15.3.15

AKIBAT SHOLAT DI UJUNG-UJUNG WAKTU

Husein Muhdor

AKIBAT SHOLAT DI UJUNG-UJUNG WAKTU

Para malaikat menyeretnya pergi melalui orang banyak dan menuju ke arah api neraka Jahannam yang menjulang tinggi. Dia menjerit dan tertanya-tanya apakah ada orang yang akan membantunya. Dia menjerit dan menyebutkan semua kebaikan yang telah dia lakukan. Bagaimana dia telah membantu ayahnya, puasanya, sholatnya, al-Quran yang dibacanya.

Dia terus menjerit-jerit, namun tiada seorang pun yang membantunya. Para malaikat di Jahannam terus menyeretnya. Mereka semakin dekat dengan neraka. Dia menoleh ke belakang dan ini sepertinya adalah usaha terakhirnya.

Dia teringat sesuatu.
Rasulullah SAW pernah berkata; 'Orang yang mandi di sungai lima kali sehari akan bersih dari kotoran, maka begitulah bersihnya orang yang melaksanakan sholat lima kali sehari, mereka bersih dari dosa-dosa mereka'.
Dia mula menjerit;
"Sholat saya? Sholat saya? Doa saya?"
Kedua malaikat tidak berhenti, hingga merekapun tiba di tepi jurang neraka. Panas api nerakayang luar biasa telah menyentuh mukanya. Dia menoleh ke belakang sekali lagi, tetapi matanya telah kering dari segala bentuk harapan dan dia tidak mempunyai apapun lagi yang tersisa dalam dirinya.

Salah satu malaikat mendorongnya masuk ke neraka Jahannam. Didapatinya dirinya melayang di udara dan jatuh ke arah api. Ketika sedang melayang jatuh selama tujuh puluh tahun ke dalam api neraka, tiba-tiba tangannya diraih oleh sebuah tangan lain. Dia ditarik kembali ke atas. Saat diangkatnya kepalanya dilihatnya seorang lelaki yang sangat tua dengan janggut putih yang panjang. Kelihatannya lelaki itu sangat daif.

Setibanya di atas, dia menyapu debu di tubuhnya sendiri dan bertanya kepada lelaki itu, "Siapakah anda?"
Orang tua itu menjawab, "Saya adalah sholat anda."
"Mengapa anda datang begitu lama? Saya telah didorong ke dalam neraka! Anda menyelamatkan saya pada saat-saat terakhir sebelum saya lebur."
Orang tua itu tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, "Apakah anda lupa? Anda selalu melaksanakan saya pada saat-saat terakhir?"

Seketika itu juga, dia terjaga dan mengangkat kepalanya dari sujud. Peluh membasahi seluruh tubuhnya. Didengarnya suara-suara yang datang dari luar.

Saat itu terdengar adzan berkumandang menandakan masuknya waktu sholat Isya. Dengan cepat dia bangun dan pergi mengambil wudhu, sambil berjanji dalam hati, tidak akan lagi menunda waktu sholat. Dia sadar akan kesalahannya dan bersyukur atas petunjuk yang diberikan padanya.
--
Bagikan kisah ini kepada kawan-kawan anda dan keluarga. Mungkin kisah ini bermanfaat bagi seseorang. Siapa tahu ini bisa menjadi salah satu perbuatan baik yang kelak akan membantu kita pada hari akhir. Tentunya ini adalah peringatan juga bagi saya.

Petikan dari ceramah Ustaz Faqih Razak di Masjid Tanjung Piandang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar