20.12.15
LELUHUR BAGINDA NABI SAYYIDINA MUHAMMAD SAW YG WAJIB DI KETAHUI
19.12.15
HANYA IBLIS YANG TIDAK BERDUKA ATAS WAFATNYA ULAMA
18.12.15
BIODATA LENGKAP 25 NABI DAN RASUL
13.12.15
DOA MUSTAJAB MELUNASI HUTANG PIUTANG
10.12.15
KISAH AL IMAM AHMAD AR RIFA’I
JANGAN PERNAH CERITA KEBURUKAN ORANG..!!
Kisah Anak Kecil Yang Amat Rindu kepada Baginda Nabi Muhammad SAW
BAGAIMANA DOAMU MAU DIKABULKAN, SEDANGKAN KAMU SENDIRI RAGU DENGAN DOAMU?
PEMUDA BERDOSA YANG TERTOLONG NABI MUHAMMAD SAW BERKAT KECINTAANYA TERHADAP MAULID.
7.12.15
KISAH ULAMA SUFI DI MAKAM NABI SAW...
Sayyidah Nafisatul ulum RHA
Sayyidah Hafshoh binti sirrin
Pohon SAHABI
للنظر إلى السماء عشر فوائد : Melihat ke langit memiliki 10 faedah :
1.12.15
MENGAPA RIDHO SUAMI ITU SYURGA BAGI PARA ISTRI ?
MENGAPA RIDHO SUAMI ITU SYURGA BAGI PARA ISTRI ? ..
1. Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.
2. Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.
3. Suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi ALLAH, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi ALLAH.
4. Suami berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri.Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. Padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. Namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.
5. Suami berusaha memahami bahasa diammu,bahasa tangisanmu sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.
6. Bila engkau melakukan maksiat,maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri
Ihtimamnya seorang Waliyullah
Mohsen Basheban
Ihtimamnya seorang Waliyullah
Ada satu ciri-ciri atau sikap yang dikatakan bahwa ia ini sebagai seorang Waliyullah. Seorang wali itu jika dimintai suatu urusan (misalnya persoalan doa), maka urusan orang itu akan benar-benar masuk ke dalam hatinya. Istilahnya itu ihtimam/muhtam (yakni, menjadi suatu perhatian atau kesungguhan dalam dirinya). Saya akan mencotohkan salah seorang Sadaah Alawiyyin, yang benar-benar ihtimam jika dimintai sesuatu oleh para jamaahnya atau orang lain sekalipun. Beliau adalah Alhabib Soleh ibn Muhsin al-Hamid, Tanggul, Jember. Diceritakan suatu ketika ada seseorang mendatangi Alhabib Soleh al-Hamid, boleh jadi orang ini sedang memiliki hajat yang sangat genting, walhasil ia mendatangi Alhabib Soleh lalu berkata, "Ya Habib, mohon doakan saya." Selang tiga hari, orang tadi itu kembali mendatangi Alhabib Soleh. Kemudian, ia mengatakan kepada Alhabib Soleh, "Alhamdulillah ya Habib sudah selesai urusan kita, sekarang bahagia kita semuanya." Lantas Alhabib Soleh pun mengatakan, "Iya kalian bahagia, tapi kita 3 hari 3 malam tidak tidur mendoakan ente?" MasyaAllah!! Artinya, bahwa mereka ini (para Waliyullah) itu benar-benar ihtimam, yakni urusan orang-orang itu menjadi perhatian besar ke dalam hatinya mereka. Mereka benar-benar berdoa kepada Allahu ta'ala daripada orang-orang yang meminta doa kepadanya. Tidak seperti sekarang ya, ada orang-orang ketika dimintai doa main obral begitu saja?! Seakan-akan ia ini sudah mujabud-da'wah/ doanya pasti terkabul. Oleh karena itu, janganlah mengaku-ngaku sebagai Arifbillah, Waliyullah, kalau kita ini belum kenal diri kita sendiri. Lebih baik engkau kenali saja dirimu, apa isi hatinya dirimu? Terkadang kopyah/peci kita ini putih, tetapi sebenarnya hati kita ini hitam?! Terkadang pakaian kita ini santri, namun sebenarnya hati kita ini seperti koboi?! Terkadang pula mazhhar/nampaknya kita ini zuhud, tawaduk tetapi hati kita ini adalah 'aniul-kibr, hubud-dunya?! Walhasil, inti dari semua itu adalah bersihkan hati. Nasehat ini utamanya ditunjukkan kepada Alfaqir sendiri, jika ada manfaatnya Alhamdulillah. Jazakallah, wal-afwuu .
[Pernahkah salam kalian dijawab Nabiyul-dzom?! .
FADHILAH KEUTAMAAN DAN WAKTU YANG DIANJURKAN BERSIWAK.
Fahmi Bin Yahya Yahya
FADHILAH KEUTAMAAN DAN WAKTU YANG DIANJURKAN BERSIWAK.
Waktu-waktu yang Disunnahkan untuk Bersiwak menurut beberapa hadits Nabi, diantaranya :
1. SETIAP AKAN SHALAT DAN WUDHU Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ وُضُوْءٍ “Seandai aku tdk memberatkan umatku niscaya aku perintahkan mereka utk bersiwak tiap kali berwudhu.”
2. KETIKA MASUK RUMAH Syuraih bin Hani` pernah bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: بِأَيِّ شَيْءٍ كَانَ يَبْدَأُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ؟ قَالَتْ: بِالسِّوَاكِ “Apa yg mulai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan apabila beliau masuk rumah?” Aisyah menjawab: ‘Beliau mulai dengan bersiwak’.”
3. SAAT BANGUN TIDUR DIWAKTU MALAM Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu berkata: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوْصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila bangun di waktu malam beliau menggosok mulutnya dengan siwak.”
4. KETIKA HENDAK MEMBACA AL-QUR'AN Dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: السِّوَاكُ مَطَهَّرَةٌ لِلْفَمِ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِ “Siwak itu membersihkan mulut diridhai oleh Ar-Rabb.”
5. SAAT BAU MULUT BERUBAH
"semoga bermanfaat"
Keringatmu diperhitungkan
Alhabib Ali Bin Abdurrahman Assegaf
Bismillah.. KERINGATMU DIPERHITUNGKAN" (Kisah Menyentuh Habib Hasan Asy-Syathiri, Ulama Besar Yaman)
Suatu ketika tatkala al-Habib Hasan bin Abdullah bin Umar asy-Syathiri, ulama besar asal Yaman, diminta untuk mengajar di Masjidil Haram oleh Raja Faisal. Habib Hasan punya banyak murid di Mekkah, maka datanglah beliau namun tidak langsung mengajar. Beliau berkata: “Sebelum mengajar, aku ingin berdagang. Tapi aku tidak punya uang.” Maka berebutanlah para muridnya datang membawa uang untuk diberikan kepada sang guru secara ikhlas (cuma- cuma). Namun Habib Hasan malah menolaknya, dengan halus beliau berkata: “Aku tidak meminta, tetapi aku ingin berhutang.” Maka para murid nya pun memberikan uang itu kepada sang guru sebagai hutangan, demi mengharap keberkahan darinya. Esoknya datang para pembesar Mekkah menjemput beliau. Lalu mereka berkata: “Wahai Habib, jika engkau ingin berdagang maka Raja pun bisa memberimu Pasar!” Tak dinyana, Habib Hasan asy-Syathiri malah menjawab: “Ketahuilah bahwa banyak dosa yang rontok karena keringat yang menetes ketika seseorang bekerja.” Subhanallah
Amalan - amalan istimewa malam jum'at dan hari jum'at
AMALAN-AMALAN ISTIMEWA MALAM JUM’AT DAN HARI JUM’AT.
1. Disunnahkan pada shalat Shubuh di hari Jum'at, imam membaca surat al-Sajdah al-Insan secara sempurna.
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ، يَوْمَ الْجُمُعَةِ: الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةِ، وَهَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ
Bahwanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mengerjakan shalat Shubuh pada hari Jum’at, beliau membaca: “ALIF LAAM MIIM TANZIIL” (surat As Sajadah) dan, “HAL ATAA ‘ALAL INSAANI HIINUM MINAD DAHRI” (surat Al Insan). (HR. Bukhari No.891, dan Muslim No.879).
2. Disunnahkan memperbanyak membaca shalawat untuk Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hal ini berdasarkan hadits Aus bin Aus Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ
"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu perbanyaklah shalawat di hari Jum'at, karena shalawat akan disampaikan kepadaku."
Para shahabat berkata: "Ya Rasulallah, bagaimana shalawat kami atasmu akan disampaikan padamu sedangkan kelak engkau telah lebur dengan tanah?"
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi." (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim)
3. Disunnahkan membaca surat al-Kahfi pada hari Jum'at berdasarkan hadits Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan untuknya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menyinarinya dengan cahaya antara dia dan Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim)
4. Melaksanakan shalat Jum'at bagi laki-laki muslim, merdeka, mukallaf, dan tinggal di negerinya. Atas mereka shalat Jum'at hukumnya wajib. Sementara bagi budak, wanita, anak kecil dan musafir, maka shalat Jum'at tidak wajib atas mereka. Namun, jika mereka menghadirinya, maka tidak apa-apa dan sudah gugur kewajiban Dzuhurnya. Dan kewajiban menghadiri shalat Jum'at menjadi gugur disebabkan beberapa sebab, di antaranya sakit dan rasa takut. (Lihat: Syarh al-Mumti': 5/7-24)
5. Mandi besar pada hari Jum'at juga termasuk tuntunan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Beliau bersabda,
إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ
"Apabila salah seorang kalian berangkat shalat Jum'at hendaklah dia mandi." (HR. Muslim)
6. Memakai minyak wangi, bersiwak, dan mengenakan pakaian terbagusnya merupakan adab menghadiri shalat Jum'at yang kudu diperhatikan oleh seorang muslim. Dari Abu Darda' Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَبِسَ ثِيَابَهُ وَمَسَّ طِيبًا إِنْ كَانَ عِنْدَهُ ثُمَّ مَشَى إِلَى الْجُمُعَةِ وَعَلَيْهِ السَّكِينَةُ وَلَمْ يَتَخَطَّ أَحَدًا وَلَمْ يُؤْذِهِ وَرَكَعَ مَا قُضِيَ لَهُ ثُمَّ انْتَظَرَ حَتَّى يَنْصَرِفَ الْإِمَامُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
"Siapa mandi pada hari Jum'at, lalu memakai pakaiannya (yang bagus) dan memakai wewangian, jika punya. Kemudian berjalan menuju shalat Jum'at dengan tenang, tidak menggeser seseorang dan tidak menyakitinya, lalu melaksanakan shalat semampunya, kemudian menunggu hingga imam beranjak keluar, maka akan diampuni dosanya di antara dua Jum'at." (HR. Ahmad)
Dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ وَسِوَاكٌ وَيَمَسُّ مِنْ الطِّيبِ مَا قَدَرَ عَلَيْهِ
"Mandi hari Jum'at itu wajib bagi setiap orang yang bermimpi. Begitu pula dengan bersiwak dan memakai wewangian jika mampu melaksanaknnya (jika ada)." (HR. Bukhari dan Muslim)
Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus.
محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس