan setiap orang diberi umur panjang oleh Allah SWT sampai 100,000 tahun, dan setiap orang bersholawat kepada nabi setiap hari 100,000 x, semua pahala itu belum dapat menandingi pahala membaca sholawat al-Fatih 1x. ( Al-Fathur Robbany karya Sayyid Muhammad bin Abdillah as-Syafi`ie At-Thoshfaawy at-Tijany hal 99-100 ).

21.3.15

SEJARAH MAHLUL QIYAM

Ahmad Bin Alwi Alatas SEJARAH MAHLUL QIYAM PADA MAULID NABI MUHAMMAD SHALALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM : Zaman sekarang orang bilang kalau berdiri maulid Nabi adalah syirik, Kira berdiri untuk Orang yang paling dicintai Allah yakni Sayyidina Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa sallam, Terlihat atau tak Terlihat aku berdiri untuk menghormati Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, kita berdiri bukan untuk apa-apa, tapi saat Mahlul Qiyam Kita berdiri karena gembira MENYAMBUT KELAHIRAN Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa salam.. Yg mengawalinya siapa ? Yakni Imam Taajusubkiy 'Alaihi Rahmatullah, Seorang Muhaddits dan Hujjatul Islam.. Hujjatul Islam adalah orang yg menghafal lebih dari 300.000 hadits, Murid-murid beliau adalah para Huffadh Hafal lebih dari 100.000 hadits, dan beliau seorang Muhaddits besar, dan dikenal dibanyak wilayah.. Satu waktu beliau mengumpulkan murid-muridnya, para Al-Hafidz, murid-murid beliau kumpul, para ulama lain yang sejajar dengan beliau juga hadir, satu orang baca Qasidah (pujian kepada Rasulullah), tiba-tiba imam Tajusubkiy memegang tongkatnya dan berdiri, Beliau berdiri, seluruh hadirin ikut berdiri, Maka mereka merasakan 1 sakinah, 1 ketenangan, dan 1 kekhusu'an yang sangat dahsyat, Airmata mereka mengalir merindukan NABI MUHAMMAD Shalallahu 'Alaihi wa salam,.. Jadi yang pertama kali berbuat MAHLUL QIYAM disaat SHALAWAT adalah imam Taajudubkiy.. Yang mana beliau ini diakui sebagai Muhaddits dan sebagai Hujjatul Islam yang sederajat dengan imam Nawawi, Imam ibnu Hajar, dan imam-imam lainnya.. Sama seorang pemimpin negara aja kalian hormat dan menundukan kepala saat kedatangannya, Bagaimana dengan pemimpin umat islam ini ? Apa yang kalian berikan ???

BERIBU MALAIKAT MENYAMBUT ARWAH NASIBAH

Hasan Fuad‎ untuk BANI ALAWIYYIN DI INDONESIA

Hari itu Nasibah tengah berada di dapur. Suaminya, Said tengah beristirahat di kamar tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh bagaikan gunung-gunung batu yang runtuh. Nasibah menebak, itu pasti tentara musuh. Memang, beberapa hari ini ketegangan memuncak di sekitar Gunung Uhud. Dengan bergegas, Nasibah meninggalkan apa yang tengah dikerjakannya dan masuk ke kamar. Suaminya yang tengah tertidur dengan halus dan lembut dibangunkannya. “Suamiku tersayang,” Nasibah berkata, “aku mendengar suara aneh menuju Uhud. Barang kali orang-orang kafir telah menyerang.” Said yang masih belum sadar sepenuhnya, tersentak. Ia menyesal mengapa bukan ia yang mendengar suara itu. Malah istrinya. Segera saja ia bangkit dan mengenakan pakaian perangnya. Sewaktu ia menyiapkan kuda, Nasibah menghampiri. Ia menyodorkan sebilah pedang kepada Said. “Suamiku, bawalah pedang ini. Jangan pulang sebelum menang….” Said memandang wajah istrinya. Setelah mendengar perkataannya seperti itu, tak pernah ada keraguan baginya untuk pergi ke medan perang. Dengan sigap dinaikinya kuda itu, lalu terdengarlah derap suara langkah kuda menuju utara. Said langsung terjun ke tengah medan pertempuran yang sedang berkecamuk. Di satu sudut yang lain, Rasulullah melihatnya dan tersenyum kepadanya. Senyum yang tulus itu makin mengobarkan keberanian Said saja. Di rumah, Nasibah duduk dengan gelisah. Kedua anaknya, Amar yang baru berusia 15 tahun dan Saad yang dua tahun lebih muda, memperhatikan ibunya dengan pandangan cemas. Ketika itulah tiba-tiba muncul seorang pengendara kuda yang nampaknya sangat gugup. “Ibu, salam dari Rasulullah,” berkata si penunggang kuda, “Suami Ibu, Said baru saja gugur di medan perang. Beliau syahid…” Nasibah tertunduk sebentar, “Inna lillah…..” gumamnya, “Suamiku telah menang perang. Terima kasih, ya Allah.” Setelah pemberi kabar itu meninggalkan tempat itu, Nasibah memanggil Amar. Ia tersenyum kepadanya di tengah tangis yang tertahan, “Amar, kaulihat Ibu menangis? Ini bukan air mata sedih mendengar ayahmu telah syahid. Aku sedih karena tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan pagi para pejuang Nabi. Maukah engkau melihat ibumu bahagia?” Amar mengangguk. Hatinya berdebar-debar. “Ambilah kuda di kandang dan bawalah tombak. Bertempurlah bersama Nabi hingga kaum kafir terbasmi.” Mata amar bersinar-sinar. “Terima kasih, Ibu. Inilah yang aku tunggu sejak dari tadi. Aku was-was seandainya Ibu tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membela agama Allah.” Putra Nasibah yang berbadan kurus itu pun segera menderapkan kudanya mengikut jejak sang ayah. Tidak tampak ketakutan sedikitpun dalam wajahnya. Di depan Rasulullah, ia memperkenalkan diri. “Ya Rasulullah, aku Amar bin Said. Aku datang untuk menggantikan ayah yang telah gugur.” Rasul dengan terharu memeluk anak muda itu. “Engkau adalah pemuda Islam yang sejati, Amar. Allah memberkatimu….” Hari itu pertempuran berlalu cepat. Pertumpahan darah berlangsung sampai sore. Pagi-pagi seorang utusan pasukan islam berangkat dari perkemahan mereka meunuju ke rumah Nasibah. Setibanya di sana, perempuan yang tabah itu sedang termangu-mangu menunggu berita, “Ada kabar apakah gerangan kiranya?” serunya gemetar ketika sang utusan belum lagi membuka suaranya, “apakah anakku gugur?” Utusan itu menunduk sedih, “Betul….” “Inna lillah….” Nasibah bergumam kecil. Ia menangis. “Kau berduka, ya Ummu Amar?” Nasibah menggeleng kecil. “Tidak, aku gembira. Hanya aku sedih, siapa lagi yang akan kuberangkatan? Saad masih kanak-kanak.” Mendegar itu, Saad yang tengah berada tepat di samping ibunya, menyela, “Ibu, jangan remehkan aku. Jika engkau izinkan, akan aku tunjukkan bahwa Saad adalah putra seorang ayah yang gagah berani.” Nasibah terperanjat. Ia memandangi putranya. “Kau tidak takut, nak?” Saad yang sudah meloncat ke atas kudanya menggeleng yakin. Sebuah senyum terhias di wajahnya. Ketika Nasibah dengan besar hati melambaikan tangannya, Saad hilang bersama utusan itu. Di arena pertempuran, Saad betul-betul menunjukkan kemampuannya. Pemuda berusia 13 tahun itu telah banyak menghempaskan banyak nyawa orang k afir. Hingga akhirnya tibalah saat itu, yakni ketika sebilah anak panah menancap di dadanya. Saad tersungkur mencium bumi dan menyerukan, “Allahu akbar!” Kembali Rasulullah memberangkatkan utusan ke rumah Nasibah. Mendengar berita kematian itu, Nasibah meremang bulu kuduknya. “Hai utusan,” ujarnya, “Kausaksikan sendiri aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Hanya masih tersisa diri yang tua ini. Untuk itu izinkanlah aku ikut bersamamu ke medan perang.” Sang utusan mengerutkan keningnya. “Tapi engkau perempuan, ya Ibu….” Nasibah tersinggung, “Engkau meremehkan aku karena aku perempuan? Apakah perempuan tidak ingin juga masuk surga melalui jihad?” Nasibah tidak menunggu jawaban dari utusan tersebut. Ia bergegas saja menghadap Rasulullah dengan kuda yang ada. Tiba di sana, Rasulullah mendengarkan semua perkataan Nasibah. Setelah itu, Rasulullah pun berkata dengan senyum. “Nasibah yang dimuliakan Allah. Belum waktunya perempuan mengangkat senjata. Untuk sementra engkau kumpulkan saja obat-obatan dan rawatlah tentara yang luka-luka. Pahalanya sama dengan yang bertempur.” Mendengar penjelasan Nabi demikian, Nasibah pun segera menenteng tas obat-obatan dan berangkatlah ke tengah pasukan yang sedang bertempur. Dirawatnya mereka yang luka-luka dengan cermat. Pada suatu saat, ketika ia sedang menunduk memberi minum seorang prajurit muda yang luka-luka, tiba-tiba terciprat darah di rambutnya. Ia menegok. Kepala seorang tentara Islam menggelinding terbabat senjata orang kafir. Timbul kemarahan Nasibah menyaksikan kekejaman ini. Apalagi waktu dilihatnya Nabi terjatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet anak panah musuh, Nasibah tidak bisa menahan diri lagi. Ia bangkit dengan gagah berani. Diambilnya pedang prajurit yang rubuh itu. Dinaiki kudanya. Lantas bagai singa betina, ia mengamuk. Musuh banyak yang terbirit-birit menghindarinya. Puluhan jiwa orang kafir pun tumbang. Hingga pada suatu waktu seorang kafir mengendap dari belakang, dan membabat putus lengan kirinya. Ia terjatuh terinjak-injak kuda. Peperangan terus saja berjalan. Medan pertempuran makin menjauh, sehingga Nasibah teronggok sendirian. Tiba-tiba Ibnu Mas’ud mengendari kudanya, mengawasi kalau-kalau ada korban yang bisa ditolongnya. Sahabat itu, begitu melihat seonggok tubuh bergerak-gerak dengan payah, segera mendekatinya. Dipercikannya air ke muka tubuh itu. Akhirnya Ibnu Mas’ud mengenalinya, “Istri Said-kah engkau?” Nasibah samar-sama memperhatikan penolongnya. Lalu bertanya, “bagaimana dengan Rasulullah? Selamatkah beliau?” “Beliau tidak kurang suatu apapun…” “Engkau Ibnu Mas’ud, bukan? Pinjamkan kuda dan senjatamu kepadaku….” “Engkau masih luka parah, Nasibah….” “Engkau mau menghalangi aku membela Rasulullah?” Terpaksa Ibnu Mas’ud menyerahkan kuda dan senjatanya. Dengan susah payah, Nasibah menaiki kuda itu, lalu menderapkannya menuju ke pertempuran. Banyak musuh yang dijungkirbalikannya. Namun, karena tangannya sudah buntung, akhirnya tak urung juga lehernya terbabat putus. Rubuhlah perempuan itu ke atas pasir. Darahnya membasahi tanah yang dicintainya. Tiba-tiba langit berubah hitam mendung. Padahal tadinya cerah terang benderang. Pertempuran terhenti sejenak. Rasul kemudian berkata kepada para sahabatnya, “Kalian lihat langit tiba-tiba menghitam bukan? Itu adalah bayangan para malaikat yang beribu-ribu jumlahnya. Mereka berduyun-duyun menyambut kedatangan arwah Nasibah, wanita yang perkasa.

KISAH BILAL & ADZAN TERAKHIRNYA

KISAH BILAL & ADZAN TERAKHIRNYA Semenjak Rasulullah wafat, Bilal menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengumandangkan adzan lagi. Ketika Khalifah Abu Bakar memintanya untuk menjadi muadzin kembali, dengan hati pilu nan sendu bilal berkata: "Biarkan aku hanya menjadi muadzin Rasulullah saja. Rasulullah telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi." Abu Bakar pun tak bisa lagi mendesak Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan. Kesedihan sebab ditinggal wafat Rasulullah terus mengendap di hati Bilal. Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria. Lama Bilal tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Rasulullah hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya: "Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa? Hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?" Bilal pun bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah ke makam Rasulullah. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Rasulullah. Setiba di Madinah, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Rasulullah, pada sang kekasih. Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucu Rasulullah Hasan dan Husein. Dengan mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Rasulullah tersebut. Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal: "Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami." Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon kepada Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja. Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu shalat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada masa Rasulullah masih hidup. Mulailah dia mengumandangkan adzan. Saat lafadz Allahu Akbar dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok Nan Agung, suara yang begitu dirindukan itu telah kembali. Ketika Bilal meneriakkan kata Asyhadu an laa ilaha illallah, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sambil berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar. Dan saat bilal mengumandangkan Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Rasulullah, Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Hari itu madinah mengenang masa saat masih ada Rasulullah diantara mereka. Hari itu adalah adzan pertama dan terakhir bagi Bilal setelah Rasulullah wafat. Adzan yang tak bisa dirampungkan.

DOA NABI DAUD AS

Rasulullah Saw bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cintaMu, dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)

JANGAN NIKAHI MEREKA

Jangan Nikahi Mereka Pepatah arab mengatakan Janganlah engkau nikahi enam tipe wanita, annanah, mannanah, hannanah, haddaqah, barraqah dan syaddaqah. Annanah artinya suka merintih, mengeluh dan setiap saat kepalanya selalu diikat karena rasa sakit. Menikahi wanita seperti ini akan sangat merepotkan dan waktu anda akan banyak tersita. Jika anda orang yang sabar maka anda akan mendapat banyak pahala dengan kesabaran anda tetapi jika anda bukan tipe orang yang sabar maka tidak ada baiknya anda menikahi wanita yang sakit-sakitan atau yang berpura-pura sakit. Mannanah artinya suka mengunndat-undat (bhs. Jawa: menghitung-hitung kebaikannya) dan selalu mengatakan Aku telah berbuat begini begitu demi kamu dan untuk kamu. Hidup bersama tipe wanita seperti ini membuat diri anda selalu merasa bersalah karena telah menerima kebaikan-kebaikannya sehingga anda akan berandai-andai Seandainya dia tidak berbuat baik kepadaku atau aku tidak menerima kebaikannya. Jika kehidupan dalam rumah tangga seperti ini mana mungkin akan menjadi sorga dunia?. Hannanah artinya selalu merindukan suami lain atau merindukan anak dari suami lain, wanita seperti ini harus dijauhi. Dia hanya akan memakan hati para suami. Tidak mensyukuri suami yang dikaruniakan Allah kepadanya malah menginginkan suami lain. Oleh karena itu jangan menikahi gadis yang sudah pernah berpacaran, karena bisa saja dia akan merindukan mantan pacarnya. Haddaqah artinya selalu memandang benda-benda berharga dan memaksa suaminya untuk membelikannya. Wanita seperti ini sebaiknya menikah dengan laki-laki yang memiliki harta tidak terbatas sehingga berapa pun barang yang dia beli kekayaan suaminya tidak akan berkurang. Barraqah memiliki dua arti: Pertama, sepanjang siang selalu di depan cermin dan bersolek dan arti kedua, selalu murka di saat makan sehingga dia selalu makan sendiri dan selalu menyisihkan bagiannya dalam segala hal. Sungguh merupakan dua sifat yang sangat buruk. Bagaimana dia dapat melayani suami kalau kerjaannya cuma bersolek dan bagaimana dia dapat menjadi guru dari putra-putranya kalau punya sifat suka murka dan suka marah. Syaddaqah artinya banyak omong, cerewet dan terlalu muluk dalam berbicara, dalam haditsnya Nabi SAW bersabda : , "Sesungguhnya Allah membenci orang-orang yang banyak omong dan terlalu muluk dalam berbicara". Gadis pendiam, rendah hati dan kata-katanya selalu manis memiliki sebuah kecantikan yang mengalahkan kecantikan wajah.