31.3.15

SYUKURI DAHULU YANG SEDIKIT

Alhabib Quraisy Baharun =SYUKURI DAHULU YANG SEDIKIT= Bukan karena kebahagiaan kita bersyukur,Tapi bersyukurlah yang membuat kita bahagia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278). Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rizki yang banyak,sedangkan rizki yang sedikit saja ia enggan bersyukur? Kenapa kita malas bersyukur, sementara kenikmatan itu akan selalu ditambahkan sesuai janji-Nya, jika kita pandai bersyukur.? Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa nikmat itu ada 3 macam. Pertama, adalah nikmat yang nampak di mata hamba. Kedua, adalah nikmat yang diharapkan kehadirannya. Ketiga, adalah nikmat yang tidak dirasakan. Ibnul Qoyyim menceritakan bahwa ada seorang Arab menemui Amirul Mukminin Ar Rasyid. Orang itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin. Semoga Allah senantiasa memberikanmu nikmat dan mengokohkanmu untuk mensyukurinya. Semoga Allah juga memberikan nikmat yang engkau harap-harap dengan engkau berprasangka baik pada-Nya dan kontinue dalam melakukan ketaatan pada-Nya. Semoga Allah juga menampakkan nikmat yang ada padamu namun tidak engkau rasakan, semoga juga engkau mensyukurinya.” Ar Rasyid terkagum-kagum dengan ucapan orang ini. Lantas beliau berkata, “Sungguh bagus pembagian nikmat menurutmu tadi.” (Al Fawa’id, Ibnul Qayyim). Itulah nikmat yang sering kita lupakan. Kita mungkin hanya tahu berbagai nikmat yang ada di hadapan kita, seperti rumah yang mewah, motor yang bagus, gaji yang tinggi dsb. Begitu juga kita senantiasa mengharapkan nikmat lainnya semacam berharap agar tetap istiqomah dalam agama ini, bahagia di masa mendatang, hidup berkecukupan nantinya, dsb. Namun, ada pula nikmat yang mungkin tidak kita rasakan, padahal itu juga nikmat. Allah 'Azza Wa Jalla berfirman: “Seandainya kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya Manusia sangat dzalim dan sangat mengingkari nikmat Allah”. [Ibrahim 34]. "Semoga Allah menjadikan kita Hamba-hamba-Nya yang bersyukur" ALHAMDULILLAH....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar