حامد الحامد
Akhir Kesudahan Pencela Sahabat Nabi
1. Musa bin Ka’ab Abul Hubab menceritakan, Suatu ketika kami berada dalam peperangan di laut, Musa bin Ka’ab adalah komandan kami, seorang dari Kufah yang dipanggil dengan Abul Hajjaj bergabung bersama kami, ia datang dengan mencela Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, kami mencegahnya namun ia tidak peduli, kami melarangnya namun ia tak mau berhenti. Kemudian kami singgah di sebuah pulau di tengah lautan, kami berpencar untuk mempersiapkan shalat zhuhur, seorang teman mendatangi kami, ia berkata, “Temuilah Abul Hajjaj, ia telah disengat sekumpulan lebah” kami pun segera ingin menemuinya, setelah itu kami temukan ia sudah jadi mayat telah disengat sekumpulan lebah. Kami segera menggali lahad, namun tanah menjadi keras, saya bertanya, “Mengapa tanahnya menjadi keras”, ada yang menjawab, tanahnya kering dan keras, akhirnya kami tak mampu lagi menggali tanah. Kami hanya menutupinya dengan dedaunan pohon dan batu kemudian kami meninggalkannya begitu saja. (Sumber: Tarikh Dimasyq, Ibnu Asakir, 44/390 dan An-Nahyu ‘An Sabb Al-Ash-haab wa maa fiihi min al-istmi wa al-‘iqab, Dhiyauddin Al-Maqdisi, hal 47 )
2. Imam Khomeini (Imam Syi'ah) Dia dikuburkan tanggal 3 Juni 1989. Tampak di sana bahwa kafan dari mayat khomeini tercabik-cabik oleh para fans beratnya dan peti matinya hampir terjatuh ke tanah. Dalam fatwanya yang lain Khomeini mengatakan; “Salah satu dari tanda-tanda su’ul khatimah adalah jatuh dari keranda jenazah saat akan dikuburkan.” Dan ketika Khomeini mati, saat dia akan dikuburkan, ia tiga kali jatuh dari keranda dan auratnya terbuka. Allah menghinakannya
3. Tidak Bisa Mengucapkan "La Ilaaha Illallah" Diakhir Hayatnya Sebuah kisah terjadi di kota Kufah, tersebutlah seorang penjual kain kafan, ketika ada seseorang yang sedang sekarang ia dipanggil untuk menyediakan kain kafan, dia menemui orang yang sedang berada dalam sakaratul maut tersebut dan ternyata ia telah diselimuti, ia bernafas sejenak dan menyingkap kain yang ada di wajah yang sedang sekarat, ia berkata: Mereka membelahku, mereka membuatku celaka dengan azab neraka!, kami katakan kepadanya: katakanlah La Ilaaha Illa Allah, ia menjawab: Saya tidak mampu mengucapkannya, ia ditanya: mengapa?, ia menjawab: Karena celaan saya kepada Abu Bakar dan Umar. (Man ‘Aasya Ba’dal Maut/ yang hidup setelah mati, Ibnu Abi Ad-Dunya, hal 22 dan An-Nahyu ‘An Sabb Al-Ash-haab wa maa fiihi min al-istmi wa al-‘iqab, Dhiyauddin Al-Maqdisi, hal 41-42)
4. Muhammad Asy Syairazi Seorang Ulama Syiah Rafidhah Yang paling di Gemari oleh pengikutnya Pernah berkata Sebelum Ia Mati : لو دخلت الجنة ورأيت عمر بن الخطاب فيها لطلبت من الله أن يخرجني "Seandainya Saya Mati dan masuk Surga, lalu saya jumpai Umar bin Khattab ada di dalam surga, maka saya meminta kepada Allah untuk mengeluarkan ku dari surga" . Lalu kemudian Tokoh Syiah ini Wafat, dalam keadaan yang aneh, Wajahnya Hangus, seoalah-olah terbakar, Padahal ia mati bukan karena kebakaran
5. Sudah Melihat Azabnya Yang Tersedia Di Neraka Padahal Baru Saja Mati Seseorang bernama Abul Khashib bercerita: Saya pernah menjadi seorang dan juga pernah menjadi orang yang kesulitan, saya tinggal di perkotaan Kisra, itu di zamannya Ibnu Bahirah. Seorang karyawanku mendatangiku, ia mengatakan bahwa di kota madain ada seorang laki-laki yang meninggal dan ia tidak memakai kafan, kemudian saya kesana, saya langsung menemuia seorang mayit yang telah diselimuti, di atas perutnya terdapat bata, teman-temannya berada disekitarnya, mereka kemudian menyebutkan ibadah dan keutamaannya, kemudian saya mengutus seseorang agar ia mencari kain kafan dan seorang lagi menggali kuburan, kemudian kami panaskan air untuk memandikannya, pada saat itulah tiba-tiba sang mayit terpental keatas dan bata itu jatuh dari perutnya dan mayat itu mengucapkan “Al-Wail, Ats-Tsubur dan An-Naar (nama-nama neraka)”, teman-temannya menghindar darinya, kemudian saya mendekat dan saya memegangnya dengan erat dan menggelengkannya, saya katakan padanya: bagaimana keadaanmu?, saya dulu berguru pada syaikh-syaikh di Kufah, mereka memasukkan saya pada agama mereka atau pada pandangan mereka untuk mencela Abu Bakar dan Umar serta berlepas diri dari keduanya, saya katakan: Istigfarlah kepada Allah dan jangan ulangi lagi, ia menjawabku: itu tidak bermanfaat lagi bagiku, saya telah masuk ke dalam tempatku di neraka dan saya telah melihatnya, kemudian ia berkata: kembalilah ke teman-temanmu, berceritalah pada mereka dengan apa yang saya lihat, kemudian kembalilah kepada keadaanmu semula!, belum selesai ia berucap sampai kematian menghentikannya, saya berkata: kemudian saya menunggu-nunggu sampai kain kafan itu tiba kemudian saya mengambilnya dan saya tidak akan mengafaninya, tidak memandikannya dan saya tidak akan menyalatinya, setelah itu saya beranjak, kemudian saya diberitahu bahwa teman-temannya yang tadi ada di situ memandikannya, menguburnya dan menyalatinya. Kemudian Abul Khashib ditanya: apakah kejadian ini anda saksikan sendiri: ia menjawab: mataku melihatnya, telingaku mendengarnya dan saya menyampaikannya kepada manusia. (Ibnu Asakir, Tarikh Dimasyq, 44/389-390 dan An-Nahyu ‘An Sabb Al-Ash-haab wa maa fiihi min al-istmi wa al-‘iqab, Dhiyauddin Al-Maqdisi, hal 42)
6. Anak Seorang Syiah Meninggal Dihempas Kipas Angin Seorang Syi'iy di hari 'Asyura mengorbankan (membunuh) anaknya yang masih BAYI dengan mendekatkannya kepada kipas angin yang berjalan dengan sangat kencang kemudian dibiarkan tergibas. SELENGKAPNYA BUKA http://www.youtube.com/watch?v=ZEJCUsdFiLg
7. Tangannya Berubah Menjadi Tangan Babi Abul Muhayyah At-Taimi menceritakan bahwa pernah ada seorang muadzin masjid Ak (sebuah nama masjid yang diambil dari nama qabilah di yaman), ia berkata: saya pernah safar ke Mukran bersama pamanku, ada orang dalam rombongan kami yang mencela Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, kami larang dia berbuat seperti itu namun ia tidak mendengar, kami katakan padanya: menjauhlah kamu dari kami, ia pun berpisah dengan kami. Ketika kami telah berpisah kami menyesal, saya berkata: Sendainya kita temani dia sampai kita pulang ke Kufah, kemudian kami bertemu dengan seseorang yang mengenalnya (atau budaknya), kami bertanya kepadanya: Kembalilah kepada tuanmu agar ia menemui kami, ia menjawab: Tuanku ditimpa kejadian yang besar, tangannya dirubah menjadi tangan babi!, kemudian kami menemuinya dan berkata padanya: kembalilah pada kami, ia menjawab: Saya telah ditimpa musibah yang besar, ia memperlihatkan kedua pergelangannya, ternyata kedua pergelangannya telah berubah menjadi pergelangan tangan babi, kami temani dia sampai kami tiba di desa As-Sawad yang banyak babinya, ketika ia melihat babi-babi itu ia meraung dan meloncat, kemudian ia dirubah menjadi seekor babi, ia bersembunyi pada kami, kemudian kami bawa budaknya dan barang-barangnya ke Kufah. (Ibnu Asakir, Tarikh Dimasyq, 30/402 dan An-Nahyu ‘An Sabb Al-Ash-haab wa maa fiihi min al-istmi wa al-‘iqab, Dhiyauddin Al-Maqdisi, hal 43)
8. Mati Seakan Disembelih Imam Ibnul Qayim Rahimahullah menceritakan dari Al-Qairuwani di dalam kitab Al-Bustan, ada seorang dari kaum salaf yang mengisahkan: “Aku memiliki tetangga yang suka mencela Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu Anhuma. Suatu kali dia semakin menjadi-jadi dalam mencela mereka, lantas aku memukulnya dan ia juga memukulku. Kemudian aku pulang ke rumah dengan penuh kecewa dan sedih. Aku langsung tidur dan tidak sempat makan malam. Tiba-tiba aku bermimpi melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, aku pun mengadu kepada Beliau, “Wahai Rasulullah, si fulan telah mencela para sahabatmu.” Beliau bertanya, “Sahabatku siapa yang kau maksud?” Aku menjawab, “Abu Bakar dan Umar.” Lalu beliau berkata, ‘Ambillah pisau ini lalu sembelih orang itu dengannya.” Dengan segera aku mengambilnya lalu kubaringkan orang itu dan aku sembelih. Aku melihat seakan-akan tanganku bersimbah darah. Kemudian aku lemparkan pisau tersebut dan langsung ke tanah untuk mengusapnya. Tak lama kemudian aku terbangun dari tidur, secara bersamaan aku mendengar suara teriakan dari rumah orang tersebut. Aku bertanya, “Suara teriakan apa ini?” Orang-orang mengatakan, “Si fulan telah mati mendadak!” Pagi harinya aku mendatangi rumahnya, aku amati orang tersebut, ternyata di lehernya ada garis bekas sembelihan. Aku katakan, “Maha benar Allah ketika berfirman dalam hadits qudsi [1], “Barangsiapa yang memusuhi wali (kekasih)-Ku, maka Aku akan umumkan peperangan dengannya.
9. Su'ul Khatimah, Matinya Imam Syiah Saat Mau Mencaci Sahabat Nabi! Seorang tokoh syiah Rafidhah Irak, mati mendadak saat membaca doa nadbah, Aza’ dan ratapan dalam Husainiyyah di Karbala` kemarin lusa pagi hari pada tanggal 9 Nopember 2012 M. Orang syiah bilang dia terjatuh mati karena puasa!!! Sungguh pembelaan yang ajaib! Dia mati di majlis yang orang Rafidhah mencaci maki para sahabat Nabi -shalallahu alaihi wa salam- dan Isteri-isteri nabi -shalallahu alaihi wa salam-! Sungguh su’ul Khatimah, apalagi kalau dicermati kata terakhir yang terucap adalah “wayhah/wayhuh)” (celaka!) Coba perhatikan kematian yang mengenaskan ini: http://www.lppimakassar.com/2012/11/suul-khatimah-matinya-imam-syiah-saat.html
10. Kedua Mata Membengkak dan Badan Menghitam Izzuddin Yusuf Al-Mushili mengisahkan: Dulu kami punya teman, namanya: Asy-Syams Ibnul Hasyisyi, dia biasa MENCELA Sahabat Abu Bakar dan Umar -radliallahu anhuma- dan ia berlebihan dalam hal itu… Maka kukatakan kepadanya: “Ya Syams, sungguh buruk bila kamu mencela mereka, apalagi kamu sudah tua! Apa urusanmu dengan mereka, mereka sudah tiada sejak 700 tahun, dan Allah berfirman (yang artinya): ‘Itulah umat yang telah lalu’!”. Tapi jawaban dia: “Demi Allah, demi Allah.. Abu Bakar, Umar, dan Utsman benar-benar di Neraka”. Dia mengatakan itu di depan khalayak ramai, sehingga berdiri bulu kudukku, maka kuangkat tanganku ke langit, dan kukatakan: “Ya Allah, Dzat penakluk seluruh hamba-Nya, wahai Dzat yang tiada sesuatupun yang samar bagi-Nya, aku memohon kepada-Mu… bila ‘ANJING’ ini berada di atas kebenaran, maka turunkanlah kepadaku tanda kekuasaan-Mu. Sebaliknya, apabila dia zholim (dlm tindakannya), maka turunkanlah kepadanya SEKARANG JUGA sesuatu yang bisa menjadikan mereka tahu, bahwa dia dalam kebatilan”. Maka, dua matanya membengkak hingga hampir saja keluar, badannya menghitam hingga seperti aspal dan membengkak, dan keluar dari tenggorokannya sesuatu yang dapat mematikan burung. Lalu dia dibawa ke rumahnya, tapi tidak sampai 3 hari dia mati, dan tidak ada seorangpun yang bisa memandikannya, karena perubahan yang terjadi pada badan dan kedua matanya. Lalu dia dikuburkan -semoga Allah tidak merahmatinya-… Kisah ini benar adanya, dan terjadi pada tahun 710 H)). [Kitab Dzail Tarikhil Islam, Karya Imam As-Sakhowi Asy-Syafi'i (w 902 H), hal: 117]
11. Jin Tidak Suka Kepada Pencela Sahabat SALAMAH BIN SYABIB saat itu bertekad untuk pindah ke Makkah, maka ia menjual rumahnya. Setelah ia mengosongkan rumah dan menyerahkan kepada pembeli, ia berdiri di depan pintu dan menyampaikan,”Wahai penghuni rumah, engkau telah bertetangga dengan kami dengan baik, semoga Allah membalas kebaikan kepada kalian. Sengguhnya kami telah menjual rumah ini dan kami akan pindah ke Makkah. Assalamualakum warahmatullah…” Salamah bin Syabib pun mendengar suara dari dalam rumah,”Demikian juga, semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan dan kami tidak melihat kalian kecuali dalam kebaikan. Kami juga hendak pindah dari rumah ini karena sesungguhnya yang membeli rumah ini adalah penganut Rafidah yang suka mencela Abu Bakr dan Umar radhiyallahu ‘anhuma” (Shifat Ash Shafwah, 4/358). Al Hafidz Ibnu Al Jauzi menulis kisah ini dalam pembahasan khusus mengenai profil jin-jin yang shalih di akhir kitab Shifat Ash Shafwah.
WAHAI KAUM MUSLIMIN..... ADAKAH KITA MENDAPATKAN DIANTARA MEREKA YANG MENGAKHIRI HIDUPNYA DALAM KEADAAN HUSNUL KHOTIMAH???? MAKA BERHATI-HATILA WAHAI KAUM SYIAH DAN PARA PENDUKUNGNYA.... BERTOBATLAH KEPADA ALLAH ‘AZZA WAJALLA SEBELUM KALIAN MENGALAMI KEADAAN SEPERTI MEREKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar