9.4.15
HUKUM MEMAKAI SIWAK
Hukum Memakai Siwak
Memakai Siwak hukumnya sunnah muakkad yang sangat dianjurkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW, karena Beliau SAW tidak pernah meninggalkan memakai Siwak, khususnya ketika hendak berwudu’, Sholat, membaca Alqur’an dan bangun dari tidur. Dalam Hadist yang diriwayatkan, ada seorang yang bertanya kepada Aisyah ra, tentang sesuatu yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika Beliau SAW telah memasuki Rumahnya? Aisyah menjawab “Beliau SAW memulainya dengan bersiwak” ( Bukhari dan Muslim).
Riwayat yang Lain, Maksud Hadist: “Adapun Rosulullah SAW, jika bangun di malam hari Beliau SAW mencuci dan menggosok lisan-Nya dengan siwak”. (bukhari).
Ingat..! satu kali anda bertasbih kepada Allah dengan diawali beriwak, maka dihitung 70X bertasbih. Sholat dengan diawali dengan bersiwak, akan terhitung 70X sholat. Dua rakaat Sholat tahajjud diawali dengan bersiwak, maka dihitung 140 rakaat tahajjud. Subhanallah..
Khusus bagi yang sedang berpuasa, disunnahkan memakai Siwak dari fajar hingga waktu zawal/ dhuhur adapun setelah zawal hingga terbenamnya matahari maka hukumnya makruh (pendapat Imam Syafi’i).
Faedah-faedah Memakai Siwak:
1.Menambah kefashihan membaca. 2.Menambah kecerdasan akal. 3.Menguatkan Hafalan. 4.Menerangkan mata. 5.Mempermudah proses sakaratul maut. 6.Menjahukan musuh. 7.Melipat gandakan pahala. 8.Memperlambat ketuaan. 9.Mengharumkan bau mulut. 10.Menghilangkan lendir dan kekuningan gigi. 11.Menguatkan gusi. 12.melonggarkan tenggorokan. 13.Menyebabkan ridha’ Allah Ta’ala. 14.Memutihkan gigi. 15.Mewariskan kekayaan dan kemudahan. 16.Menghilangkan penyakit pening dan ketegangan urat kepala. 17.Mensehatkan pencernakan makan dan munguatkannya. 18.Membersihkan hati. dan paling utama Yaitu, mengingatkan bacaan Syahadat disaat sakaratul maut.
Cara bersiwak
Cara bersiwak tidak ada ikhtilaf diantara ulama’. dalam sebuah Hadist bahwa Rasulullah SAW bersiwak dengan kayu arok, dan memulainya dari pertengahan, lalu kearah kanan lalu kekiri, demikian diulangi. sebanyak 3 X. Sebelum dan sesudah bersiwak, kayu Siwak (kayu arok atau sejenisnya) hendaklah dicuci. Siwak hendaklah disimpan posisi berdiri, jangan disimpan diatas tanah. Jika Siwak itu kering, sebaiknya direndam dengan air terlebih dahulu. Siwak berbeda dengan sikat gigi, siwak adalah kayu yang biasa dipakai untuk menggosok gigi hingga akhir masa.
Panjang Siwak yang paling ideal (disunnahkan) adalah sejengkal dan yang paling pendek berukuran tidak kurang dari 4 jari selain ibu jari (12 Cm menurut pendapat lain) Besar kayu Siwak yang ideal adalah tidak lebih besar dari ibu jari dan tidak lebih kecil dari jari kelingking, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar