7.12.15

Sayyidah Hafshoh binti sirrin

Al Habib Ali Zainal Abidin Bin Abdurrahman Al Jufry Jeddah : Ustadzah Umat yang ke 6 Tabi'in Tercerdas seorang Tabi'ah yang mulia Sayyidah Hafshoh binti sirrin saudari dari tabi'in Sayidina Muhammad bin sirin, beliau dilahirkan pada tahun 31 hijriyah belajar dari para sahabat Nabi SAW sudah hafal Al Quran saat berusia 12 tahun dengan bacaan yang baik, fiqih yang baik dan ilmu riwayat hadist yang baik. Gurunya : - Ummu 'Athiyyah - Ummu roo-ih - Sahabat Anas bin Malik - Abu 'Aliyah, dan lain nya Radhiyallahu anhum Muridnya : - Saudaranya sendiri Muhammad bin sirin - Imam Qotadah - Syekh Ayyub - Kholid Al Hidza, - ibnu aun , - Hisyam bin hassan, - iyas bin muawiyah, - 'Ashim bin al ahwal dan lainya. USTADZAH BAGI SAUDARANYA (ibnu sirrin) Saudara nya Muhammad bin sirin jika ia kesulitan tak bisa menjawab pertanyaan ia berkata: kalian pergi silahkan tanyakan saja pada Hafshoh. ZUHUDNYA Ia zuhud pada dunia, menjahit kafannya sendiri, lalu ia gunakan untuk haji & umroh, ia menggunakannya juga untuk itikaf pada 10 hari terakhir bulan ramadhan. UJIAN DI TINGGAL ORANG TERCINTA Anaknya Al wahid hudzail wafat yang mana semasa hidupnya ia berbakti pada ibunya, ia mengumpulkan kayu bakar di musim panas untuk digunakan dibakar pada waktu malam di musim dingin agar ibu nya mendapatkan kehangatan di musim dingin saat shalat malam, dan ia menjaga jangan sampai asap banyak hingga bisa mengganggu ibunya yg shalat malam. Maka ia merasa sedih karena kehilangan anaknya yang baik ini, ia berkata : ia telah mati namun masyaAllah aku diberi rizki kesabaran atasnya dengan kesabaran yang besar, padahal aku dapati rasa panas didadaku yang nyaris tak bisa reda (karena sedih akan wafat anaknya ini). Ia berkata : maka di satu malam aku saat aku membaca Alquran aku menemui ayat : ﻣﺎ ﻋﻨﺪﻛﻢ ﻳﻨﻔﺪ ﻭﻣﺎ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺎﻕ ﻭﻟﻨﺠﺪﻳﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺻﺒﺮﻭﺍ ﺑﻤﺎ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ Apa yang ada disisi kalian akan musnah sedangkan apa yang ada disisi Allah akan kekal abadi, akan kami balas (beri pahala) orang orang yang sabar dari apa yang mereka lakukan. Maka saat itu hilanglah kesedihan dan kegundahanku. IFFAH ( MENJAGA KEHORMATAN ) DAN IHTIYAT ( KEHATI HATIAN ) NYA Ashim Al Ahwal berkata : Dulu ia pernah duduk dgn kami saat ia sudah berusia lanjut, ia tetap menggunakan baju kurung nya, jilbabnya & menggunakan niqob nya (tutup muka), hingga ada seorang yg merasa kasihan pada nya suatu hari mengatakan : bukankah qoidah qoidah fiqih dari kaum wanita menyebutkan yg sudah tidak berkemungkinan menikah lagi maka ia tak dosa membuka sebagian pakaiannya asal tidak berlebihan menggunakan perhiasannya? Maka ia menjawab dengan tenang : Lalu setelah itu apa ? Maka ia menyempurnakan pembacaan ayat yang sedang ia baca, lalu membaca : ﻭَﺃَﻥْ ﻳَﺴْﺘَﻌْﻔِﻔْﻦَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻬُﻦَّ ۗ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺳَﻤِﻴﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ. ﺍﻟﻨﻮﺭ ٦٠ Dan mereka (kaum wanita) yg menjaga kehormatanya itu lebih baik baginya. Surat An Nur ayat 60 Ia mengungkapkan dalam ayat ini ketetapan menggunakan jubah (pakaian kurung longgar), demikianlah pribadinya yg luar biasa, terbiasa mengambil ketetapan hukum pokok tak suka mencari roksoh / keringanan. Diriwayatkan dari iyas bin muawiyah ia berkata : Aku Tidak menjumpai seorang yg ku unggulkan melebihinya,maka orang orang menyebutkan Hasan Albasri & Ibnu sirin. maka ia berkata : adapun saya tidak mngutamakan seorang pun melebihinya. Ibnu Abu Dawud berkata : 2 penghulu tabi'ah adalah Hafsoh binti sirin & 'amroh binti Abdurrahman setelah keduanya adalah ummu darda. Ia wafat tahun 101 hijriyah, murid2 nya terus meriwayatkan/mengajarkan ilmu yg telah ia ajarkan,mereka juga sering menghikayatkan manaqib nya (keindahan sifat dalam kehidupannya) semoga Allah mencucurkan Rahmat pada nya selalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar