ADAB SEORANG ANAK KEPADA ORANG TUA
1. Memandangnya dengan penuh kehormatan, karena memandang orang tua termasuk dalam kategori ibadah.
Berdasarkan sabda Rasulullah saw :
خمس من النظر عبادة : النظر إلى الأبوين عبادة ، و النظر في المصحف عبادة ، و النظر إلى الكعبة عبادة ، و النظر في زمزم عبادة يحط الخطايا حطا ، و النظر إلى العالم عبادة. الجامع الصغير.
Memandang kepada lima perkara termasuk ibadah :
Memandang kepada orang tua ibadah, memandang kepada alquran ibadah , memandang kepada ka'bah ibadah, mamandang kepada air zam zam ibadah , yang menjatuhkan dosa secara cepat , memandang kepada orang alim ibadah. ( Al jami' As shogir ).
ما من رجل ينظر إلى أمه رحمة لها ، إلا كانت له بها حجة مقبولة مبرورة، قيل : يا رسول الله ، و إن نظر إليها في اليوم مائة مرة ، قال : و إن نظر في اليوم مائة ألف مرة ، فإن الله أكثر و أطيب. رواه البيهقي
Tidak terdapat seorang lelaki yang memandang kepada ibunya karena kasih sayang terhadapnya , kecuali ( allah ) akan memberikan pahala ibadah haji yang qobul dan mabrur , ( sebagian sahabat bertanya ) : Wahai Rasulullah saw meskipun memandangnya dalam sehari sebanyak seratus kali ? Beliau saw menjawab : meskipun memandangnya dalam sehari seratus ribu kali, maka sesungguhnya allah dapat memberi yang lebih dan yang baik. HR. Albaihaqi.
2. Mencium dahi kedua orang tua.
Berdasarkan sabda Rasulullah saw :
من قبل بين عيني أمه كان له سترا من النار. رواه إبن عدي عن ابن عباس.
Barang siapa yang mencium antara kedua mata ( dahi ) ibunya ( sebagai dasar penghormatan ) , maka hal tersebut akan menjadi pencegahnya dari adzab neraka. HR. ibnu 'adi dari ibni 'abbas.
- sebagian ulama menjelaskan : hadits tersebut juga untuk dilakukan terhadap ayah atau kakek dan nenek.
3. Mencium tangan dan kaki kedua orang tua sebagaimana yang telah dilakukan oleh salafus Sholeh.
4. Menyediakan kebutuhan orang tua jika sang anak memiliki kemampuan.
Berdasarkan sabda Rasulullah saw :
هل تعلمون نفقة أفضل من نفقة في سبيل الله؟ قالوا : الله و رسوله أعلم ، قال : نفقة الولد على الوالدين أفضل. رواه إبن المبارك.
Apakah kalian mengetahui nafkah yang pahalanya lebih besar dari pahala nafkah untuk jihad di jalan allah ? Para sahabat menjawab : allah dan rasulnya yang mengetahui , maka nabi saw bersabda : nafkah yang diberikan oleh seorang anak kepada kedua orang tuanya lebih besar pahalanya ( dari hal tersebut ). HR ibnu al mubarok.
5. Berbicara dengan penuh kesopanan.
6. Tidak menyinggung perasaannya dengan perkataan atau perbuatan.
Sebagaimana firman allah swt :
(وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا * (وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا)
[Surat Al-Isra 23 - 24]
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".
7. Selalu mengikuti perintahnya selama tidak bertentangan dengan hukum syariat.
8. Selalu beristighfar untuk kedua orang tuanya dimasa hidup dan setelah wafatnya.
Berdasarkan sabda Rasulullah saw :
استغفار الولد لأبيه من بعد الموت من البر. رواه إبن نجار.
Istighfar seorang anak untuk ayahnya setelah meninggalnya termasuk dari amalan kebaktian . HR. Ibnu najjar.
9. Selalu mendoakannya di masa hidup dan setelah wafatnya.
Berdasarkan sabda Rasulullah saw :
إن الرجل ليموت والده وهو عاق لهما ، فيدعو لهما من بعد مماتهما فيكتبه الله من البارين. رواه البيهقي في شعب الإيمان.
Sesungguhnya seorang lelaki tatkala meninggal kedua orang tuanya, dan dia ( termasuk dalam golongan ) anak yang durhaka kepada keduanya, kemudian setelah keduanya meninggal dunia selalu mendoakan untuk keduanya, maka allah akan menulisnya dalam golongan anak yang berbakti. HR. Albaihaqi.
10. Tidak lebih mengutamakan istrinya dari orang tuanya.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw :
يا معشر المهاجرين و الأنصار من فضل زوجته على أمه فعليه لعنة الله و الملائكة و الناس أجمعين لا يقبل الله صرفا و لا عدلا إلا أن يتوب إلى الله عز وجل و يحسن إليها يطلب رضاها فرضا الله عز وجل في رضاها و سخط الله جل جلاله في سخطها. الزواجر.
Wahai kaum muhajirin dan anshor ( ketahuilah ): barang siapa yang lebih mengutamakan istrinya dari ibunya , maka dia akan mendapat laknat Allah , dan para malaikat dan seluruh manusia, niscaya Allah tidak akan menerima amalan fardhu dan sunnahnya, kecuali jika dia bertaubat kepada allah dan berbuat baik kepada ibunya , juga meminta keridhoannya, maka ( ketahuilah ) keridhoan allah terdapat pada keridhoan ibunya , dan kemurkaan Allah terdapat pada kemurkaan ibunya. Azzawajir.
11. Tidak memaksa orang tua untuk memberikan sesuatu yang orang tua tidak mampu atau tidak ingin memberikan kepadanya.
12. Lansung menjawab panggilannya jik dipanggil oleh orang tuanya.
13. Membatalkan sholat sunnah jika orang tua memanggilnya sedangkan sang anak tatkala sholat sunnah , lain halnya jika sholat fardhu maka tidak boleh untuk di batalkannya.
14. Jika dipanggil, maka jawablah dengan sambutan yang baik , seperti : ( لبيك ) : aku sambut panggilan.
15. Selalu meminta maaf kepada orang tua atas kekurangan hak hak orang tua yang tidak mampu diberikannya.
16. Tinggal satu rumah denga orang tuanya demi menyenangkan hati keduanya, kecuali jika terdapat udzur.
Berdasarkan sabda Rasulullah saw :
نوم الرجل مع أبويه في البيت على أريكته يضحكهما و يضحكانه، خير من جهاد بالسيف بين الصفين في سبيل الله، حتى ينقطع. رواه أحمد بن محمد البغدادي
Tidurnya Seorang lelaki dengan kedua orang tuanya dalam satu rumah ,dekat dengan ranjangnya untuk mengajak keduanya tertawa dan keduanya mengajak dirinya tertawa , hal ini lebih baik dari jihad dengan pedang antara dua kelompok pasukan ( muslim dan kafir ) pada jalan allah sampai anggota tubuhnya terputus putus. HR. Ahmad bin Muhammad.
17. Selalu akan izin jika akan bepergian atau keluar rumah.
18. Selalu bermusyawarah dengan orang tua jika akan melakukan sesuatu, tidak hanya berpedoman dengan akal pikirannya sendiri.
19. Tidak berjalan didepannya.
20. Berdiri jika melihat salah satu orang tuanya berdiri , sebagai penghormatan kepadanya.
21. Tidak menyebut2 kebaikan yang telah dilakukan kepada orang tuanya.
22. Tidak menunjukkan wajah cemberut di hadapan orang tuanya.
23. Selalu meminta doa dari orang tuanya, karena doa orang tua terhadap anaknya seperti doa nabi terhadap umatnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw :
دعاء الوالد لولده كدعاء النبي لأمته. رواه الديلمي.
Doa orang tua terhadap anaknya seperti doa nabi terhadap umatnya . HR. Dailami.
24. Menziarahi makam kedua orang tua atau salah satunya jika telah meninggal dunia.
Berdasarkan sabda Rasulullah saw :
من زار قبر أبويه أو أحدهما في كل جمعة غفر له، و كتب برا. رواه البيهقي
Barang siapa yang menziarahi maka kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya pada hari jumat , maka diampuni dosanya dan ditulis sebagai anak yang berbakti. HR. Baihaqi.
25. Menghajikan kedua orang tuanya setelah wafatnya :
Berdasarkan sabda Rasulullah saw :
من حج عن والديه بعد وفاتهما كتب له عتق من النار ، و كان للمحجوج عنهما أجر حجة تامة من غير أن ينقص من أجورهما شيء. رواه البيهقي في شعب الإيمان.
Barang siapa yang Menghajikan kedua orang tuanya setelah keduanya meninggal dunia, maka ia akan ditulis ( dalam golongan yang ) terbebas dari adzab neraka, dan anak yang Menghajikan untuk keduanya juga mendapatkan pahala haji yang sempurna, tanpa terkurangi sedikitpun dari pahala keduanya. HR baihaqi.
( الأنوار المشرفة )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar