31.8.15

6 NASEHAT AL ALIM AL ALAMAH AL MUSNIB AL HABIB UMAR BIN HAFIZH BSA

Saat menghadiri pertemuan dengan alim ulama di Gedung Bustanul ‘Asyiqin Solo pada acara Majelis Muwasholah Bainal Ulama’il Muslimin … 1. Carilah guru yang bisa "membawamu" kepada Allah SWT. Guru tidak sekedar menjadi mudarris, namun juga sebagai murobbi, yang bisa mengantarkan kita kepada Allah SWT. Hilang berbagai hijabmu dengan Allah SWT, tebal kema'rifatanmu, sebagaimana para sahabat yang memandang wajah teragung Baginda Nabi Muhammad SAW. 2. Ciri ulama' akhirat salah satunya ialah mereka yang mau memelajari kitab-kitab karangan Imam Al Ghozali, Imam Al Haddad, dan Imam Abdul Wahhab Asy Sya'roni. Sebaliknya, ulama' dunia adalah mereka yang menolak untuk memelajari kitab-kitab ketiga Imam besar itu. 3. Tazkiyyatun nafs itu sangat diperlukan untuk keselamatan kita dalam beragama. Hanya orang-orang ikhlas dalam bergama sajalah yg diselamatkan Allah SWT dari berbagai kesesatan. 4. Sadarlah, kalian semua dimandatkan oleh Allah SWT untuk berdakwah, mengajak orang-orang untuk beriman dan menaati Allah SWT. Apalagi gunanya ilmu kalian jika setelah kalian dapatkan tidak untuk berdakwah mengajak orang-orang kembali kepada Allah SWT?? Jangan main-main, tugas dakwah itu benar-benar dipikulkan Allah SWT kepada kalian. Tentunya jika kalian sadar, kalian akan lebih bersemangat berdakwah, karena "sedang mendapat tugas agung nan mulia dari Allooh SWT". 5. Sesungguhnya para syetan ingin menghalangi kalian dari memelajari ilmu agama, dengan membisikkan provokasi takut miskin. Sebaliknya, para syetan mengajak kalian dengan janji-janji manis untuk meninggalkan ilmu agama dengan lebih memilih ilmu dunia agar kaya. Tolaklah bisikan bodoh itu, atau penyesalan abadi akan menimpamu. Rizqi sudah ditentukan. Dunia ini sementara, dan akhirat kekal abadi. 6. Jadikan kamar rumah kalian terhubung dengan kamarnya Rosulullah SAW. Juga jadikan rumah kalian sebagai panggungnya Rosulullah SAW, jangan jadikan rumah kalian sebagai panggung hiburan musuh-musuhnya Allah SWT. Allahuma soli ala sayidina muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim

Keutamaan Surat Al Mulk.

Keutamaan Surat Al Mulk. و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ وَأَنَّ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ تُجَادِلُ عَنْ صَاحِبِهَا Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahman bin Auf bahwa ia mengabarkan kepadanya, bahwa QUL HUWALLAHU AHAD itu menyamai sepertiga Qur'an, dan TABAARAKAL LADZI BIYADIHIL MULKU menjadi hujjah bagi orang yang membacanya." (HR. Malik No.436) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبَّاسٍ الْجُشَمِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ سُورَةً مِنْ الْقُرْآنِ ثَلَاثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِيَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dari Abbas Al Jusyami dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sesungguhnya ada satu surat dalam Al Qur`an yang terdiri dari tiga puluh ayat, dan dapat memberikan syafa'at kepada seseorang hingga dia diampuni, yaitu surat TABAARAKAL LADZII BIYADIHIL MULKU." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan. (HR. At Tirmidzi No.2816, Abudaud No.1192, Ibnumajah No.3776, Ahmad No.7634, 7927) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ عَمْرِو بْنِ مَالِكٍ النُّكْرِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي الْجَوْزَاءِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ ضَرَبَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِبَاءَهُ عَلَى قَبْرٍ وَهُوَ لَا يَحْسِبُ أَنَّهُ قَبْرٌ فَإِذَا فِيهِ إِنْسَانٌ يَقْرَأُ سُورَةَ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ حَتَّى خَتَمَهَا فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ضَرَبْتُ خِبَائِي عَلَى قَبْرٍ وَأَنَا لَا أَحْسِبُ أَنَّهُ قَبْرٌ فَإِذَا فِيهِ إِنْسَانٌ يَقْرَأُ سُورَةَ تَبَارَكَ الْمُلْكِ حَتَّى خَتَمَهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هِيَ الْمَانِعَةُ هِيَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib telah menceritakan kepada kami Yahya bin 'Amru bin Malik An Nukri dari Ayahnya dari Abul Jauza` dari Ibnu Abbas ia berkata; "Sebagian sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membuat kemah di atas pemakaman, ternyata ia tidak mengira jika berada di pemakaman, tiba-tiba ada seseorang membaca surat TABAARAKAL LADZII BIYADIHIL MULKU (Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan) ". sampai selesai, kemudian dia datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata; "Wahai Rasulullah sesungguhnya, aku membuat kemahku di atas kuburan dan saya tidak mengira jika tempat tersebut adalah kuburan, kemudian ada seseorang membaca surat TABARAK (surat) Al Mulk sampai selesai, " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dia (Al Mulk) adalah penghalang, dia adalah penyelamat yang menyelamatkannya dari siksa kubur." Abu Isa berkata; Dari jalur ini, hadits ini hasan gharib. Dan dalam bab ini, ada hadits dari Abu Hurairah. (HR. At Tirmidzi No.2815) حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ ضَمْرَةَ عَنْ كَعْبٍ قَالَ مَنْ قَرَأَ تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ وَ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ كُتِبَ لَهُ سَبْعُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا سَبْعُونَ سَيِّئَةً وَرُفِعَ لَهُ بِهَا سَبْعُونَ دَرَجَةً Telah menceritakan kepada kami 'Affan telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah telah mengabarkan kepada kami Abu Az Zubair dari Abdullah bin Dlamrah dari Ka'b ia berkata; Barangsiapa yang membaca ALIF LAAM MIIM TANZIIL (surat As Sajdah) dan TABAARAKALLADZI BIYADIHIL MULKU (surat Al Mulk), maka akan ditulis baginya tujuh puluh kebaikan dan dihapuskan darinya tujuh puluh keburukan, serta dengan surat itu diangkat baginya tujuh puluh derajat. (HR. Ad Darimi No.3275) والحاكم عن ابن عباس قال: وددت أن تبارك الذي بيده الملك في قلب كل مؤمن Ibnu Abbas ra. Berkata : “Saya ingin bahwa surat Tabaaarokalladzi biyadihil mulku itu didalam hati tiap mu’min (ya’ni dihafal oleh setiap orang mu’min).” (R. Al Hakim, di dalam kitab Irsyadul 'Ibad Ilasabilirrosyad – Asy Syeikh Zainuddin Al Malibariy) Penulis: Muhammad Shulfi bin Abunawar Al 'Aydrus. محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Amal amal berbonus rumah disurga

1. Membangun masjid karena Allah.

Dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu 'Anhu, berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّه لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّة

“Siapa yang membangun satu masjid untuk Allah maka Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.” (Muttafaq ‘alaih)

2. Membaca surat Al Ikhlas sepuluh kali.

Dari hadits Mu’adz bin Anas Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ

“Siapa yang membaca Qul Huwallaahu Ahad (Surat Al-Ikhlash) sampai menghatamkannya sebanyak sepuluh kali niscaya Allah bangunkan untuknya istana di surga.” (HR Ahmad dari Mu’adz bin Anas al-Juhani)

3. Memuji Allah dan beristirja’ saat diuji dengan kematian anak.

Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ

“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada MalaikatNya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?” Mereka berkata, “Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirja’ (Innaa Lilaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku rumah di surga dan namai ia Rumah Pujian.” (HR. Al-Tirmidzi dan beliau menghasankannya)

4. Membaca doa masuk pasar.

Dari Umar bin al-Khathab Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan, “Laa Ilaaha Illallaahu wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu, Yuhyii, Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khairu, Wahuwa ‘alaa Kulli Syai-in Qadiir” niscaya Allah menuliskan baginya sejuta kebaikan, menghapuskan darinya sejuta kejelekan, mengangkat derajatnya hingga sejuta derajat, dan membangunkan untuknya rumah di surga”." (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim)

5. Menutup celah barisan shaf shalat.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ سَدَّ فُرْجَةً بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ وَ رَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً

“Siapa menutup celah (pada barisan shalat) niscaya Allah bangunkan untuknya rumah di surga dan mengangkat derajatnya dengan perbuatannya itu.” (HR. Al-Muhamili dalam Amaalinya)

6. Menjaga shalat-shalat sunah rawatib dua belas rakaat.

Dari Ummu Habibab Radhiyallahu 'Anha, berkata: Aku Mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Siapa yang shalat 12 rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)

Shalat 12 raka’at itu adalah empat rakaat sebelum Dzuhur & dua rakaat sesudahnya, dua raka’at sesudah maghrib, dua rakaat setelah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh sebagaimana yang terdapat dalam hadits ‘Aisyah dalam Sunan al-Tirmidzi dan Ibnu majah)

7. Mengerjakan shalat dhuha dua belas rakaat.

وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ صَلَّى الضُّحَى ثِنَتيْ عَشرةَ رَكْعَةً إيمانا واحْتِسَابا كَتَبَ الله لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ ورَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ وَبَنى الله لَهُ بَيْتا في الجَنَّةِ وَغَفَرَ الله لَهُ ذُنُوبَه كُلَّها

Nabi Muhammad saww. bersabda : “Barangsiapa mengerjakan shalat dhuha sebanyak duabelas roka’at dengan iman dan mengharapkan pahala, maka Allah Ta’ala menetapkan baginya sejuta kebaikan, menghapus daripadanya sejuta kejelekan, mengangkat baginay sejuta derajat, dan Allah membangunkan baginya sebuah rumah disurga dan Allah mengampuni dosa-dosa orang itu seluruhnya.”. (Kitab Lubabul Hadits)

8. Iman, islam, hijrah dan berjihad fi sabilillah.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

أَنَا زَعِيمٌ وَالزَّعِيمُ الْحَمِيلُ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَهَاجَرَ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَأَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلَمْ يَدَعْ لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا وَلَا مِنْ الشَّرِّ مَهْرَبًا يَمُوتُ

حَيْثُ شَاءَ أَنْ يَمُوتَ

“Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tinggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk Islam dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, ia tidak membiarkan satupun kebaikan, dan lari dari semua keburukan, ia meninggal, di mana saja Dia kehendaki untuk meninggal.” (HR. Al-Nasai, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

9. Menghindari debat walaupun dalam posisi yang benar.

10. Meninggalkan dusta dalam becanda.

11. Berakhlak mulia.

Dari Abu Umamah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَه

“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam posisi yang benar, juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa saja yang berakhlak mulia.”(HR. Abu D awud, al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Penulis: Muhammad Shulfi bin Abunawar Al 'Aydrus.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

26.8.15

SEJARAH NABIYULLAH SYAM'UN AL-GHAZI As (SAMSON)

Ridha Hidayat Habsyie SEJARAH NABIYULLAH SYAM'UN AL-GHAZI As (SAMSON) . (Sejarah seorang pejuang Allah yang bernama Syam'un Al-Ghazi (samson) dan hubungannya dengan Asal Mula Pahala Ibadah 1000 Bulan/Lailatul Qadar) Mengapa lebih baik dari 1000 bulan? Atau, mengapa 1000 bulan? Atau adakah kisah tentang 1000 bulan? Kisah tentang 1000 bulan, berawal dari seorang Nabiyullah yang bernama Nabi Syam’un al-Ghazi as. Nabi dari kalangan Bani Israil. Beliau adalah hakim ketiga terakhir pada zaman Israel kuno. Nabi Syam’un al-Ghazi As, memiliki beberapa nama; dalam bahasa Arab, beliau disebut dengan Syamsyawn atau Syam'un. dalam bahasa Ibrani, disebut Šimšon; sedangkan dalam bahasa Tiberias, disebut Šhimšhôn; lalu dalam Alkitab Nasrani,disebut Samson. Nama Syam’un sendiri artinya "yang berasal dari matahari”, sedangkan al-Ghozi, artinya “yang berasal dari Ghazi” (Ghaza,Palestina sekarang). Suatu ketika Nabi Muhammad saw, Berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan. Nabi Muhammad SAW, terlihat tersenyum sendiri, lalu ditanya oleh para sahabatnya “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah”" Beliau menjawab, “Diperlihatkan kepadaku dihari akhir, ketika seluruh manusia dikumpulkan dipadang mah’syar, ada seorang Nabi yang membawa pedang dan tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Syam'un”. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam’un Al Ghozi AS, beliau adalah Nabi yang berasal dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi. Nabi Sam’un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah SWT. Nabi Syam’un al-Ghozi as. adalah seorang pahlawan berambut panjang yang memiliki kemukjizatan dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana. Syam’un memiliki senjata semacam pedang yang terbuat dari tulang rahang unta bernama Liha Jamal, dengan pedang itu dia dapat membunuh ribuan orang kafir. Siapapun musuh yang berhadapan dengannya, pasti akan hancur dengan pedang ajaibnya. Tidak hanya itu, bahkan ketika dia merasa haus dan lapar, dengan perantara pedangnya pula Allah memberikan makanan dan minuman. Syam'un seorang muslim dan seorang yang ahli ibadah yang sangat disegani oleh kaum kafir. Sudah tak terhitung lagi orang kafir yang mati di tangannya. Selain itu, Syam'un juga ahli ibadah dan tercatat ia sanggup beribadah selama 1000 bulan dengan shalat malam dan siangnya berpuasa, dimana selama 1000 bulan tak pernah lepas dari shalat malam dan siangnya selalu berpuasa. Samson adalah seorang pembela agama tauhid (meng Esa kan 1 tuhan / ALLAH), berperang melawan kaum kafir selama 1000 bulan, hanya berbekal tulang dagu unta sebagai senjata, tidak memiliki senjata lain. Setiap kali menghantam kaum kafir dengan janggut untanya, terbunuhlah banyak kaum kafir dalam jumlah yang tidak terhitung. فَإِذاَ عَطَسَ يَخْرُجُ مِنْ مَوْضِعِ الأَسْناَنِ ماَءُ عَذَبٍ فَيَشْرِبَهُ , وَإِذاَ جاَعَ يَنْبُتُ مَنْهُ لَحْمٌ فَيَأْكُلَهُ , فَكاَنَ عَلَى هَذاَ كُلَّ يَوْمٍ حَتَّى مَضَى مِنْ عُمْرِهِ أَلْفَ شَهْرٍ وَهِىَ ثَلاَثُ وَثَمَانُوْنَ سَنَةً وَأَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ , فَعَجَزَ الكُفاَرُ عَنْ رَدِّهِ , فَقاَلُوْا ِلإِمْرَأَتِهِ وَهِىَ كاَفِرَةٌ إِنّاَ نُعْطِيْكِ أَمْواَلاً كَثِيْرَةً إِنْ قَتَلْتِ زَوْجَكِ , قاَلَتْ أَناَ لاَأَقْدِرُ عَلَى قَتْلِهِ Dengan hanya bersenjatakan tulang rahang seekor unta yang di bentuk menyerupai sebuah pedang pendek yang tajam, Nabi berperang melawan bangsa yang menentang Allah SWT, dengan penuh keberanian dan selalu dapat mengalahkan mereka. Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam’un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil. Menghadapi kesaktian Nabi Syam’un al-Ghozi as, membuat para kafirun kewalahan. Mereka mencari jalan untuk bisa menundukkannya. Dengan segala kehebatannya itu, ia dibenci oleh para musuh, terutama dari golongan orang kafir. Akhirnya, dibuatlah rencana untuk membunuh Syam’un. Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Sam’un. Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Sam’un Ghozi, akan mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah. Akhirnya ide licik-pun ditemukan. Mereka menawarkan hadiah berupa uang dan perhiasan yang berlimpah kepada istri Nabi (Istri samson), dengan syarat ia bersedia melumpuhkan suaminya. Istri Nabi yang ternyata seorang kafir, sangat tergiur oleh hadiah itu. Mereka kemudian memanfaatkan Istri Syam’un, untuk ikut membantu membunuh Syam’un. Sam’un Ghozi AS terpedaya oleh isterinya dan dikhianati istrinya sendiri dan pada akhirnya istrinya mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Setelah dirayu dengan imbalan yang menggiurkan, sang istri mengiyakan ajakan kaum kafir untuk membunuh Syam’un suaminya sendiri karena ada iming-iming harta benda yang banyak, si istri akhirnya mau melakukan kejahatan itu. فَقاَلُوْا نُعْطِيْكِ حَبْلاً شَدِيْداً فَشَدِّى بِهِ يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ فىِ نَوْمِهِ وَنَحْنُ نَقْتُلُهُ , فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ فىِ نَوْمِهِ فاَسْتَيْقَظَ فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟ فَقاَلَتْ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ الحَبَلُ , ثُمَّ جاَءَ الكُفاَرُ بِسِلْسِلَةٍ فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ بِهاَ فاَسْتَيْقَظَ , فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟ قاَلَتْ أَناَ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ السِّلْسِلَةُ Maka orang kafir memberikan ide agar dia mengikat tangan dan kaki Syam’un sewaktu tidur, untuk kemudian akan dibunuh dengan beramai-ramai. Para pembesar2 Kafir berkata, "Kami akan memberimu seutas tali kuat, ikatlah tangan dan kakinya ketika dia tidur, nanti setelah itu kamilah yang bertindak untuk membunuhnya." Pada hari pertama Istri Syam'un gagal karena ketiduran yang disebabkan karena suaminya terlalu lama mengerjakan shalat malam. Lama waktunya itu sehingga membuat istri Syam'un tak kuasa menahan kantuk yang amat sangat. Memang Syam'un tidurnya hanya sedikit saja dalam semalam. Dimana malam-malamnya hanya dipergunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Keesokan harinya, istri Syam'un lapor kepada kaum kafir quraisy bahwa dia belm berhasil mengikat tangan dan kaki suaminya. Mereka tidak mempermasalahkan hal ini. Pada hari kedua Istri Syam'un berhasil mengikat suaminya ketika tidur dengan seutas tali yang kuat. Tatkala Syam'un bangun dan ingin beribadah kepada Allah SWT, ia terkejut karena kedua kakinya terikat. "Wahai istriku, siapakah yang mengikatu dengan tali ini?" tanya Syam'un kepada istrinya. "Aku yang mengikat, hanya sekedar mengujimu sampai sejauh mana kekuatanmu," ujar istrinya. Syam’un dengan mudah dapat melepaskan tali yang mengikatnya dengan satu ucapan doa.Kemudian Syam'un lalu bergegas menuju tempat peribadatannya. Maka gagallah rencana pembunuhan pada hari kedua itu. Namun, setelah itu, musuh-musuh kafir datang lagi dengan membawa rantai dan istri Syam'um siap mengikat suaminya lagi pada keesokan malamnya. Pada hari ketiga Istri Syam'un di hari ketiga itu berhasil lagi mengikat suaminya dengan rantai yang diberikan oleh orang-orang kafir quraisy. "Wahai istriku, siapakah yang mengikatku kali ini?" tanya Syam'un dengan nada agak marah ketika bangun dari tidur. "Aku yang mengikatnya, sekedar untuk mengujimu," jawab istrinya. Namun, dengan sekali hentakan Syam’un dapat menghancurkan rantai tersebut. Rahasia Kekuatan Syam'un Lalu Syam'un segera menarik tangannya dan memotong rantai itu. Kemudian istrinya pun segera membujuk suaminya agar mau menceritakan rahasia kekuatan tubuh yang dimiliki suaminya. Akhirnya Syam'un bercerita juga, jika sebenarnya ia adalah seorang wali dari sekian banyak WALIYULLAH yang hidup di dunia ini. Sam’un berkata “Wahai istriku aku wali diantara wali kekasih Allah, segala perkara dunia ini tidak ada yang sanggup mengalahkan diriku, aku punya rambut panjang ini, ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkanku dalam perkara dunia kecuali rambutku ini," jelas Syam'un. Syam'un memang memiliki rambut yang panjang dan panjangnya digambarkan bahwa ujung rambutnya akan menyentuh tanah saat Syam'un berdiri. Karena sudah mengetahui kelemahan suaminya, akhirnya pada saat syamun tidur mulailah istrinya mengikat tangan Syam'un dengan 4 helai rambutnya dan mengikat pula kakinya dengan 4 helai rambut milik Syam'un, sementara ia tetap dalam tidurnya. Setelah bangun, Syam'un bertanya, "Wahai istriku, siapakah yang mengikatku ini?" "Aku, untuk mengujimu," jawab istrinya yang mulai ketakutan. Setelah itu Syam'un berusaha dengan sekuat tenaga untuk melepaskan ikatan itu, namun dia tidak berdaya untuk memotongnya. Si istri langsung saja memberitahukan kepada kaum kafir tentang hal ini. Nabi Syam’un al-Ghozi as lalu dibawa ke istana kehadapan raja para kafirun. lalu diikat pada tiang utama istana dan dipertontonkan kepada khalayak istana. Mulailah mereka memotong kedua telinga, bibir, kedua tangan dan kakinya. Tidak hanya itu, Nabi juga disiksa dengan dibutakan kedua matanya, Mereka menyiksa Nabi dengan tujuan agar beliau mati secara perlahan-lahan. Istrinya yang jahat, ikut pula menyaksikan penyiksaan tersebut tanpa rasa belas kasihan. Astaghfirullah sungguh biadab orang kafir. Pertolongan Allah SWT Datang Begitu hebatnya siksaan tersebut, membuat Allah SWT lewat perantaraan malaikat jibril berbicara dengan suaranya yang hanya bisa didengar oleh Nabi Syam’un al-Ghozi as, “Hai Syam’un apa yang engkau inginkan, Aku akan menindak mereka.” Nabi menjawab, “Ya Allah, berikanlah kekuatan kepadaku hingga aku mampu menggerakkan tiang istana ini, dan akan kuhancurkan mereka dengan kekuatan dari Allah !. Bismillah. La haula wa la quwwata illa billah! Do’a Nabi Syam’un al-Ghazi as diKabulkan Allah SWT. Allah SWT memberi kekuatan kepada Syam'un yang kekuatannya tidak bisa dibayangkan dan melebihi kekuatan dari rambutnya sendiri. Maka dengan seizin Allah, Nabi Syam’un al-Ghazi as. menggoyangkan tiang istana tersebut, Syam'un hanya beringsut sedikit saja, putuslah tali rambut itu bahkan dan tiang itupun rubuh menimpa raja bersama seluruh khalayak istana termasuk istrinya yang durhaka dan orang-orang yang telah menyiksanya. tiangnya juga ikut roboh dan hancur lebur. istana yang dijadikan tempat pembantaian itu juga turut hancur dan atapnya menimpa orang-orang kafir dan semuanya mati. Begitu juga dengan istrinya, juga ikut tertimpa reruntuhan gedung istana raja kafir. Mereka semua mati tertimpa reruntuhan bangunan istana dan terkubur didalamnya. Hanya Syam’un sendiri yang selamat, lalu Allah mengembalikan seluruh anggota badan yang telah terpotong dan menyembuhkan segala sakitnya. فَبَعْدَ ذَلِكَ عَبَدَ اللهَ أَلْفَ شَهْرٍ مَعَ قِياَمِ لَيْلِهاَ وَصِياَمِ نَهاَرِهاَ , فَضَرَبَ بِالسَّيْفِ فىِ سَبِيْلِ اللهِ Setelah peristiwa itu, Nabi Syam’un al-Ghozi as. bersumpah kepada Allah SWT akan menebus semua dosanya dengan berjuang menumpas semua kebatilan dan kekufuran selama 1000 bulan tanpa henti. Nabi menyibukkan diri dalam beribadah kepada Allah. Malam hari dilalui dengan memperbanyak shalat malam, sedangkan siangnya beliau berpuasa. Nabi menjalankan ibadahnya selama seribu bulan hingga ajalnya tiba. Setelah mendengar kisah Nabi Syam’un al-Ghozi as, para sahabat Nabi Muhammad saw menangis terharu, bertanya sahabat kepada Nabi Muhammad SAW. “Ya Rasullulah, tahukah baginda akan pahalanya?” Jawab Rasulullah, “Aku tidak mengetahuinya.” فَأَنْزَلَ اللهُ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ بِهَذِهِ السُّوْرَةِ (القَدْرِ) وَقاَلَ ياَمُحَمَّدْ أَعْتَيْطُكَ وَأُمَّتَكَ لَيْلَةَ القَدْرِ العِباَدَةُ فِيْهاَ أَفْضَلُ مِنْ عِباَدَةِ سَبْعِيْنَ أَلْفِ شَهْرٍ Setelah Rasulullah selesai berkisah, Allah SWT menyuruh Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad dan menurunkan Surat Al Qadr. "Hai Muhammad, Allah memberi Lailatul Qadar kepadamu dan umatmu, ibadah pada malam itu lebih utama daripada ibadah 1000 bulan," ujar Malaikat Jibril. Allah SWT berfirman: Surat Al-Qadar ayat 1-5: إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ٤ سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ٥ Artinya: 1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. 2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? 3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar. Mendengar berita itu, Rasulullah SAW menyuruh sahabat-sahabatnya untuk berburu malam Lailatul Qadar agar mendapatkan pahala seperti yang Allah AWT berikan kepada Waliyullah Syam'un Al-Ghazi. Apabila fajar telah terbit di malam qadar, maka malaikat Jibril berkata: Wahai para malaikat, kumpul kemari dan kumpul kemari.., Para malaikat Ya Jibril apa yang Allah perbuat untuk kaum muslimin di malam ini dari ummat Nabi Muhammad SAW ? Jibril Sesungguhnya Allah memandang kepada mereka dengan penuh kasih sayang, Allah memaafkan serta ngampuni dosa-dosa mereka, kecuali empat kelompok. Para malaikat Siapa empat kelompok itu ? Jibril Pertama, orang yang membiasakan diri minum arak, mabuk-mabukan. Kedua, Orang yang durhaka kepada orang tua. Ketiga, orang yang memutus silaturrahmi. Keempat, orang yang bertengkar, yaitu pertengkaran dengan sesama yang belum damai dalam jangka waktu tiga hari. Subhanallah..., Maha suci ALLAH. sumber: -DurrAtun Nasihin" pada Bab Lailatul Qadr. -kitab Muqasyafatul Qulub. -Kitab Qishashul Anbiyaa (Al-Imam Ghazali).

MUDAHNYA MENGELUH, SUKARNYA BERSYUKUR

Alwi Husin untuk ‎TARIQAH BA ALAWI (Tarekat Kaum Sufi)

MUDAHNYA MENGELUH, SUKARNYA BERSYUKUR

Begitu mudah sekali melontarkan keluhan. Keluhan demi keluhan keluar dari bibir tanpa disadari. Kita mengeluh atas perkara-perkara yang remeh. Kita mengeluh atas perkara-perkara yang tidak mendatangkan faedah. Kita mengeluh dan asyik mengeluh. Kita mengeluh karena makanan kegemaran tidak disediakan, sedangkan perut semakin memboyot kekenyangan. Kita mengeluh karena kepanasan, sedangkan angin disediakanNYA tanpa bayaran. Kita mengeluh atas sekelumit kekurangan, sedangkan kelebihan sebanyak buih dilautan dibiarkan. Allah Ta'alla berfirman “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya” (An-Nahl: 18). Di saat kita tenggelam dalam keluhan diri sendiri, pancaindera kita tidak lagi mampu memainkan peranannya untuk melihat, mendengar, merasai dan menghayati pemberian Allah Ta'alla yang tiada henti-hentinya. Lantaran itu, begitu sukar sekali untuk menyebutkan kalimat Alhamdulillah sebagai tanda kesyukuran seorang hamba kepada khaliqnya. Itulah hakikitnya. Memang manusia senantiasa lupa. Manusia mempunyai keinginan yang tiada batasan. Manusia tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki.. Kecuali orang-orang yang bersyukur. Pada zaman Sayyidina Umar al-Khattab, ada seorang pemuda yang sering berdoa di sisi Baitullah: “Ya Allah! Masukkanlah aku dalam golongan yang sedikit” Doa beliau didengar oleh Sayyidina Umar ketika beliau (Umar) sedang melakukan tawaf di Kaabah. Umar berasa heran dengan permintaan pemuda tersebut. Selepas selesai melakukan tawaf, Sayyidina Umar memanggil pemuda tersebut lalu bertanya: “Kenapakah engkau berdoa sedemikian rupa (Ya Allah! masukkanlah aku dalam golongan yang sedikit), apakah tiada permintaan lain yang engkau mohon kepada Allah?” Pemuda tersebut menjawab: “Ya Amirul Mukminin! Aku membaca doa tersebut karena aku (merasa) takut dengan penjelasan Allah seperti firman-Nya dalam surah al-A’raaf ayat 10 yang bermaksud: “Sesungguhnya Kami (Allah) telah menempatkan kamu sekelian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber/jalan) penghidupan. (Tetapi) amat sedikitlah kamu bersyukur” Aku memohon agar Allah memasukkan aku dalam golongan yang sedikit, yaitu (lantaran) terlalu sedikit orang yang tahu bersyukur kepada Allah” jelas pemuda tersebut. Mendengar jawapan itu, Umar al-Khattab menepuk kepalanya sambil berkata kepada dirinya sendiri: “Wahai Umar, alangkah jahilnya engkau, banyak orang lebih alim daripadamu” SubhanaLlah. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan yang sedikit ini, Aamiin… Jadi, mari bersama kita membina tekad untuk memberantas keluhan dan meningkatkan kesyukuran karens Dia telah berjanji “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim: 7) KISAH PENUH HIKMAH

Assalamu"alaikum ... BAB MENDOAKAN ORANG YANG BERSIN DAN DI BENCINYA MENGUAP

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA,ia berkata, "Dua orang bersin di hadapan Nabi SAW,maka Nabi SAW mendoakan salah satunya dan tidak mendoakan yang lainnya.Maka Beliau ditanya,kemudian Beliau menjawab, "Orang ini memuji ALLAH,sedangkan yang ini tidak memuji ALLAH. (Disebutkan oleh Al-Bukhari pada kitab ke-78 Kitab Adab,bab ke-123 Bab Memuji ALLAH Untuk Orang Yang Bersin) PENJELASAN : *Mendoakan : Yaitu mendoakan yang bersin yang Mengucapkan "Alhamdu lillah (Segala Puji Bagi ALLAH),Dengan membaca, "Yarhamukallah" (Semoga ALLAH Merahmatimu) Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA,dari Nabi SAW Beliau Bersabda, 'Menguap itu dari Setan,Maka apabila salah satu seorang di antara kalian menguap,maka tahanlah semampunya." (Disebutkan oleh Al-Bukhari pada kitab ke-59 Kitab Awal mula Penciptaan,bab ke-11 Bab Iblis dan Pasukannya) PENJELASAN : *Menguap itu dari Setan : Karena menguap itu terjadi disebabkan kekenyangan,malas,dan indra yang kotor.Menguap dapat menyebabkan lalai,malas,dan daya tangkap yang jelek.Itu semua dengan perantaraan setan,karena setanlah yang menghiasi syahwat bagi setiap jiwa,Maka ditambahkanlah menguap ke dalamnya. *Tahan semampunya : yaitu mencari sebab yang dapat menahan menguap.Bukan maksudnya mengendalikan perbuatan menguap,karena sesuatu yang telah terjadi tidak dapat dicegah.Ada yang mengatakan,bahwa yang dimaksud yaitu ketika akan menguap. *Al'Karmani, "yaitu hendaklah seseorang menahan dan meletakkan salah satu tangannya pada mulutnya agar setan tidak sampai kepada maksud dan tujuan untuk merusak penampilannya dan masuk ke dalam mulutnya.Dan Sebutlah Nama ALLAH agar hati dan mulut selalu ingat ingat kepada-NyA dari hal perkataan yang jelek-jekek karena Setan suka perkataan yang jelek-jelek.

25.8.15

Kisah seorang Syarifah malang dan Guru Besar Islam.

Diceritakan di dalam kitab "Rosyafatus shoody" ada seorang syarifah janda ditinggal wafat suaminya dan meninggalkan 3 orang anak perempuan. Sang syarifah pun meminta pertolongan kesana kemari untuk memenuhi kebutuhan dia dan 3 orang anaknya, sampai ketika melihat seorang guru besar islam beserta para muridnya, kemudian pada saat guru besar islam itu diberitahukan oleh syarifah akan hal keadaannya maka sang guru berucap "berikan aku bukti bahwa kau syarifah" sambil tidak mau memalingkan wajahnya ke arah syarifah,Kemudian sang syarifah pun pergi dengan hampa, kemudian dia melihat ada seorang saudagar kaya yang sedang duduk, sang syarifah pun bertanya "siapa orang itu?" Maka di jawab "dia adalah seorang majusi (penyembah matahari) yang menjadi pengurus kota ini, Sang syarifah pun terpaksa minta bantuan sang majusi tersebut, dan ternyata dia baik hati dan membantu sang syarifah dan anak-anaknya, hingga mereka disuruh bermalam di rumahnya dan makan makanan yang enak serta menginap dengan keadaan yang sangat lebih baik dari sebelumnya, Pada malam itu sang Guru besar Islam bermimpi, dan dalam mimpinya dia melihat hari kiamat, dan melihat ada istana megah luar biasa di sorga kemudian orang-orang islam masuk sorga atas perintah Rosul SAW, akan tetapi Rasul Saw berpaling muka atas sang Guru besar Islam, kemudian sang Guru berkata " Ya Rasululloh.. Kenapa engkau enggan memandangku padahal aku muslim??" Maka Rasulullah Saw menjawab "berikan aku bukti bahwa kau memang muslim!", Sang Guru pun panik luar biasa, kemudian Rasul Saw berucap "ingatkah engkau di dunia pernah berkata sedemikian pada cucu ku??". Akhirnya sang guru terbangun dari tidur dan menangis dahsyat, kemudian bergegas menyuruh anak muridnya mencari sang syarifah di penjuru kota, Akhirnya sang guru tahu bahwa sang syarifah di tempat saudagar majusi, kemudian sang guru pun bergegas kesana, saat bertemu saudagar majusi sang guru berucap "wahai fulan, tolong serahkan si syarifah padaku, aku mau memuliakan beliau!" Si saudagar majusi menolak dan tidak mau menyerahkan sang syarifah... Kemudian sang guru besar memaksa saudagar majusi dan menawarkan sejumlah harta yang besar agar di serahkan sang syarifah padanya, Tapi sang saudagar tetap menolak ! Dan pada akhirnya sang guru besar bercerita perihal mimpinya pada sang guru.. Kemudian sang saudagar berucap " ketahuilah wahai guru besar,,, sesungguhnya istana yang sangat megah yang kau lihat dalam mimpi itu kepunyaan ku ! Itu sebagai hadiah kecil yang di berikan padaku karena telah menolong sang syarifah serta anak-anaknya...­ Dan ketahuilah bahwa aku, istriku, anak-anakku serta semua yang ada di rumahku telah bersaksi " LAA ILAAHA ILLALLOOH WA ANNA MUHAMMADAR ROSUL­ULLOOH " kami masuk Islam berkat keberkahan yang di bawa syarifah dan di dalam mimpi Rosululloh SAW berkata padaku " sesungguhnya engkau telah ditakdirkan sebaga muslim serta keluargamu " Sang guru besar pun menangis terisak-isak dan sangat menyesali perbuatannya... Kisah Balasan Menghormati Keturunan Rasulullah (Wanita Alawiyah) Di dalam kitab Al-Multaqith diceritakan, bahwa sebagian bangsa Alawiyah ada yang bermukim di daerah Balkha. Ada sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami isteri dengan beberapa anak wanita mereka. Keadaan keluarga tersebut serba kekurangan. Ketika suaminya meninggal dunia, isteri beserta anak-anak wanitanya meninggalkan kampung halamannya pergi ke Samarkand untuk menghindari ejekan orang di sekitarnya. Kejadian tersebut terjadi pada musim dingin. Saat mereka telah memasuki kota, si ibu mengajak anak-anaknya singgah di masjid, sementara dirinya pergi untuk mencari sesuap nasi. Di tengah perjalanan si ibu bertemu dengan dua kelompok orang, yang satu dipimpin oleh seorang Muslim yang merupakan tokoh di kampung itu sendiri, sedang kelompok satunya lagi dipimpin oleh seorang Majusi, pemimpin kampung itu. Si ibu tersebut lalu menghampiri tokoh tersebut dan menjelaskan mengenai dirinya serta berkata,"Aku mohon agar tuan berkenan memberiku makanan untuk keperluan malam ini !" "Tunjukkan bukti-bukti bahawa dirimu benar-benar bangsa Alawiyah", kata tokoh orang Muslim di kampung itu. "Di kampung ini tidak ada orang yang mengenaliku", kata ibu tersebut. Sang tokoh itu pun akhirnya tidak menghiraukannya . Seterusnya dia memohon kepada si Majusi, pemimpin kampung tersebut. Setelah menjelaskan tentang dirinya dengan tokoh kampung, lelaki Majusi lalu memerintahkan kepada salah seorang anggota keluarganya untuk datang ke masjid bersama si ibu itu. Dan dibawalah seluruh keluarga janda tersebut untuk tinggal di rumah Majusi yang memberinya pula berbagai perhiasan yang bagus. Tidak berapa lama sesudah itu tokoh masyarakat yang beragama Islam itu bermimpi seakan-akan hari Kiamat telah tiba dan panji kebenaran berada di atas kepala Rasulullah SAW. Dia pun sempat menyaksikan sebuah istana tersusun dari zamrud berwarna hijau. Kepada Rasulullah SAW. dia lalu bertanya", Wahai Rasulullah! Milik siapa istana ini ?""Milik seorang Muslim yang mengesakan Allah", jawab Rasulullah. "Wahai Rasulullah, aku pun seorang Muslim", jawabnya. "Coba tunjukkan kepadaku bahawa dirimu benar-benar seorang Muslim yang mengesakan Allah", sabda Rasulullah SAW. kepadanya. Dia pun bingung atas pertanyaan Rasulullah. Rasulullah SAW. kemudian bersabda lagi,"Di saat wanita Alawiyah datang kepadamu, bukankah kamu berkata kepadanya,"Tunjukkan mengenai dirimu kepadaku !" Karenanya, demikian juga yang harus kamu lakukan, yaitu tunjukkan dahulu mengenai bukti diri kamu sebagai seorang Muslim kepadaku !" Sesaat kemudian lelaki muslim itu terjaga dari tidurnya dan air matanya pun jatuh berderai, lalu dia memukuli mukanya sendiri. Dia berkeliling kota untuk mencari wanita Alawiyah yang pernah memohon pertolongan kepadanya, hingga dia mengetahui di mana kini wanita tersebut berada. Lelaki Muslim itu segera berangkat ke rumah orang Majusi yang telah menampung wanita Alawiyah beserta anak-anaknya. "Di mana wanita Alawiyah itu ?"tanya lelaki Muslim kepada orang Majusi. "Ada padaku", jawab si Majusi. "Aku ingin menemuinya", ujar lelaki Muslim itu. "Tidak semudah itu", jawab lelaki Majusi. "Ambillah uang seribu dinar dariku dan antar mereka untuk menemuiku", desak lelaki Muslim. "Aku tidak akan melepaskannya. Mereka telah tinggal di rumahku, dan dari mereka aku telah mendapatkan berkatnya", jawab lelaki Majusi itu. "Tidak boleh, engkau harus menyerahkannya" , ujar lelaki Muslim itu seolah-olah memaksa. Maka, lelaki Majusi pun menegaskan kepada tokoh Muslim itu :"Akulah yang berhak menentukan apa yang kamu minta. Dan istana yang pernah kamu lihat dalam mimpi itu adalah diciptakan untukku ! Apakah kamu mau menunjukkan keislamanmu kepadaku ? Demi Allah, aku dan seluruh keluargaku tidak akan tidur sebelum kami memeluk agama Islam di hadapan wanita Alawiyah itu, dan aku pun telah bermimpi sebagaiman yang kamu mimpikan, serta Rasulullah SAW. sendiri telah pula bersabda kepadaku,"Adakah wanita Alawiyah beserta anaknya itu padamu ? " Ya, benar", jawabku. "Istana itu adalah milikmu dan seluruh keluargamu. Kamu dan semua keluargamu termasuk penduduk syurga, karena Allah sejak zaman azali dahulu telah menciptakanmu sebagai orang Mukmin", sabda Rasulullah kembali. Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah Hadist : ” Empat golongan yang akan memperolehi syafaatku pada hari kiamat : Orang yang menghormati keturunanku, orang yang memenuhi keperluan mereka, orang yang berusaha membantu urusan mereka pada saat diperlukan, dan orang yang mencintai mereka dengan hati dan lidahnya.” " Beginilah salah satu cerita dari sekian banyak cerita keutamaan memuliakan para Anak cucu Ahlul Bait Nabi SAW semoga kita semua termasuk orang yang dimuliakan dengan di beri kecintaan pada mereka... Aamiin " اللهم صلي على سيدنا محمد و على آل سيدنا محمد ..

24.8.15

KASIH‬ SAYANG SAYYIDURROSUL KPD CUCU MUNGILNYA

Pernah suatu kali jamaah shalat Jum’at dikagetkan dengan tindakan Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam di sela-sela khotbahnya. Rasulullah mendadak turun dari mimbar lantaran kedua cucunya yang masih kecil, Sayyid Hasan dan sayyid Husain, menangis. Nabi segera menghampiri Hasan dan Husain yang saat itu sedang ikut di masjid dan berusaha menenangkan keduanya. Melalui bahasa isyarat dan kelembutan hatinya, tangisan mereka mereda, dan beliau pun melanjutkan khotbahnya hingga selesai. Tak pernah Nabi membaca khotbah lebih panjang dari shalatnya. Peristiwa lain tentang ”tingkah usil” kedua cucu mungilnya ini juga terjadi saat Rasulullah sedang mengerjakan shalat sunnah dua rakaat. Ketika sujud berlangsung, tiba-tiba Hasan memanjat punggung Nabi. Hasan kecil memukuli tubuh kakeknya itu selayak menunggang kuda yang mesti berpacu cepat. Sebetulnya Nabi sudah cukup lama menempelkan dahinya di atas lantai. Tapi tingkah Hasan membuat manusia mulia ini memperpanjang sujudnya lebih lama lagi. Hasan puas bermain kuda-kudaan. Hasan akhirnya turun. Nabi mulai berniat mengangkat tubuhnya. Sekali lagi punggungnya tertahan. Husain tiba-tiba melompat ke atas punggung dan menirukan aksi kakaknya, Hasan. Artinya, Nabi mesti menambah waktu lagi untuk menunda duduk tasyahud. Baru ketika kedua cucunya turun, Rasulullah melanjutkan gerakan sembahyangnya. Rasulullah mencontohkan betapa kasih sayang terhadap keluarga dan anak kecil adalah sikap yang harus diutamakan. Sikap Nabi ini juga mencerminkan kepekaannya tentang menghargai keterbatasan seseorang, baik dalam hal kondisi fisik, daya tangkap, ataupun tingkat pengetahuan. Keluhuran akhlak Nabi terpancar justru saat segenap keputusannya tersebut menjadi prioritas, melebihi ritus keberagamaan. Sumber: NU Online

Kisah Shalawat Nabi Muhammad SAW

Kisah Shalawat Nabi Muhammad SAW Anda Pasti meneteskan air mata mendengar berita ini. Terutama permohonan Malaikat Isrofil kepada Allah SWT Rasulullah SAW telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail as. telah berkata kepadaku. Berkata Malaikat Jibril as. : “Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.” Berkata pula Malaikat Mikail as. : “Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.” Berkata pula Malaikat Israfil as. : “Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah SWT dan aku TIDAK AKAN mengangkat kepalaku sehingga Allah SWT mengampuni orang itu (yang bershalawat).” Malaikat Izrail as pula berkata : “Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.” Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah SAW. Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para Malaikat. Bacaan sholawat Nabi sangat beragam, ini adalah satu dari beragam itu. Ya Nabi Salam Alaika.. Ya Rasul salam alaika... Ya Habiib salam alaika... Sholawatulloh alaika... Dalam Al-Qur'an Allah swt. berfirman: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya". (QS. Al-Ahzab: 56) Nabi Muhammad saw. bersabda: "Bershalawatlah kamu kepadaku, karena shalawat itu menjadi zakat penghening jiwa pembersih dosa bagimu". (Diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih) Dari Abu Hurairah ra. diberitakan Nabi Muhammad saw. bersabda: "Janganlah kamu menjadikan rumah-rumahmu sebagai kubur dan menjadikan kuburku sebagai persidangan hari raya. Bershalawatlah kepadaku, karena shalawatmu sampai kepadaku dimana saja kamu berada". (HR. An-Nasai, Abu Dawud dan Ahmad serta dishahihkan oleh An-Nawawi).

21.8.15

Ada Beberapa Perbuatan Wanita yang Dilaknat Allah, Apa Sajakah?

Betapa Allah meninggikan derajat wanita, akan tetapi banyak wanita yang justru merendahkan sendiri derajatnya. Inilah Beberapa Perbuatan Wanita yang Dilaknat Allah, semoga kita terjauh dari beberapa hal ini. Di dalam shahih Muslim disebutkan riwayat dari sahabat Abdullah bin Mas’ud,Ia berkata: “Allah mengutuk wanita-wanita pembuat tato dan wanita-wanita yang minta dibuatkan tato, wanita-wanita yang mencukur rambut wajah (bulu alis, dsb) dan wanita-wanita yang minta dihilangkan rambut wajahnya serta wanita-wanita yang merenggangkan gigi demi kecantikan yang merubah ciptaan Allah.” Dari hadits tersebut kita bisa mengetahui beberapa wanita yang perbuatannya Allah laknat: 1. Wanita pembuat tato dan yang minta dibuatkan tato Zaman sekarang rasanya tato bukan lagi dominasi para mafia atau preman, bahkan banyak wanita yang membuat tato di sekujur tubuhnya tanpa mengetahui bahwa Islam melarang hal ini dan bahkan Allah sangat keras melaknat perbuatan yang sebenarnya amat merusak tubuh ini. 2. Wanita yang mencukur rambut wajah (alis mata, dan lainnya) dan yang meminta untuk dicukur rambut wajahnya Imam Nawawi mengatakan : “Dan perbuatan ini (mencukur bulu/rambut yang tumbuh di wajah) kecuali apabila tumbuh diwajah wanita kumis dan jenggot maka tidak haram untuk menghilangkannya bahkan mustahabb” kemudian beliau menambahkan :”bahwasanya larangan itu tertuju pada bulu alis dan apa yang dipinggir wajah ( dekat telinga ) “( syarah An-Nawawi ‘ala muslim 14/106 ) 3. Wanita yang merenggangkan giginya hanya demi kecantikan Definisi Alfalj (pangur gigi) yaitu menjauhkan jarak antara gigi atas dengan gigi bawah. Biasanya dilakukan oleh orang tua yang usianya sudah lanjut, dilakukan untuk bisa tetap awet muda serta’ memperindah gigi, sebab tonjolan yang lembut pada gigi itu hanya milik anak kecil saja. Jika wanita sudah berusia senja maka tonjolan-tonjolan gigi itu akan mengeras, lalu dilembutkan (dipangur) dengan alat pelembut agar kelihatan indah dan muda. Ini dinamakan juga dengan Al-Wasyr. 4. Wanita yang menolak ajakan suaminya untuk berhubungan intim “Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, malaikat melaknat sang istri sampai waktu subuh.” (HR. Bukhari: 11/14) “Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul, hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387, Shahih) 5. Wanita yang tidak mensyukuri kebaikan suaminya Thalhah bin Ubaidillah ra. mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Wanita yang berkata kepada suaminya, “Aku tidak melihat kebaikanmu sama sekali, melainkan Allah Swt. memutuskan-rahmatnya kepadanya pada hari kiamat ” “Rasulullah SAW. juga bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak mau memandang wanita (istri) yang tidak mau bersyukur kepada suaminya,padahal dia masih membutuhkannya,” 6. Wanita yang meminta cerai tanpa alasan syari “Wanita yang meminta suaminya untuk menalak tanpa ada alasan yang mendesak, maka haram baginya bau surga, (HR. Ibnu Hibban, dan Al-Hakim dari Thazauban budak Rasulullah SAW) 7. Wanita yang memperlihatkan auratnya pada lelaki lain Rasulullah bersabda : “Wanita yang melepas pakaiannya di luar rumahnya, yaitu memperlihatkan tubuhnya pada lelaki lain, maka Allah akan membedah tutup tubuhnya ” (HR. Imam Ahmad, Thabrani, Ibnu Majah, Al Hakim,dan Al Baihaqi) 8. Wanita yang menyambung rambut dan minta disambung rambutnya Diriwayatkan dari ‘Aisyah : “Seorang perempuan Anshar telah kawin, dan sesungguhnya dia sakit sehingga gugurlah rambutnya, kemudian keluarganya bermaksud untuk menyambung rambutnya, tetapi sebelumnya mereka bertanya dulu kepada Nabi, maka jawab Nabi: Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut dan yang minta disambung rambutnya.” (HR. Bukhari 5934) Demikianlah beberapa perbuatan wanita yang mendapat kebencian dan laknat Allah, semoga kita bisa menjadi wanita taat yang terjauh dari sifat suka mengubah ciptaan Allah dan melanggar laranganNya yang penuh dengan hikmah..Wassalam.

11.8.15

SYAFAAT MAJELIS ILMU

Di dalam hadist Qudsi diterangkan Ketika dihari penghisapan nanti, Datang seseorang dgn membawa dosa yang lebih banyak dari pada pahalanya. Ketika ia ingin di giring ke neraka, Allah perintahkan malaikat jibril As untuk menanyakan kpd orang tersebut apakah ia pernah duduk dimajlis orang alim..!! Jika pernah, maka ampuni dosanya dgn syafa'at majelis. Ketika ditanya Malaikat jibril As ia menjawab tidak pernah duduk di majelis orang alim. Lalu Allah menyuruh Malaikat jibril As untuk bertanya lg apakah ia cinta orang alim & ia mnjawab tidak. Lalu ditanya lg apakah ia pernah makan satu tempat dgn orang alim, ia menjawab tidak. Ditanya lg apakah ia tahu nama orang alim di nasabnya,dijawab tidak. Ditanya lagi apakah ia pernah menyukai orang yg suka dgn orang Alim? Ia menjawab Ya,saya pernah suka memandang wajah orang yg suka dgn orang Alim. Maka Allah berkata kpd Malaikat jibril As : Yaa Jibril masukan ia ke surga krna ia menyukai orang yg suka kpd orang alim & ampuni dosanya dgn berkat hal trsbt. (manhajussawi 179 di nawadir 55) Duduklah di majelis orang Alim,atau kenali nama & nasab orang Alim, atau makan bersama orang Alim, atau cinta dengan orang Alim & minimal kita cinta dengan orang orang yang cinta dengan orang Alim agar kita semua selamat dunia akhirat.

Waspadalah bersahabat dan seperjalanan dengan 5 macam manusia ini

Al-Imam Sayyidina  'Ali Zainal 'Abidin bin Husein ra. berkata:

Wahai anakku! Waspadalah terhadap lima macam manusia, dan janganlah kau bersahabat dan seperjalanan dengan mereka:

1. Jauhilah bersahabat dengan pendusta, karena dia seperti fatamorgana; mendekatkan sesuatu yang jauh darimu dan menjauhkan sesuatu yang dekat denganmu.

2. Jauhilah bersahabat dengan orang fasik, karena dia akan menjualmu dengan sesuap nasi atau selainnya.

3. Jauhilah bersahabat dengan orang kikir, karena dia akan membiarkanmu ketika engkau membutuhkannya.

4. Jauhilah bersahabat dengan orang dungu (tolol), karena dia akan mencelakakanmu padahal semestinya ia ingin menolongmu.

5. Dan jauhilah bersahabat dengan orang yang suka memutuskan silaturahmi, karena aku mendapatinya terlaknat di dalam kitab Allah.

Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

10.8.15

ARTI SYAFAAT

“Dari Abu Hurairah r.a beliau menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi was sallam bersabda, “Setiap Nabi alaihis salam memiliki doa yang mustajab, maka setiap nabi telah menggunakan doa tersebut. Dan aku menyimpannya sebagai syafa’at bagi ummatku, kelak di hari kiamat. Maka, syafa’at tersebut Insya Allah akan didapati oleh setiap orang dari umatku yang wafat dalam keadaan tidak menyekutukan Allah ta’ala dengan suatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim). Syafaat berasal dari kata asy-syafa’ (ganda) yang merupakan lawan kata dari al-witru (tunggal), yaitu menjadikan sesuatu yang tunggal menjadi ganda, seperti membagi satu menjadi dua, tiga menjadi empat, dan sebagainya. Ini pengertian secara bahasa. Sedangkan secara istilah, syafaat berarti menjadi penengah bagi orang lain dengan memberikan manfaat kepadanya atau menolak mudharat, yakni pemberi syafaat itu memberikan manfaat kepada orang itu atau menolak mudharatnya. Syafaat adalah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Syafa’at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafaat orang-orang kafir. Syafaat disebutkan pertama kali dalam Al-Qur’an adalah pada QS. al-Baqarah ayat 47: يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ “Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.” وَاتَّقُوا يَوْمًا لا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ “Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikit pun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa`at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.” Dalam ayat tersebut terdapat perintah Allah kepada Bani Israil untuk bertaqwa dengan alasan di akhirat nanti tidak akan ada syafaat (pertolongan) dari siapapun kecuali amal manusia masing-masing. Syafaat hakikatnya adalah doa, atau memerantarai orang lain untuk mendapatkan kebaikan dan menolak keburukan. Atau dengan kata lain syafaat adalah memintakan kepada Allah di akhirat untuk kepentingan orang lain. Dengan demikian meminta syafa’at berarti meminta doa, sehingga permasalahan syafaat ialah sama dengan doa. Hukum Meminta Syafaat ------------------------------------- Bagaimanakah hukumnya meminta syafaat. Telah kita ketahui bersama bahwa syafaat adalah milik Allah, maka meminta kepada Allah hukumnya disyariatkan, yaitu meminta kepada Allah agar para pemberi syafaat diizinkan untuk mensyafaati di akhirat nanti. Seperti, “Ya Allah, jadikanlah Muhammad Saw pemberi syafaaat bagiku. Dan janganlah engkau haramkan atasku syafaatnya.” Adapun meminta kepada orang yang masih hidup, maka jika ia meminta agar orang tersebut berdoa kepada Allah agar ia termasuk orang yang mendapatkan syafaat di akhirat maka hukumnya boleh, karena meminta kepada yang mampu untuk melakukanya. Namun, jika ia meminta kepada orang tersebut syafaat di akhirat maka hukumnya syirik, karena ia telah meminta kepada seseorang suatu hal yang tidak mampu dilakukan selain Allah. Adapun meminta kepada orang yang sudah mati maka hukumnya syirik akbar baik dia minta agar didoakan atau meminta untuk diberi syafaat dari orang tersebut. Macam-macam Syafaat ------------------------------------- Syafaat terdiri dari dua macam, yaitu: Pertama: Syafaat yang didasarkan pada dalil yang kuat dan shahih, yaitu yang ditegaskan Allah Swt dalam Kitab-Nya , atau dijelaskan Rasulullah. Syafaat tidak diberikan kecuali kepada orang-orang yang bertauhid dan ikhlas; karena Abu Hurairah berkata, “Wahai Rasulullah, siapa yang paling bahagia mendapatkan syafaatmu?” Beliau menjawab, “Orang yang mengatakan, ‘Laa ilaaha illallah’ dengan ikhlas dalam hatinya.” (HR. Bukhari, kitab Al-Ilm). Syafaat mempunyai tiga syarat : ----------------------------------------------- Allah meridhai orang yang memberi syafaat. Allah meridhai orang yang diberi syafaat. Allah mengizinkan pemberi syafaat untuk memberi syafaat. Syarat-syarat di atas secara global dijelaskan Allah dalam firman-Nya, “Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).” (QS. An- Najm: 26). Kemudian firman Allah: “Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 255). Lalu firman Allah: “Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.” (QS. Thahaa: 109). Kemudian firman Allah: “Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” (QS. Al-Anbiya: 28). Agar syafaat seseorang diterima, maka harus memenuhi ketiga syarat di atas. Menurut penjelasan para ulama, syafaat yang diterima, dibagi menjadi dua macam: Syafaat umum. Makna umum, Allah mengizinkan kepada salah seorang dari hamba-hamba-Nya yang shalih untuk memberikan syafaat kepada orang-orang yang diperkenankan untuk diberi syafaat. Syaaat ini diberikan kepada Nabi Muhammad Saw, nabi-nabi lainnya, orang-orang jujur, para syuhada, dan orang orang shalih. Mereka memberikan syafaat kepada penghuni neraka dari kalangan orang-orang beriman yang berbuat maksiat agar mereka keluar dari neraka. Syafaat khusus, yaitu syafaat yang khusus diberikan kepada Nabi Muhammad Saw dan merupakan syafaat terbesar yang terjadi pada hari Kiamat. Tatkala manusia dirundung kesedihan dan bencana yang tidak kuat mereka tahan, mereka meminta kepada orang orang tertentu yang diberi wewenang oleh Allah untuk memberi syafaat. Mereka pergi kepada Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa. Tetapi mereka semua tidak bisa memberikan syafaat hingga mereka datang kepada Nabi saw, lalu beliau berdiri dan memintakan syafaat kepada Allah, agar menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari adzab yang besar ini. Allah pun memenuhi permohonan itu dan menerima syafaatnya. Ini termasuk kedudukan terpuji yang dijanjikan Allah di dalam firman-Nya : “Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al-Israa’: 79). Di antara syafaat khusus yang diberikan kepada Rasulullah Saw adalah syafaatnya kepada penghuni syurga agar mereka segera masuk surga, karena penghuni surga ketika melewati jembatan, mereka diberhentikan di tengah jembatan yang ada di antara surga dan neraka. Hati sebagian mereka bertanya-tanya kepada sebagian lain, hingga akhirnya mereka bersih dari dosa. Kemudian mereka baru diizinkan masuk surga. Pintu surga itu bisa terbuka karena syafaat Nabi saw. Kedua. Syafaat batil yang tidak berguna bagi pemiliknya, yaitu anggapan orang-orang musyrik bahwa tuhan-tuhan mereka dapat memintakan syafaat kepada Allah. Syafaat semacam ini tidak bermanfaat bagi mereka seperti yang difirmankan-Nya, “Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat.” (QS. Al-Mudatstsir: 48). Demikian itu karena Allah tidak rela kepada kesyirikan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik itu dan tidak mungkin Allah memberi izin kepada para pemberi syafaat itu, untuk memberikan syafaat kepada mereka; karena tidak ada syafaat kecuali bagi orang yang diridhai Allah. Allah tidak meridhai hamba-hamba-Nya yang kafir dan Allah tidak senang kepada kerusakan. Ketergantungan orang-orang musyrik kepada tuhan-tuhan mereka dengan menyembahnya dan mengatakan, “Mereka adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah.” (QS. Yunus: 18), adalah ketergantungan batil yang tidak bermanfaat. Bahkan demikian itu tidak menambah mereka kecuali semakin jauh, karena orang-orang musyrik itu meminta syafaat kepada berhala-berhala itu dengan cara yang batil, yaitu menyembahnya. Itulah kebodohan mereka yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah, tetapi sebenarnya tidak lain hanya menjadikan mereka semakin jauh.

Keturunan Rasulullah SAW,adakah...??

Keturunan Rasulullah Saw,Adakah...?? keturunan Rasulullah, adakah.....? oleh Muhammad Bin Alwy Alhaddad KETURUNAN RASULULLAH ADAKAH ... ? 1. Orang yang pernah mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW putus keturunannya bernama Al ‘Ash bin Al Wail Assahmy. Ketika wafat putra Nabi Muhammad SAW yang bernama Qasim (dalam riwayat lain Ibrohim), Al ‘Ash berkata “Muhammad putus keturunannya”. Perlakuan/perkataan Al ‘Ash tersebut membuat sakit hati Pimpinan Para Rasul tersebut. Dalam kesedihannya Rasulullah SAW tertidur, kemudian Allah SWT menghibur beliau dengan turunnya Surat Al Kautsar sekaligus sebagai bantahan terhadap ucapan Al ‘Ash tersebut dengan Firman Nya : Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah, Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus. (Al-Kautsar) Lihatlah betapa Allah murka terhadap orang yang telah membuat sedih kekasihnya tersebut, hingga Allah menyebutnya “musuhmu”. Hal ini karena Al ‘Ash telah lancang dengan berkata bahwa “Muhammad putus keturunannya”. Semoga kita tidak mengikuti jejak Al ‘Ash. Amin .... 2. Di Malam pernikahan Al Imam Ali bin Abi Tholib dengan Sayidah Fatimah Az Zahra binti Rasulullah SAW, beliau (Rasulullah SAW) memanjatkan do’a untuk mereka berdua, diantara do’a-do’a tersebut sebagai berikut : “Ya Allah, berkahilah keturunan mereka berdua” (H.R. An Nasai), “ Semoga Allah mengeluarkan dari mereka berdua keturunan yang banyak dan baik”. (H.R. Ahmad), dalam riwayat yang lain, Rasulullah SAW berdo’a “ Semoga Allah merukunkan mereka berdua dan memperbaiki kualitas keturunannya dan menjadikan keturunan mereka berdua pembuka pintu rahmat, sumber-sumber hikmah dan pemberi rasa aman bagi umat”. Hadits-hadits tersebut disebutkan dalam kitab Ash Shawaiq karya Imam Ibnu Hajar Al Haitamy. Apakah Allah Yang Maha Pemurah berkenan mengecewakan kekasihnya yang diutus sebagai Rahmat bagi seluruh umat itu ???? 3. Dari semua Putra dan Putri Nabi Muhammad SAW, hanya Sayidah Fatimah lah yang keturunannya berkesinambungan, karena dari pernikahan Imam Ali dengan sayidah Fatimah tersebut, Allah menganugrahi Kekasih Nya (Rasulullah) beberapa orang cucu yang lucu dan sangat mirip dengan kakeknya yang sangat mulia. Cucu-cucu beliau adalah : Al Hasan, Al Husein, Zaenab dan Muhsin. Namun yang memiliki keturunan hingga sekarang hanya dari Al Hasan dan Al Husein. Jadi, dari Al Hasan dan Al Husen lah keturunan Nabi Muhammad SAW berkelanjutan hingga banyak dan berkah. Sebahagian orang ada juga yang beranggapan bahwa keturunan Rasulullah SAW terputus pada saat peristiwa Karbala, tetapi sesungguhnya orang-orang yang beranggapan hal tersebut belum tahu sejarah yang sebenarnya. Coba telaah kembali, jangan cepat puas hanya dengan mendengar “katanya” ...... 4. Sebahagian orang ada juga yang berpendapat bahwa keturunan Rasulullah SAW terputus, mereka beranggapan bahwa keturunan yang sekarang ini bukanlah keturunan dari anak laki-laki melainkan dari anak perempuan Rasulullah SAW yaitu Sayidah Fatimah. Sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah : a. Bila seseorang mempunyai seorang putri (anak perempuan), dan ketika beranjak dewasa dinikahkan, kemudian dari pernikahan tersebut mempunyai keturunan (anak), apakah anak yang lahir tersebut bukan cucunya?[1] ﺫَ ﻟِﻚَ ﻓَﻀْﻞُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻳُﺆْ ﺗِﻴْﻪِ ﻣَﻦ ْ ﻳَﺸَﺂﺀُ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺍﺳِﻊٌ ﻋَﻠِﻴْﻢٌ ( ﺍﻟﻤـــﺎﺋﺪﺓ : ) “ Itu adalah Anugrah dari Allah, Ia memberikannya kepada siapa saja yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (pemberiannya), lagi Maha Mengetahui”.Q.S. Al Maidah : 54 b. Kalaupun hal tersebut tidak berlaku[2], maka sesungguhnya hal tersebut adalah khususiah (anugrah semata) dari Allah yang tidak berlaku untuk umum melainkan khususiah untuk Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Beliau mendapat banyak khususiah lain yang tidak berlaku kecuali untuk beliau, seperti beristri lebih dari 4 (empat) wanita sekaligus. Allah SWT berfirman : khususiah ini disampaikan oleh lisan Baginda Rasululloh dalam sabdanya : “setiap anak bernisbah kepada ayahnya kecuali anak-anak Fathimah, akulah wali dan nisbahnya” (H.R. Hakim). - “Setiap sebab (penyebab pertalian keturunan) mahupun nasab (pengikat garis keturunan) akan terputus pada hari kiamat, kecuali sebab dan nasabku, dan setiap keturunan dinisbatkan kepada pengikat keturunannya yakni ayah mereka, kecuali putera-putera Fatimah, maka sesungguhnya akulah ayah mereka dan tali pengikat keturunan mereka" (Riwayat Al-Baihaqi, Al-Tabrani & lain-lain) c. Al Imam Musa Al Kadzim bin Ja’far Ashshodiq bin Muhammad Al Baghir bin Ali Assajjad bin Al Husen putra Imam Ali dan Sayidah Fatimah binti Muhammad Rasulullah SAW, pernah ditanya oleh Harun Ar Rasyid “Kalian mengaku keturunan Nabi Muhammad, bukankah seseorang bernisbah kepada kakek dari ayah bukan kakek dari ibu?” Al Imam Musa membaca Surat Al An’am, ayat 84-85 yang berbunyi “Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya’qub kepadanya. kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) Yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. - Dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. semuanya Termasuk orang-orang yang shaleh”. Lalu Beliau berkata “Bukankah Nabi Isa tidak mempunyai ayah?” tetapi dalam ayat ini Nabi Isa dikelompokan dalam cucu keturunan Nabi Nuh AS, begitu pula yang terjadi pada kami”. 5. Di dalam Shohih Bukhori diriwayatkan ketika seseorang bertanya cara bersholawat, maka Rasulullah SAW mengajarkan : ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺍﺯﻭﺍﺟﻪ ﻭﺫﺭﻳﺘﻪ “Ya Allah Bersholawatlah atas Muhammad dan Istri-istrinya danketurunannya” shohih Bukhori hadits ke 6360. 6. Dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW bersabda “Akan datang seseorang dengan membawa keadilan, namanya seperti namaku, nama ayahnya seperti nama ayahku (dialah) Al Mahdi keturunanku dari Fathimah”. HR. Aththobaroni 7. Rasulallah saw.bersabda : ﺇﻧَّﻲ ﺗَﺎﺭِﻙٌ ﻓِﻴْﻜُﻢْ ﺧَﻠِﻴْﻔَﺘَﻴْﻦِ : ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺣَﺒْﻞٌ ﻣَﻤْﺪُﻭْﺩٌ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﺍﻻَﺭْﺽِ ﻭَﻋِﺘْﺮَﺗِﻲ ﺃﻫْﻞَ ﺑَﻴْﺘِﻲ ﻭَﺇﻧَّﻬُﻤَﺎ ﻟَﻦْ ﻳَﻔْﺘَﺮِﻗَﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺮِﺩَﺍ ﻋَﻠَﻲَّ ﺍﻟْﺤِﻮْﺽَ Rasulallah saw. bersabda : “Kutinggalkan kepada kalian dua peninggalan: Kitabullah sebagai tali yang terbentang antara langit dan bumi, dan keturunanku ahlulbaitku. Sesungguh- nya kedua-duanya itu tidak akan berpisah hingga kembali kepadaku di Haudh (telaga di surga)”. (dikeluarkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dari hadits Zaid bin Tsabit dan dari dua shohih Bukhori-Muslim. Yang pertama pada halaman 182 dan yang kedua pada akhir halaman 189

9.8.15

KEJAMNYA WAKTU SUBUH

Sahabat... Saya yakin di antara kita sudah mengetahui keistimewaan waktu Subuh. Hari ini ada baiknya kita melihat waktu Subuh dengan kacamata yang lain, yaitu dari bahaya waktu Subuh bila kita tidak dapat memanfaatkannya. Allah bersumpah dalam Al Fajr : “Demi fajar (waktu Subuh)”. Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan: ﻗُﻞْ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﺍﻟْﻔَﻠَﻖِ “Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh”. Ada apa dibalik waktu Subuh? Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh? Mengapa harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh? Apakah waktu Subuh sangat berbahaya? Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya! Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api. Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan. Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah anda, dan mengambil paksa semua barang anda. Emas dan semua perhiasan digondolnya. Uang cash puluhan juta ditilepnya. Laptop, yang berisi data-data penting anda juga diembatnya. Eh, mobil yang belum lunas juga digasaknya. Bagaimana rasa pedih hati anda menerima kenyataan ini? Ketahuilah, bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu. Karena jika anda tertindas sang waktu Subuh sampai melalaikan shalat fajar, maka anda akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar laptop dan mobil. Anda kehilangan dunia dan segala isinya. Ingat, “Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR Muslim). Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar kemiskinan dunia. Karena bagi orang-orang yang tergilas waktu Subuh hingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja pahala shalatnya. “…dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk” (HR Muslim).

2.8.15

WANITA HENDAKNYA BETAH TINGGAL DI RUMAH oleh Habib Muhammad Ahmad Al-habsy

Di antara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah adalah betah berada di rumah & bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini untuk menghindari fitnah godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki. Allah Ta’ala berfirman, “Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS. Al Ahzab: 33). Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki” (HR. Tirmidzi, shahih) Bahkan dalam Islam pun, shalat wanita lebih baik di rumah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka” (HR. Ahmad) Keutamaan wanita (terutama istri) yang memperhatikan ibadahnya dan menjaga kehormatan dirinya, “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan shahih) Jika ada problematika rumah tangga, terkadang setan membujuk istri agar tidak taat kepada suami untuk pergi meninggalkan rumah dengan berbagai alasan & pembenaran. Ini dilarang oleh Quran & Hadits. Hal ini bisa mengundang fitnah. Pada intinya seorang isteri tidak boleh meninggalkan rumah tanpa izin suaminya kecuali ada alasan yang diperbolehkan syariat. Apalagi jika kepergian wanita / istri bercampur baur dengan pria-pria lain. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua” (HR. Ahmad) Beberapa adab wanita / istri jika keluar rumah: 1. Adanya izin orang tua / suami (jika sudah memiliki) 2. Untuk alasan yang diperbolehkan syariat 3. Tidak bersolek yang bisa mengundang syahwat kaum lelaki 4. Menutup aurat dan menjaga etika Islam 5. Tidak bercampur baur dengan lelaki Semoga bermanfaat