10.12.15

Kisah Anak Kecil Yang Amat Rindu kepada Baginda Nabi Muhammad SAW

Kisah Anak Kecil Yang Amat Rindu kepada Baginda Nabi Muhammad SAW ⁠ Terjadi satu kisah di zaman Syeikh Abdurrahman Ad-Diba'i. Ketika sedang berkumpul dengan orang di kota Zabid (ujung kota Yaman) untuk berziarah ke makam Sayyidina Muhammad SAW di kota Madinah. Jarak perjalanannya membutuhkan waktu selama 2 minggu. Ketika rombongan tadi hendak bergerak ke kota Madinah datang seorang anak kecil sekitar 8 tahun, wahai syeikh aku hendak ikut ziarah ke makam Nabi SAW. Tapi permintaan anak kecil itu tidak diizinkan oleh syeikh, karena kau nanti membuat susah, orang hendak ke sini kau hendak kesana. Lalu syeikh bertanya kepada anak kecil itu, kenapa kau sangat ingin ikut. Lalu anak itu berkata wahai syeikh percayalah "Aku sangat rindu dengan Rasulullah". Namun dijawabnya, ''Sudahlah kau tetap tak boleh ikut.'' Maka berjalanlah rombongan tadi. Setibanya di kota Madinah tepatnya dimakamnya Sayyidina Muhammad SAW, terkejutlah Syeikh Abdurrahman Ad-Diba'i karena melihat anak kecil itu ada dihadapannya. ''Wahai anak kecil, dari mana kau datang. Bagaimana kau bisa ikut.'' ''Ketika kalian berangkat, aku masuk dalam kotak/peti ikut bersama rombongan ziarah ke makam Sayyidina Muhammad SAW.'' ''Kata Syeikh aku tidak heran kalau kau masuk peti, tapi selama 2 minggu kau makan dan minum dari mana, tidak makan dan tidak minum.'' ''Wahai syeikh sungguh aku dilupakan dari makan dan minum karena sangat rindu kepada Nabi SAW''. Anak kecil tadi pun bertanya; ''Wahai syeikh apakah benar tanah ini pernah di pijak Rasulullah?'' Kata syeikh ''ya'.' Kemudian anak tersebut mengambil tanah itu lalu diciumnya tanah tersebut, terus anak kecil itu tiba-tiba roboh seakan-akan pingsan. Rupanya anak kecil itu telah wafat. Anak kecil itu di kebumikan di luar kota Madinah karena orang luar. Kemudian kesemuanya terus mengerjakan umrah. Saat pulang, syeikh teringat kepada anak tadi, lalu datang menziarahi makam anak itu. Ketika syeikh melihat keadaan makam itu, menjadi bingung. Karena kubur itu diluar kota Madinah tapi berangsur-angsur bergeser masuk kota Madinah mendekati makam Sayyidina Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Maka menangislah Syeikh Abdurrahman Ad-Diba'i. Sampai sekarang makam tersebut masih ada dan makam tersebut ada di seberang Masjid Nabawi. ''Wahai anak kecil betapa hebat dan mulianya engkau, sewaktu kecil kau rindu hendak ziarah ke makam Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW, dan sewaktu kau wafat kau juga rindu kepada Rasulullah...'' Syeikh Abdurrahman Ad-Diba'i pun menangis di dalam rumahnya “Aku ini adalah seorang imam tapi aku malu melihat kecintaan seorang anak yang sangat mencintai Rasulullah SAW. Dan sang Imam pun menulis riwayat perjalanan anak kecil tersebut di Maulidnya. Hebatnya cinta anak kecil kepada Habibana Sayyidina Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Referensi: Diambil dari beberapa sumber Dikisahkan pula oleh: Habib Ali Zainal Abidin Al Kaff

BAGAIMANA DOAMU MAU DIKABULKAN, SEDANGKAN KAMU SENDIRI RAGU DENGAN DOAMU?

Dan diantara rahasia dikabulkannya doa hamba-hamba-Nya oleh Al-khaliq (sang pencipta) ialah keyakinan dan keseriusannya meminta.Sadar ketika berdoa, yakin akan dikabulkan dan benar dalam pengharapan, seperti inilah hendaknya seseorang berdoa عن أبى هريرة قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: “ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة واعلموا أن الله لا يستجيب دعاء من قلب غافل لاه”، Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Berdoalah kepada Allah, sedangkan kalian yakin akan dikabulkan doa kalian. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (Imam Ahmad) Nah, jika selama ini doa kita belum terkabulkan, cobalah tanyakan pada hati kita, apakah kita lalai? Apakah kita tidak yakin. Allahu kariim... Saudara-saudariku, DIA maha kaya dan DIA maha pemurah, Seandainya setiap hari DIA mengkabulkan doa hamba-hamba-Nya dengan memberikan gunung emas kepada setiap orang, tidak akan pernah berkurang sedikit pun dari kekuasaan dan kekayaan-Nya. Berharaplah dengan sungguh-sungguh setiap doamu. Rasulullah saw. juga bersabda: “Jika salah satu di antara kalian berdoa, maka jangan berkata: “Ya Allah ampuni saya jika Engkau berkenan. Akan tetapi hendaknya bersungguh-sungguh dalam meminta, dan menunjukkan kebutuhan.” Sufyan bin ‘Uyainah berkata: “Janganlah salah seorang dari kalian menahan doa apa yang diketahui oleh hatinya (dikabulkan), karena Allah swt. mengabulkan doa makhluk terkutuk, iblis laknatullah alaih. Allah swt. berfirman: “Berkata iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh.” (Al-Hijr:36-37). Kita bukanlah makhluk yang terkutuk seperti iblis, tidak mungkin Allah tidak mengkabulkan doa hamba-hamba-Nya yang patuh dengan syari'atnya. Mulai sekarang, cobalah trik berdoa seperti diatas yang telah dijelaskan oleh Nabi kita shalallahu 'alaihi wa sallam. Dan rasakan keajaiban doamu! (HABIB QURAISY BAHARUN)

PEMUDA BERDOSA YANG TERTOLONG NABI MUHAMMAD SAW BERKAT KECINTAANYA TERHADAP MAULID.

Dalam majlisnya Al Habib Hasan Bin Ja'far Bin Umar Assegaf menceritakan satu cerita yang membuat jamaah berlinang air mata diantaranya wahai hadirin dalam riwayat kami mendengar dari guru mulia kami satu cerita yg diriwayatkan Sayyid Bakri Syatho’ Ad-Dimyathi dalam I'anahnya mengkisahkan sebuah hikayat akan seorang pemuda yang gemar memuliakan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. ( وَحُكِيَ ) أَنَّهُ كَانَ فِيْ زَمَانِ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ هَارُوْنَ الرَّشِيْدِ شَابٌّ فِي الْبَصْرَةِ مُسْرِفٌ عَلَى نَفْسِهِ وَكَانَ أَهْلُ الْبَلَدِ يَنْظُرُوْنَ إِلَيْهِ بِعَيْنِ التَّحْقِيْرِ لِأَجْلِ أَفْعَالِهِ الْخَبِيْثَةِ غَيْرَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا قَدِمَ شَهْرُ رَبِيْعِ الْأَوَّلِ غَسَلَ ثِيَابَهُ وَتَعَطَّرَ وَتَجَمَّلَ وَعَمِلَ وَلِيْمَةً وَاسْتَقْرَأَ فِيْهَا مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدَامَ عَلَى هَذَا الْحَالِ زَمَانًا طَوِيْلًا ثُمَّ لَمَّا مَاتَ سَمِعَ أَهْلُ الْبَلَدِ هَاتِفًا يَقُوْلُ اُحْضُرُوْا يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ وَاشْهَدُوْا جَنَازَةَ وَلِيٍّ مِنْ أَوْلِيَاءِ اللهِ فَإِنَّهُ عَزِيْزٌ عِنْدِيْ فَحَضَرَ أَهْلُ الْبَلَدِ جَنَازَتَهُ وَدَفَنُوْهُ فَرَأَوْهُ فِي الْمَنَامِ وَهُوَ يَرْفُلُ فِيْ حُلَلِ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ فَقِيْلَ لَهُ بِمَ نِلْتَ هَذِهِ الْفَضِيْلَةَ قَالَ بِتَعْظِيْمِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "Diceritakan, pada zaman Amirul Mukminin Harun Ar-Rasyid ada seorang anak muda di kota Bashrah. Ia melewati batas dalam perbuatannya berzina 'mabuk 'berjudi'(ugal-ugalan), sehingga penduduk kota Bashrah menatapnya dengan pandangan merendahkan karena perbuatannya yang buruk, hanya saja jika setiap kali masuk bulan Rabiul Awal (maulud) ia selalu mencuci baju yang dikenakannya, memakai wewangian, berhias diri. Ia membuat walimah dan meminta agar dibacakan Maulid Nabi Muhammadshallallaahu ‘alaihi wasallam. Begitulah yang ia lakukan setiap masuk bulan Rabiul Awal. Kemudian ketika kematian menjemput anak muda tersebut, penduduk kota Bashrah mendengar suara tanpa rupa, berkata: “Wahai penduduk Bashrah, hadirilah dan saksikanlah jenazah wali diantara wali-wali Allah swt, karena dia menurutku adalah orang yang mulia”. Maka penduduk kota Bashrah pun menghadiri jenazahnya dan menguburnya dengan baik. Kemudian mereka bermimpi bertemu dengan anak muda tersebut, dia berada di dalam kenikmatan besar, dia berpakaian sutera. Kemudian dia ditanyai “Dengan sebab apa engkau mendapat kehormatan ini semua?” dia menjawab, “Berkat mengagungkan kelahiran baginda Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam.” (I’anatuththalibin juz 3 halaman 365. Subhanallah.. Sholu Alan Nabi Muhammad SAW....

7.12.15

KISAH ULAMA SUFI DI MAKAM NABI SAW...

KISAH ULAMA SUFI DI MAKAM NABI SAW... Kisah 3 (tiga) imam besar yang merasakan lapar teramat sangat ketika sedang berziarah ke Rosulullah SAW. Berkata imam Abu Bakar bin Muqri' : ketika itu aku bersama dua temanku Imam Thabrani dan Imam Abu Syeikh di sekitar makam rasulullah , sungguh ketika itu kami merasakan sangat lapar. Maka ketika waktu isya datang kami menghampiri makam rasulullah dan kami pun berkata : ya rasulullah , rasa lapar ini ya Rasullah.. Berkatalah Imam Abul Qosim at Thabrani : "Duduklah , kita hanya punya dua pilihan adakalanya rizqi mendatangi kita atau kematian yang mendatangi kita. Lalu tertidurlah imam abu bakar dan imam abu syekh sedangkan imam thabrani tetap masih duduk , maka tiba tiba datang seorang alawi ( keturunan Rasulullah) mengetuk pintu dan bersamanya dua orang budak yang membawa masing masing satu keranjang makanan . Maka kami pun makan , setelah kami makan berkatalah alawi tersebut : "Benar kah kalian yang mengadu pada rasullah tadi ?" Sesungguhnya aku bermimpi bertemu dengan beliau lalu beliau menyuruhku agar membawakan makan pada kalian. subhanallah......... اللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على أله و صحبه . منقول من مصباح الظلام في المستغيثين بخير الأنام في اليقظة و المنام ص ٦١. للإمام المحدث الفقيه القدوة أبو عبد الله محمد بن موسى ابن نعمان المزالي التلمساني المالكي. قال الإمام أبو بكر ابن مقرئ رحمه الله تعالى : كنت أنا و الطبراني و أبو الشيخ في حرم رسول الله صلى الله عليه و سلم و كنا على حالة و أثر فينا الجوع و واصلنا ذلك اليوم. فلما كان وقت العشاء حضرت قبر النبي صلى الله عليه و سلم فقلت : يا رسول الله الجوع و انصرفت. فقال لي أبو القاسم : إجلس فإما أن يكون الرزق أو الموت . قال أبو بكر : فنمت أنا و أبو الشيخ ، و الطبراني جالس ينظر في شيء فحضر بالباب علوي فدق ففتحنا له فإذا معه غلامان مع كل واحد منهما زنبيل فيه شيء كثير فجلسنا فأكلنا و ظننا أن الباقي يأخذه الغلام فولى و ترك عندنا الباقي . فلما فرغنا من الطعام قال العلوي : يا قوم أشكوتم إلىى رسول الله صلى الله عليه و سلم ؟ فإني رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم في المنام فأمرني أن أحمل بشيء إليكم. و الله أعلم. كان الإمام النووي يرى ليلة القدر في صغره فقد ذكره أبوه أنه كان نائما إلى جنبه و قد بلغ من العمر سبع سنين ليلة السابع و العشرين من شهر رمضان فانتبه نحو نصف الليل و قال يا أبت ما هذا الضوء ملأ الدار ؟ فاستيقظ الأهل جميعا , قال أبوه : لم نر كلنا شيئا و لقد عرفت أنها ليلة القدر. (شرح صحيح مسلم ص ١٠١ جزء ١).

Sayyidah Nafisatul ulum RHA

Gurunya Imam Syafi'i ra. Sayyidah Nafisatul ulum RHA ia adalah putri Al Hasan al anwar bin zayd bin al ablaj bin sibtu Rasulillah SAW Al Hasan bin ali bin abi tholib. Di lahirkan tahun 145 hijriyah di mekkah al mukarromah,dibesarkan oleh ayahanda nya, ia sudah hafal Al Quranul karim di usia 8 tahun dalam didikan ayahandanya. Lalu ia pindah bersama ayah nya ke madinah munawwaroh, ia belajar dari ayahanda nya begitu juga para syaikh (guru guru besar) yang ada di lingkungan masjid nabawi syarif diantaranya imam malik ra. Kejeniusan nya luar biasa dalam ke ilmuan hingga para syaikh menyebutnya dengan julukan nafisah ulum (seorang wanita berilmu yang istimewa/mahal) padahal beliau belum mencapai usia menikah. Ia dinikahkan dengan putra paman nya Al Imam Ishaq Al Mu'taman bin ja'far asshodiq bin muhammad albagir bin ali zaynal abidin bin assibthu al husain. Lalu ia pindah ke mesir bersama suami nya, maka penduduk mesir menyambutnya dan mengambil ilmu nya dan keberkahan doa nya, tatkala makin banyak nya orang yang mendatangi nya, hingga ia merasa kerepotan dan ingin kembali ke madinah agar bisa menghabiskan waktu untuk beribadah, maka masyarakat merasa keberatan akan keingin nya itu, hingga akhir nya mereka pun menyusun waktu kunjungan dalam seminggu 2 kali untuk mengambil ilmu dari nya, di hari lain memberi nya keluangan waktu untuk beribadah,sebagaimana yang diriwayatkan oleh sayyidah zainab keponakan nya putri saudara nya yahya almutawwij : ia biasa bangun malam dan puasa sepanjang hidupnya 5 tahun setelah ia datang ke mesir datang lah imam syafi'i mengambil riwayatnya dan belajar padanya, ia pun mengambil darinya riwayat dan belajar darinya, imam syafi'i berwasiat saat ia akan wafat ingin di sholati oleh nya, maka lewat lah jenazah imam syafi'i di depan rumah nya di hadapan masjid maka beliau menyolati jenazahnya. Seorang ulama sejarah bernama Ahmad bin yusuf al qirmani menyebutkan dalam kitab tarikh nya bahwa sayyidah Nafisah RadhiyaAllah anha " tatkala orang orang meminta pertolongan nya dari kezhaliman ibnu thulun Maka beliau menuliskan sesuatu dalam lembaran, tatkala ibnu tulun lewat dengan tunggangan nya beliau keluar dari rumah menghampirinya, lalu tatkala ibnu melihat beliau ia turun dari kuda nya, beliau pun memberi secarik lembaran yang telah beliau tulis pada nya, di dalamnya tertulis : ﻣﻠﻜﺘﻢ ﻓﺄﺳﺮﺗﻢ، ﻭﻗﺪﺭﺗﻢ ﻓﻘﻬﺮﺗﻢ، ﻭﺧﻮﻟﺘﻢ ﻓﻔﺴﻘﺘﻢ، ﻭﺭﺩﺕ ﺇﻟﻴﻜﻢ ﺍﻷﺭﺯﺍﻕ ﻓﻘﻄﻌﺘﻢ، ﻫﺬﺍ ﻭﻗﺪ ﻋﻠﻤﺘﻢ ﺃﻥ ﺳﻬﺎﻡ ﺍﻷﺳﺤﺎﺭ ﻧﻔﺎﺫﺓ ﻏﻴﺮ ﻣﺨﻄﺌﺔ، ﻻ ﺳﻴﻤﺎ ﻣﻦ ﻗﻠﻮﺏ ﺃﻭﺟﻌﺘﻤﻮﻫﺎ، ﻭﺃﺟﺴﺎﺩ ﻋﺮﺑﺘﻤﻮﻫﺎ، ﻓﻤﺤﺎﻝ ﺃﻥ ﻳﻤﻮﺕ ﺍﻟﻤﻈﻠﻮﻡ ﻭﻳﺒﻘﻰ ﺍﻟﻈﺎﻟﻢ، ﺍﻋﻤﻠﻮﺍ ﻣﺎ ﺷﺌﺘﻢ ﻓﺈﻥ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺘﻈﻠﻤﻮﻥ، ﻭﺳﻴﻌﻠﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻇﻠﻤﻮ ﺃﻱ ﻣﻨﻘﻠﺐ ﻳﻨﻘﻠﺒﻮﻥ Kalian jadi raja lalu memperbudak, kalian mampu lalu semena mena, kalian dapat kewenangan lalu kalian berbuat durhaka, di kembalikan rizki rizki pada kalian namun kalian memutusnya, sungguh ini telah kalian sadari bahwa busur ghaib akan tepat mengena tak akan meleset, terlebih lagi Terlebih lagi jika berasal dari hati yang telah kalian sakiti, dari jasad yang kalian tawan, mustahil akan mati orang orang yang terzhalimi dan hidup orang yang zholim, silahkan kalian lakukan apa yang kalian kehendaki namun sungguh kepada Allah orang orang yang dirugikan kembali, dan akan mengetahui orang orang yang zholim ke tempat manakah mereka akan kembali. Alqirmani berkata : mulai pada waktu setelah itu ibnu tulun berlaku adil. Saat beliau sakit yang membawa nya kepada kematian, orang orang menyodorkan pada beliau makanan makanan nikmat meminta beliau agar membatalkan puasa nya saja, maka ia berkata : " duhai betapa mengherankan nya,, sudah semenjak 30 tahun aku memohon pada Allah Ta'ala agar aku bisa menjumpai Nya saat aku berpuasa, apa mesti aku berbuka sekarang ! ! ? Tidak, ini tak akan terjadi.." Kemudian beliau dengan tenangnya membaca surat Al An'am dengan khusyu, sampai tiba pada firman Nya Allah ta'ala : ﻟَﻬُﻢْ ﺩَﺍﺭُ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡِ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ۖ ﻭَﻫُﻮَ ﻭَﻟِﻴُّﻬُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan.Beliau pun pingsan.. Keponakan beliau zainab yang selalu bersamanya membantu beliau berkata : " lalu kupeluk bibiku kedalam dadaku, kubukakan matanya ia mengucapkan 2 kalimat syahadat maka pergilah ruh beliau menuju tuhan nya " hal itu terjadi pada bulan rajab tahun 208 hijriyah, lalu beliau di kuburkan di mesir Semoga Allah merahmati dan meridhoi beliau juga ayah, kakek nya beserta para keluarga nya juga para sahabat sebaik baik nya shalawat dan salam,Aamiin walaka mitsluh...

Sayyidah Hafshoh binti sirrin

Al Habib Ali Zainal Abidin Bin Abdurrahman Al Jufry Jeddah : Ustadzah Umat yang ke 6 Tabi'in Tercerdas seorang Tabi'ah yang mulia Sayyidah Hafshoh binti sirrin saudari dari tabi'in Sayidina Muhammad bin sirin, beliau dilahirkan pada tahun 31 hijriyah belajar dari para sahabat Nabi SAW sudah hafal Al Quran saat berusia 12 tahun dengan bacaan yang baik, fiqih yang baik dan ilmu riwayat hadist yang baik. Gurunya : - Ummu 'Athiyyah - Ummu roo-ih - Sahabat Anas bin Malik - Abu 'Aliyah, dan lain nya Radhiyallahu anhum Muridnya : - Saudaranya sendiri Muhammad bin sirin - Imam Qotadah - Syekh Ayyub - Kholid Al Hidza, - ibnu aun , - Hisyam bin hassan, - iyas bin muawiyah, - 'Ashim bin al ahwal dan lainya. USTADZAH BAGI SAUDARANYA (ibnu sirrin) Saudara nya Muhammad bin sirin jika ia kesulitan tak bisa menjawab pertanyaan ia berkata: kalian pergi silahkan tanyakan saja pada Hafshoh. ZUHUDNYA Ia zuhud pada dunia, menjahit kafannya sendiri, lalu ia gunakan untuk haji & umroh, ia menggunakannya juga untuk itikaf pada 10 hari terakhir bulan ramadhan. UJIAN DI TINGGAL ORANG TERCINTA Anaknya Al wahid hudzail wafat yang mana semasa hidupnya ia berbakti pada ibunya, ia mengumpulkan kayu bakar di musim panas untuk digunakan dibakar pada waktu malam di musim dingin agar ibu nya mendapatkan kehangatan di musim dingin saat shalat malam, dan ia menjaga jangan sampai asap banyak hingga bisa mengganggu ibunya yg shalat malam. Maka ia merasa sedih karena kehilangan anaknya yang baik ini, ia berkata : ia telah mati namun masyaAllah aku diberi rizki kesabaran atasnya dengan kesabaran yang besar, padahal aku dapati rasa panas didadaku yang nyaris tak bisa reda (karena sedih akan wafat anaknya ini). Ia berkata : maka di satu malam aku saat aku membaca Alquran aku menemui ayat : ﻣﺎ ﻋﻨﺪﻛﻢ ﻳﻨﻔﺪ ﻭﻣﺎ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺎﻕ ﻭﻟﻨﺠﺪﻳﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺻﺒﺮﻭﺍ ﺑﻤﺎ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻤﻠﻮﻥ Apa yang ada disisi kalian akan musnah sedangkan apa yang ada disisi Allah akan kekal abadi, akan kami balas (beri pahala) orang orang yang sabar dari apa yang mereka lakukan. Maka saat itu hilanglah kesedihan dan kegundahanku. IFFAH ( MENJAGA KEHORMATAN ) DAN IHTIYAT ( KEHATI HATIAN ) NYA Ashim Al Ahwal berkata : Dulu ia pernah duduk dgn kami saat ia sudah berusia lanjut, ia tetap menggunakan baju kurung nya, jilbabnya & menggunakan niqob nya (tutup muka), hingga ada seorang yg merasa kasihan pada nya suatu hari mengatakan : bukankah qoidah qoidah fiqih dari kaum wanita menyebutkan yg sudah tidak berkemungkinan menikah lagi maka ia tak dosa membuka sebagian pakaiannya asal tidak berlebihan menggunakan perhiasannya? Maka ia menjawab dengan tenang : Lalu setelah itu apa ? Maka ia menyempurnakan pembacaan ayat yang sedang ia baca, lalu membaca : ﻭَﺃَﻥْ ﻳَﺴْﺘَﻌْﻔِﻔْﻦَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻬُﻦَّ ۗ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺳَﻤِﻴﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ. ﺍﻟﻨﻮﺭ ٦٠ Dan mereka (kaum wanita) yg menjaga kehormatanya itu lebih baik baginya. Surat An Nur ayat 60 Ia mengungkapkan dalam ayat ini ketetapan menggunakan jubah (pakaian kurung longgar), demikianlah pribadinya yg luar biasa, terbiasa mengambil ketetapan hukum pokok tak suka mencari roksoh / keringanan. Diriwayatkan dari iyas bin muawiyah ia berkata : Aku Tidak menjumpai seorang yg ku unggulkan melebihinya,maka orang orang menyebutkan Hasan Albasri & Ibnu sirin. maka ia berkata : adapun saya tidak mngutamakan seorang pun melebihinya. Ibnu Abu Dawud berkata : 2 penghulu tabi'ah adalah Hafsoh binti sirin & 'amroh binti Abdurrahman setelah keduanya adalah ummu darda. Ia wafat tahun 101 hijriyah, murid2 nya terus meriwayatkan/mengajarkan ilmu yg telah ia ajarkan,mereka juga sering menghikayatkan manaqib nya (keindahan sifat dalam kehidupannya) semoga Allah mencucurkan Rahmat pada nya selalu.

Pohon SAHABI

Pohon SAHABI Sahabat Nabi SAW Yang Dengan Setia Memayungi Nabi SAW Dari Terik Matahari. Pohon Sahabi yang menjadi saksi bisu pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Biarawan Kristen bernama Bahira. Telah ditemukan kembali oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dan otoritas pemerintah Yordania. ketika memeriksa arsip negara di Royal Archives. Mereka menemukan referensi dari teks-teks kuno yang menyebutkan bahwa Pohon Sahabi Berada di wilayah padang pasir diutara Yordania. Setelah 1400 tahun berlalu, pohon ini ditemukan masih hidup dan tetap tumbuh kokoh di tengah ganasnya gurun Yordania bersama beberapa ulama terkenal termasuk Syekh Ahmad Hassoun, Mufti Besar Suriah, Pangeran Ghazi. Mengadakan pengamatan dan ternyata benar pohon tua itulah yang disebutkan dalam catatan biarawan Bahira. Kini Pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah Yordania dan dipantau secara rutin keberadaannya. Keberadaan pohon ini memang cukup unik dan dinilai tidak cocok tumbuh dilingkungan sekitarnya. Pasalnya lingkungan sekitar pohon itu, merupakan tanah kering dan sangat gersang, sementara pohon Sahabi menjadi satu-satunya pohon yang tumbuh subur dengan daun yang rimbun. Kondisi ini menentang kegersangan dan ketiadaan warna dari lingkungan di sekitar pohon. Meskipun kekuatan matahari ditengah gurun sangat terik, namun akan terasa teduh ketika berada di bawah pohon ini. Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa'd al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir. Saat itu Muhammad baru berusia 9 atau 12 tahun. Ia menyertai pamannya Abu Thalib dalam perjalanan untuk berdagang ke Suriah. Pada suatu hari, Biarawan Bahira mendapat firasat, kalau ia akan bertemu dengan sang nabi terakhir.. tiba tiba ia melihat rombongan kafilah pedagang Arab, dan melihat pemuda kecil yang memiliki ciri-ciri sesuai yang digambarkan dalam kitabnya. kemudian Bahira mengundang kafilah tersebut dalam sebuah perjamuan. Semua anggota kafilah menghadiri kecuali anak yang Ia tunggu-tunggu. Ternyata. Muhammad kecil sedang menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta-unta. Bahira keluar mencarinya dan ia sangat takjub menyaksikan cabang2 pohon Sahabi merunduk melindungi sang pemuda dari terik Matahari. Dan segumpal awan pun ikut memayungi ke manapun IA pergi. Bahira pun meminta agar bocah kecil tersebut diajak serta berteduh dan bersantap dalam perjamuan. Dia pun segera meneliti dan menanyai pemuda kecil ini. dan menyimpulkan bahwa Dia adalah utusan terakhir yang dijelaskan dalam Alkitab. Bahira pun meyakinkan paman anak itu yakni Abu Thalib untuk kembali ke Makkah, karena orang-orang Yahudi tengah mencari Muhammad SAW untuk membunuhnya . Setelah berselang 1400 tahun kemudian, pohon yang pernah meneduhi Muhammad itu masih berdiri tegak, menjadi satu-satunya pohon yang berhasil hidup di tengah padang pasir gersang. Pohon ini secara ajaib diawetkan oleh Allah SWT untuk waktu yang panjang. Namun siapapun masih bisa menyentuh dan berlindung di bawah cabangnya yang senantiasa rimbun. STORY FROM JORDAN.