13.6.15

Maryam

MARYAM "Sesungguhnya Aku berlindung dari padamu kepada Tuhan yang Maha pemurah,jika kamu seorang yang bertakwa." (Q.S.Maryam:18) Surat Maryam yang tertera dalam Al-Qur'an,merupakan bukti bahwa kaum wanita bukanlah kaum yang lemah,kaum yang tidak dapat dijadikan panutan. Kisah Maryam yang sekaligus merupakan nama surat dalam Al-Qur'an ini,tentunya mengandung banyak sekali hikmah yang bermanfaat bagi manusia. Nama Maryam bermakna ibadah. Orang tuanya memberikan nama tersebut karena berharap,bahwa nanti anaknya itu akan menjadi orang yang senantiasa beribadah kepada Allah. Maryam adalah keturunan dari keluarga yang shaleh,berasal dari ayah dan ibu yang shaleh,dan semenjak kecil ia diasuh oleh orang yang shaleh pula,yaitu Nabi Zakaria As. Dalam masa pertumbuhannya,Maryam sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah. Ia adalah wanita yang gemar sekali berpuasa dan melaksanakan shalat malam. Kehidupan Maryam berlansung terus dalam keadaan seperti itu,tidak ada sesuatu pun yang mengeruhkan kejernihan,ketenangan dan kesendiriannya dalam melaksanakan ibadah yang penuh kesungguhan dan ketundukkan kepada Allah. Tetapi Nabi Zakaria As menemukan sesuatu yang asing dan aneh terjadi pada diri Maryam. Tiap kali ia masuk mengunjungi mihrab Maryam,ia selalu mendapati Maryam telah memiliki rezeki berupa makanan,padahal tidak ada orang selain dirinya yang masuk ke mihrab Maryam. Dari kejadian ini,Nabi Zakaria yakin bahwa Allah mengkhususkan kedudukan Maryam dengan kedudukan yang mulia,dan Allah telah memilihnya dari seluruh wanita yang ada di seluruh alam raya ini. Ketika Nabi Zakaria wafat maka yang mengurusi Maryam diserahkan kepada Yusuf an-Najar. Dan setiap kali Yusuf hendak mengirimkan makanan kepada Maryam,ia pun selalu melihat makanan dari berbagai jenis telah tersedia dalam mihrab Maryam. Demikianlah kehidupan Maryam,ia senantiasa tenggelam dalam ibadahnya,berpuasa,shalat malam,dan senantiasa tunduk dan patuh kepada Allah. Pernah pada suatu saat,Allah mengutus jibril dalam bentuk manusia untuk memberikan kabar gembira kepada Maryam yaitu seorang anak laki-laki yang akan dikandungnya. Maryam sangat terkejut menerima berita yang disampaikan oleh jibril sampai-sampai berita itu diabadikan dalam Al-Qur'an. Maryam berkata "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki,sementara tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku,dan aku bukan pula seorang pezina." Tetapi,semua adalah ketetapan Allah,dan dalam waktu singkat maryampun telah mengandung bayi yang telah ditetapkan oleh Allah. Ketika menghadapi hal ini, Maryampun berdoa " Ini adalah kasih sayang-Mu wahai Tuhanku,ampunan-Mu dan keridhoan-Mu. Engkaulah yang Maha Tahu apa yang ada dalam diriku,sedangkan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam diri-Mu." Tidak ada satupun dihadapan Maryam kecuali satu hal,yaitu sepenuhnya menyerahkan diri,ridlo dengan sepenuh hati atas ketetapan Allah yang diridlokan untuk dirinya. Kejadian ini tentunya Maryam menjadi wanita yang paling hina diatara kaumnya,ia disingkirkan,dan tidak ada satupun dari kaumnya yang mau menolongnya. Singkatnya,dalam keadaan yang sangat sulit bagi seorang wanita Maryam tetap teguh dalam keimanannya,dalam ketaatannya dan dalam keridloanya kepada apa yang telah Allah takdirkan untuk disinya. Sampai pada akhirnya,ia melahirkan seorang bayi yang menjadi salah satu manusia pilihan Allah yaitu Nabi Isa As.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar