28.3.16

Bacaan Tahiyat

BACAAN TAHIYAT : DIALOG RASULULLAH SAW DENGAN ALLAH SWT...

ANDAI kita mengetahui bahwa sebagian dari bacaan shalat itu adalah dialog. antara RASULULLAH SAW dengan ALLAH AZZA WAJALLA, tentu kita tdk akan terburu-buru melakukannya...
ALLAHU AKBAR ternyata bacaan shalat itu dpt membuat kita seperti berada di syurga...
Mari kita camkan dan renungkan kisah berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita, Masya Allah...
Singkat cerita, pada malam itu Jibril AS mengantarkan Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril AS tdk diperkenankan utk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril AS pun mengatakan kepada Rasulullah SAW utk melanjutkan perjalanan sendiri tanpa dirinya...
Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana ALLAH SWT hingga tiba di Arsy...
Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Muhammad SAW berhadapan dan berbincang secara langsung dg ALLAH Azza wa Jalla...
Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya moment ini, Masya Allah...
PERCAKAPAN Antara Muhammad Rasulullah SAW dg ALLAH Subhanahu wata'ala :
a). Rasulullah SAW pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada ALLAH SWT :
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH...
(Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik ALLAH).
b). Kemudian Allah SWT menjawab sapaannya :
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
(Segala pemeliharaan dan pertolongan ALLAH untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat ALLAH dan segala karunia-Nya).
c). Mendapatkan jawaban seperti ini, Rasulullah SAW tdk merasa jumawa atau berbesar diri, justru beliau tidak lupa dengan umatnya (ini yang membuat kita sangat terharu)...
Beliau menjawab dengan ucapan :
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
(Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kpd kami dan semua hamba ALLAH yg shalih).
Bacalah percakapan mulia itu sekali lg… itu adalah percakapan Sang Tuhan dan hamba-NYA, Sang Pencipta dan ciptaan-NYA dan mereka saling menghormati satu sama lain, menghargai satu sama lain dan lihat betapa Rasulullah SAW mencintai kita umatnya, bahkan beliau tdk lupa dg kita ketika Dia dihadapan ALLAH SWT...
d). Melihat peristiwa ini, para malaikat yg menyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan ter-kagum2 betapa Rakhman dan Rakhimnya ALLAH SWT, betapa mulianya Muhammad SAW...
Kemudian para malaikat pun mengucap dg penuh keyakinan :
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
(Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain ALLAH dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul Allah).
Jadilah rangkaian percakapan dlm peristiwa ini menjadi suatu bacaan dlm SHALAT yaitu pd posisi TAHIYAT Awal dan Akhir, yg kita ikuti dg shalawat kpd Nabi sebagai sanjungan seorang individu yg menyayangi umatnya...
MUNGKIN sebelumnya kita tdk terpikirkan arti dan makma kalimat dlm bacaan ini.
Mudah2an dg penjelasan singkat ini kita dpt lbh meresapi makna shalat kita. Sehingga kita dapat merasakan getaran yg dirasakan oleh para malaikat disaat peristiwa itu...
وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب
Smg bermanfaat utk menambah kekhusu'an sholat kita, Aamiin Allahumma Aamiin...

*Sumber : Kitab Qissotul Mi'roj

Fahmi bin Yahya Yahya

25.3.16

PINTU RAHMAT DAN AMPUNAN SEDANG MENUNGGUMU..

PINTU RAHMAT DAN AMPUNAN SEDANG MENUNGGUMU..

Bermunajatlah pada Allah Ta'ala di akhir malam, apa-apa yang menjadi hajatmu, apakah itu hajat dunia dan akhiratmu.
Ali bin Abi Thalib KWH pernah menceritakan,

رَأَيْتُنَا لَيْلَةَ بَدْرٍ وَمَا مِنَّا إِنْسَانٌ إِلاَّ نَائِمٌ إِلاَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَإِنَّهُ كَانَ يُصَلِّى إِلَى شَجَرَةٍ وَيَدْعُو حَتَّى أَصْبَحَ وَمَا كَانَ مِنَّا فَارِسٌ يَوْمَ بَدْرٍ غَيْرَ الْمِقْدَادِ بْنِ الأَسْوَدِ

“Kami pernah memperhatikan pada malam Badar dan ketika itu semua orang pada terlelap tidur kecuali Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam. Beliau melaksanakan shalat di bawah pohon. Beliau memanjatkan do’a pada Allah hingga waktu Shubuh. Dan tidak ada di antara kami tidak ada yang mahir menunggang kuda selain Al Miqdad bin Al Aswad.”(HR.Ahmad)

Dalam lafadz lain disebutkan,

يُصَلِّى وَيَبْكِى حَتَّى أَصْبَحَ

“Beliau melaksanakan shalat sambil menangis hingga waktu shubuh.” (HR.Ahmad)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

“Sesungguhnya puasa yang paling dicintai di sisi Allah adalah puasa Daud dan shalat yang dicintai Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Beliau biasa tidur di separuh malam dan bangun tidur pada sepertiga malam terakhir. Lalu beliau tidur kembali pada seperenam malam terakhir. Nabi Daud biasa sehari berpuasa dan keesokan harinya tidak berpuasa.” (HR.Bukhari & Muslim)

Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita semua Ahlu Istiqamah dan Ahlu Tahajjud.... Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin...
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan mengenai ‘Abdullah bin ‘Umar,

« نِعْمَ الرَّجُلُ عَبْدُ اللَّهِ ، لَوْ كَانَ يُصَلِّى بِاللَّيْلِ » . قَالَ سَالِمٌ فَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ لاَ يَنَامُ مِنَ اللَّيْلِ إِلاَّ قَلِيلاً .

“Sebaik-baik orang adalah ‘Abdullah (maksudnya Ibnu ‘Umar) seandainya ia mau melaksanakan shalat malam.” Salim mengatakan, “Setelah dikatakan seperti ini, Abdullah bin ‘Umar tidak pernah lagi tidur di waktu malam kecuali sedikit (HR.Bukhari)

Fahmi bin Yahya Yahya

24.3.16

WASIAT NASIHAT INDAH AL-IMAM Al-QUTHB AL-HABIB ABDURRAHMAN BIN ALI BIN ABU BAKAR AS-SAKRAN

WASIAT NASIHAT INDAH AL-IMAM Al-QUTHB AL-HABIB ABDURRAHMAN BIN ALI BIN ABU BAKAR AS-SAKRAN

وَصِيَّةُ اْلإِمَامِ اْلقُطْبِ اْلحَبِيْبِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ بَكْرِ السَّكْرَاْنِ فِيْ تَذْكِرَةِ اْلمُصْطَفَى
Wasiat Imam al-Quthb al-Habib 'Abdurrahman bin 'Ali bin Abi Bakar as-Sakron di dalam kitab "Tadzkirah al-Musthafa".

أَلاَ يَابْنَ الْفَقِيْهِ يَاعَبُوْدَ اسْمَعْ بِنِيَّةِ
Ingatlah wahai ananda al-Faqih 'Abud, dengarkanlah dengan penuh niat (sungguh2).

١- تَيَقَّظْ فِيْ دُجَى اللَّيْلِ وَ اسْمَعْ ذِي الْوَصِيَّةِ
1. Bangunlah malam dan dengarkan nasihat ini.

٢- إِلَى الرَّحْمَنِ تُبْ مِنْ ذُنُوْبِكَ وَ الْخَطِيَّةِ
2. Bertobatlah kepada اللّـہ  dari dosa2mu dan kesalahan.

٣- وَ لاَزِمْ ذِكْرَ مَـوْلاَكَ بُكْـرَةً وَ الْعَشِـيَّةَ
3. Dan selalu lah ingat kepada اللّـہ  di pagi dan sore hari.

٤- عَلَى الصَّلَوَاتِ وَاظِبْ عَلَيْهَا فِي الْجَمَاعَةِ
4. Jagalah selalu sholat dengan berjamaah.

٥- وَ لاَ تَغْـفُلْ عَنِ الذِّكْرِ لِلَّهِ كُلَّ سَـاعَة
5. Jangan lalai dari dzikir mengingat اللّـہ  di setiap waktu.

٦- وَ صُرَّ الْبَطْنَ وَ اصْبِرْ عَلَى طُوْلِ الْمَجَاعَةِ
6. Jagalah perut, sabarlah ketika haus dan lamanya lapar.

٧- تَغَـانَمْ سَـاعَةَ الْعُمْرِ مِنْ قَبْلِ الْمَـنِيَّةِ
7. Ambillah kesempatan umur (untuk ibadah) sebelum meninggal.

۸- وَ بَعْدَ الْمَغْرِبِ ارْكَعْ أَوِ اقْرَأْ بِالتَّدَبُّرِ
8. Rukuklah (sholatlah sunnat) setelah Maghrib atau bacalah al-Qur'an dengan tadabbur.

٩- أَوِ اذْكُرْ وَ إِنْ صَفَا الْقَلْبُ فَاسْبَحْ فِي التَّفَكُّرِ
9. Atau berdzikirlah, dan jika hati jernih, maka perbanyaklah tafakkur.

١٠- إِلَى وَقْتِ الْعِشَا اِحْذَرْ تَنَامُ أَصْلاً وَ تُهْمَرُ
10. Hingga waktu Isya', hindari (jangan) tidur sama sekali.

١١- عَسَى تُحْمَى وَ تَحْـظَى بِأَلْطَـافٍ خَفِيَّة
11. Semoga engkau mendapat bagian dari kelembutan pemberian اللّـہ  yang penuh rahasia.

١٢- وَ لاَ تَسْمُرْ فَتُقْمَرْ عَنِ الطَّاعَاتِ وَ الدِّيْنِ
12. Janganlah jaga malam (begadang) untuk ngobrol (yang sia2), maka engkau tidak bisa (terjauhkan) melakukan ketaatan dan pemahaman agama.

١٣- تَجَنَّبْ جَمْ جِـدًّا مِنَ السُّفَهَا الشَّيَاطِيْنِ
13. Jauhilah sejauh-jauhnya teman bodoh yang berkelakuan seperti syetan.

١٤- تَبَعَّدْ لاَ تُجَالِسْ سِوَى الضُّعَفَا الْمَسَاكِيْنِ
14. Menjauhlah, jangan duduk kecuali dengan orang yang lemah (dlu'afa) dan miskin (agar kau faham bersyukur).

١٥- وَ تُبْ بَعَْدَ الطَّـهَارَةِ وَ نَمْ صَافِي الطَّـوِيَّةِ
15. Dan taubatlah setelah sesuci (wudlu’) dan tidurlah dalam keadaan suci (hati bersih) tanpa dendam.

١٦- وَ قُمْ فِيْ آخِرِ اللَّيْلِ صَلِّ وَ اقْرَأْ وَ هَلَّلْ
16. Bangunlah di (sepertiga) akhir malam, sholat lah dan bacalah (al-Qur'an) dan (bacalah) tahlil.

١٧- تَفَـهَّمْ سِـرَّ مَعْـنَى كَلاَمِ اللَّهِ وَ رَتَّـلْ
17. Pahamilah rahasia makna Kalam اللّـہ  al-Qur'an dan bacalah dengan tartil.

١۸- وَ بِاسْتِغْفَارِ مَوْلاَكَ قَبْلَ الْفَجْرِ كَمِّلْ
18. Dan sempurnakanlah beristghfar kepada (اللّـہ ) Tuhanmu sebelum waktu Subuh.

١٩- وَ صَلِّ الصُّـبْحَ تَكْفِي مِنَ اللَّهِ كُلَّ أَذِيَّةِ
19. Kemudian sholatlah Subuh, maka engkau tercegah oleh اللّـہ  dari segala gangguan.

٢٠- وَ بَعْدَ الصُّبْحِ فَاذْكُرْ إِلَى أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ
20. Dan setelah Subuh berdzikirlah hingga terbit matahari.

٢١- وَ كُنْ فِي الْيَوْمِ أَحْسَنَ فِي الطَّاعَاتِ مِنْ أَمْسِ
21. Jadikanlah hari ini lebih baik dalam ketaatan dari hari kemarin.

٢٢- وَ لاَ تَكْسَلْ مِنَ الْخَيْرِ وَ اذْكُرْ فَصَّةَ الرَّمْسِ
22. Jangan malas dari kebaikan dan ingatlah ketika kau kelak diantar ke kuburan.

٢٣- وَ قُمْ صَلِّ الضُّـحَى بَعْدَ اِشْـرَاقِ الْمَضِيَّةِ
23. Bangkitlah untuk sholat Dluha setelah matahari keluar nampak terang.

٢٤- وَلاَ تَهْتَمْ أَصْلاً بِرِزْقِكَ فَهُوَ مَضْمُوْنُ
ضَمِنَ بِهِ بَارِئُ الْكَوْنِ بِسِرِّ الْكَافِ وَ النُّوْنِ
24. Dan janganlah sama sekali bingung dengan masalah rizkimu karena itu sudah ditanggung
(Oleh اللّـہ ) yang menciptakan seluruh alam semua makhluk dengan rahasia “kaf” dan “nun” (yaitu maksudnya kata “kun” jadilah maka terjadilah).

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَآ مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّـدِنَآ مُحَمَّدٍ

21.3.16

Apa hubungan Al-Atthas dengan bin Syeikh Abubakar bin Salim.

Apa hubungan Al-'Atthas dengan bin Syeikh Abubakar bin Salim.

Syarifah hubabah Thalhah binti Agil bin Ahmad bin Abubakar As-Sakran mengandung tua. Ia mulai merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Dari dalam perutnya ia mendengar perdebatan.
"Keluarlah kau," kata salah satu janin.
"Kau saja yang keluar dahulu," kata janin yang lain.

Janin yang satu mengutamakan janin lain. Sebab, janin yang keluar lebih dahulu kelak akan menjadi kakak. Dalam riwayat lain, perdebatan ini sempat membuat sang ibu khawatir. Sebagaimana kebanyakan ibu, Thalhah menghendaki kelahiran putranya dengan cepat dan selamat.

Akhirnya salah satu janin itu berkata, "Keluarlah lebih dahulu, nanti aku yang masyhur, tapi sesungguhnya Almasyhuur fii barokatil mastuur (yang masyhur itu ada dalam keberkahan yang tidak dikenal)."

Tak berapa lama lahirlah bayi yang kemudian diberi nama Aqil, lalu disusul adiknya yang kemudian diberi nama Abubakar. Aqil inilah kakek keluarga Al-'Atthas, dia juga yang pertama kali bersin dan mengucap hamdalah ketika masih dalam kandungan ibunya. Jadi, Al-'Atthas adalah kakak dari BSA (Bin Syeikh Abubakar Bin Salim).

[Tajul A’ros juz I Hal 37-38].

Sebagaimana ucapan janin tadi, kita jarang dengar cerita tentang Al Habib Aqil, tapi lain halnya dengan Syeikh Abubakar. Sejak kecil Syeikh Abubakar telah masyhur. Al Habib Aqil bin Salim akan menjadi seorang wali yang mastuur, tapi sebaliknya Syeikh Abubakar bin Salim, adiknya.

Mengapa garis keturunan Rosul saw ini disebut Al-'Atthos? Nantikan rubrik berikut.
Keluarga Al-'Atthas adalah keturunan dari Abdurrahman bin Agil bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman Assegaf.
Kata Al-'Atthas berasa dari kata dasar 'athosa yang berarti bersin.

Al Habib Ali bin Hasan Al-'Atthas dalam bagian pertama bukunya yang berjudul Al-Qirthos Fi Manakibil 'Atthos berkata,

“Dijuluki Al-'Atthas karena suatu karomah. Ketika dalam kandungan ibunya, janin keluarga Al-'Atthas bersin dan mengucapkan Alhamdulillah. Suara bersin ini terdengar padahal ia masih berada dalam kandungan ibunya. Orang yang pertama kali bersin dalam kandungan ibunya adalah Sayidina Agil bin Salim.

(Al-Mu’jam Al-Lathiif, cet. I 1986, Alamul Ma’rifah, Jeddah hal 134 – 135).

Al Habib Ali bin Hasan Al-'Atthas berkata bahwa suara bersin dari janin-janin keluarga Al-'Atthas selalu terdengar sepanjang zaman. Anak beliau, Hasan bin Ali, juga bersin ketika berada dalam kandungan ibunya. Suara bersin itu hampir menjadi hal yang biasa bagi para isteri keluarga Al-'Atthas. Di setiap zaman dan tempat banyak diceritakan peristiwa ini. Suara bersin itu umumnya terdengar pada bulan kesembilan masa kehamilan dengan syarat suasana tenang. Suara bersin itu terdengar oleh orang yang hamil dan orang yang berada di dekatnya.

(Tajul A’ros I, hal 38-39).

Habib Fahmi bin Yahya Yahya

20.3.16

JANGAN TINGGALKAN SHOLAT

JANGAN TINGGALKAN SHOLAT .

Berkata Guru Mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz :

"Banyak orang yg meninggalkan Sholat dan juga Sholat Bolong-bolong.
Tahukah engkau bahwa 1 kali meninggalkan Sholat Malaikat di akhirat akan menyiksa Ibu dan Bapakmu, jika tidak melakukan Sholat 5 waktu dan malaikat berkata :

“ Inilah kiriman siksaan pedih dari anakmu yg meninggalkan Sholat masih banyak jutaan orang di alam kubur ingin hidup kembali utk bertobat. Apalagi di Neraka sekarang lagi menjerit minta kiamat di cepat karena tidak sanggup menahan dgn siksaanya di Akhirat pelihara keluargamu dan anakmu dari Api Neraka ”.

Yaa Allah Allahumma Ajirni minanaar.

Habib Fahmi bin Yahya Yahya

19.3.16

SYEIKHOH SULTHONAH BINTI ALI AZ-ZABIDI

SYEIKHOH SULTHONAH BINTI 'ALI AZ-ZABIDI
(Robi'atul 'Adawiyahnya Hadromaut)

Di ceritakan oleh Al Imam Al Quthub Al Habib ‘Ali bin Muhammad bin Husein Al Habsyi (Shohibul Maulid), bahwanya di Yaman ada seorang wali agung perempuan yang bernama Syeikhoh Sulthonah Rodhiallahu ‘Anha. Beliau memiliki gelar Robia ‘atul Adawiyahnya Yaman Hadromaut. Pekerjaan beliau ini setiap waktunya bahkan setiap hembusan nafasnya selalu bersholawat kepada Baginda Rosulullah Saw. Dan lebih hebatnya lagi, beliau ini tiada pekerjaan lain selain sholawat, kecuali di saat waktu sholat tiba.

Pada suatu ketika beliau mendapat suara gho’ib, yang meminta beliau untuk minta apa saja, dan permintaan tersebut pasti dikabulkan. Namun beliau sebagai seorang ahli tashowwuf yang mursyid, jadi beliau tidak langsung mengucapkan permintaannya. Beliau menemui Guru beliau dari keluarga Baqushoir, dan menanyakan kepada Guru beliau "Apakah ada di dunia ini ada maqom kewalian yang tidak ada lagi maqom sesudahnya ??" Jawab Guru beliau : "Ada, yakni bertemu secara jaga dengan Rosulullah Saw. " Kemudian Syeikhoh Sulthonah meminta agar dipertemukan secara jaga dengan Baginda Rosulullah Saw. Seketika itu juga Rosulullah Saw. ada di hadapan beliau.

Pada zaman beliau banyak orang-orang titip salam kepada Rosulullah Saw. lewat beliau, bahkan Rosulullah Saw. titip menasihati kepada Syeikhoh Sulthonah untuk orang-orang sekitar Syeikhoh Sulthonah. Bahkan Syeikhoh Sulthonah berani menjamin surga bila orang2 berziarah ke tempat beliau pada hari senin akhir bulan, dikarenakan saat itu Rosulullah Saw. hadir di tempat beliau.

Begitu tingginya maqom kewalian beliau, sehingga beliau mengetahui maqom kewalian setiap orang, kecuali dua orang yang tak bisa Syeikhoh Sulthonah ketahui maqom kewaliannya, yakni “Al Imam Al Faqih Muqoddam Ats-Tsani Al Habib ‘Abdurrohman As Seggaf bin Muhammad Maula Addawilah” dan anak beliau “Al Quthub Al Imam Al Habib Abu Bakar As Sakron” . Yang mana Syeikhoh Sulthonah pernah hidup sezaman dengan dua orang Habib ini.

Maqom mereka tidak diketahui dan tidak bisa dijangkau oleh Syeikhoh Sulthonah karena begitu tingginya. Setiap kali Syeikhoh Sulthonah mau mengejar maqom mereka, maka maqom mereka melesat begitu cepat seperti cahaya dan jauh ke atas.

Kata Syeikhoh Sulthonah lagi, beliau sudah mengetahui siapa saja di antara wali-wali yang berkunjung kepada Beliau, kecuali dua orang yakni “Al Imam Al Faqih Muqoddam Ats-Tsani Al Habib ‘Abdurrohman As Seggaf bin Muhammad Maula Addawilah” dan anak beliau “Al Quthub Al Imam Al Habib Abu Bakar As Sakron”, karena mereka bisa langsung ada dihadapan Syeikhoh Sulthonah secara tiba-tiba tanpa diketahui oleh Syeikhoh Sulthonah. Hanya saja, kata beliau apabila Al Habib Abu Bakar As Sakron mau bertemu, pasti ditandai dengan suara gho’ib dari langit yang mengatakan "Telah datang seorang sulthon anak dari seorang sulthon " Yaa Syeikhoh Sulthonah , Al Habib Abu Bakar As Sakron adalah seorang Sulthonul Auliya yang terkenal dari lapisan bumi yang paling bawah hingga ke seluruh langit, dan Ayah Beliau pun seorang juga seoarang Sulthonul Auliya.

Demikianlah bagaimana maqom seorang Auliya ALLAH SWT yang bertemu secara langsung dengan Baginda Rosulullah Saw. di alam jaga. Begitu tingginya dan begitu mulianya mereka. kata Al Habib ‘Ali bin Muhammad Al Habsyi, apa lagi dengan para sohabat Rosulullah Saw., mereka bertemu secara langsung dengan Rosulullah Saw. dengan kondisi Rosulullah Saw. secara nyata, sedangkan para wali hanya bertemu dengan Rosulullah Saw. pada alam yang lain. Sungguh bertemu Rosulullah Saw. secara jaga melebihi nikmat surga sekalipun. Sungguh Para sohabat Nabi saw. sudah mendapatkan surga firdaus itu sebelum memasukinya.

SEORANG YANG SELALU BERDZIKIR ASTAGHFIRULLAH DAN ALHAMDULILLAAH

SEORANG  YANG SELALU BERDZIKIR ASTAGHFIRULLAH DAN ALHAMDULILLAAH

Generasi Salaf, disebutkan adalah generasi terbaik dan sebagai panutan ummat Islam hingga saat ini, Banyak kisah – kisah yang mengagumkan dari mereka sebagai pengingat diri ini, salah satunya kehidupan seorang tabi’in faqih yang bernama Bakr Al Muzanny. yang bertemu dengan seorang tabi’in pencari kayu bakar yang ‘alim.

الحمد لله .. استغفر الله الحمد لله .. استغفر الله.

فقال له الفقيه : ألا تجيد غيرها ؟

فقال الحطاب : بلى ، فإني أحفظ القرآن ، وأعلم الكثير ولكن المرء لا يزال يتقلب بين ذنب أو نعمة وأنا أستغفر الله من الذنب وأحمده على النعمة.

فقال الفقيه : جهل بكر وعلم الحطاب.

Adalah seorang Ahli Fiqh (Faqih) dari kalangan Tabi’in bernama Bakr Al Muzanny RahimahuLLAAH sedang berjalan..

Dan di depannya seorang pengumpul kayu yang sambil berjalan mengulang2 kalimat : AlhamduliLLAAH.. AstaghfiruLLAAH.. AlhamduliLLAAH.. AstaghfiruLLAAH..

Lalu berkata sang Faqih : Tidakkah kamu mempunyai selain dua kalimat itu..?

Maka berkata sang penebang kayu :
Ada, bahkan saya hafal seluruh Al Qur’an, dan mengetahui berbagai macam doa dan Dzikir..

Tetapi bukankah manusia itu hanya berjalan antara 2 hal saja, yaitu antara dosa yang dilakukannya dan nikmat yang diterimanya, maka saya ingin terus memohon ampun atas dosa saya dan bersyukur atas nikmat yang diberikan pada saya..

Maka berkata Sang Faqih : Sungguh jahil (bodoh) Bakr ini dan sungguh alim sang pengumpul kayu itu..

SUBHANALLAH....

Makna Huruf Hijaiya

Seorang Yahudi mendatangi Rasulullah SAW seraya bertanya, “Apa makna huruf hijaiyah?”.

Rasulullah SAW,berkata kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib KWH, “Jawablah pertanyaannya, wahai Ali !”. Kemudian Rasulullah SAW, berdoa, “Ya Allah, jadikanlah dia berhasil dan bantulah dia.”

Sayyidina Ali berkata, “Setiap huruf hijaiyah adalah nama-nama Allah.” Ia melanjutkan:

��Alif (ا): Ismullah (nama Allah), yang tiada Tuhan selain-Nya. Dia selalu hidup, Maha Mandiri dan Mahakuasa.

��Ba’ (ﺏ): al Baqi’ (Mahakekal), setelah musnahnya makhluk.

��Ta (ﺕ): al Tawwab (Maha Penerima Taubat) dari hamba-hamba-Nya.

��Tsa’ (ﺙ): al Tsabit (Yang Menetapkan) keimanan hamba-hamba-Nya.

��Jim (ﺝ) : Jalla Tsanauhu (Yang Mahatinggi Pujian-Nya), kesucian-Nya, dan nama-nama-Nya yang tiada berbatas.

��Ha’ (ﺡ): al Haq, al Hayyu, wa al Halim (Yang Mahabenar, Mahahidup, dan Mahabijak).

��Kha (ﺥ): al Khabir (Yang Mahatahu) dan Mahalihat. Sesungguhnya Allah Mahatahu apa yang kalian kerjakan.

��Dal (ﺩ): Dayyanu yaumi al din (Yang Mahakuasa di Hari Pembalasan).

��Dzal (ﺫ): Dzu al Jalal wa al Ikram (Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).

��Ra (ﺭ): al Rauf (Mahasayang).

��Zay (ﺯ): Zainul Ma’budin (Kebanggaan Para Hamba).

��Sin (ﺱ): al Sami al Bashir (Mahadengar dan Mahalihat).

��Syin (ﺵ): Syakur (Maha Penerima ungkapan terima kasih dari hamba-hamba-Nya).

��Shad (ﺹ) : al Shadiq (Mahajujur) dalam menepati janji. Sesungguhnya Allah tidak mengingkari janji-Nya.

��Dhad (ﺽ): al Dhar wa al Nafi (Yang Menangkal Bahaya dan Mendatangkan Manfaat).

��Tha (ﻁ): al Thahir wal al Muthahir (Yang Mahasuci dan Menyucikan).

��Zha (ظ): Zhahir (Yang Tampak dan Menampakkan Kebesaran-Nya).

��‘Ain (ﻉ): al ’Alim (Yang Mahatahu) atas segala sesuatu.

��Ghain (ﻍ): Ghiyats al Mustaghitsin (Penolong bagi yang memohon pertolongan) dan Pemberi Perlindungan.

��Fa (ف): Yang Menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.

��Qaf (ﻕ): Yang Mahakuasa atas makhluk-Nya.

��Kaf (ﻙ): al Kafi (Yang Memberikan Kecukupan) bagi semua makhluk, tiada yang serupa dan sebanding dengan-Nya.

��Lam (ﻝ): Lathif (Mahalembut) terhadap hamba-hamba-Nya dengan kelembutan khusus dan tersembunyi.

��Mim (ﻡ): Malik ad dunya wal akhirah (Pemilik dunia dan akhirat).

��Nun (ن): Nur (Cahaya) langit, cahaya bumi, dan cahaya hati orang-orang beriman.

��Waw (ﻭ): al Wahid (Yang Mahaesa) dan tempat bergantung segala sesuatu.

��Haa (ه): al Hadi (Maha Pemberi Petunjuk) bagi makhluk-Nya. Dialah yang menciptakan segala sesuatu dan memberikan petunjuk.

��Lam alif (لآ): lam tasydid dalam lafadz Allah untuk menekankan keesaan Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya.

��Ya (ﻱ): Yadullahbasithun lil khalqi (Tangan Allah terbuka bagi makhluk). Kekuasaan dan kekuatan-Nya meliputi semua tempat dan semua keberadaan.

Rasulullah saw bersabda, ”Wahai Ali, ini adalah perkataan yang Allah rela terhadapnya.” Dalam riwayat dijelaskan bahwa Yahudi itu masuk Islam setelah mendengar penjelasan Sayyidina Ali KWH.