29.6.15

“SYAFA’AT RASULULLAH S A W TIDAK DAPAT MENOLONG ORANG YANG DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUANYA”

“Durhaka pada orang tua itu bernasab, turun temurun,pasti akan dibalas melalui keturunannya kelak… Seorang yang menghormati ulama’ besar tapi ia meninggalkan orang tuanya artinya ia mementingkan sunnah & melalaikan wajib.. Sama seperti orang memakai imamah tapi aurotnya justru terbuka, sungguh tidak pantas.. Habib-Salim-Asy-Syatiri Berkata Imam Ahmad bin Hanbal ra “Orang tua ada Tiga" : 1. yang melahirkan, 2. yang memberi ilmu (guru) 3. yang menikahkanmu dengan anaknya (mertua)” Pada saat kita kecil, orang tua mencintai kita, bersabar dengan keadaan dan tangisan kita, menghadapi berbagai tingkah pola kita, berdoa supaya kita panjang umur dan sehat sampai dewasa. Maka wajib bagi kita bersabar terhadapnya ketika mereka sudah tua dan memiliki banyak kekurangan. Syafaat Rosul SAW pun tak dapat menolong orang yang durhaka kepada orang tuanya dari siksa neraka kecuali orang tuanya sendiri yang memberi kesempatan padanya untuk diberi Rahmat oleh Allah. Memutus silaturrahmi akan mendapat laknat dari Allah, tertolak seluruh amalnya, tidak akan diterima doanya walaupun ia seorang yang ‘alim… Maka sambunglah silaturrahmi sebelum kita mati dalam keadaan terlaknat & sebelum kita masuk alam barzakh dengan amarah Allah selagi ada kesempatan…” ( Mutiara Nasihat Sulthonul ‘Ilim Al’Habib Salim bin Abdullah bin Umar Asy’Syatiri ).

26.6.15

W A N I T A

Tahukah engkau .... bahwa yg pertama kali tinggal di Masjidil Haram adlh wanita .... itulah ibunda kita Siti Hajar istri Nabi Ibrahim As ..... Tahukah engkau .... bahwa yg pertama kali beriman pd Rasulullah Saw adlh wanita ..... itulah istri beliau Siti Khadijah RA .... . Tahukah engkau .... bahwa darah yg pertama kali tumpah di jalan ALLAH adlh darah wanita .... itulah darah Syahidah Sumayyah ibunya Ammar bin Yasir ..... Tahukah engkau Allah menurunkan Al-Qur'an dan di dlmnya ada surah berjudul wanita ( An-Nisa' ) itulah surah ke 3 terpanjang dlm Al Qur'an ... Tahukah engkau Nabi bersabda : " aku berwasiat pd kalian agar baik terhadap wanita " itulah kalimat yang beliau ulang2 sampai 3 kali dlm khutbah perpisahan ( wada' ) sebelum beliau wafat Tahukah engkau Nabi bersabda : "Barang siapa yg memiliki 3 anak wanita kemudian mendidiknya dan berhasil baik dlm pendidikannya maka itu akan menjadi pembebas baginya dari api neraka," Sahabat bertanya : "Bagaimana kalau 2 anak wanita saja ?" Jawab Nabi : " 2 anak wanitapun bisa " Kata Sahabat lagi : "Bagaimana kalau hanya 1 anak wanita saja ?" Jawab Nabi : " 1 anak wanitapun bisa " Tahukah engkau Surga terletak di bawah kaki wanita ( ibu ) ?? Smpai2 Habib Abu Bakar Assegaf wali qutb gresik berkata: "ketahuilah wahai fulan doa orgtuamu itu lebih hebat dari pd doa 70 org seperti ku", Aljannata tahta akdamil ummahat : "syurga itu dibawah telapak kaki ibu" Apakah ada kemuliaan yg melebihi semua ini bagi wanita ..... ? katakan lah : "aLhamduLilLah 'ala ni'matiL isLam" ...

25.6.15

EMPAT PERKARA SEBELUM TIDUR

EMPAT PERKARA SEBELUM TIDUR Rasulullah berpesan kepada Siti Aisyah RA. “Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu : 1. Sebelum khatam al-Quran. 2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat. 3. Sebelum para muslimin meridhai engkau. 4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah". Bertanya Siti Aisyah : “Ya Rasulullah ! Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “ Rasulullah tersenyum dan bersabda : 1. Jika engkau akan tidur, bacalah surah Al –Ikhlas tiga kali Seakan-akan engkau telah mengkhatamkan Al-Quran 2. Bacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat “Bismillaahirrahmaa nirrrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa saiyyidina Muhammad wa’alaa aalii saiyyidina Muhammad (3x)“ 3. Beristighfarlah untuk para mukminin maka mereka akan meridhai engkau “Astaghfirullaah hal 'adziim al lazhii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih ( 3x ) 4. Dan perbanyaklah bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah “Bismillaahirrahmaa nirrrahiim Subhanallaah Walhamdulillaah Walaa ilaaha illallaah hu wallah hu akbar " ( 3x ) Subhanallah... !!!

Tiada Siksa Tanpa Dosa

Alwi Husin Tiada Siksa Tanpa Dosa Kali ini kita akan merenungkan satu ayat dari Surat Al-Ankabut ayat 40. Tiada siksa tanpa kesalahan. Tiada sanksi tanpa dosa. Dan tiada adzab tanpa maksiat. Bencana turun silih berganti akibat ulah tangan manusia, Allah tegaskan dalam firman-Nya فَكُلّاً أَخَذْنَا بِذَنبِهِ Maka masing-masing (mereka itu) Kami Azab karena dosa-dosanya Karenanya pada akhir ayat ini Allah berfirman, وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ “Allah sama sekali tidak ingin menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.” Dalam ayat ini, ada 4 tipe adzab yang diturunkan kepada umat-umat terdahulu, yaitu: فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِباً 1. Di antara mereka ada yang Kami Timpakan kepadanya hujan batu kerikil. Bencana ini menimpa kaum Nabi Luth as. (Baca Surat Asy-Syuara 173.) وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ 2. Ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur. Bencana ini menimpa Kaum Nabi Sholeh as yaitu Kaum Tsamud. (Baca Surat Huud 67.) وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ 3. Ada yang Kami Benamkan ke dalam bumi. Bencana ini menimpa Qorun yang dibenamkan di bumi Allah dengan seluruh harta kekayaannya. (Baca Surat Al-Qashas 81.) وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَ 4. Dan ada pula yang Kami Tenggelamkan. Bencana ini menimpa Fir’aun dan kaum Nabi Nuh as. (Baca Surat Al-A’raf 64.) وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ “Allah sama sekali tidak ingin menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.” (Al-Ankabut 40) Tiada adzab tanpa kesalahan. Tiada siksa tanpa dosa. Mari kita tentramkan hidup ini dengan menghindari kesalahan yang akan mendatangkan kesulitan bagi diri kita sendiri. Khazanah Qur'an

JAGALAH HAK ALLAH, NISCAYA ALLAH AKAN MENJAGAMU

Alwi Husin JAGALAH HAK ALLAH, NISCAYA ALLAH AKAN MENJAGAMU .. Bismillahirrahmannirahim,SEGALA puji bagi ﷲ , Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman. Rasulullah صلیﷲ علیﻪ و سلم pernah memberi nasehat pada Ibnu ‘Abbas -رضي الله عنه -, “Jagalah ﷲ , niscaya ﷲ akan menjagamu.” [HR Tirmidzi] “Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada Setiap hamba yang selalu kembali (kepada ﷲ ) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-NYA), (yaitu) orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan Dia datang dengan hati yang bertaubat.” (Qaaf: 32-33) MENJAGA HAK ALLAH Di antara bentuk penjagaan hak ﷲ sebagai berikut: 1. MENJAGA SHALAT Yang utama untuk dijaga adalah shalat lima waktu yang wajib sebagaimana yang ﷲ firmankan (artinya), “ Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa (shalat Ashar). Berdirilah untuk ﷲ (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (Al Baqarah: 238) Yang dimaksud shalat wustho di sini adalah shalat Ashar menurut kebanyakan ulama. Nabi صلیﷲ علیﻪ و سلم memperingatkan keras orang yang meninggalkan shalat Ashar sebagaimana dalam sabdanya (artinya), “Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka hapuslah amalannya.” [HR Bukhari] Allah Ta’ala pun memuji orang-orang yang menjaga shalatnya dalam ayat lainnya (artinya), “Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.” (Al Ma’arij: 34) Begitu pula termasuk dalam hal ini adalah dengan menjaga thoharoh (taharah/bersuci) karena thoharoh adalah pembuka shalat. Nabi صلیﷲ علیﻪ و سلم bersabda (artinya), “Tidak ada yang selalu menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin. 2. MENJAGA KEPALA DAN PERUT “Sifat malu pada ﷲ yang sebenarnya adalah engkau menjaga kepalamu dan setiap yang ada di sekitarnya, begitu pula engkau menjaga perutmu serta apa yang ada di dalamnya.” Yang dimaksud menjaga kepala dan setiap apa yang ada di sekitarnya, termasuk di dalamnya adalah menjaga pendengaran, penglihatan dan lisan dari berbagai keharaman. Sedangkan yang dimaksud menjaga perut dan segala apa yang ada di dalamnya, termasuk di dalamnya adalah menjaga hati dari terjerumus dalam yang haramﷲ Ta’ala berfirman (artinya), “ Dan ketahuilah bahwasanya ﷲ mengetahui apa yang ada dalam hatimu; Maka takutlah kepada-NYA.” (Al Baqarah: 235) “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al Isro’: 36) 3. MENJAGA LISAN “Barangsiapa yang menjamin padaku apa yang ada di antara dua janggutnya (yaitu bibirnya) dan antara dua kakinya (yaitu kemaluan), maka ia akan masuk surga.” [HR Bukhari] 4, MENJAGA KEMALUAN Alllahmemuji orang-orang yang menjaga kemaluan dalam beberapa ayat. ﷲ Ta’ala berfirman (artinya), “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya ﷲ Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat“.” (An Nur: 30) “Laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) ﷲ , ﷲ telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al Ahzab: 35) “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.” (Al Mu’minun: 5-6) Yang lebih penting dari hal di atas dan merupakan hak ﷲ yang paling utama untuk dijaga adalah mentauhidkan ﷲ dan tidak menyekutukan ﷲ dengan selain-NYA (baca: berbuat syirik). Karena syirik adalah kezholiman yang teramat besar. Luqman pernah berkata pada anaknya, “Sesungguhnya kesyirikan adalah kezholiman yang paling besar.” (Luqman: 13) BARANGSIAPA YANG MENJAGA HAK ALLAH, MAKA ALLAH AKAN MENJAGANYA “Jagalah ﷲ , niscaya ﷲ akan menjagamu.”Inilah yang dimaksud al jaza’ min jinsil ‘amal, yaitu balasan sesuai dengan amal perbuatan. Sebagaimana ﷲ mengatakan dalam ayat-ayat lainnya .وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ “Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu.” (Al Baqarah: 40) فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُم ْ“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.” (Al Baqarah: 152) إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُم ْ“Jika kamu menolong (agama) ﷲ , niscaya Dia akan menolongmu.” (Muhammad: 7) BENTUK PENJAGAAN ALLAH Jika seseorang menjaga hak-hak ﷲ sebagaimana yang telah disebutkan di atas, maka ﷲ pun akan selalu menjaganya. Bentuk penjagaan ﷲ ada dua macam, yaitu:ﷲ akan menjaga urusan dunianya yaitu ia akan mendapatkan penjagaan diri, anak, keluarga dan harta. Penjagaan yang lebih dari penjagaan yang diatas, yaitu ﷲ akan menjaga agama dan keimanannya. PENJAGAAN MELALUI MALAIKAT ALLAH Di antara bentuk penjagaan ﷲ adalah ia akan selalu mendapatkan penjagaan dari malaikat ﷲ. Sebagaimana ﷲ Ta’ala berfirman (artinya), “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah ﷲ .” (Ar Ro’du: 11) PENJAGAAN DI KALA USIA SENJA Begitu pula ﷲ akan menjaga seseorang di waktu tuanya, jika ia selalu menjaga hak ﷲ di waktu mudanya. ﷲ akan menjaga pendengaran, penglihatan, kekuatan dan kecerdasannya. Inilah maksud yang kami singgung dalam judul artikel ini. Sebagaimana kami pernah membaca dalam salah satu buku fiqh madzhab Syafi’i, matan Abi Syuja’. Dalam buku tersebut diceritakan mengenai penulis matan yaitu Al Qodhi Abu Syuja’ (Ahmad bin Al Husain bin Ahmad Asy Syafi’i rahimahullah Ta’ala). Perlu diketahui bahwa beliau adalah di antara ulama yang meninggal dunia di usia sangat tua. Umur beliau ketika meninggal dunia adalah 160 tahun (433-596 Hijriyah). Beliau terkenal sangat dermawan dan zuhud. Beliau sudah diberi jabatan sebagai qodhi pada usia belia yaitu 14 tahun. Keadaan beliau di usia senja (di atas 100 tahun), masih dalam keadaan sehat wal afiat. Begitu pula ketika usia senja semacam itu, beliau masih diberikan kecerdasan. Tahukah Anda apa rahasianya? Beliau tidak punya tips khusus untuk rutin olahraga atau yang lainnya. Namun perhatikan apa tips beliau, “Aku selalu menjaga anggota badanku ini dari bermaksiat pada ﷲ di waktu mudaku, maka ﷲ pun menjaga anggota badanku ini di waktu tuaku.” Cobalah lihat, beliau bukanlah memberikan kita tips untuk banyak olahraga. Namun apa tips beliau? Yaitu taat pada ﷲ dan menjauhi segala maksiat di waktu muda. Ibnu Rajab rahimahullah juga pernah menceritakan bahwa sebagian ulama ada yang sudah berusia di atas 100 tahun. Namun ketika itu, mereka masih diberi kekuatan dan kecerdasan. Coba bayangkan bagaimana dengan keadaan orang-orang saat ini yang berusia seperti itu? Diceritakan bahwa di antara ulama tersebut pernah melompat dengan lompatan yang amat jauh. Kenapa bisa seperti itu? Ulama tersebut mengatakan (artinya), “Anggota badan ini selalu aku jaga agar jangan sampai berbuat maksiat di kala aku muda. Balasannya, ﷲ menjaga anggota badanku ini di waktu tuaku.” PENJAGAAN PADA ANAK CUCU KETURUNAN Begitu pula ﷲ akan menjaga keturunan orang-orang sholih dan selalu taat pada ﷲ . Di antaranya kita dapat melihat pada kisah dua anak yatim yang mendapat penjagaan ﷲ karena ayahnya adalah orang yang sholih. ﷲ Ta’ala berfirman (artinya), “Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh.” (Al Kahfi: 82) ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz pernah mengatakan, “Barangsiapa seorang mukmin itu mati (artinya: ia selalu menjaga hak ﷲ , pen), maka ﷲ akan senantiasa menjaga keturunan-keturunannya.” Sa’id bin Al Musayyib mengatakan pada anaknya (artinya), “Wahai anakku, aku selalu memperbanyak shalatku dengan tujuan supaya ﷲ selalu menjagamu.” [Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam] Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Barangsiapa menjaga (hak-hak) ﷲ , maka ﷲ akan menjaganya dari berbagai gangguan.” Jika seseorang berbuat maksiat, maka ia juga dapat melihat tingkah laku yang aneh pada keluarganya bahkan pada hewan tunggangannya. “Jika aku bermaksiat pada ﷲ , maka pasti aku akan menemui tingkah laku yang aneh pada budakku bahkan juga pada hewan tungganganku.” [Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam] , Subhanallah .. PENJAGAAN PADA AGAMA DAN KEIMANAN Penjagaan yang lebih dari penjagaan yang semua sebelumnya, yaitu ﷲ akan menjaga agama dan keimanannya. “Dengan menyebut nama-Mu, aku meletakkan lambungku, dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Jika engkau ingin menarik jiwaku, maka ampunilah ia. Jika engkau ingin membiarkannya, maka jagalah ia sebagaimana engkau menjaga hamba-hambaMu yang sholih” [HR Bukari - Muslim] Dalam do’a ini terlihat bahwa ﷲ akan senantiasa menjaga orang-orang yang sholih.... Jagalah hak ﷲ , niscaya ﷲ akan menjagamu .... Subhanallah , Alhamdulillah .. Segala puji bagi ﷲ yang dengan nikmat-NYA segala kebaikan menjadi sempurna ...

42 RAHASIA DAHSYATNYA SHALAWAT NABI.

42 RAHASIA DAHSYATNYA SHALAWAT NABI. Syeikh Abdul Qadir Al Jailani qaddasallah sirrahu, memberi nasihat: Ketahuilah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu ibadah paling mulia, bentuk ketaatan paling luhur, ibadah yang paling tinggi nilainya yang diperintahkan Allah SWT kepada kita, sebagai bentuk penghormatan, pemuliaan dan pengagungan terhadap derajat beliau. Orang yang membaca shalawat dijanjikan akan mendapatkan tempat paling indah di akhirat dan pahala paling besar. Membaca shalawat adalah amal perbuatan yang menyelamatkan, ucapan paling utama, ibadah yang menguntungkan, mengandung barokah paling banyak, dan ahwal yang paling kokoh. Dengan membaca shalawat, seorang hamba bisa meraih keridhaan Tuhan yang Maha Penyayang. Memperoleh kebahagiaan dan restu Allah SWT, barokah-barokah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati,dan diampuni dosa-dosa besarnya. Allah SWT berfirman: إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (QS Al-Ahzab [ 33]: 56) Dalam Kitab AsSafinah Al Qadir iyah, Syeikh Abdul Qadir Al Jailani menjelaskan tentang keutamaan-keutaman bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan merujuk apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Furhan dalam kitab Haqa’iq Al Anwar. Beliau menyebut 42 keutamaan dan keuntungan bershalawat kepada Nabi. Menurutnya, Membaca shalawat kepada Nabi membuahkan banyak faedah yang bisa dipetik oleh seorang hamba: 1. Bershalawat untuk Nabi berarti melaksanakan perintah Allah SWT. 2. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru Allah yang bershalawat kepada Nabi. 3. Bershalawat untuk Nabi berarti meniru malaikat-malaikat-Nya yang bershalawat kepada Nabi. 4. Mendapat balasan 10 kali lipat shalawat dari Allah SWT untuk diri kita pada setiap shalawat yang kita ucapkan. 5. Allah akan mengangkat derajat orang yang membaca shalawat 10 tingkat lebih tinggi.. 6. Mendapat 10 catatan kebaikan. 7. Allah SWT menghapuskan 10 dosa keburukan. 8. Berpeluang besar doanya akan dikabulkan Allah SWT. 9. Shalawat adalah syarat utama mendapat syafaat dari Rasulullah SAW. 10. Shalawat adalah syarat untuk mendapat ampunan Allah dan akan ditutup segala aib. 11. Shalawat adalah syarat untuk memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakutinya. 12. Shalawat adalah syarat seseorang dapat dekat kepada Rasulullah SAW. 13. Nilai shalawat sama dengan nilai sedekah. 14. Shalawat adalah alasan bagi Allah dan para malaikat untuk membacakan shalawat balasan. 15. Shalawat adalah syarat kesucian jiwa dan raga bagi pembacanya. 16. Terpenuhinya segala keinginan. 17. Shalawat adalah alasan seseorang mendapat kabar baik bahwa dirinya kelak akan memperoleh surga. 18. Shalawat adalah faktor memperoleh keselamatan di Hari Kiamat. 19. Shalawat adalah alasan bagi Rasulullah SAW untuk mengucapkan shalawat balasan. 20. Shalawat dapat membuat pembacanya teringat akan semua hal yang dilupakannya. 21. Shalawat dapat membuat harumnya sebuah majelis pertemuan dan orang-orang yang hadir tidak mendapat kerugian di Hari Kiamat kelak. 22. Shalawat dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran bagi pembacanya. 23. Shalawat dapat menghapus julukan orang kikir ketika shalawat dibacakan. 24. Shalawat menjadi penyelamat dari doa ancaman Rasulullah bagi orang yang membaca shalawat ketika namanya disebutkan. 25. Shalawat akan mengiringi perjalanan pembacanya kelak di atas jembatan menuju surga dan akan menjauh dari orang yang tidak membacanya. 26. Shalawat akan menghilangkan keburukan-keburukan di suatu majelis pertemuan yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan Rasul-Nya. 27. Shalawat adalah penyempurna pahala dari sebuah percakapan yang dimulai dengan menyebut nama Allah dan membaca shalawat kepada Rasul-Nya. 28. Shalawat adalah faktor yang dapat menyelematkan seorang hamba ketika berada di atas jembatan menuju surga. 29. Shalawat menghapus status sebagai pembenci shalawat. 30. Shalawat adalah alasan bagi Allah untuk mengumumkan pujian baiknya kepada pembaca shalawat tersebut di hadapan semua makhluk, baik di bumi maupun di langit. 31. Shalawat dapat mendatangkan rahmat Allah. 32. Shalawat dapat mendatangkan berkah. 33. Shalawat dapat melanggengkan dan mempertebal cinta kepada Rasulullah SAW dimana cinta ini merupakan simpul pokok keimanan.Dan, keimanan seseorang belum sempurna tanpa adanya cinta kepada Nabi. 34. Shalawat dapat memikat hati Rasulullah agar mencintai dirinya. 35. Shalawat mendatangkan hidayah dan menghidupkan hati yang telah mati. 36. Shalawat adalah syarat agar nama pembacanya disebut-sebut di hadapan Rasulullah SAW. 37. Shalawat dapat memantapkan iman dan Islam serta membacanya sama dengan memberi hak yang layak diterima oleh Rasulullah SAW. 38. Shalawat merupakan bentuk syukur kita atas segala nikmat dari Allah SWT. 39. Bacaan shalawat mengandung dzikir, syukur dan pengakuan atas nikmat Allah SWT. 40. Shalawat yang dibaca seorang hamba adalah bentuk doa dan permohonan kepada Allah, terkadang doa itu dipersembahkan kepada Nabi SAW dan tak jarang pula untuk dirinya sendiri, karena shalawat dapat mendatangkan tambahan pahala. 41. Shalawat adalah buah yang paling manis dan faedah paling utama yang dapat didatangkan dari pembacaan shalawat atas Nabi adalah melekatnya gambaran seorang Nabi yang mulia di dalam jiwa pembacanya. 42. Memperbanyak bacaan shalawat atas Nabi SAW menjadikan dirinya satu tingkatan dengan derajat seorang Syeikh Murabbi (guru spiritual). (As Safinah Al Qadiriyah Li Asy Syaikh ‘Abd Qadir Al Jailani Al Hasani)

Sepuluh Nasehat Dan Ilmu Yang Berjumlah Tujuh.

Sepuluh Nasehat Dan Ilmu Yang Berjumlah Tujuh. Sepuluh nasehat dan ilmu yang berjumlah tujuh. 1. عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ قَالَ: أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu , ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu 'alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), (5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan (7) beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia”. (HR. Ath Thabrani, Al Baihaqi, Ahmad, dan Ibnu Hibban) 2. عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرو، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ” سَبْعَةٌ لا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلا يُزَكِّيهِمْ، وَيَقُولُ ادْخُلُوا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ: الْفَاعِلُ وَالْمَفْعُولُ بِهِ، وَالنَّاكِحُ يَدَهُ، وَنَاكِحُ الْبَهِيمَةِ، وَنَاكِحُ الْمَرْأَةِ فِي دُبُرِهَا، وَجَامِعٌ بَيْنَ الْمَرْأَةِ وَابْنَتِهَا، وَالزَّانِي بِحَلِيلَةِ جَارِهِ، وَالْمُؤْذِي لِجَارِهِ حَتَّى يَلْعَنَهُ ‘Abdullaah bin ‘Amr ra., ia berkata, Rasulullah saww. bersabda, “Tujuh golongan yang Allah tidak akan melihat mereka di hari kiamat, dan juga tidak mensucikan mereka, dikatakan kepada mereka, “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang memasukinya, yaitu orang yang mengerjai dan dikerjai (Homosex dan Lesbian), orang yang menikahi tangannya (Onani/Masturbasi), orang yang menggauli hewan (beastiality), orang yang menggauli istrinya pada duburnya, orang yang mengumpulkan (mengawini) seorang wanita berikut putrinya, orang yang menzinahi istri tetangganya, dan orang yang menyakiti tetangganya hingga ia melaknatnya.”. (HR. Ath Thabaraniy, di dalam kitab Nashoihul Ibad – Asy Syeikh Nawawi bin Umar Al Banteniy) 3. حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ بُنْدَارٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي خُبَيْبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar Bundar berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari 'Ubaidullah berkata, telah menceritakan kepadaku Khubaib bin 'Abdurrahman dari Hafsh bin 'Ashim dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan 'ibadah kepada Rabbnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, 'Aku takut kepada Allah', dan seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis." (HR. Bukhori dan Muslim) 4. مَنْ حَفِظَ سَبْعَ كَلِمَاتٍ فَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ شَرِيفٌ، وَعِنْدَ الْمَلَائِكَةِ شَرِيٌف، وَغَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَهُ، وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ، وَيَجِدُ حَلَاوَةَ الطَّاعَةِ وَتَكُونُ حَيَاتُهُ وَمَمَاتُهُ خَيْرًا لَهُ. أَوَّلُهَا: أَنْ يَقُولَ عِنْدَ ابْتِدَاءِ كُلِّ شَيْءٍ: بِسْمِ اللَّهِ. وَالثَّانِي: أَنْ يَقُولَ بَعْدَ الْفَرَاغِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ: الْحَمْدُ لِلَّهِ. وَالثَّالِثُ: إِذَا جَرَى عَلَى لِسَانِهِ لَغْوٌ، أَوْ عَمِلَ سُوءًا قَلَّ أَوْ كَثُرَ يَقُولُ بَعْدَهُ: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ. وَالرَّابِعُ: إِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُولَ: أَفْعَلُ غَدًا كَذَا فَيَقُولُ عَلَى أَثَرِهِ: إِنْ شَاءَ اللَّهُ. وَالْخَامِسُ: إِذَا اسْتَقْبَلَهُ مَكْرُوهٌ يَقُولُ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ. وَالسَّادِسُ: إِذَا أَصَابَتْهُ مُصِيبَةٌ فِي النَّفْسِ، أَوْ فِي الْمَالِ قَلَّ أَوْ كَثُرَ، يَقُولُ: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ. وَالسَّابِعُ: لَا يَزَالُ يَجْرِي عَلَى لِسَانِهِ فِي آنَاءِ اللَّيْلِ وَأَطْرَافِ النَّهَارِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ Ahli Fiqih Abul Laits As-Samarqandi mengatakan : "Barangsiapa melestarikan tujuh kalimat berikut, maka menjadi orang yang mulia menurut pandangan Allah dan Malaikat, dosanya diampuni sungguhpun sebanyak buih laut, dapat merasakan manisnya tha'at, serta hidup dan matinya baik : 1. Membaca "BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM" di setiap memulai berbuat sesuatu. 2. Membaca "ALHAMDULILLAAHI ROBBIL'AALAMIIN" di setiap mengakhiri perbuatan dan mensyukuri nikmat. 3. Membaca "ASTAGHFIRULLAAHAL 'AZHIIMA WA ATUUBU ILAIHI" setiap kali terlanjur mengucapkan perkataan yang tidak berguna dan telah berbuat dosa. 4. Mengucap "INSYA ALLAH" di setiap kali ingin melakukan sesuatu (berjanji). 5. Manakala menghadapi sesuatu yang berat, ia mengucapkan "LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL-'ALIYYIL-'AZHIIM". 6. Manakala terkena musibah, ia mengucapkan "INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI'UUN". 7. Baik siang maupun malam, tak pernah telat selalu membaca "LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR-ROSUULULLAH".". (Di dalam Kitab Nashoihul Ibad - Asy Syeikh Nawawi Al Banteniy dan Tanbihul Ghofilin - Imam Abul Laits As-Samarqandi) 5. اِجْتَنِبُواالسَّبْعَ الْمُوْ بِقَاتِ اَلشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِىْ حَرَّمَ اللهُ اِلاَّ بِالْحَقِّ وَاٰكِلُ الرِّبَا وَاٰكِلُ مَالِ الْيَتِيْمِ وَالتَّوَ لِّى يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَا فِلاَتِ الْمُؤْ مِنَاتِ Nabi Muhammad saww. bersabda: Jauhilah tujuh macam dosa yang bertingkat-tingkat (besar), diantaranya ialah: 1. Mempersekutukan Allah, 2. Sihir, 3. Membunuh diri yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, 4. Makan harta riba, 5. Makan harta anak yatim, 6. Lari dari peperangan, 7. Menuduh wanita (berzina) yang beriman yang tidak tahu menahu dengan perbuatan buruk dengan apa yang difitnakan kepadanya. (HR Bukhari dan Muslim) 6. الشهداء سبعة سوي القتل في سبيل الله : المطعون شهيد، والغريق شهيد، وصاحب ذات الجنب شهيد، والمبطون شهيد، والحريق شهيد، والذي يموت تحت الهدم شهيد، والمرأة تموت بجمع شهيدة. أخرجه مالك وأبو داود والنساءي وابن ماجه وابن حبان والحاكم وأحمد Para syuhada' itu ada tujuh kelompok selain yang terbunuh di jalan Allah, yaitu : orang yang mati terserang penyakit tha'un adalah syahid, orang yang mati tenggelam juga syahid, orang yang terserang tumor juga syahid, orang yang sakit perut pun syahid, orang yang terbakar juga syahid dan orang yang meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan pun syahid dan seorang wanita yang meninggal dunia yang sedang mengandung juga syahid." HR. Malik, Abu Dawud, An Nasa'I dan lainnya. Al Hakim berkata, "Bersanad shahih." Dan disepakati oleh Adz Dzahabi, juga ada di dalam kitab Nashoihul Ibad – Asy Syeikh Nawawi bin Umar Al Banteniy) 7. عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَمَرَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ أَمَرَنَا بِاتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيضِ وَإِجَابَةِ الدَّاعِي وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ وَإِبْرَارِ الْقَسَمِ وَرَدِّ السَّلَامِ وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ وَنَهَانَا عَنْ آنِيَةِ الْفِضَّةِ وَخَاتَمِ الذَّهَبِ وَالْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَالْقَسِّيِّ وَالْإِسْتَبْرَق Dari Al Bara' bin 'Azib radliallahu 'anhu berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami tentang tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara pula. Beliau memerintahkan kami untuk: mengiringi jenazah, menjenguk orang yang sakit, memenuhi undangan, menolong orang yang dizhalimi, berbuat adil dalam pembagian, menjawab salam dan mendoakan orang yang bersin. Dan Beliau melarang kami dari menggunakan bejana terbuat dari perak, memakai cincin emas, memakai kain sutera kasar, sutera halus, baju berbordir sutera dan sutera tebal". (HR. Bukhori dan Muslim) 8. قال أبوبكر الصديق رضي الله عنه : البخيل لا يخلو من إحدى سبع، إما أن يموت فيرثه من يبذل ماله وينفقه لغير ما أمر الله تعالى، أو يسلط الله عليه سلطانا جائرا فيأخذه منه بعد تذليل نفسه، أو يهيّج له شهوة تفسد عليه ماله، أو يبدو له رأي في بناء أو عمارة في أرض خراب فيذهب فيه ماله، أو يصيب له نكبة من نكبات الدنيا من غرق أو حرق أو سرقة أو ما أشبه ذلك، أو تصيبه علة دائمة فينفق ماله في مداواتها، أو يدفنه في موضع من المواضع فينساه فلا يجده Abu bakar Ash-Shiddiq ra. Berkata: orang – orang yang bakhil itu tidak lepas dari salah satu diantara tujuh perkara berikut: 1. Tatkala meninggal, hartanya diwarisi oleh orang yang akan menghabiskannya dan membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak diperintahkan Allah SWT. 2. Allah akan menurukan penguasa dzalim yang akan merampas seluruh harta orang bakhil itu dan sebelumnya penguasa tersebut akan membuat orang bakhil itu terhina. 3. Dia akan dikuasai syahwat yang akan menghancurkan hartanya. 4. Akan muncul ide dalam benaknya untuk mendirikan bangunan-bangunan di wilayah –wilayah yang rawan benacana,yang pada saatnya akan runtuh dan menguras habis hartanya. 5. Dia akan ditimpa salah satu dari musibah dunia seperti tenggelam,kebakaran atau kecurian 6. Dia akan ditimpa penyakit kronis hingga dia menghabiskan hartanya untuk mengobati penyakitnya. 7. Dia akan memendam hartanya disuatu tempat,lalu lupa dan tidak dapat menemukan nya kembali. (Kitab Nashoihul Ibad – Asy Syeikh Nawawi bin Umar Al Banteniy) 9. قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه : من كثر ضحكه قلت هيبته، ومن مزح استخف به، ومن أكثر من شيء عرف به، ومن كثر كلامه كثر سقطه، ومن كثر سقطه قل حياؤه، ومن قل حياؤه قل ورعه، ومن قل ورعه مات قلبه Sayyidina Umar ra, mengatakan: 1. Barangsiapa banyak tertawa, maka sedikit wibawanya. 2. Barangsiapa suka bersenda gurau, maka dia akan diremehkan orang. 3. Barangsiapa memperbanyak melakukan sesuatu, maka dikenal pecandu. 4. Barangsiapa banyak bicara, maka tentu banyak salahnya. 5. Barangsiapa banyak salahnya, maka sedikit rasa malunya. 6. Barangsiapa sedikit rasa malunya, maka sedikit pula sifat waro'nya. 7. Barangsiapa sedikit sifat waro'nya, maka matilah hatinya. (Kitab Nashoihul Ibad – Asy Syeikh Nawawi bin Umar Al Banteniy) 10. Dari Anas ra. berkata bahwa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya: 1. Siapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya, 2. Siapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya. 3. Siapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya. 4. Orang yang menggali perigi/sumur/sumber air selagi ada orang yang menggunakannya. 5. siapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya (buah/bijinya) baik dari manusia atau burung. 6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya. 7. Orang yang meninggalkan anak yang sholeh dan sholehah yang mana mereka selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya. Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus. محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس Group Majelis Nuurus-Sa'aadah : http://www.facebook.com/groups/160814570679672/ http://shulfialaydrus.wordpress.com/ http://shulfialaydrus.blogspot.com/

Dalil bersurban

13.6.15

Maryam

MARYAM "Sesungguhnya Aku berlindung dari padamu kepada Tuhan yang Maha pemurah,jika kamu seorang yang bertakwa." (Q.S.Maryam:18) Surat Maryam yang tertera dalam Al-Qur'an,merupakan bukti bahwa kaum wanita bukanlah kaum yang lemah,kaum yang tidak dapat dijadikan panutan. Kisah Maryam yang sekaligus merupakan nama surat dalam Al-Qur'an ini,tentunya mengandung banyak sekali hikmah yang bermanfaat bagi manusia. Nama Maryam bermakna ibadah. Orang tuanya memberikan nama tersebut karena berharap,bahwa nanti anaknya itu akan menjadi orang yang senantiasa beribadah kepada Allah. Maryam adalah keturunan dari keluarga yang shaleh,berasal dari ayah dan ibu yang shaleh,dan semenjak kecil ia diasuh oleh orang yang shaleh pula,yaitu Nabi Zakaria As. Dalam masa pertumbuhannya,Maryam sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah. Ia adalah wanita yang gemar sekali berpuasa dan melaksanakan shalat malam. Kehidupan Maryam berlansung terus dalam keadaan seperti itu,tidak ada sesuatu pun yang mengeruhkan kejernihan,ketenangan dan kesendiriannya dalam melaksanakan ibadah yang penuh kesungguhan dan ketundukkan kepada Allah. Tetapi Nabi Zakaria As menemukan sesuatu yang asing dan aneh terjadi pada diri Maryam. Tiap kali ia masuk mengunjungi mihrab Maryam,ia selalu mendapati Maryam telah memiliki rezeki berupa makanan,padahal tidak ada orang selain dirinya yang masuk ke mihrab Maryam. Dari kejadian ini,Nabi Zakaria yakin bahwa Allah mengkhususkan kedudukan Maryam dengan kedudukan yang mulia,dan Allah telah memilihnya dari seluruh wanita yang ada di seluruh alam raya ini. Ketika Nabi Zakaria wafat maka yang mengurusi Maryam diserahkan kepada Yusuf an-Najar. Dan setiap kali Yusuf hendak mengirimkan makanan kepada Maryam,ia pun selalu melihat makanan dari berbagai jenis telah tersedia dalam mihrab Maryam. Demikianlah kehidupan Maryam,ia senantiasa tenggelam dalam ibadahnya,berpuasa,shalat malam,dan senantiasa tunduk dan patuh kepada Allah. Pernah pada suatu saat,Allah mengutus jibril dalam bentuk manusia untuk memberikan kabar gembira kepada Maryam yaitu seorang anak laki-laki yang akan dikandungnya. Maryam sangat terkejut menerima berita yang disampaikan oleh jibril sampai-sampai berita itu diabadikan dalam Al-Qur'an. Maryam berkata "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki,sementara tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku,dan aku bukan pula seorang pezina." Tetapi,semua adalah ketetapan Allah,dan dalam waktu singkat maryampun telah mengandung bayi yang telah ditetapkan oleh Allah. Ketika menghadapi hal ini, Maryampun berdoa " Ini adalah kasih sayang-Mu wahai Tuhanku,ampunan-Mu dan keridhoan-Mu. Engkaulah yang Maha Tahu apa yang ada dalam diriku,sedangkan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam diri-Mu." Tidak ada satupun dihadapan Maryam kecuali satu hal,yaitu sepenuhnya menyerahkan diri,ridlo dengan sepenuh hati atas ketetapan Allah yang diridlokan untuk dirinya. Kejadian ini tentunya Maryam menjadi wanita yang paling hina diatara kaumnya,ia disingkirkan,dan tidak ada satupun dari kaumnya yang mau menolongnya. Singkatnya,dalam keadaan yang sangat sulit bagi seorang wanita Maryam tetap teguh dalam keimanannya,dalam ketaatannya dan dalam keridloanya kepada apa yang telah Allah takdirkan untuk disinya. Sampai pada akhirnya,ia melahirkan seorang bayi yang menjadi salah satu manusia pilihan Allah yaitu Nabi Isa As.

Tiga Tanda Kematian

Tiga Tanda Kematian Dikisahkan bahwa malaikat maut (Izrail) bersahabat dengan Nabi Ya'kub AS. Suatu ketika Nabi Ya'kub berkata kepada malaikat maut. "Aku menginginkan sesuatu yang harus kamu penuhi sebagai tanda persaudaraan kita." "Apakah itu?" tanya malaikat maut. "Jika ajalku telah dekat, beri tahu aku." Malaikat maut berkata, "Baik aku akan memenuhi permintaanmu, aku tidak hanya akan mengirim satu utusanku, namun aku akan mengirim dua atau tiga utusanku." Setelah mereka bersepakat, mereka kemudian berpisah. Setelah beberapa lama, malaikat maut kembali menemui Nabi Ya'kub. Kemudian, Nabi Ya'kub bertanya, "Wahai sahabatku, apakah engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?" "Aku datang untuk mencabut nyawamu." Jawab malaikat maut. "Lalu, mana ketiga utusanmu?" tanya Nabi Ya'kub. "Sudah kukirim." Jawab malaikat, "Putihnya rambutmu setelah hitamnya, lemahnya tubuhmu setelah kekarnya, dan bungkuknya badanmu setelah tegapnya. Wahai Ya'kub, itulah utusanku untuk setiap bani Adam. Kisah tersebut di atas mengingatkan tentang tiga tanda kematian yang akan selalu menemui kita, yaitu memutihnya rambut; melemahnya fisik, dan bungkuknya badan. Jika ketiga atau salah satunya sudah ada pada diri kita, itu berarti malaikat maut telah mengirimkan utusannya. Karena itu, setiap Muslim hendaknya senantiasa mempersiapkan diri untuk menghadapi utusan tersebut. Kematian adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia sebagaimana yang telah ditegaskan dalam firman Allah SWT, "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (QS Ali Imran [3]: 185). Karena itu, kita berharap agar saat menghadapi kematian dalam keadaan tunduk dan patuh kepada-Nya. "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS Ali Imran [3]: 102). Tidaklah terlalu penting kita akan mati, tapi yang terpenting adalah sejauh mana persiapan menghadapi kematian itu. Rasulullah SAW mengingatkan agar kita bersegera untuk menyiapkan bekal dengan beramal saleh. "Bersegeralah kamu beramal sebelum datang tujuh perkara: kemiskinan yang memperdaya, kekayaan yang menyombongkan, sakit yang memayahkan, tua yang melemahkan, kematian yang memutuskan, dajjal yang menyesatkan, dan kiamat yang sangat berat dan menyusahkan." (HR Tirmidzi). Bekal adalah suatu persiapan, tanpa persiapan tentu akan kesulitan dalam mengarungi perjalanan yang panjang dan melelahkan. Oleh karena itu, "Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS Al-Baqarah [2]: 197).

7.6.15

KISAH NABI SAMSON " SAM'UN GHOZI AS "

KISAH NABI SAMSON " SAM'UN GHOZI AS " Nabi Samson, Nabi Yang Tidak Memiliki Pengikut 1 Orang-pun . Kisah Nabi Sam’un Ghozi AS ( Samson ) salah satu dari 124.000 Nabi . Seperti yang diketahui di dalam ajaran Islam, bahwa Jumlah Nabi menurut hadits yaitu 124.000 Orang, dan Rasul berjumlah 312 Orang, sesuai rukun iman ke-4 di dalam rukun iman diwajibkan untuk mengetahui 25 orang nabi dan rasul . Dari Abi Zar ra, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ketika ditanya tentang jumlah para nabi,” Jumlah para nabi itu adalah seratus dua puluh empat ribu ( 124.000 ) nabi.”” Lalu berapa jumlah Rasul di antara mereka ? ”Beliau menjawab, ” Tiga ratus dua belas ( 312 ) Orang . ” ( Hadits Riwayat At-Turmuzy ) Samson atau Simson, merupakan seorang nabi di dalam ajaran islam yang dikenal dengan nama Nabi Sam’un Ghozi AS . Kisah nabi ini, terdapat di dalam kitab-kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyaa . Nabi Sam’un Ghozi AS memiliki kemukjizatan, yaitu dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana . Cerita Nabi Sam’un Ghozi AS adalah kisah Israiliyat yang diceritakan turun-temurun di jazirah Arab . Cerita ini melegenda jauh sebelum Rasulullah lahir . Dari kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan . Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam’un Ghozi AS, beliau adalah Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi . Dikisahkan Nabi Sam’un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah Subhanahu wa Ta’ala . Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam’un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil . Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Sam’un. Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Sam’un Ghozi, akan mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah . Singkat cerita Nabi Sam’un Ghozi AS terpedaya oleh isterinya. Karena sayangnya dan cintanya kepada isterinya, nabi Sam’un berkata kepada isterinya,” Jika kau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku . ”Akhirnya Nabi Sam’um Ghozi AS diikat oleh istrinya saat ia tertidur, lalu dia dibawa ke hadapan sang raja . Beliau disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja. Karena diperlakukan yang sedemikian hebatnya, Nabi Sam’un Ghozi AS berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala . Beliau berdoa dengan dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan atas kebesaran Allah. Do’a Nabi Sam’un dikabulkan, dan istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya . Kemudian nabi bersumpah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1000 bulan tanpa henti . Semua itu atas Hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala . Ketika Rasulullah selesai menceritakan cerita Nabi Sam’un Ghozi AS yang berjuang fisabilillah selama 1000 bulan, salah satu sahabat nabi berkata : ” Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti nabiyullah Sam’un Ghozi AS . Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, diam sejenak . Kemudian Malaikat Jibril AS datang dan mewahyukan kepada beliau, bahwa pada bulan Ramadhan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik daripada 1000 bulan . Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan, bahwa Rasullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tesenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya,” Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah ? ”Rasullah menjawab, ” Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika dimana seluruh manusia dikumpulkan di mahsyar . Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing- masing, masuk ke dalam surga . Ada salah seorang nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam’un . ”Demikian kisah Nabi Sam’un Ghozi AS atau yang lebih dikenal dengan Samson atau Simson . Semoga dari kisah ini, dapat kita petik sebuah pelajaran di dalamnya . Semoga Bermanfaat SILAHKAN SHARE

RASULULLAH MENANGISI ENAM WANITA DI ADZAB API NERAKA

Bismillahirrahmanirrahim Sahabatku, seakidah dan sekeyakinan, semoga di rahmati Allah. Telah berkata, Ali radhiyallahu a'nhu wakarramallahu wajhah: "Aku menjumpai Rasulullah shallallahu a'laihi wasallam bersama Fatimah Azzahra', lantas aku menemuinya yang dalam keadaan menangis berat mengharukan. Maka aku pun berkata: "Tebusamu atas kesedihan dan tangis adalah bapaku dan ibuku Ya Rasulallah. Apa yang membuatmu menangis?" Rasulullah shallallahu a'laihi wasallam berkata : "Wahai Ali, pada malam aku di isro’kan hingga mi'raj ke langit, aku melihat beberapa wanita dari umatku sedang disiksa dengan berbagai bentuk siksaan di neraka, maka aku menangis karena tidak kuat melihat betapa pedihnya siksaan-siksaan itu". (Siti Fatimah Azzahra' pun bertanya atas penyebabnya itu, dan Rasulullah shallallahu a'laihi wasallam mengatakan) ; 1-"Aku melihat wanita yang digantung dengan rambutnya dan mendidih otaknya, disebabkan waktu hidup di dunia tidak mau menutup aurat dan menutup kepala (rambutnya) sehingga dilihat oleh yang bukan muhrimnya". 2-"Dan aku melihat wanita yang digantung dengan lidahnya dan dikucurkan air panas pada tenggorokannya, disebabkan waktu hidup di dunia suka menyakitkan suaminya dengan ucapan lidahnya". 3-"Dan aku melihat wanita yang diikat dua kakinya kemudian dikerubuti oleh ular dan kalajengking, disebabkan waktu hidup di dunia tidak bersuci dari jinabat dan haid serta melalaikan kewajiban sholat". 4-"Dan aku melihat wanita yang digantung dengan dua payudaranya, disebabkan waktu hidup di dunia tidak mempersiapkan tempat tidur suaminya dan tidak melayani suaminya dengan baik". 5-"Dan aku melihat wanita yang mukanya seperti babi dan tubuhnya seperti keledai dan mendapat siksa, disebabkan waktu hidup di dunia suka mengadu-ngadu (namimah), ghibah (gossip) dan berbohong". 6-"Dan aku melihat wanita yang muka dan seluruh tubuhnya seperti anjing dan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya, disebabkan waktu hidup di dunia menghilangkan kebaikan suaminya dan benci serta dengki kepada suaminya". (U'qudullujaein:12) Maa Syaa Allah... Ya ALLAH, semoga aku dan sahabatku dan orang yang membaca status ini di selamat dari pedih adzabnya api neraka. Ya ALLAH, Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal'alamin

JANGANLAH BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH

ISLAM ITU INDAH JANGANLAH BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH Saat kau merasa masalahmu semakin rumit dan sulit, Allah selalu ada di sisimu. Saat kau merasa menyesal atas keputusan yang telah kau ambil, Allah akan ada di sampingmu. Saat kau merasa tak ingin melanjutkan hidupmu, saat kau mulai tidak percaya terhadap kemampuanmu, saat kau mulai frustasi, saat kau tak ingin melakukan apa pun, saat kau mengalami kegagalan demi kegagalan, saat kau pulang dengan tangan kosong dari suatu urusan, saat kau tak mendapatkan apa yang diharapkan, Allah akan berada di pihakmu Allah selalu ada bersamamu Dia tak pernah meninggalkanmu Kaulah yang mungkin pernah meninggalkan-Nya Ingatlah, jangan pernah menyerah sedetik pun Jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya Berbaik sangkalah kepada-Nya Berharaplah hanya kepada-Nya Yakinlah, Dia akan memberi jalan keluar atas semua masalahmu Percayalah, Dia akan memberi ketetapan terbaik atas hidupmu Kau hanya perlu berikhtiar, diiringi doa tanpa lelah, lalu disempurnakan dengan bertawakal dan bersabar Sungguh, Dia tak pernah mengabaikanmu Mulai sekarang, berjanjilah kau akan mendekati-Nya Mulai sekarang, berjanjilah kau akan membuang semua prasangka burukmu. Mulai sekarang, berjanjilah kau tidak akan pernah berputus asa lagi . "Allahumma ya Allah tanamkan di hati kami kekuatan dan keindahan iman, hiasilah hidup kami dengan kenikmatan ibadah dan kemuliaan akhlak, serta selamatkan kami dari semua fitnah dan keinginan maksiat." Aamiin.

10 Orang Yang Tidak Diterima Sholatnya

10 Orang Yang Tidak Diterima Sholatnya Assalamu'alaikum wr wb Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Barang siapa yang memelihara sholat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara sholat, maka sesungguhnya sholat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim) Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa : "10 orang yang sholatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, diantaranya : 1. Orang yang sholat sendirian tanpa membaca sesuatu. 2. Orang yang mengerjakan sholat tetapi tidak mengeluarkan zakat. 3. Orang yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya. 4. Orang yang melarikan diri. 5. Orang yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (Taubat). 6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya. 7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung. 8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya. 9. Orang-orang yang suka makan riba'. 10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar." Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : "Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah." Hassan r.a berkata : "Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan sholat. Dan pada hari kiamat nanti sholatmu itu akan dilemparkan ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk." Mudah2an kita tidak termasuk didalamnya. Aamiin

Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis

Kisah Nabi Sulaiman as Berkahwin Dengan Jin Ratu Balqis Setelah Nabi Sulaiman membangunkan Baitulmaqdis dan melakukan ibadah haji sesuai dengan nadzarnya pergilah ia meneruskan perjalannya ke Yeman. Setibanya di San’a – ibu kota Yeman ,ia memanggil burung hud-hud sejenis burung pelatuk untuk disuruh mencari sumber air di tempat yang kering tandus itu. Ternyata bahawa burung hud-hud yang dipanggilnya itu tidak berada diantara kawasan burung yang selalu berada di tempat untuk melakukan tugas dan perintah Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman marah dan mengancam akan mengajar burung Hud-hud yang tidak hadir itu bila ia datang tanpa alasan yang nyata. Berkata burung Hud-hud yang hinggap didepan Sulaiman sambil menundukkan kepala ketakutan: “Aku telah melakukan penerbangan pengintaian dan menemukan sesuatu yang sangat penting untuk diketahui oleh paduka Tuan. Aku telah menemukan sebuah kerajaan yang besar dan mewah di negeri Saba yang dikuasai dan diperintah oleh seorang ratu. Aku melihat seorang ratu itu duduk di atas sebuah tahta yang megah bertaburkan permata yang berkilauan. Aku melihat ratu dan rakyatnya tidak mengenal Tuhan Pencipta alam semesta yang telah mengurniakan mereka kenikmatan dan kebahagian hidup. Mereka tidak menyembah dan sujud kepada-Nya, tetapi kepada matahari. Mereka bersujud kepadanya dikala terbit dan terbenam. Mereka telah disesatkan oleh syaitan dari jalan yang lurus dan benar.” Berkata Sulaiman kepada Hud-hud: “Baiklah, kali ini aku ampuni dosamu karena berita yang engkau bawakan ini yang aku anggap penting untuk diperhatikan dan untuk mengesahkan kebenaran beritamu itu, bawalah suratku ini ke Saba dan lemparkanlah ke dalam istana ratu yang engkau maksudkan itu, kemudian kembalilah secepat-cepatnya, sambil kami menanti perkembangan selanjutnya bagaimana jawaban ratu Saba atas suratku ini.” Hud-hud terbang kembali menuju Saba dan setibanya di atas istana kerajaan Saba dilemparkanlah surat Nabi Sulaiman tepat di depan ratu Balqis yang sedang duduk dengan megah di atas tahtanya. Ia terkejut melihat sepucuk surat jatuh dari udara tepat di depan wajahnya. Ia lalu mengangkat kepalanya melihat ke atas, ingin mengetahui dari manakah surat itu datang dan siapakah yang secara kurang hormat melemparkannya tepat di depannya. Kemudian diambillah surat itu oleh ratu, dibuka dan baca isinya yang berbunyi: “Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, surat ini adalah dariku, Sulaiman. Janganlah kamu bersikap sombong terhadapku dan menganggap dirimu lebih tinggi daripadaku. Datanglah sekalian kepadaku berserah diri.” Setelah dibacanya berulang kali surat Nabi Sulaiman Ratu Balqis memanggil para pembesarnya dan para penasihat kerajaan berkumpul untuk memusyawarahkan tindakan apa yang harus diambil sehubungan dengan surat Nabi Sulaiman yang diterimanya itu. Berkatlah para pembesar itu ketika diminta petimbangannya: “Wahai paduka tuan ratu, kami adalah putera-putera yang dibesarkan dan dididik untuk berperang dan bertempur dan bukan untuk menjadi ahli pemikir atau perancang yang patut memberi partimbangan atau nasihat kepadamu. Kami menyerahkan kepadamu untuk mengambil keputusan yang akan membawa kebaikan bagi kerajaan dan kami akan tunduk dan melaksanakan segala perintah dan keputusanmu tanpa ragu. Kami tidak akan gentar menghadapi segala ancaman dari mana pun datangnya demi menjaga keselamatanmu dam keselamatan kerajaanmu.” Ratu Balqis menjawab: “Aku memperoleh kesan dari uraianmu bahwa kamu mengutamakan cara kekerasan dan kalau perlu kamu tidak akan gentar masuk medan perang melawan musuh yang akan menyerbu. Aku sangat berterima kasih atas kesetiaanmu kepada kerajaan dan kesediaanmu menyabung nyawa untuk menjaga keselamatanku dan keselamatan kerajaanku. Akan tetapi aku tidak sependirian dengan kamu sekalian. Menurut partimbanganku, lebih bijaksana bila kami menempuh jalan damai dan menghindari cara kekerasan dan peperangan. Sebab bila kami menentang secara kekerasan dan sampai terjadi perang dan musuh kami berhasil menyerbu masuk kota-kota kami, maka niscaya akan berakibat kerusakan dan kehancuran yang sangat menyedihkan. Mereka akan menghancur binasakan segala bangunan, memperhambakan rakyat dan merampas segala harta milik dan peninggalan nenek moyang kami. Hal yang demikian itu adalah merupakan akibat yang wajar dari tiap peperangan yang dialami oleh sejarah manusia dari masa ke semasa. Maka menghadapi surat Sulaiman yang mengandung ancaman itu, aku akan coba melunakkan hatinya dengan mengirimkan sebuah hadiah kerajaan yang akan terdiri dari barang-barang yang berharga dan bermutu tinggi yang dapat mempesonakan hatinya dan menyilaukan matanya dan aku akan melihat bagaimana ia memberi tanggapan dan reaksi terhadap hadiahku itu dan bagaimana ia menerima utusanku di istananya.” Selagi Ratu Balgis siap-siap mengatur hadiah kerajaan yang akan dikirim kepada Sulaiman dan memilih orang-orang yang akan menjadi utusan kerajaan membawa hadiah, tibalah hinggap di depan Nabi Sulaiman burung pengintai Hud-hud memberitakan kepadanya rancangan Balqis untuk mengirim utusan membawa hadiah baginya sebagai jawaban atas surat beliau kepadanya. Setelah mendengar berita yang dibawa oleh Hud-hud itu, Nabi Sulaiman mengatur rencana penerimaan utusan Ratu Balqis dan memerintahkan kepada pasukan Jinnya agar menyediakan dan membangunkan sebuah bangunan yang megah yang tiada taranya yang akan menyilaukan mata utusan Balqis bila mereka tiba. Tatkala utusan Ratu Balqis datang, diterimalah mereka dengan ramah tamah oleh Sulaiman dan setelah mendengar uraian mereka tentang maksud dan tujuan kedatangan mereka dengan hadiah kerajaan yang dibawanya, berkatalah Nabi Sulaiman: “Kembalilah kamu dengan hadiah-hadiah ini kepada ratumu. Katakanlah kepadanya bahawa Allah telah memberiku rezeki dan kekayaan yang melimpah ruah dan mengaruniaiku dengan karunia dan nikmat yang tidak diberikannya kepada seseorang dari makhluk-Nya. Di samping itu aku telah diutuskan sebagai nabi dan rasul-Nya dan dianugerahi kerajaan yang luas yang kekuasaanku tidak saja berlaku atas manusia tetapi mencakup juga jenis makhluk Jin dan binatang-binatang. Maka bagaimana aku akan dapat dibujuk dengan harta benda dan hadiah serupa ini? Aku tidak dapat dilalaikan dari kewajiban dakwah kenabianku oleh harta benda dan emas walaupun sepenuh bumi ini. Kamu telah disilaukan oleh benda dan kemegahan duniawi, sehingga kamu memandang besar hadiah yang kamu bawakan ini dan mengira bahawa akan tersilaulah mata kami dengan hadiah Ratumu. Pulanglah kamu kembali dan sampaikanlah kepadanya bahawa kami akan mengirimkan bala tentera yang sangat kuat yang tidak akan terkalahkan ke negeri Saba dan akan mengeluarkan ratumu dan pengikut-pengikutnya dari negerinya sebagai- orang-orang yang hina-dina yang kehilangan kerajaan dan kebesarannya, jika ia tidak segera memenuhi tuntutanku dan datang berserah diri kepadaku.” Utusan Balqis kembali melaporkan kepada Ratunya apa yang mereka alami dan apa yang telah diucapkan oleh Nabi Sulaiman. Balqis berfikir, jalan yang terbaik untuk menyelamatkan diri dan kerajaannya ialah menyerah saja kepada tuntutan Sulaiman dan datang menghadap dia di istananya. Nabi Sulaiman berhasrat akan menunjukkan kepada Ratu Balqis bahawa ia memiliki kekuasaan ghaib di samping kekuasaan lahirnya dan bahwa apa yang dia telah ancamkan melalui rombongan utusan bukanlah ancaman yang kosong. Maka bertanyalah beliau kepada pasukan Jinnya, siapakah diantara mereka yang sanggup mendatangkan tahta Ratu Balqis sebelum orangnya datang berserah diri. Berkata Ifrit, seorang Jin yang tercerdik: “Aku sanggup membawa tahta itu dari istana Ratu Balqis sebelum engkau sempat berdiri dari tempat dudukimu. Aku adalah pesuruhmu yang kuat dan dapat dipercayai.” Seorang lain yang mempunyai ilmu dan hikmah nyeletuk berkata: “Aku akan membawa tahta itu ke sini sebelum engkau sempat memejamkan matamu.” Ketika Nabi Sulaiman melihat tahta Balqis sudah berada didepannya, berkatalah ia: “Ini adalah salah satu karunia Tuhan kepadaku untuk mencoba apakah aku bersyukur atas karunia-Nya itu atau mengingkari-Nya, karena barang siapa bersyukur maka itu adalah semata-mata untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa mengingkari nikmat dan karunia Allah, ia akan rugi di dunia dan di akhirat dan sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Mulia.” Menyonsong kedatangan Ratu Balqis, Nabi Sulaiman memerintahkan orang-orangnya agar mengubah sedikit bentuk dan warna tahta Ratu itu yang sudah berada di depannya kemudian setelah Ratu itu tiba berserta pengiring-pengiringnya, bertanyalah Nabi Sulaiman seraya menundingkan kepada tahtanya: “Serupa inikah tahtamu?” Balqis menjawab: “Seakan-akan ini adalah tahtaku sendiri,” seraya bertanya-tanya dalam hatinya, bagaimana mungkin bahawa tahtanya berada di sini padahal ia yakin bahawa tahta itu berada di istana tatkala ia bertolak meninggalkan Saba. Selagi Balgis berada dalam keadaan kacau fikiran, keheranan melihat tahta kerajaannya sudah berpindah ke istana Sulaiman, ia dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan yang sengaja dibangun untuk penerimaannya. Lantai dan dinding-dindingnya terbuat dari kaca putih. Balqis segera menyingkapkan pakaiannya ke atas betisnya ketika berada dalam ruangan itu, mengira bahawa ia berada di atas sebuah kolam air yang dapat membasahi tubuh dan pakaiannya. Berkata Nabi Sulaiman kepadanya: “Engkau tidak usah menyingkap pakaianmu. Engkau tidak berada di atas kolam air. Apa yang engkau lihat itu adalah kaca-kaca putih yang menjadi lantai dan dinding ruangan ini.” “Oh,Tuhanku,” Balqis berkata menyedari kelemahan dirinya terhadap kebesaran dan kekuasaan Tuhan yang dipertunjukkan oleh Nabi Sulaiman, “aku telah lama tersesat berpaling daripada-Mu, melalaikan nikmat dan karunia-Mu, merugikan dan menzalimi diriku sendiri sehingga terjatuh dari cahaya dan rahmat-Mu. Ampunilah aku. Aku berserah diri kepada Sulaiman Nabi-Mu dengan ikhlas dan keyakinan penuh. Kasihanilah diriku wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.” Demikianlah kisah Nabi Sulaiman dan Balqis Ratu Saba. Dan menurut sementara ahli tafsir dan ahli sejarah nabi-nabi, bahawa Nabi Sulaiman pada akhirnya kawin dengan Balqis dan dari perkawinannya itu lahirlah seorang putera. Menurut pengakuan maharaja Ethiopia Abessinia, mereka adalah keturunan Nabi Sulaiman dari putera hasil perkawinannya dengan Balqis itu. Wallahu alam bisshawab. Al-Quran mengisahkan bahawa tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kematian Sulaiman kecuali rayap yang memakan tongkatnya yang ia sandar kepadanya ketika Tuhan mengambil rohnya. Para Jin yang sedang mengerjakan bangunan atas perintahnya tidak mengetahui bahawa Nabi Sulaiman telah mati kecuali setelah mereka melihat Nabi Sulaiman tersungkur jatuh di atas lantai, akibat jatuhnya tongkat sandarannya yang dimakan oleh rayap. Sekiranya para Jin sudah mengetahui sebelumnya, pasti mereka tidak akan tetap meneruskan pekerjaan yang mereka anggap sebagai siksaan yang menghinakan. Berbagai cerita yang dikaitkan orang pada ayat yang mengisahkan matinya Nabi Sulaiman, namun karena cerita-cerita itu tidak ditunjang dikuatkan oleh sebuah hadis sahih yang muktamad, maka sebaiknya kami berpegang saja dengan apa yang dikisahkan oleh Al-Quran dan selanjutnya Allah lah yang lebih Mengetahui dan kepada-Nya kami berserah diri. Kisah Nabi Sulaiman dapat dibaca di dalam Al-Quran, surah An-Naml ayat 15 sehingga ayat 44 Semoga Bermanfaat

" WANITA SURGA "

Wanita yang di perkenankan masuk surga pertama kali adalah seorang wanita bernama MUTHI'AH. Kaget? Sama seperti Fathimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga. Siapakah MUTHI'AH? Karena rasa penasaran yang tinggi, Fathimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muthi'ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali. Setelah bertanya-tanya, akhirnya Fathimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muthi'ah. Kali ini ia ingin bershilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Waktu itu Fathimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog. "Di luar, siapa?" kata Muthi'ah tidak membukakan pintu. "Saya Fathimah, putri Rasulullah". "O, iya. Ada keperluan apa?" "Saya hanya berkunjung saja" "Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?" "Saya bersama dengan anak saya, Hasan". "Maaf, Fathimah, saya belum mendapat izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki" "Tapi Hasan masih anak-anak" "Walaupun anak-anak, dia laki-laki juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya" "Baiklah" Kata Fathimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi. Keesokan harinya, Fathimah kembali berkunjung ke rumah Muthi'ah. Selain mengajak Hasan, ternyata Husain (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muthi'ah. Terjadilah dialog seperti kemarin. "Suami saya sudah memberi izin untuk Hasan" "Tetapi maaf, Muthi'ah. Husain ternyata meminta ikut. Jadi saya ajak juga!" "Dia perempuan?" "Bukan, dia laki-laki" "Wah, saya belum memintakan izin bagi Husain". "Tetapi dia juga masih anak-anak" "Walaupun anak-anak, dia juga laki-laki. Maaf ya. Kembalilah besok!" "Baiklah". Kembali Fathimah kecewa. Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan di kunjunginya tersebut di perkenankan masuk surga pertama kali. Akhirnya hari esok pun tiba. Fathimah dan kedua puteranya kembali mengunjungi kediaman Muthi'ah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun di perkenankan berkunjung ke rumahnya. Betapa senangnya Fathimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut. Menurut Fathimah, wanita yang bernama Muthi'ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Ia melakukan shalat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Fathimah masih penasaran juga. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, "rahasia" wanita itu tidak terkuak juga. Akhirnya Muthi'ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus di lakukannya. "Maaf Fathimah, saya harus ke ladang!" "Ada keperluan apa?" "Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya" "O, begitu" Tidak ada yang salah dengan makanan yang di bawa Muthi'ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun yang tak habis pikir, ternyata Muthi'ah juga membawa sebuah cambuk. "Untuk apa cambuk ini, Muthi'ah?" kata Fathimah penasaran. "Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu" Fathimah benar-benar penasaran. "Ceritakanlah padaku!" "Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun disertai cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak, apakah suamiku senang atau tidak. Jika ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridho dengan diriku. Dan aku pun ridho atas dirinya". "Masya Allah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muthi'ah?" "Saya hanya memerlukan keridhoannya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridho kepada istrinya". "Ya... Ternyata inilah rahasia itu" "Rahasia apa ya Fathimah?" Muthi'ah juga penasaran. "Rasulullah SAW. mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang di perkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang shalih". سبحان الله

NASIHAT‬ MULIA DARI AL-'ALIM AL-'ALLAMAH AL-FAQIH AL-HABIB ZAYN BIN IBROHIM BIN SMITH UNTUK PARA ORTU

Seharusnya bagi setiap orang tua mendo'akan untuk anak-anaknya dan tidak mencaci mereka, Seperti mendo'akan untuk anaknya kehancuran, bodoh dan lain sebagainya sekalipun dalam keadaan marah atau payah mestinya bagi orang tua menghindarinya karna do'a orang tua di ijabahi Allah swt lebih-lebih kalau tepat waktu yg di ijabahi Allah swt akhirnya mendapatkan penyesalan dan kerugian karna terburu-buru dan mendo'akan jelek anaknya. Berapa banyak cerita bahwasannya orang tua melakukan hal tersebut sehingga anaknya sakit, meninggal, gila dan lain sebagainya dari kejelekan karna sebab do'anya orang tua. Wajib atas orang tua selalu mendo'akan baik untuk anaknya walaupun dalam keadaan emosi dengan mengatakan kepada mereka seperti : Allah yahdik, Allah yarhamuk dll sehingga tepat dengan waktu yg di ijabahi anaknya menjadi beruntung karna sebab do'anya. Di ceritakan oleh ulama' : Seseorang datang ke salah satu ulama' mengadu tentang kejelekan akhlaq dan adab anaknya, ulama' tersebut bertanya : mungkin kamu mendo'akan jelek untuknya? Lalu seorang tersebut menjawab : ya, kamu yg merusaknya kata si ulama' tersebut. Wajib bagi orang tua membantu anaknya agar bisa berbakti kepadanya dan tidak memaksakan untuk mereka dari apa-apa yg tidak mampu mereka kerjakan, berbicara santun dengan mereka dan memanggil dengan kata-kata yg baik, dalam hadits Nabi saw bersabda : ﺭﺣﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺪﺍ ﺍﻋﺎﻥ ﻭﻟﺪﻩ ﻋﻠﻰ ﺑﺮﻩ ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻛﻴﻒ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ؟ ﻗﺎﻝ : ﻳﻘﺒﻞ ﺍﺣﺴﺎﻧﻪ ﻭﻳﺘﺠﺎﻭﺯ ﻋﻦ ﺇﺳﺎﺀﺗﻪ Allah swt merohmati orang tua yg membantu anaknya agar berbakti, para sahabat bertanya : bagaimana itu wahai Rosulullah? Menerima kebaikan dan memaafkan kesalahannya. Jagalah, perhatikan, didik anak kalian dengan pendidikan yg baik dan jagalah mereka dari teman yg jelek, Mudah-mudahan Allah menjaga anak-anak kita dari kejelekan.Amiin Wallahu`alam

JADILAH ORANG KAYA YANG "MISKIN"

JADILAH ORANG KAYA YANG "MISKIN" Suatu hari seorang laki-laki miskin mendatangi Aisyah istri Rasulullah SAW, Aisyah pun memberinya sedekah. Lalu Aisyah memanggil pembantunya Barirah dan menyuruh memperhatikan dan menyelidiki laki-laki itu, apa benar laki-laki itu miskin atau pura-pura miskin, lalu dipakai apa itu sedekah yang didapatnya. Melihat kejadian tersebut Rasulullah SAW kemudian menegur Aisyah dengan sabdanya “Jangan kau berhitung dalam memberi sedekah karena Allahpun tidak pernah berhitung dalam memberikan rezeki kepada kita“ (HR.Nasa’i, Ibnu Hibban, Ahmad dan Haitsami) Dalam kesempatan lain Rasulullah SAW juga menganjurkan: “Wahai Aisyah, berlindunglah dari api neraka (kebangkrutan) meski hanya dengan bersedekah separuh biji korma, sungguh separuh biji korma itu mengisi perut orang yang lapar sama seperti ia mengisi perut orang yang kenyang“ (artinya walau separuh biji korma, itu sudah cukup mengenyangkan bagi orang-orang yang sedang kelaparan). (HR. Ahmad dan Mundziri) Rasulullah SAW adalah seorang Pemimpin dan Wirausahawan sejati, kemenangan demi kemenangan terus diraih demikian pula kekayaan selalu mengejar-ngejar beliau, sehingga ketika beliau menjadi Pemimpin tertinggi kekayaan negarapun melimpah ruah. Tapi tahukah kita ada salah satu doa yang beliau ucapkan sehingga Aisyah istrinya terkejut?. Aisyah mendengar Rasulullah SAW berdoa : "Allahumma ahyini miskinan wa amitni miskinan wakhsyurni fi zumratil masakin" [HR. At-Tirmidzi] Terjemahannya kira-kira seperti ini, "Yaa Allah, hidupkan aku dalam keadaan miskin, dan matikan aku dalam keadaan miskin dan bangkitkanlah aku di hari akhir bersama orang-orang miskin" Mendengar doa itu Aisyah protes : “Mengapa engkau berdoa seperti itu wahai Rasulullah?“, Beliau menjawab : “Orang-orang miskin akan masuk Surga 40 tahun lebih awal dari pada orang-orang kaya, wahai Aisyah jangan pernah menolak orang-orang miskin meski engkau hanya bisa memberi separuh biji korma, cintailah orang miskin dan dekatkanlah mereka kepadamu agar Allah juga mendekatkanmu kepadaNYA pada Hari kiamat nanti“ (HR.Tirmidzi, Baihaqi dan Mundziri) Rasulullah SAW bukan orang miskin, beliau Pemimpin yang kaya raya tetapi gaya hidup diri dan keluarganya adalah gaya hidup orang yang paling miskin, pernah dalam 40 malam rumah beliau tidak ada api yang menyala artinya tidak ada bahan makanan yang bisa dimasak juga tidak ada lentera penerang, belau hanya mengkonsumsi beberapa biji korma dan air saja. Astaghfirullah.. Sudah seberapa dekatkah kita dengan orang-orang miskin?