19.3.15

KISAH PENUH HIKMAH

KISAH PENUH HIKMAH Gigi Ulama Jadi Bara Api Gara-Gara Tusuk Gigi Pada zaman dahulu,ada seorang Pria yg sangat miskin. Kemiskinan membuatnya nekat mencari nafkah dengan mencuri kain kafan. Hari itu ia mengincar sebuah makam ulama yg belum lama dikubur. Ia berharap kafan yg dipakai membungkus jasad sang ulama adalah kain kafan terbaik, rangkap 3. Ditengah kesunyian malam, pria itu membongkar makam tersebut. Dan ternyata benar. Kain kafan sang ulama berlapis 3 Lapis pertama berhasil ditariknya, Lapis kedua jg berhasil ditariknya. Namun saat menarik kafan lapis ketiga,ia merasakan berat yg sangat. Rupanya tangan ulama itu menggenggam erat kafan tersebut. “Saat kau ambil kafan pertamaku, aku membiarkannya” suara ulama itu mengagetkannya. Baru kali ini sepanjang pengalamannya mencuri kain kafan, jenazah dapat berbicara. “Saat kau tarik kafan keduaku, aku juga membiarkannya. Tetapi aku tdk mau menghadap Allah dgn telanjang. Karenanya aku tahan kafan ketigaku ini” Entah perasaan apa yg berkecamuk dalam jiwa pria pencuri kafan itu. yg pasti ia sangat terkejut. Ia juga takut. Untungnya, ia mendengar kalimat berikutnya dari sang ulama. “Aku merelakan dua lapis kain kafanku itu untukmu,dengan syarat kau memintakan maaf kepada si Fulan. Mau?” “Iya, syaikh. Mau,” jawab pria itu, “tapi mengapa syaikh meminta maaf pada si Fulan? Syaikh kan ulama sementara dia orang awam.” “Dulu aku pernah diundang ke rumahnya untuk syukuran dan mendoakannya. Aku disuguhi makanan dgn lauk daging. Ketika acara selesai dan hendak pulang, aku mengambil sebuah ranting kecil dari pohon miliknya di depan rumah. Aku memakainya sebagai tusuk gigi. Hanya itu saja dan aku langsung membuangnya. Tusuk gigi itulah yg kini membuatku tdk merasakan nikmat di alam barzah meskipun aku banyak ibadah. Kamu tahu,skrg gigi yg dulu kubersihkan dgn ranting kecil itu sekarang berubah menjadi bara api,” kata sang ulama sambil menunjukkan giginya. “Mintakan kepada si Fulan agar ia menghalalkan ranting tusuk gigi itu, sampaikan permintaan maafku kepadanya.” Saudaraku-sauda riku.. lepas dari benar tidaknya kisah di atas, ada pelajaran berharga bagi kita. Peringatannya sungguh mengena. Bahwa barang apapun yg tdk halal bagi kita, ia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Bahwa apapun milik orang lain yg kita ambil tanpa hak, ia bisa menjadi penyebab siksa,di alam barzah, bahkan di akhirat dan menyeret kita masuk neraka. Jika sebatang ranting kecil sebesar tusuk gigi bisa membuat gigi berubah jadi bara api, bayangkan jika yg kita ambil tanpa hak itu senilai sebatang pohon. Bayangkan jika kita atau suami kita mengambil barang haram senilai sebuah rumah. Iya kalau kita mengambil barang tanpa hak hanya dari satu orang dan ditakdirkan Allah bisa meminta maaf melalui perantara orang lain sewaktu kita di alam barzah seperti kisah tadi. Karena syarat taubat dari dosa terhadap sesama (hablum minannas) salah 1 nya adalah meminta halal/ keikhlasan orang yg kita sakiti atau haknya kita zalimi. Sedangkan kita hampir tak mungkin hidup lg setelah dimakamkan di perut bumi. Lebih berat lagi jika yg kita ambil adalah harta milik orang banyak,korupsi. Maka marilah kita ingat kembali, utk selalu menjaga diri. Agar kita tak mengambil hak orang lain. Agar kita tidak pernah melakukan praktik korupsi. Kita ingatkan pula para suami agar tidak mengambil hak orang lain. Kita ingatkan para suami agar tdk terlibat korupsi. Jika satu tusuk gigi bisa membuat gigi menjadi bara api? Bagaimana dgn korupsi? Ngeri sanget. Na’udzu billah min dzalik Semoga ALLAH SWT. menganugrahkan kebersihan hati, kebaikan lisan, kesehatan, keselamatan, keberkahan rezeki & kebahagiaan kepada kita keluarga dan orangtua kita, Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar